Parenting - Lifestyle - Crafting

Blog Khusus Fiksi

| on
Friday, December 27, 2013
Header Blog yang katanya unyu-unyu :))

Saya suka bercerita tentang parenting. Saya suka bercerita tentang Arya. Saya suka membuat scrapbook. Saya suka ngoceh nggak jelas. Saya juga suka fiksi. Dan semua hal itu saya tulis di blog saya ini nih. Tapi setelah melalui banyak komentar, akhirnya saya berfikir ulang, kalau ternyata semua aktifitas saya itu tidak bisa saya jadikan satu blog dengan kesukaan saya terhadap fiksi. Akhirnya, setelah merenungi berhari-hari sambil ngunyah sirih, saya memutuskan untuk membuat blog khusus fiksi.

Alamat blognya ini ya *catat di note dulu* http://fictionmissrochma.wordpress.com

Kenapa kok saya memutuskan memisahkan catatan sehari-hari dan fiksi?

1. Karena fiksi saya itu adalah hasil imajinasi dari berbagai pengalaman saya. Saya nggak mau pembaca catatan sehari-hari saya berfikir yang nggak-nggak tentang imajinasi saya. Meskipun mungkin nggak sejauh itu sih. hihi..

2. Kadang ada beberapa ide dalam kepala ini yang isinya sedikit 'nakal'. Nah, kalau ide 'nakal' ini bertemu dengan tulisan berbau parenting atau tips, nggak pantaslah. Jadi, dipisahin aja deh ya.

3. Memudahkan saya untuk memasukkan tulisan saya sesuai kategorinya. Memang sih, di blog saya ini ada widget untuk kategorisasi. Tapi rasanya kurang luwes aja kalau digabungkan. Ini alasan asal-asalan dari saya sih. Modus ingin punya blog baru. hahaha..

4. Bangga dong punya banyak blog *dilempar cupcake berjamaah*. Jadi, kalau saya bikin kartu nama, ada dua blog nampang di sana. Yuhuuu..

5. Supaya orang lain mengenal sisi lain dari saya yang pendiam, baik hati dan rajin menabung ini. Bahwa saya punya imajinasi yang kadang nggak terbendung tapi susah buat dituliskan. Apaan sih? Yang pasti, supaya orang lain lebih mengenal saya. Itu saja, tanpa koma.

So, so, so, main-main ke blog khusus fiksi saya ya. Di sana menerima kritik, saran, pisang goreng atau buku gratis *kemudian ditampar Nick Carter*. Jangan lupa, http://fictionmissrochma.wordpress.com

Menjadi Wanita Smart Saat Membantu Menyelesaikan Masalah Siswa

| on
Saturday, December 21, 2013
Quote ini nggak ada hubungannya sama tulisan saya, tapi saya suka (credit)

Menjadi Wanita Smart Saat Membantu Menyelesaikan Masalah Siswa. Menjadi wanita yang smart di masa sekarang, bagi saya sangat dibutuhkan, bahkan wajib. Wanita yang smart, pastinya memiliki prinsip yang kuat akan suatu problemantika yang setiap harinya dia hadapi. Wanita yang smart, juga pasti memiliki banyak pertimbangan saat tersudut oleh suatu masalah dan mampu mengambil langkah yang tepat untuk menyelesaikannya.Dan begitulah yang harus saya tanamkan setiap hari dalam diri saya. Saya harus menjadi wanita yang smart supaya saya dapat melakukan aktifitas saya dengan mudah, enjoy, dan berorientasi pada masa depan yang baik.

Mengenalkan Sikat Gigi Pada Arya

| on
Thursday, December 19, 2013
credit
Setelah gigi Arya sudah genap yang bagian depan dan sudah ada empat gigi gerahamnya, saya akhirnya berfikir kalau sudah waktunya Arya untuk sikat gigi. Belum lagi, Arya dah mulai makan macam-macam makanan dan paling suka banget makan gula! Ya, cuma gula aja, nggak pakai air, nggak pakai roti, nggak pakai sayur. Baiklah, singsingkan lengan baju dan mulai  mengenalkan sikat gigi pada Arya serta menjadikan aktivitas menyikat gigi sebagai rutinitas.

