Parenting - Lifestyle - Crafting

Pencapaian 2012, Resolusi 2013

| on
Monday, December 31, 2012
dari sini

Nanti malam, kita sudah merayakan yang namanya datangnya tahun baru. Pasti tuh ya, dimana-mana rame sama petasan, kembang api, konser sampai konvoi motor. Keluarga mertua saya saja, setiap malam tahun baru selalu membeli banyak kembang api, membeli DVD film terbaru buat ditonton bareng-bareng dan membuat banyak masakan yang jelas tidak akan habis malam itu juga. Gegap gempita tahun baru terasa sampai subuh, dan besok paginya alias tanggal 1 Januarinya, pasti yang namanya sampah ada dimana-mana. Tinggal tukang bersih-bersih yang kasian karena pekerjaan mereka bertambah.

Hm, saya nggak akan bercerita tentang malam tahun baru kok. Semua orang pasti akan merasakan euvorianya kok, hanya saja ada yang memilih hore-hore bersama keluarga atau kawan dengan rencana malam tahun baru yang seru, dan ada pula yang memilih biasa-biasa aja sambil melewatkannya dengan menonton film-film apik di televisi lalu menarik selimut untuk tidur seperti hari-hari biasanya. Yang mau saya ceritakan adalah perjalanan saya di tahun 2012 dan pembuatan resolusi saya di tahun 2013.

Membantu Urusan Administratif Suami? Why Not?

| on
Saturday, December 29, 2012
dari sini

Siapakah diantara pembaca setia saya ini yang statusnya ibu rumah tangga full di rumah atau kerja hanya separuh hari? Silahkan angkat tangan tinggi-tinggi bareng saya. Wew, wewww, kenapa saya pakai tanya status segala? Eits, tunggu dulu, saya cerita dulu tentang saya, pekerjaan saya dan suami serta pekerjaan dia. *apaan sech ini?*

Sebelumnya, perkenalkan, saya adalah seorang guru bimbingan dan konseling di sebuah SMP negeri di Gresik. Pekerjaan yang saya lakukan tiap hari tidak menuntut saya untuk pulang sampai sore. Paling mentok, jam 2 siang udah pulang. Dan sisa waktunya, saya gantian sama ibu saya mengasuh si Puku.

Semua Karena Senyum

| on
Thursday, December 27, 2012
dari sini

Ia tersenyum pada lelaki tak dikenal yang murung itu.

Senyum itu tampaknya membuat perasaan lelaki itu menjadi lebih baik.
Lelaki itu akhirnya teringat kebaikan seorang temannya dulu dan menyuratinya untuk mengucapkan terima kasih.

Temannya sangat senang menerima surat itu, 
sehingga ia meninggalkan tip besar saat makan siang.

Si pelayan, terkejut melihat jumlah tip itu.
Lalu dia mengikuti firasatnya, dan mempertaruhkan semua uang tip untuk mengikuti sebuah kuis di televisi. Dan dia menang.
Besoknya, ia mengambil uang yang dimenangkannya dan memberinya sebagian pada lelaki di jalan.

(flash fiction) Tidak Peduli

| on
Tuesday, December 25, 2012
“Mama, lihat!! Hitunganku kali ini benar kan?” Ucapku sambil menoleh ke arah Mama.

“Aku sudah bisa menghitung banyak angka. Aku hitung ya. Satu, dua, tiga, empat, lima. Ada lima angka yang sudah bisa aku kalikan dengan tiga angka lainnya. Aku pintar kan, Ma?” Tanyaku lagi bersemangat. Mama tetap tidak menyahut. Masih saja berbicara dengan mimik wajah cemberut dengan para tetangga.

“Ma, lihat dong kerjaanku!!” Kali ini aku berteriak lebih keras sambil melempar kapur yang aku pegang ke arah tembok.

#postcardfiction : Untuk Pak Dayat

| on
Sunday, December 16, 2012
Adalah pak Dayat, pesuruh di sekolah tempatku mengajar yang lima hari lagi akan pensiun. Seorang pesuruh yang giat ketika kepala sekolah atau guru-guru meminta bantuan padanya. Tapi sepertinya, moment pensiunnya pak Dayat tidak menjadi moment khusus bagi para guru mengingat jadwal mengajar para guru yang full day dari pukul 7 pagi sampai 4 sore.

***

Handphoneku berdering, muncul nama Fifi di sana. Teman dekatku di sekolah ini yang mana dia juga sebagai pengajar matematika.

"Iya, Fi? Gimana? Dah ready?" Tanyaku setelah mengucapkan salam ketika mengangkat teleponnya. Fifi menyampaikan dengan detail bahwa persiapan sudah selesai dan tinggal melaksanakan skenarionya saja.

