Sabtu, 29 Desember 2012

Membantu Urusan Administratif Suami? Why Not?

dari sini

Siapakah diantara pembaca setia saya ini yang statusnya ibu rumah tangga full di rumah atau kerja hanya separuh hari? Silahkan angkat tangan tinggi-tinggi bareng saya. Wew, wewww, kenapa saya pakai tanya status segala? Eits, tunggu dulu, saya cerita dulu tentang saya, pekerjaan saya dan suami serta pekerjaan dia. *apaan sech ini?*

Sebelumnya, perkenalkan, saya adalah seorang guru bimbingan dan konseling di sebuah SMP negeri di Gresik. Pekerjaan yang saya lakukan tiap hari tidak menuntut saya untuk pulang sampai sore. Paling mentok, jam 2 siang udah pulang. Dan sisa waktunya, saya gantian sama ibu saya mengasuh si Puku.


Suami saya, seorang asisten manajer bagian listrik di sebuah pabrik di Paciran, Jawa Timur. Berangkat jam setengah tujuh pagi, sampai rumah jam tujuh malam. Pekerjaan dia yang orientasinya di lapangan kadang menuntut dia buat lembur. Yang artinya, jadwal pulangnya bisa molor. Oh tidak, ini bagian yang saya paling nggak suka. Secara pulangnya semakin malam dan besoknya kan dah berangkat pagi lagi.

Karena waktu dia yang nggak ada nganggurnya di siang hari, dari senin sampai jumat, otomatis pula nggak ada waktu buat ngurus hal-hal yang sifatnya administratif. Akhirnya, ya mau nggak mau suami minta tolong saya dunk buat ngurusin masalah-masalah itu karena saya punya waktu luang setelah kerja dimana kantor-kantor yang mengurus urusan administrasi belum pada tutup. Misal neh urusan yang pernah saya handle, pembayaran PBB atas rumah milik mertua, pembayaran PPh suami, cetak buku tabungan (ini yang paling sering), mengurus akta kelahiran di Puku, dan mengurus KK.

Dan bagian yang saya keberatan *bukan nggak suka lho* adalah mengantri. Jelas dong, sistem adiministrasi di Indonesia masih manual alias masih belom banyak yang komputerisasi. Belom lagi, kebanyakan orang Indonesia *termasuk saya* sukanya bayar-bayar itu kalau udah mepet batas akhir pembayaran. Jadi ya, bertambah panjang dan lama kan waktu mengantrinya. Pernah neh, saya mengantri buat bayarin PBB rumah mertua yang antrinya bisa sampai parkiran!!

Pernah saya ceritakan nasib saya ini *halah* sama rekan kerja saya. Kebetulan, rekan kerja saya ini suaminya sudah meninggal dan dulunya (waktu suaminya masih hidup), juga sering disuruh-suruh ngurus administrasi toko milik suaminya. Dan rekan kerja saya pun sempat mengeluh dulu. Tapi akhirnya, dia menyampaikan bahwa itu ternyata akan sangat berguna bagi dirinya ketika suaminya sudah meninggal. Dia menjadi tahu cara membayar tagihan, mengurus pembayaran di bank, dan lainnya, yang berhubungan dengan tokonya. Dan kegunaan itu berguna karena dia nggak perlu menyuruh orang lain mengurus administrasi toko sehingga nggak perlu juga mengeluarkan tip buat orang lain. Lebih hemat katanya.

Akhirnya saya pikir ulang keluhan saya. Benar juga kata rekan kerja saya. Banyak keuntungan sebenarnya dari 'tugas' mengurus urusan administrasi suami dan keluarga.