(Scrapbook) Arya 3 Bulan - Menangis

| on
Monday, December 16, 2013
Foto ini merupakan salah satu foto favorit saya. Ya, Arya menangis. Dan jarang bisa banget ambil foto saat Arya menangis.
Coba perhatikan, pipinya gembul banget kan? Emak mana coba yang nggak ingin gigit? ^^



Jalan-Jalan ke Kebun Binatang Surabaya

| on
Saturday, December 14, 2013
credit from google


Bagaimana antusiasnya anak kita saat diajak melihat sosok asli hewan yang biasanya hanya bisa dia lihat di televisi atau buku? Pasti bersemangat sekali kan? Sama! Arya pun begitu. Mumpung Sabtu (07/12) kemarin Papa dan saya ada kesempatan libur, akhirnya kita putuskan untuk mengajak Arya jalan-jalan ke Kebun Binatang Surabaya (KBS).

Awalnya rencana berangkat agak pagi, maunya sih biar nggak kena macet. Tapi eh tapi, ternyata hujan. Ya... mundur dikit deh berangkatnya, sambil harap-harap cemas jangan-jangan malah nggak jadi berangkat. Alhamdulillah, hujan berhenti. Hore!! Berangkat!!

Selama perjalanan ke Kebun Binatang Surabaya, saya dan papa sounding Arya apa itu kebun binatang, bagaimana bentuk sebenarnya hewan-hewan di sana, apa saja yang boleh atau tidak dilakukan di sana. Arya sih waktu disounding, masih mlongo-mlongo nggak ngerti. Papa sampai ketawa-ketawa gara-gara liat ekspresinya Arya yang datar banget.

Tapi, kedataran Arya hilang sudah waktu lihat patung Suro dan Boyo. Yap! Patung ikan dan buaya ini bisa bikin Arya girang-girang ngga jelas. Belum lagi, waktu masuk ke tempat parkir, ada penjual yang jual topeng bentuk wajah monyet. Ea, langsung deh pertanyaan yang sama diulang terus. "Mama, ana onyet?"

Bahkan dia nggak sabar nunggui Papa parkir dan narik-narik tangan saya buat cepet-cepet lihat monyet. "Onyet, Ma. Onyet." Hadeh, kenapa pula monyet yang kamu tanyain melulu sih, Sayang?

Setelah parkir, beli beberapa potong buah-buahan buat nyemil di dalam, beli karcis, dan... petualangan Arya di KBS di mulai!!

Awalnya drama pemanggilan monyet masih berlalu, sampai akhirnya dia lihat unta! Eyaampun, pandangan mata nggak bisa lepas dari unta yang dipakai untuk narik tumpangan buat antar pengunjung keliling KBS. Haha, mungkin Arya heran, untanya besar sekali, beda banget sama boneka unta di rumah yang diberi tetangga sepulang umroh. Setelah melewati kandang unta, jerapah, anoa, babi hutan, dan beberapa burung, menujulah kita ke area aquarium.

Penyu makannya kangkung :))

Sebelum masuk ke area aquarium, ternyata ada penyu hijau. Yippi, semangat deh Arya minta ke Papa kacang. What? Kacang? Buat apa? Kata Arya, "Asih akan, Ma." Hoho, ternyata Arya mencontoh perilaku Papanya saat memberi makan kacang ke babi hutan. Haha, penyu di KBS diberi kangkung, Nak, bukan kacang. Setelah puas melihat-lihat penyu, lanjut ke kura-kura. Yang ini, Arya kurang antusias. Mungkin karena bentuk penyu dan kura-kura hampir sama, dan dia sudah lihat penyu tadi. Malah yang bikin dia hip hip hura itu karena ada hamster dan tikus putih yang dimasukkan satu kandang dengan kura-kura. Saya sama Papa mikir, kenapa hamster ditaruh satu kandang dengan kura-kura?

Dan sampailah di area Aquarium. Kesan pertamanya adalah singup, yang artinya gelap, sepi, suram. Walah, lampunya aja nggak terang, ikannya banyak yang nggak ada, pengunjungnya juga sedikit sekali. Mana Arya digendongan Papa menyembunyikan kepala melulu, takut katanya. Ya sutralah, akhirnya kita putuskan keluar dari sana dan mencari mushola. Dalam perjalanan menuju mushola, ada buaya dan beruang. Yang bikin suasana beda, kalau ingin melihat buaya, harus melewati sebuah jembatan dan kalau dibuat foto bagus banget hasilnya.