Aku mengangguk-angguk lalu menutup telepon dan mencari nomer lain di kontak handphone.

"Yan, orang-orang suruh kumpul sekarang ya. Mumpung masih istirahata" Ucapku saat Yayan, rekan kerjaku yang mengajar bahasa daerah, menjawab teleponku. Setelah kami mengakhiri perbincangan singkat kami, aku segera berlari ke ruang guru.

***
"Pak Dayat, tolong ke ruang guru ya. Sepertinya tadi bu Yuni mencari bapak. Mejanya kena rayap ato apa gitu." Ucapku saat berpapasan dengan pak Dayat yang saat itu sedang berbicara dengan Fifi. Perbincangan mereka merupakan skenario kami. Aku, Fifi dan Yayan.

"Iya Bu Rika." Jawab pak Dayat yang kemudian berpamitan kepada kami lalu berjalan cepat menuju ruang guru.

Sesampainya di ruang guru, pak Dayat disambut dengan tepuk tangan yang meriah. Jabat tangan dan ucapan terima kasih silih berganti dari para guru atas pengabdiannya di sekolah kami. Bahkan ada beberapa guru yang memberi bingkisan. Saat aku memasuki ruangan, tampak air mata menggenang di ujung matanya. Yayan memberi sapu tangan kepada pak Dayat lalu memeluknya erat.

"Pak, terima kasih atas pengabdian Bapak. Selamat jalan." Ucapku saat bersalaman dengannya. Dan aku lega, karena berhasil mengadakan perayaan sederhana untuknya meskipun pak Dayat hanya pesuruh sekolah.

-285 kata-

#postcardfiction : Ulang Tahun Riko

| on
Monday, December 10, 2012

Suasana di dalam hall sangat meriah. Balon-balon berjejeran rapi, saling terikat pada sebuah tali rafia berwarna merah yang kemudian direkatkan di dinding. Sebuah roti tart putih yang dihias dengan krim bergambar karakter Spiderman, sudah menunggu manis di atas meja kecil dan siap dipotong kecil-kecil lalu di santap bersama. Tumpukan kado di atas meja sudah menggunung. Meskipun ukurannya tidak besar (dan aku yakin hadiahnya tidak mahal), tapi menunjukkan bahwa si penerima kado ini adalah anak yang memiliki banyak teman di panti asuhan ini. Panti asuhan 'Mulia Hati'.

Tak lama menunggu, alunan lagu Selamat Ulang Tahun sudah menggema dan anak laki-laki berkaos merah dengan gambar spiderman bersiap meniup lilin yang ada di atas kue tart. Dan setelah lagu itu selesai, anak laki-laki itu langsung meniup lilin dan bersorak bersama teman-temannya. Bahagia terlihat di wajahnya. Segera dia memotong kue tartnya dua potongan ukuran besar lalu bergegas berlari ke arah kami dan menyodorkan potongan kue itu kepada kami.

"Selamat ulang tahun, Riko. Semoga selalu sehat dan pintar." Ucapku sambil mencium keningnya. Rasa haru tidak bisa aku sembunyikan dan air mataku meleleh perlahan. Suamiku menyentuh pundakku pelan, mengingatkan bahwa aku harus bisa menahan perasaanku hari ini.

"Terima kasih Bu Rika, Pak Johan. Terima kasih untuk acara ulang tahunku yang meriah hari ini." Ucapnya senang lalu memeluk kami berdua. Kemudian dia berlari dan bergabung kembali bersama teman-temannya.

Kualihkan pandanganku ke wajah suamiku. Ada senyum di wajahnya ketika kami saling menatap.

"Kamu sudah yakin, Sayang?" Tanya suamiku sambil menaruh lengannya di pundakku.

"Yakin Sayang. Dia pasti semakin senang hari ini kalau dia tahu kita akan mengadopsinya." Jawabku mantap. Semantap keinginanku memiliki anak setelah 10 tahun pernikahan kami yang sepi dari celoteh anak.

Mari, Layani Customer Kita dengan Ramah

| on
Saturday, December 08, 2012
dari sini

Pernahkan anda sebagai calon customer merasa tidak dihargai ketika akan membeli suatu barang? Hubby saya pasti yang angkat tangan paling tinggi. Ya, beberapa hari yang lalu, hubby saya merasa menjadi calon customer yang sangat tidak dihargai. Ini neh ceritanya.

Beberapa minggu ini, saya dan hubby disibukkan dengan rencana untuk membeli sebuah mobil karena hubby yang lokasi bekerjanya di luar kota. Setelah browsing di berbagai situs jual beli, kami akhirnya memutuskan untuk membeli bekas tetapi lewat showroom. Karena hubby yang kerjanya dari hari senin sampai sabtu, akhirnya dia memutuskan untuk ambil cuti satu hari buat ceki-ceki di salah satu showroom di Surabaya yang menjual mobil yang kami harapkan.

