Bismillah. Mari Menyeduh Manfaat dari Secangkir Kata

Beberapa Negara yang Masuk Bucket List [Day 13]

| on
Monday, December 03, 2018
Apakah pembaca blog saya ini punya list ingin berkunjung kemana gitu yang belum terpenuhi? Toss dulu dong kalau punya. Saya ini tipe-tipe orang yang suka berkunjung ke daerah pegunungan, meskipun saya punya alergi dingin. Karena saya ingin menantang diri saya sendiri seberapa kuat saya menghadapi alergi tanpa harus menyusahkan orang lain. Karena selama ini, kalau alergi saya kumat, saya banyak dibantu oleh orang-orang di sekitar saya. Tapi saya juga suka main-main ke daerah pantai, apalagi kalau pantainya seolah private gitu. Hahaha, tapi ya susah ya jaman sekarang cari pantai yang private karena orang-orang apa-apa udah gampang upload di media sosial. Ada tempat oke sedikit, upload, dan ramailah tempat itu.

Tapi ada satu lokasi tipe wisata yang ingin saya kunjungi setiap saya melancong. Sisi sejarah dari kota itu. Karena kota yang masih memiliki menyimpan sisi sejarahnya, pasti sisi klasik, alami, tradisional, dan keramahan penduduknya masih terjaga dengan baik. Saya ingin terus melancong ke tempat-tempat yang masih menjaga kearifan lokalnya dengan anak-anak. Saya ingin memberi tahu bahwa meskipun mereka adalah anak millenial, tapi mereka juga harus tetap arif dan rendah hati. Dan hasil seperti itu harus belajar langsung di lapangan, nggak bisa hanya dengan melihat di Youtube. Mereka perlu belajar tentang kearifan suatu tempat, belajar tentang sejarah yang tidak boleh dilupakan, dan menanamkan bahwa masa kini yang mereka tempati sekarang adalah hasil dari perjuangan di masa lalu. 

Itulah kenapa, setiap berkunjung ke suatu tempat, saya selalu memasukkan lokasi wisata yang mengajarkan tentang sejarah di sana. Mungkin bagi anak-anak saya yang belum banyak menerima pelajaran sejarah (terutama Fatin yang masih belum 3 tahun), sedikit membosankan. Tapi mereka perlu dibiasakan dengan cerita-cerita dari orang tuanya. Seperti ketika kami berkunjung ke Keraton Yogyakarta beberapa waktu yang lalu, Arya penuh didampingi oleh suami saya (ah, saya lupa belum menulis tentang ini).

Tapi, ada beberapa lokasi wisata yang saya masukkan ke dalam list liburan. Semacam, saya berdoa semoga bisa disegerakan ke sana meskipun entah kapan dan harus menabung sebanyak apa.


1. Arab Saudi
Pertama, jelas, semoga bisa disegerakan ke sana dengan harapan ingin mensegerakan penyempurnaan rukun islam. Bismillah, semoga bisa dengan menabung sedikit-sedikit. Tapi kalau niatnya adalah menyempurnakan rukun islam, saya dan suami benar-benar setuju kalau kami harus meluruskan niat bahwa pergi ke Arab Saudi adalah untuk ibadah, bukan melancong. Ini yang susah, makanya benar-benar butuh kesiapan yang besar baik hati maupun fisik.

Dalam hati sebenarnya ingin ke sana karena juga ingin melihat seberapa kuat peran wanita di sana. Saya banyak mendengar, Arab Saudi sudah mulai memberikan sedikit kebebasan pada penduduk perempuan. Tapi sejauh apa perlu lihat sendiri kan? Nggak bisa hanya mengandalkan berita saja. Ah, tapi kalau seperti itu, ya harus dijadwalkan sendiri bukan tanpa harus dibarengkan dengan perjalanan religi?



2. Indonesia
Saya pernah membaca blog seorang traveller, tapi lupa alamat blognya. Dia bilang, kelilinglah di Indonesia dahulu, baru ke luar negeri. Karena apa yang Indonesia punya itu masih lebih bagus daripada wisata di luar negeri karena Indonesia itu paket lengkap. Dari wisata alam sampai wisata kota. 

Apalagi sejak saya menjadi buzzer sebuah organisasi wisata Indonesia, saya makin bangga dong Indonesia punya banyak tempat wisata yang oke punya. Ingin datangi semua tapi sungguh harus banyak nabung karena perginya sepaket lengkap sama anak-anak. Sekarang ajah, setiap ada liburan sedikit ajah, suami sudah ajak-ajak ingin kemana. Hahaha.



3. Korea
Oke, ini gara-gara drama Korea. Hahaha, semudah itu saya dibujuk sama drama Korea buat memupuk keinginan ke sana. Tapi kenyataannya memang iya. Wkwkw. Tapi ke sana biayanya mahal ya kan? Andaikan bisa, saya harus benar-benar bikin list lokasi wisata yang oke punya. Jadi ke sana nggak sekadar ‘akhirnya ke Korea!’. 

Dan tentu dong, yang masuk pertama adalah jalan-jalan ke lokasi yang benar-benar menunjukkan kearifan lokalnya Korea. Di sana kan masih banyak lokasi wisata yang menawarkan sisi tradisional, mulai dari gaya hidup sampai tempat tinggal. Seperti Yang Dong Traditional Village, Istana Changdeok, atau Bukchon Village. Tapi nggak menutup kemungkinan dong jalan-jalan ke lokasi yang sering dikunjungi orang. 

Sambil berdoa, semoga ketemu dan foto bareng sama si D.O. EXO atau sama Kim Woo Bin. Ini masuk bucket list sebenarnya, karena saya ingin tahu sendiri seberapa hebatnya D.O itu. Wkwkwkw.. 



4. Tiongkok
Keinginan pergi ke China itu awalnya karena sebelum kenal dengan drama Korea, saya suka lihat film-film dari Tiongkok ini. Tapi, makin diperkuat karena cerita almarhum bapak dan adik yang pernah ditugaskan sama kantor pergi ke sana. Tiongkok yang menurut banyak orang membatasi penyebaran informasi negaranya, ternyata negara yang sangat berkembang menurut bapak dan adik. 

Ketika ada kalimat ‘Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China’, sepertinya kalimat ini nggak main-main saat pertama kali diluncurkan. Kata almarhum bapak, untuk soal keilmuan, kearifan lokal, dan sejarahnya, Tiongkok memang patut diacungi jempol. Duh, makin penasaran lah ingin ke sana.



5. Jepang
Termasuk Jepang, saya ingin ke sini ya juga karena iming-iming orang lain. Adik sepupu saya juga pernah dikirim ke Jepang oleh kantornya. Trus dia bilang, ‘Mbak, ayo nabung ke sana’. Wah, wah, racun dia.

Saya sepenasaran itu lho sama pendidikan usia dini di Jepang seperti apa. Dasarnya apa, prakteknya bagaimana, teorinya apa saja. Kenapa mereka bisa setertib itu antri buat dapatkan bahan makanan padahal tsunami sudah meluluhlantakkan rumah mereka. Kenapa mereka rapi sekali mengatur sepeda di tempat parkir dan melaporkannya kalau sepeda itu lebih dari dua minggu tidak terpakai supaya tidak kena derek ‘tim bersih-bersih’. Kenapa orang tua segitu giatnya ikut kegiatan sekolah anak-anaknya meskipun kerjaan kantor banyak. Dan masih banyak lagi yang buat saya penasaran.
Be First to Post Comment !
Post a Comment

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^

Custom Post Signature

Custom Post  Signature