Jembatannya kaya film-film Jepang :))

Puas mengamati buaya, barulah kita benar-benar menuju mushola untuk sholat dhuhur. Hm, sayangnya mushola dan toiletnya kurang apik dipandang. Apalagi toiletnya. Untung ada banyak orang yang ngobrol di depan toilet. Kalau nggak gitu, entah apa yang terjadi dengan sinyal ketakutan saya. Hehe..

Setelah sholat, maunya lihat harimau, tapi urung dijabani. Kenapa? Yup! Dia melihat kandang monyet! Hayhay, ini lho yang dari tadi ditunggu Arya. Tapi apa yang terjadi? Dia ngga seheboh sebelumnya! Oh Tuhan, kemana cerewetmu tadi, Nak? Tapi tenang, bukan Arya namanya kalau lihat tingkah hewan nggak heboh. Yuhuu, setelah lihat monyetnya bertingkah lucu, lompat sana-sini, lari dan memanjat, Arya bersorak gembira sambil teriak-teriak. Nyahaha, kesempatan buat emaknya suapin Arya makan siang. Lap lep, lahap banget makannya karena hati senang.


Puas lihat monyet, menujulah kita ke kandang berang-berang dan harimau. Dan beruntunglah harimaunya nggak lagi tidur siang. So, Arya jadi tahu ukuran sebenarnya harimau itu seberapa, bagaimana saat mereka jalan dan memanjat, juga saat mengaum! Hore!! Akhirnya Arya tahu bagaimana suara harimau dan bisa menirukan. Pinter! Oke, lanjut mencari kandang gajah. Sempat tersesat karena board peta yang membingungkan *atau sayanya yang kurang bisa baca peta?*, tapi Papa bilang kita lurus saja lewat pinggiran, mungkin nanti ketemu kandang gajahnya. Dan ya, betul kata Papa *ketcup Papa*.

Nah, lagi-lagi Arya dibuat kaget dengan besarnya badan gajah, malah takut sepertinya, soalnya minta digendong Papa. Ya jelas, lihat gajah 3 meter gitu tingginya dan jalannya bum-bum-bum. Hayhay, gajah yang di televisi nggak sebesar itu kan Nak?



Itulah salah satu alasan Papa Mama mengajak kamu jalan-jalan ke kebun binatang, Sayang. Supaya kamu tahu bahwa apa-apa yang kamu lihat di televisi itu bukanlah ukuran sebenarnya. Dengan begitu kamu tidak akan terlena dengan apa-apa yang ada di televisi yang ukurannya kecil. Kamu perlu tahu juga bagaimana suara harimau yang menyeramkan, atau ukuran gajah dan unta yang besar, atau penyu dan harimau tak makan kacang seperti babi hutan dan monyet, dan bahwa ketika kita di tempat umum pun harus membuang sampah pada tempatnya.

Pengalaman itu nilainya besar. Meskipun usia Arya masih dua tahun, tapi biarlah pengalaman jalan-jalan ke KBS ini mengendap di alam bawah sadar dia dan bisa di-recall kembali saat dibutuhkan. Selamat belajar, Sayang ^^
Mau es krim tante, om?

Mencegah Remaja Menonton Film Beradegan 'Panas'

| on
Monday, December 09, 2013
credit

Mencegah remaja menonton film beradegan 'panas', judul artikel ini muncul saat beberapa waktu yang lalu saya dikagetkan dengan kabar bahwa beberapa siswa bimbingan saya yang kelas 7 melihat film porno dengan menggunakan laptop. Kaget benar saya waktu itu, kok bisa kecolongan? Nggak pakai lama, saya, wakil kepala sekolah, dan wali kelas menyelasaikan masalah ini dan melakukan beberapa investigasi guna pencarian duduk perkaranya. Dan ternyata film yang dilihat itu adalah film-film horor Indonesia yang ada adegan 'panasnya'.

Saya kaget, kok bisa siswa saya yang masih SMP ini tontonannya sudah film-film model beginian? Sempat saya ditanya wakil kepala sekolah apa saya tahu tentang film ini. Saya jawab tahu, karena filmnya ramai dibicarakan di media karena dianggap film horor yang ingin naikkan rating dengan menyisipi adegan 'panas'.