Sampai di showroom yang dimaksud, hubby langsung parkir motor dan bergegas masuk showroom karena udah mendung. Di depan hubby, ada beberapa orang yang menurut hubby sepertinya karyawan sebuah kantor karena mereka pakai seragam yang sama dan boleh aja tuh masuk sama satpam. Waktu hubby mau masuk showroom, eh, sama satpam malah dihentikan. Ini neh pecapakannya.

Tergesa-gesa? Oh, Migosh..!!!

| on
Tuesday, October 02, 2012
Tulisan ini saya hasilkan setelah saya merenung seharian *halah, begaya* tentang kesalahan saya yang hampir fatal. Itu menurut saya seh. Fatal karena berhubungan dengan baik tidaknya hubungan saya dengan rekan kerja saya. Artinya, karena perilaku saya ini, bisa jadi hubungan saya dengan dia jadi tambah baik atau malah sebaliknya. Haduh, mengakui kesalahan sendiri memang menyebalkan dan menyesakkan, apalagi ketika memaksakan diri untuk bercerita di blog supaya orang lain lebih berhati-hati, tidak seperti saya. Tapi, harus saya lakukan. Karena saya harap, kesalahan saya ini bisa jadi pelajaran buat orang lain.

Oke, oke.. Sudah dulu ocehan pembukanya. Sekarang lanjut ke isi blog.

http://elyegien.blogspot.com/2012/07/terburu-buru.html

Pernak-Pernik Backstreet Boys, Barang Jadul Milik Saya (Note 1)

| on
Wednesday, September 19, 2012
Barang jadul milik saya? Kaset lagu dan gantungan kunci. Walah, wong cuma kaset sama gantungan kunci aja kok dibanggain? Jelas dong, itu barang kesayangan saya sejak saya SMP. Tahun 1998.

Sejak saya masuk SMP, saya punya banyak teman yang suka sekali dengan boyband. Masih ingat nggak dengan Backstreet Boys, N'Sync, Boyzone, Blue, dan lain sebagainya? Waduh, dulu kalau sudah ngomongin boyband, nggak ada habisnya. Jelas dong, namanya juga anak SMP, namanya juga remaja, masih suka sama yang namanya pengidolaan kan? Nggak jaman dulu, nggak jaman sekarang, idola itulah media peniru terbaik.

Kalau saya, dulu sangaaaaatttt suka sama Backstreet Boys alias BSB. Sampai saya pasang posternya besar sekali *dan banyak* di kamar. Sayangnya, setelah SMA dan saya mengambil jalur pesantren, berdasar ceramah kyai yang melarang ada poster di kamar, akhirnya poster-poster itu saya cabut dan simpan. Sekarang, sudah terbuang entah dimana *sayang sebenarnya*.

Ups, Nick Carter kala itu keren abis boo..!! Bayangin, dari semua personel, hanya dia yang paling muda dan paling ganteng. Hahaha, anak SMP mana ngefans sama yang udah kumisan macam AJ? Nggak kali. Meskipun suara dia paling nggak enak, tapi sumpah, ketika itu senyumnya menggoda sekali. Dengan satu ujung bibir ditarik ke atas sambil mengangkat sedikit kepala. Kwkwww.

Itu wajah Nick Carter di kalender mini. ganteng bukan?

Mari Menyelesaikan Tanggung Jawab Sebelum Kita Meninggal

| on
Thursday, September 13, 2012
Dalam waktu 2 bulan, 3 teman kerja di sekolah meninggal secara tidak terduga. Satu orang adalah guru TIK, dan dua orang merupakan karyawan sekolah yang bertugas membersihkan sekolah. Guru TIK itu, namanya bu Pri. Meninggal mendadak karena sakit asam urat dan kolesterol setelah sebelumnya masuk RS 2 hari karena strock. Dua orang karyawan itu, satunya bernama pak Zaenal, satunya namanya pak Naryo. Pak Zaenal sudah lama memang sakit diabetes, dan sudah hampir 2 tahun tidak aktif bekerja karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan. Sedangkan pak Naryo, tidak sakit apa-apa dan meninggal ketika sedang tidur.

