Rabu, 20 Juli 2016

Berkenalan Dengan Jenis-Jenis Reksa Dana Panin

Sudah mulai berfikir untuk berinvestasi? Alhamdulillah, saya dan suami sudah mulai memikirkan investasi yang cocok untuk kami. Kemarin-kemarin sih, kami mikirnya masih senang-senang aja, gaji buat beli ini itu, mumpung masih tinggal serumah sama orang tua. Meskipun memang, dana menabung untuk kami berdua dan dua anak kami, sudah disiapkan tiap kami berdua menerima gaji.

Karena bagi kami berdua, menabung di bank itu bukanlah salah satu bentuk investasi, akhirnya kami sempat cari-cari informasi apa saja yang termasuk investasi yang aman untuk masa depan. Salah satunya adalah investasi reksa dana. Apa itu? Yuk, simak dulu.


Jumat, 15 Juli 2016

Membingkai Kenangan Baik dengan Kamera Ponsel


Tidak ada yang pergi daripada hati. Tidak ada yang hilang dari sebuah kenangan.
-Tere Liye-


Sebagian dari kita, pastinya akan setuju jika perlu dalam hidup, kita membingkai kenangan-kenangan baik yang ada di masa lalu kita. Saya bilang kenangan baik, bukan kenangan manis. Karena masa lalu, tidak melulu berisi hal-hal yang indah dan selalu membuat kita tersenyum di masa kini. Namun tentu, ada beberapa peristiwa yang membuat hati kita hancur luluh lantak dan membuat kita susah untuk kembali bangkit.

Sedangkan kenangan-kenangan baik yang berisi kegembiraan, perayaan dan suka cita, cenderung akan menempati porsi lebih banyak dalam memori ponsel atau laptop. Saat membukanya kembali, ada banyak senyum yang meruah, ada banyak tawa yang tersampaikan dan ada banyak mood booster yang tinggal kita pilih satu per satu. Kenangan-kenangan baik inilah yang membuat kita lebih bersemangat dan lebih banyak bersyukur atas hidup.

Kamis, 30 Juni 2016

Mengurangi Jerawat Setelah Hamil dan Melahirkan dengan Cetaphil


Salah satu masalah yang muncul saat hamil adalah kulit menjadi menghitam dan jerawat banyak yang muncul. Dari beberapa buku yang saya baca serta informasi dari internet yang saya akses, masalah ini muncul karena ketidakseimbangan hormon yang dialami oleh ibu hamil. Kalau saya, dua kali hamil, ya dua kali itu juga mengalami kulit menghitam dan kulit berjerawat. Area leher serta lipatan-lipatan tubuh, menghitam dengan sendirinya. Bahkan wajah saya pun sepertinya kian lama kian gelap warnanya. Sedangkan kulit berjerawat, tidak hanya di wajah tapi juga di area punggung. Jerawat kecil-kecil yang bentuknya mirip batu, sudah jadi langganan untuk dipenceti.

Beberapa teman kantor sampai protes, mereka pikir saya absen rawat wajah. Padahal, saya juga pakai skin care yang biasa saya pakai sebelumL hamil. Membersihkan wajah pun yang biasanya malas-malasan, ketika hamil jadi lebih rajin. Tapi ya, tetap saja wajah saya menghitam dan banyak jerawat yang muncul di area T. Ada juga yang sarankan untuk konsultasi dengan dokter kulit. Emm, tapi saya yang nggak sreg aja. Karena saya memang nggak mau kandungan skin care yang diberi dokter nanti, malah membahayakan janin. Toh saya kembali pada informasi yang saya terima dari buku-buku kehamilan, bahwa kulit menghitam dan berjerawat itu karena perubahan hormon yang tidak stabil.

Kamis, 23 Juni 2016

Damar Kurung Festival 2016, Upaya Mengenalkan Damar Kurung kepada Anak Muda

Hidup harus berkarya, orang akan selalu menghargai karya kita sampai kapan pun meskipun kita sudah mati -Masmundari-
credit

Siapa Masmundari?
Nama lengkapnya adalah Sriwati Masmundari, yang dikenal sebagai pelukis damar kurung, yaitu salah satu jenis lentera asli Indonesia. 

Apa itu damar kurung?
Damar kurung merupakan lentera asli Indonesia yang terbuat dari kertas, yang memiliki rangka kayu berbentuk segi empat. Damar kurung tidaklah polos, tapi memiliki gambar-gambar khas dengan warna-warna yang cerah.