Setelah menjalani beberapa kali wawancara pada siswa, akhirnya terbongkarlah masalah ini. Ternyata, film ini bukan milik Atetapi milik B yang dipinjam tiga bulan yang lalu. A dan B, dan sepupu A, ternyata sudah pernah melihat film ini sebelumnya di rumah A saat orang tua A sedang bekerja.Empat bulan berlalu dan A mengatakan ke teman sekelasnya kalau dipunya filmhoror yang 'panas'. Dan dibawalah laptop beserta DVD film horor ini dibawa ke sekolah dan ditonton ramai-ramai.

Saat diwawancara lebih jauh, ternyata orang tua tahu kalau si B memiliki film ini karena membelinya dengan ibu dan neneknya. Bahkan, siswa B ini pernah menonton film ini bersama neneknya di ruang keluarga sebelum dia menonton bersama dengan si A. Wow! Kaget saya mendengar hasil wawancara si B. Mengapa keluarga B begitu longgar dengan hal macam begini?

Miris saya mengetahui bahwa masih ada orang tua siswa saya yang kurang perhatian dengan apa-apa saja yang ditonton oleh anaknya. Tapi bagaimanapun juga, masalah yang dihadapi siswa saya, kiranya harus memiliki pelajaran bagi saya dan bagi orang tua yang lainnya. Beberapa hal yang bisa menjadi langkah awal sebagai bentuk pencegahan pada remaja untuk menonton film beradegan 'panas' adalah :

1. Kontrol tontonan anak-anak kita. Anak-anak kita tak tahu bagaimana isi film yang mereka inginkan, sehingga kitalah yang harus mengarahkan dan memberi informasi yang tepat apakah film tersebut layak mereka tonton atau tidak.Artinya, kita sebagai orang tua haruslah memiliki informasi sebanyak-banyaknya tentang film yang mereka inginkan, membaca reviewnya dan mengambil kesimpulan sendiri apakah film ini cocok untuk anak-anak kita atau tidak.

2. Bukalah wawasan kita terhadap informasi tentang tontonan yang tepat dan tidak tepat bagi anak-anak kita. Banyaknya film yang beredar di sekitar kita, dan mudahnya informasi tentang film menarik bagi anak-anak kita, bisa menjadi celah tersendiri bagi kita sebagai orang tua untuk lepas kontrol. Nggak salah kok kita buka website/blog review film atau membaca berita film-film di koran atau majalah.

3. Temanilah anak kita saat menonton acara kesukaannya. Mengapa? Karena kita bisa memberi pengarahan terhadap adegan-adegan yang ada di film tersebut. Jika ada adegan yang memiliki nilai negatif, kita bisa menambahi dengan contoh-contoh positif. Atau apabila ada adegan yang bersifat fantasi, kita bisa menyisipi dengan contoh-contoh yang realistik di sekitar anak kita.

Pada contoh kasus siswa saya, memang benar siswa B menonton film itu dengan neneknya. Tetapi si nenek tidak menghentikan pemutaran filmnya saat ada adegan dewasanya, malah membiarkannya.

4. Lakukan scanning yang baik pada film yang dipilih anak-anak kita. Dari tampilan yang tampak pada DVD, kita sebenarnya sudah bisa mengetahui apakah film itu layak ditontonanak kita atau tidak. Seperti mengecek gambar yang menjadi sampul depan dan belakang tempat CD, memperhatikan tanda peringatan batas usia tonton, memperhatikan judul film dan memperhatikan siapa saja pemainnya. Terkadang ini terlupa, tapi sesungguhnya langkah ini jangan sampai terlewat. Contoh kasus siswa saya, si ibu saat membelikan film untuk B, tak memperhatikan sampul depan yang ada foto wanita dewasa dengan bagian dada terbuka dan tak memperhatikan label peringatan batas usia.

5. Berilah pengertian pada anak sejak awal bahwa tidak semua film yang dia sukai bisa dia tonton. Ada batasan yang harus mereka patuhi jika ingin menjadi pribadi yang sehat secara fisik dan mental.

6. Berilah pengertian pada anak sejak awal masuk sekolah bahwa ada peraturan dari sekolah yang harus dia taati, salah satunya adalah adanya larangan untuk membawa barang-barang yang tidak berhubungan dengan kegiatan belajar di sekolah.

Beginilah beberapa hal yang bisa kita lakukan sebagai orang tua yang ingin mengupayakan tontonan yang sehat bagi anak-anak kita. Silahkan diterapkan jika memiliki manfaat bagi kehidupan anak anda. Yuhuuu.. Selamat membimbing anak kita ^^

Custom Post Signature

Custom Post  Signature