Bu Pri dan bu Reni, rekan kerja

Giveaway Novel Cinderella Syndrome, Leyla Hana

| on
Saturday, September 08, 2012
Saya mengikuti GA Bunda Leyla Hanna yang diharuskan membuat sinopsis dengan ending berdasarkan imajinasi masing-masing peserta GA. Saya mengambiltokoh Annisa, gutu TK yang berusia 28 tahun. silahkan membaca sinopsis ala saya :)

***

Adalah Annisa Dwi, wanita yang umurnya menjelang ke arah 30 tahun. Berprofesi sebagai guru TK di pinggiran Surabaya. Masih single. Merasakan berpacaran hanya dua kali semenjak dirinya merubah penampilannya ketika kuliah semester  5. Pacar pertamanya, ketika dirinya mulai bekerja, sekitar 5 tahun yang lalu. Dan pacar keduanya, ketika dirinya berusia 27 tahun. Dan payahnya, kedua pacarnya memutuskannya karena mereka sudah memiliki kekasih baru alias Annisa diduakan. Merasa dikhianati dua kali, akhirnya Annisa hanya berani mengagumi saja, tidak berani untuk terlalu menunjukkan perasaan sukanya pada laki-laki yang disukainya.

Mencoba Mahir Memasak untuk si Kecil

| on
Thursday, August 30, 2012
Memasak? Aduh, memasak adalah hal yang sangat sulit saya lakukan. Kenapa? Saya sangat tidak terampil dengan yang namanya mengolah bumbu dan menunggui masakan hingga matang. Saya gampang lupa menghafal nama-nama bumbu. Pernah saya salah memasukkan antara ketumbar dengan merica ketika memasak sop. Sama-sama bulat, tapi satunya gampang digerus, satunya lagi bulat besar. Saya juga gampang sekali lupa resep masakan. Resep masakan yang mudah saja, saya gampang lupa apalagi yang ribet dengan tambahan santan. Wah, langsung bingung ampun-ampun deh. Dan yang lebih parah lagi, lidah saya ini nggak peka sekali sama masakan saya sendiri. Parah! Kalau disuruh mengincipi masakan orang, saya paling suka. Tapi kalau disuruh mencicipi masakan sendiri, rasanya selalu ada yang kurang. Walhasil, selalu nambah bumbu lagi, lagi, dan rasanya jadi nggak karuan.

[Arya] Ketika Si Kecil Belajar Memegang Makanannya Sendiri

| on
Wednesday, August 29, 2012
Apa yang anda rasakan sebagai ibu ketika tahu anak anda sudah mampu makan sendiri padahal dia masih kecil? Aih, saya senang sekali lho, buibu. Perkenalkan dulu, anak saya namanya Arya. Kami kadang memanggil dia dengan nama ‘Puku’ gara-gara papanya nyeletuk manggil dia seperti itu. umurnya 9 bulan. Sejak dia umur 7 bulan, saya sudah membuatkan dia nasi tim halus. Padahal, menurut aturan MPASI tradisional, nasi tim halus itu diberikan pada saat usia bayi sekitar 9 bulan. Awal si Puku MPASI, saya beri buah. Saya parut sampai lembut. yang paling dia suka aladalah pir dan yang paling dia benci adalah pepaya. Sepertinya karena bau pepaya yang menyengat.

Mungkin karena dia nggak terasa kenyang kalau diberi buah saja, akhirnya pada usia 6 bulan 2 minggu saya nekat memberi dia bubur susu *atas paksaan kakeknya juga seh*. Lahap sekali makannya dan menjadi tidak mudah rewel. Karena saya juga kerja, setelah browsing sana-sini, saya menemukan artikel menarik tentang freezing baby food. Coba dan sukses *bahkan sampai sekarang*. Untuk buah, kalau saya sedang makan buah, si Puku malah mencoba meraih buah yang saya makan. Ya saya berikan aja, tapi saya yang pegangi dan dia menghisap air yang ada di buah itu *caranya saya nggak ngerti, kok bisa ya?*

Tips Ketika Stok ASIP (ASI Perah) Menipis

| on
Tuesday, August 14, 2012


ASI. nggak ada habisnya ngomongin ASI. Tanya mbah Google, sekali klik sudah ada rentetan situs yang berbicara tentang ASI. Saya mau menambah daftar situs yang bisa dikunjungi lewat google, kali aja bisa naruh di nomer 1 daftar pencarian google *mengamini sendiri*. Tapi, saya tidak berbicara masalah teori karena sudah hafal diluar kepala tentunya, buibu sekalian. Saya hanya mau bercerita tentang kegalauan saya ketika stok ASIP (ASI Perah) saya menipis.

Eits, tunggu dulu. Saya cerita dulu kenapa saya lebih suka ASI daripada susu formula. Supaya nggak ada salah sangka untuk ibu-ibu yang memberi babynya formula terhadap cerita saya.