Karya Masmundari dikenal unik karena mengambil objek dalam kehidupan sehari-hari. Seperti pesta pernikahan, lebaran atau penggusuran. Masmundari sendiri mulai dikenal oleh publik sejak karya damar kurungnya dipamerkan pertama kali di Bentara Budaya, Jakarta, pada tahun 1987. 

***

Itu sekedar pengantar ya, biar nggak bingung pas baca isi artikel ini selanjutnya.

***

Senin, 13 Juni 2016

5 Cara Ngeblog Asyik Ala Elisa Monic


Ngeblog bagi saya ngga lagi melulu soal curhat. Awal-awal dulu memang iya, dikit-dikit masukkan ke blog. Malah, dulu saya punya blog dengan platform Wordpress yang isinya menggalau melulu, mulai dari puisi, cerpen, dan curhatan alay. Tapi, karena sesuatu hal, blog itu harus saya hapus. Begitu pula awal ngeblog di Mama Arkananta ini, isinya ya tentang curhat. Ngga heran, blogpost di awal-awal dulu, isinya banyak melibatkan emosi. LOL.

Kemudian, makin ke sini, sudah mulai mengurangi curhat-curhat di blog. Mending disimpan sendiri saja uneg-unegnya. Sekarang, sudah mulai memikirkan kalau ngeblog itu tujuannya adalah saling berbagi. Iyes, berbagi apapun sesuai dengan minat saya. Itulah kenapa, akhirnya kembali serius memilah-milah kategori di blog ini. Memudahkan pembaca blog ini untuk merayapi artikel-artikel yang mereka butuhkan.

Apalagi setelah blog ini bisa menjadi pembuka jalan untuk menggendutkan rekening pribadi. Semakin semangat belajar dari para blogger bagaimana menjadikan blog ini tampak makin profesional. Salah satunya adalah membaca artikel-artikel tentang blogging dari Elisa Monic. Dari blogger Bekasi yang mengelola blog pribadinya dengan alamat www.elisamonic.com, setidaknya saya menyimpulkan 5 cara ngeblog asyik ala Elisa Monic. Apa saja itu?

Minggu, 12 Juni 2016

7 Tips Mengajak Balita ke Bioskop


Saya dan suami, termasuk pasangan yang suka sekali nonton film. Tapi, kebanyakan kami lakukan sambil leyeh-leyeh ngemil di atas tempat tidur ketika Arya sudah tidur malam. Bisa dihitung dengan jari, berapa kali kami berdua nonton film di bioskop.

Karena tahu kalau orang tuanya suka nonton film, Arya jadi ikut-ikutan suka. Eh, sama suami malah dikenalkan juga sama asyiknya nonton film. Bahkan, suami rela berburu film-film animasi baik yang lama ataupun baru untuk dilihat bersama-sama, seperti Mulan dan Kungfu Panda.

Kemudian, beberapa waktu yang lalu, suami punya ide bagus untuk mengenalkan lebih jauh dunia perfilman. Yang paling dekat dulu dan paling bisa diingat, nonton di bioskop. Jeng jeng jeng!!! Ide yang bagus sih, tapi takutnya kenapa-kenapa sama si Arya waktu di dalam bioskop, kan jadi parno duluan. Secara nih, Arya itu paling nggak bisa sama suara yang kerasnya ampun-ampunan, misalnya saja pesta kembang api. Dijamin deh, pasti sembunyi di balik punggung Papanya. Ditambah lagi, ada cerita dari masa kecil saya saat diajak Bapak Ibu saya nonton film di bioskop. Awalnya seneng-seneng aja karena tampaknya asyik sekali. Anak kecil mana sih yang nggak antusias melihat banyak tempat duduk yang awalnya kosong, langsung terisi penuh dengan riuh penonton. Drama dimulai ketika lampu dimatikan dan saya mulai gelisah. Berakhirlah dengan tangisan yang kencang sekali ketika lagu pembuka filmnya kaluar. Kata ibu, saat itu saya sampai nggak bisa ditenangkan dengan jajanan apapun yang dibawa ibu masuk ke bioskop. Walhasil, mengajak saya keluar dari ruangan dan segera pulang adalah jalan keluar daripada saya tantrum di tempat. Saya jadi ketawa-ketawa sendiri saat Ibu cerita kenangan ini.