Selasa, 21 Februari 2017

Memberi Edukasi Pelestarian Lingkungan pada Anak di Eco Green Park, Batu, Malang


Banyak yang mengatakan bahwa bumi yang kita tempati ini sudah mulai menua dan mulai tak sanggup lagi menampung aktifitas manusia yang tidak bersahabat. Semisal pembakaran hutan untuk perluasan lahan, pembangunan rumah-rumah penduduk yang mengesampingkan penawaran rumah susun, penggalian bahan tambang dan lain sebagainya. Akibatnya, tentulah bencana yang sering kita saksikan dengan mata kepala sendiri atau  di layar televisi.

Salah satu upaya kita untuk menyeimbangkan fenomena ini adalah memberikan edukasi yang baik kepada keturunan kita bahwa bumi yang mereka tinggali ini, memerlukan campur tangan mereka supaya tetap lestari dan membawa manfaat. Edukasi bisa diberikan melalui kegiatan sehari-hari di rumah, pelajaran di sekolah atau pun outing activities di lokasi-lokasi yang mendukung.

Jumat, 10 Februari 2017

Hujan Penuh Berkah saat Imlek di Food Junction, Surabaya


"Kami turunkan air hujan yang berbarakah, banyak manfaatnya dari langit kemudian dengan air hujan itu Kami tumbuhkan kebun-kebun dan biji-bijian yang dapat dipanen.” (QS. Qaf : 9)

Hujan bagi saya pribadi adalah sesuatu yang menggembirakan. Saya ingat betul, dulu saat saya masih kecil, saya selalu menunggu hujan untuk bisa merasakan sensasi yang muncul ketika air dengan kuatnya menyentuh kulit. Sekarang, sepertinya itu menurun ke Arya. Bahkan ketika dia tidur sekalipun, saat hujan mulai mengenai genting rumah, dia tiba-tiba bangun dan minta main hujan di luar rumah. 

Dan hujan bukanlah penghalang untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk saya dan orang-orang disekitar saya. Seperti pada hari Sabtu (28 Januari 2017), saat adik ipar mengajak saya dan suami jalan-jalan ke Food Junction, salah satu area wisata yang terbilang baru di Surabaya. Sebenarnya, ada sedikit kekhawatiran saat mendung mulai menggantung di langit, karena rencananya saya dan suami akan mengajak Arya dan Fatin. Tapi karena momen untuk kumpul keluarga ini jarang sekali, saya berdoa dalam hati, semoga hujan kali ini benar-benar memberikan berkah untuk momen kali ini.

Selasa, 31 Januari 2017

Berdamai Dengan Diri Sendiri Saat Stok ASIP Menipis




Padahal yo siji weteng. Tapine bedho banget (terj. Padahal ya satu rahim. Tapi berbeda sekali)

Begitulah kalimat yang sering saya dengar dari orang-orang sepuh saat saya menceritakan karakter masing-masing anak saya. Sejak saya hamil Fatin, saya terus berucap dalam hati bahwa nantinya Arya dan anak yang ada di dalam kandungan saya, pastinya memiliki karakter sendiri-sendiri. Cara mendidik saya kepada keduanya, tentunya akan berbeda.

Tak hanya karakter, bahkan dari sekadar minum ASI saja, mereka berdua berbeda. Saya ingat betul, lima hari setelah melahirkan, saya pernah memaksa Arya untuk menyusu pada saya karena dia malas-malasan menyusu sampai tubuhnya menguning. Tak hanya menyusu langsung, bahkan minum susu formula pun hanya sedikit. Ketika kontrol, lebih tepatnya seminggu setelah melahirkan, dokter menyarankan untuk memberi Arya susu lebih sering tanpa harus menunggu merasa lapar. 

Senin, 30 Januari 2017

Menjaga Hubungan Pernikahan Tetap Harmonis


"Romantisme dalam pernikahan itu, hanya lima tahun pertama saja. Tahun-tahun selanjutnya, sudah tak lagi seperti itu"

Begitulah kira-kira yang saya dengar dari seorang teman saat saya masih beberapa bulan menikah. Saya tidak bisa menilai, apakah kalimat yang keluar dari mulut teman saya itu karena dia menjalani hubungan pernikahan yang seperti itu, ataukah memang begitulah kenyataan yang dialami pasangan-pasangan yang sudah menikah lama.

Jumat, 20 Januari 2017

Hai Para Suami, Begini Lho Caranya Bantu Istri Kalian Terhindar dari Stres


Disclemair: blogpost saya kali ini, sengaja saya tujukan untuk para suami yang memiliki istri hebat di rumah.
.
Hai para suami,
Dalam kehidupan berumah tangga, tentunya nggak lagi memikirkan 'saya-saya' atau 'kamu-kamu' lagi bukan? Tapi sudah memikirkan 'kita' karena kalian sudah berjanji untuk menjalani kehidupan pernikahan bersama. Menjalani hari makin kompleks ketika kalian memutuskan untuk memiliki anak. Anggota keluarga yang dipikirkan tidak lagi si Ayah dan si Ibu, tapi juga segala hal tentang anak-anak kalian.

Kamis, 12 Januari 2017

Spesifikasi Handphone Xiaomi Redmi Note 3 yang Cocok untuk Blogging


Sudah nggak bisa ditawar lagi, untuk menjadi seorang blogger itu diperlukan banget perangkat yang menunjang aktifitasnya. Yang pertama jelaslah, koneksi internet. Karena kalau kita tidak memiliki koneksi internet, aktifitas blogging tidak akan berjalan dengan baik. Apa iya harus memiliki koneksi internet secara eksklusif di rumah? Kalau saya akan menjawab, nggak perlu juga. Kerena kalau sekadar mencari koneksi internet, bisalah mengandalkan warnet atau wifi gratisan yang sudah ada di mana-mana.

Selain koneksi internet, yang dibutuhkan lainnya adalah perangkat keras. Bisa menggunakan PC, laptop atau bahkan menggunakan handphone untuk blogging. Kalau PC dan laptop, sudah biasa kali ya para blogger dengan dua jenis perangkat itu. Alasannya jelaslah, karena lebih nyaman saja blogging dengan layar yang lebih luas dan tekanan yang terasa di ujung jari saat menekan keypad. Tapi, blogger sekarang juga menggunakan handphone-nya untuk blogging. Alasannya, karena mobilitas para blogger yang tinggi dan mereka nggak melulu berada di depan PC atau laptop, meskipun laptop bisa dibawa kemana-mana.