Si Puku lahir dengan cara operasi caesar. Colostrum saya baru keluar 5 jam pasca operasi, itupun dengan dibantu susternya *sakit banget waktu putingku dipencet*. Karena ASI nggak keluar deras dan si Puku tampak ogah-ogahan minum, akhirnya dia diberi formula dengan sendok kecil dan dot sebagai medianya. ASI saya baru keluar deras setelah 2 hari pasca operasi. Karena Puku sudah terbiasa dengan dot, Puku jadi ogah-ogahan netek. Terpaksalah saya memberikan jurus memaksa ke Puku biar dia mau netek dengan semangatnya. Tapi kembali karena terbiasa dengan dot, tetap saja meskipun saya berusaha penuh tenaga mengatur supaya Puku mau netek langsung ke saya, tampaknya usaha saya hanya mendapatkan satu bintang sebagai reward-nya. Puku tetap malas-malasan netek.

Sepertinya Saya Phobia Kucing (Happy Furrday Maru Bunny Town)

| on
Thursday, August 09, 2012
Kalau berbicara tentang binatang, entah kenapa saya tidak terlalu ngeh. Ups, saya jujur aja yah. Sejak kecil memang sepertinya saya membatasi diri ‘bergaul’ dengan binatang. Padahal, usaha orang tua saya untuk mendekatkan saya dengan hewan, nggak kurang-kurang lho. Om saya pernah membawa pulang seekor kucing yang lucu sekali *menurut pandangan awal saya*. Bulunya putih bersih dengan ekor yang mengembang berwarna kuning. Menyeringai lucu sekali. Mempesona kan? Akhirnya kami memelihara dia. Awalnya seh, baik-baik saja sampai bulan kedua. Eh, ulah dia mulai kurang ajar seperti sering pup di kasur, mengambil makanan di meja makan, mencakar-cakar. Sekeluarga mengambil keputusan untuk dikembalikan ke alam saja alias dibuang *maaf ya, Manis*.

Lalu, bapak pernah membuat sebuah kolam kecil di samping rumah. Isinya, lele dumbo!!! Nggak tanggung-tanggung lho, bapak langsung ngisi 5 lele dan berhasil dipelihara sampai besar sekali. Saking besarnya dan nggak ngerti mau dikasih makan apa lagi *lele ternyata makannya banyak sekali, makanya gampang besar*, akhirnya direlakan untuk digoreng. Awalnya saya pikir yang ada di piring adalah daging ayam fillet. Tapi waktu saya makan, dagingnya lembut sekali. Ternyata, ibu bercerita kalau lelenya terpaksa digoreng karena kolamnya sudah nggak cukup ruang buat bergeraknya 5 lele tadi. Selain lele, dikolam tadi dipelihara kura-kura. Sukses juga terpelihara sampai besar sekali. Tapi karena pup-nya besar-besar dan menyebar di dalam kolam sehingga membuat kolamnya tidak jernih lagi, akhirnya itu kura-kura di berikan ke temannya bapak dengan suka rela alias gratis.

Kembali ke kucing, kawan.

Ketika Orang Lain Beranggapan Operasi Caesar itu Menyenangkan

| on
Monday, August 06, 2012
Banyak calon ibu-ibu yang sedang melaksanakan program kehamilan atau sedang melalui masa kehamilan, berharap untuk bisa melahirkan secara normal. Ketika ditanya, jawabannya hampir sama semua yaitu supaya bisa merasakan menjadi ibu sepenuhnya.

Dulu, ketika belum jadi ibu dan belum hamil, saya oke-oke aja dengar pernyataan seperti itu dari teman-teman saya atau mendengarkan artis-artis di tv yang akan melahirkan. Tapi, setelah saya merasakan sakitnya melahirkan melalui operasi caesar, saya jadi berfikir ulang apakah tetap menerima pernyataan tadi ataukah menolak. Hmmm..

Kata ibu saya, rekan kerja dan teman-teman saya, memang melahirkan secara normal adalah hal yang paling mendebarkan dan paling berkesan. Karena ada tahapan yang harus dilalui si ibu yang katanya nggak bisa dilupakan rasanya, seperti proses mulas yang terus bertahap semakin cepat menjelang kelahiran, mengejan dengan nafas teratur, inisiasi menyusui dini, dan lain-lainnya *maaf, saya tidak bisa menjabarkan panjang lebar. Karena saya tidak melahirkan normal*

Mendengar proses-proses itu secara terus-menerus, otak saya otomatis banget tercetak kata 'melahirkan normal' ketika saya hamil. Sehingga saya memutuskan untuk melahirkan normal saja daripada operasi caesar. Secara, biayanya lebih murah juga. Hehehe.. Itu saya sampaikan ke orang-orang *dengan rasa bangga lho* kalau saya ditanya mau melahirkan normal atau operasi caesar.