Yang pertama, saya jadi tahu tentang urusan administrasi suami. Seperti lokasi kantor, cara mengurusnya, apa saja syaratnya, berapa uang yang dikeluarkan, bagaimana kalau terlambat membayar, dan lain-lain yang sifatnya operasional. Jadi.... kalau ditanya sama teman, nggak plonga-plongo kaya kerbau dicucuk manuk *ini istilah jawa*. Kan, kan, kan, akhirnya jadi istri yang punya informasi kan? *bangga*

Yang kedua, sebagai persiapan kalau-kalau saya dan keluarga ditinggal suami keluar negeri buat tugas *ih,masa sih?* atau ditinggal karena udah nggak ada usia *jangan dulu, Sayang*. Saya nggak perlu banyak bertanya pada orang lain karena sudah tahu gimana prosesnya sehingga tidak menimbulkan kesan 'istri tidak mandiri'.

Yang ketiga, hubungan saya dan suami saya serta dengan keluarga semakin dekat dan saling mempercayai. Saya termasuk orang yang detail bertanya ini itu tentang proses administrasi karena suami juga detail tanya ke saya gimana proses 'tugas' dari dia. Kalau saya bisa jawab semua pertanyaan suami dengan baik dan dapet nilai 100, secara dong, suami akan semakin percaya ke saya dan mempercayakan urusan adminitrasinya ke saya, istri tercintanya. Sehingga harapan saya, uang belanja akan semakin meningkat. Hahaha.. *ngarep banget*. Belom lagi kalau yang diuruskan adalah milik mertua. Kalau urusannya beres, mertua akan memberikan predikat 'menantu yang bisa diandalkan'. Sip deh pokoknya.

Yang keempat, tentu buat saya sendiri. Saya bisa akhirnya share ke orang lain tentang informasi cara mengurus administrasi milik suami. Jaman sekarang, yang punya informasi beginian nggak melulu para pria, wanita juga. Biar nggak kena tipu sana-sini karena calo atau biar nggak dibilang wanita ketinggalan jaman. Bukankah pengetahuan itu adalah jendelanya dunia?

Dan akhirnya, sekian dulu cuap-cuap dari saya siang ini. Semoga bermanfaat.

14 komentar:

  1. ngacung tinggi2 di atas menara eifel wkwkwkwkwk...tp blm emak2 gaoelll xiixixixi..

    sama,aku jg jadi asisten wira wiri kl ngurus apa2 tp yg paten wira wiri ke bank xixixi,,bagian nabung werrrrrrrrrrr.....**ngantrinya lumayan tp lmyn dpt ongkos makan siang zuh wkwkwkwkwk

    BalasHapus
  2. hahaha, berarti ya sama aja ma aku. akhirnya dapet traktiran juga pas maem. ini namanya perhitungan uiy.. kekkeekk

    BalasHapus
  3. Nice post..
    ku berkunjung sambil silaturahmi:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. @gps. makasih sudah berkunjung. siap-siap BW. :)

      Hapus
  4. saling kerjasama dalam keluarga itu tidak dilarang :D
    bahkan dianjurkan untuk membangun rumah tangga yang bahagia..wahh salut :D
    salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. @ari tunsa. memang harus saling bekerja sama ya. kalau tidak begitu maka akan rapuh rumah tangganya :)

      Hapus
  5. wah luar biasa sekali mbak, bisa menjadi partner bagi suami

    BalasHapus
    Balasan
    1. kan memang harusnya seperti itu. hehehe,
      terima kasih kunjungannya :)

      Hapus
  6. Saya gak sempat jadi asisten suami, org saya yang lebih sering pulang sore qiqiqi

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehhe, kebetulan aja bunda ini saya pulangnya siang. jadi kan bisa jadi kegiatan juga kalau da 'tugas' gini dari suami

      Hapus
  7. wah, paling ribet ngurusin administrasi. Ngurus KTP sendiri aja maleees bangeet niih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener bunda.. urusan macam beginian ini emang bikin males dan lamanya itu lho, nggak nahan. hehe,

      Hapus
  8. saya lelaki yang belum punya istri.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi, yang nantinya akan punya istri kan?

      Hapus

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^