Happy Birthday To Me ..!!!

| on
Sunday, July 29, 2012
Wow, wow, wow, mama Arkananta alias saya, hari ini ulang tahun...!!!
Ups, segitunya ini emak senangnya sampai cerita di blog.. hm, bukan begitu kawan. Hanya saja, saya merasa perlu untuk mengatakannya kepada kalian semua karena memang ini adalah kebahagiaan saya sebelum berumur 30 tahun. Hayhay, semakin pelan menjajah umur 30, rasanya deg-degan.


Alat Perang MPASI? Bisa Kok Nggak Beli yang Mahal

| on
Wednesday, July 25, 2012
Apa yang anda semua rasakan ketika baby anda sudah waktunya MPASI? Kalau saya, bingung. Pengetahuan saya tentang MPASI sungguh sungguh sungguh dangkal. Berbeda dengan ketika saya memilih untuk memberikan ASI pada anak saya. Informasi yang saya peroleh banyak sekali karena saya bergabung di suatu grup di facebook yang khusus membahas tentang ASI. Sedangkan untuk MPASI ini, saya nilai 70 untuk persiapan MPASI anak saya. Misal neh, ketika saya butuh alat saring bubur, saya baru beli ketika saya sudah mentok sekali mencari alat pengganti saring bubur *ketika itu saya pakai saringan kelapa*.

Persiapan perang MPASI yang belum komplit ada 2 bagi saya, alat dan pengetahuan. Saya bahas satu-satu ya, buibu. Alat apa saja yang anda butuhkan untuk membuat MPASI si kecil? Kalau saya, jawabannya hanya mangkuk stanlis, 2 panci kecil dan besar untuk membuat nasi tim, kotak es batu untuk membuat bubur nasi ketika Puku usia 6 bulan, wadah-wadah penyimpanan untuk menyimpan frozen baby food, kompor, pemeras jeruk, parutan kelapa untuk memarut bahan makanan, mangkuk bubur bayi dan sendok bayi. Hanya itu lho! Saya tidak memiliki slowcooker, warmer, highchair, sendok rupa-rupa *ada yang pakai tempat juga*, penghancur makanan/bumbu, atau thermos makanan untuk travelling. Bagi saya, barang-barang itu mahal harganya dan fungsinya bisa digantikan dengan benda lain yang sudah ada di rumah.

Hanya ini peralatan perang MPASI say. Kotak blok es & kotak penyimpanan frozen baby food, lupa nggak ikut kejepret :)

8 Tips Bugar ketika Puasa untuk Ibu Hamil dan Menyusui

| on
Sunday, July 22, 2012
Menjalankan ibadah puasa merupakan hal yang penting bagi umat Islam, baik dalam kondisi sehat maupun sakit. Karena puasa adalah kegiatan wajib yang dijalankan umat Islam dan apabila tidak melaksanakannya akan merasakan penyesalan yang sangat karena di dalam pelaksanaan ibadah puasa terdapat banyak hal yang memberikan kita keuntungan.

Karena alasan itulah yang mendorong saya untuk ingin memenuhi sebulan penuh puasa Ramadhan pada tahun ini, meskipun saya masih pada masa menyusui. Memang ada aturan khusus dalam Islam yang memperbolehkan seorang wanita yang sedang hamil atau menyusui untuk tidak melaksanakan puasa Ramadhan demi alasan kesehatan si ibu atau bayinya. Tetapi, karena puasa Ramadhan merupakan kewajiban setahun sekali, maka saya bertekad untuk melaksanakannya sebulan penuh. Bismillahirrahmanirrahim.

http://kuekeringlebaran.com/hikmah-puasa-ramadhan

Dan sungguh, puasa dalam kondisi hamil atau menyusui adalah pengalaman tersendiri bagi saya sebagai ibu baru. Tahun lalu, saya melaksanakan puasa dalam kondisi hamil tua. Dengan kandungan yang semakin berat dan nutrisi yang terbagi dengan si janin juga rutinitas pekerjaan, menjadikan puasa saya tahun lalu sebagai puasa penuh kesabaran. Dan kesabaran itu ternyata harus terpupuk lagi di tahun ini. Saya menyusui bayi yang berusia 8 bulan. Membagi makanan yang saya makan dengan bayi saya melalui ASI, menjaga bayi saya dalam setiap geraknya karena dia adalah bayi yang sangat aktif dan membagi waktu juga dengan bekerja. Makanan yang saya makan ketika sahur, seolah sudah terkuras habis di tengah hari. Badan seolah tinggal menggantungkan saja di gantungan baju.

Kegemukan, Masalah yang Dihadapi Wanita Pasca Kehamilan

| on
Monday, July 16, 2012
Masalah apa yang harus keras kita cari jalan keluarnya, setelah kita melahirkan? Yupz, betul. Berat badan. Hohoho, bukan hanya anda, anda, dan anda saja *sambil nunjuk para pembaca* yang puyeng gimana caranya menurunkan berat badan setelah melahirkan. Saya juga lho *mengaku*.


Berat badan saya, yang awalnya masih di kisaran 50, sekarang sudah di kisaran 60. Naiknya sekitar 10 kg sendiri. Padahal buibu, ketika saya hamil, berat badan saya hanya naik 8 kg saja. Tidak banyak bukan? Senangnya minta ampun setelah tahu kalau berat badan saya turun setelah melahirkan, meskipun nggak kembali ke berat badan sebelum hamil. Tapi, kesenangan saya hanya sekejap *mewek berulang-ulang*. Saking pengennya anak saya saya beri ASI eksklusif, saya jadi kalap makan! Porsi yang awalnya sedikit sekali, melonjak jadi porsi tukang bangunan. Ampun, saya baru sadar setelah bapak saya terheran-heran dengan porsi makan saya. Walhasil, berat badan saya jadi bertambah berkilo-kilo gram banyaknya daripada ketika saya hamil. *haduh, tepok jidat*

Awalnya saya cuek-cuek saja, tapi baru kepikiran dengan badan saya yang tambah melar setelah saya masuk kerja dan banyak teman kerja yang komentar kalau saya tambah ndut. Ohmigosh, segitunya kah berbedaan besar badan saya sebelum dan sesudah melahirkan? Galau? Jelas dong. Malah kegalauan saya sepertinya melebihi kegalauan anak SMP yang diputus pacarnya. Hahaha,

[Scrapbook] First Scrapbook, My Newborn

| on
Wednesday, June 13, 2012
Setelah sukses membuat bros bunga yang fluffy banget *dan kata teman kegedean*, sekarang otak berfikir lagi pengen buat apa. Maunya buat bros bunga dari lagi buat aplikasi di tas kain yang lama banget nggak terpakai karena udah ada tas-tas kulit yang lebih ngejreng. Tapi, karena bahan kurang, sementara di tunda dulu.

Setelah diam sejenak *mencari wangsit*, kalau ntar nggak dilanjutin ngerjakan sesuatu, malah malas yang datang dan bubarlah istilah mama keren yang kreatif *jiah*. Waktu ngeklik sana sini di mbah google buat cari model bros bunga, tanpa sengaja ketemu link tentang scrapbook. Cari informasi lagi lebih banyak, akhirnya memantapkan hati untuk memulai membuat scrapbook *berdoa khusuk sebelum mulai*

(DIY Kreasi Kain) Fabric Fluffy Flower Broach

| on
Thursday, May 24, 2012

Sekarang lagi musimnya yang namanya DIY alias Do It Your self. Para ibu-ibu yang suka banget bikin kreasi dari bahan-bahan yang ada disekitar dia.

Saya nech, sekarang juga lagi semangat ’45 ikutin arus DIY. Gara-garanya nech, saya kepengeeen banget punya bros yang seperti dijual di internet-internet gitu, yang modelnya girly banget. Kalau mau beli online, waduh, harganya mahal sekaleeee. Sepertinya nggak cocok dengan bentuknya yang kecil itu dan penggunaannya yang jarang. Kan sayang tuh mau keluar duit banyak *emak perhitungan*
Setelah klik sana-sini di internet buat cari tutorialnya, akhirnya saya menemukan sebuah blog pribadi yang memberi tutorial pembuatan Fabric Fluffy Flower Broach. Tutorialnya, gampang banget dimengerti. Dan, vioooollllaaa... jadilah bros kreasi saya yang pertama.

Hasil karya saya nech. Amburadul, tapi menyenangkan liatnya :)

Belajar tentang Makna Perkawinan dari Pernikahan Cina

| on
Monday, May 21, 2012

Semalam, saya dan suami mendatangi pernikahan teman suami yang keturunan Cina. Acaranya, berdasarkan yang tercantum di undangan mulainya pukul 6 sore. Walhasil, dari pukul setengah 4 sore udah siap-siap. Maklum sodara, saya kan seorang emak satu anak. Selain siapkan kebutuhan saya sendiri, saya juga siapin kebutuhan suami dan baby Puku. Memang seh, baby Puku nggak saya ajak ke resepsinya dan saya titipkan ke ibu saya. Tapi kan tetep, siapin ASI buat baby Puku, meneteki baby Puku sebelum dia tidur, kan juga masih tugas saya. Belum lagi saya itu perempuan, rempong banget bo... Milih baju aja lama, apalagi dandannya.

Eh, udah hampir siap, suami masih ngorok kecapekan gara-gara habis benerin kipas angin yang nggak bisa nyala. Rencana berangkat setengah lima, molor sampai jam lima. Pas mau berangkat, baby Puku bangun tidur dan nangis terus gara-gara tidurnya nggak nyenyak. Hadeh, molor lagi sampai lima seperempat. Setelah situasi aman dan baby Puku udah bisa ditenangin, wush.. berangkat. Karena resepsinya mulai jam 6 dan waktunya dah mepet banget, ngebutlah suami nyetir motornya. Gresik – Surabaya setidaknya sejam kalau ngebut. Tapi kan ntar kepotong berhenti di jalan buat sholat Maghrib, so, harus perkirakan sampainya jam berapa.

Pukul setengah tujuh, sampailah saya dan suami di tempat resepsi yang ternyata adalah sebuah restoran yang diubah menjadi tempat resepsi yang indah dan sangat formal. Berbeda dengan resepsi kebanyakan yang biasanya saya hadiri. Kebanyakan resepsi yang saya hadiri itu standing party, tapi kalau yang ini, setiap undangan mendapat kursi kehormatan sesuai dengan kategori pertemanan *saya sebut gitu aja yah, biar nggak repot neranginnya*. Jadinya, ntar teman semeja saya dan suami adalah teman-teman kantornya suami *dan setelah semua teman kantor datang, saya baru tahu kalau yang seduduk dengan kami adalah para pejabat kantor =_=’

Udah ngebut ala Batman, setelah kami duduk manis, kami baru tahu kalau acara mundur pukul 7 malam dan kami harus mengikuti ceremony acara sampai tuntas. Ohmigosh, pasti lama dwong.. Padahal biasanya resepsi yang saya datangi itu setelah mengucapkan selamat kepada kedua mempelai, makan, pulang. Nggak sampai satu jam terjebak di lokasi. Tetapi, nggak rugi kok dateng ke resepsi yang sekarang. Gimana nggak, tatanan dekorasinya *mulai dari meja, kuade, hiasan ruangan*, penampilan kreasi, susunan acara yang adat Cina sekali bahkan tamu undangan yang sedap dipandang, benar-benar menjadi obat pelupa kami bahwa kami datang terlalu awal.

Tatanan meja dan perangkatnya yang menarik sekali :)

Antara Working Mom dan Full Mom

| on
Monday, May 14, 2012
Tulisan pertama saya untuk blog ini, saya dedikasikan untuk para full mommy dan para mommy yang bekerja paruh waktu.

Awalnya begini, saya adalah seorang new mommy satu baby mungil (saya dan suami memanggilnya ‘Puku’ padahal nama sebenarnya adalah Arya) yang bekerja sebagai guru BK di dua sekolah. Pagi sampai siang sekitar pukul 1, saya kerja di SMP. Dan pukul 1 sampai 6 sore, saya di MTs. Walhasil, semenjak saya masih belum menikah sampai punya baby, kalau sudah siang datang, bawaannya terburu-buru. Mampir ke rumah cuma buat makan siang? Mana sempat. Beli gado-gado deket MTs, itu udah bagus. Apalagi setelah saya menikah dan memiliki baby mungil. Walah, mata kebayang terus pengen cium. Sesempatnya saya mampir bentar ke rumah buat cium gemas pipi si Puku. Dan itu membawa dampak untuk rutinitas saya.

Saya jadi sering telat datang ke MTs. Walah, kepseknya sampai pernah negur. *ampun Pak..*

Tidak cium Puku? Mana bisa, Sodara. Melihat dia tersenyum setelah dicium, melihat senyum puasnya setelah saya teteki, rasanya nggak rela tergantikan dengan pergi tepat waktu ke MTs. Teguran kepsek, kadang-kadang saya abaikan *pegawai tidak baik, jangan ditiru*.


Tetapi bukan ini cerita dari saya sebagai full working mom. Karena si Puku ketika itu masih berumur 2 bulan, banyak yang harus saya biasakan kepada Puku supaya dia disiplin semenjak kecil terutama jadwal tidurnya. Membiasakan rutinitas kepada baby yang masih kecil sekali *sebutan saya untuk bayi yang umurnya kurang dari 5 bulan*, ternyata membutuhkan energi dan ketahanan emosi tingkat dewa. Kalau lengah sedikit, maka rutinitas ini akan hilang dalam waktu sekejap. Dengan bekerjanya saya di dua tempat dari pagi sampai petang, benar-benar membuat saya stres dan capek badan. Akibatnya, pembiasaan rutinitas untuk Puku jadi terganggu.


Custom Post Signature

Custom Post  Signature