Minggu, 16 Desember 2012

#postcardfiction : Untuk Pak Dayat

Adalah pak Dayat, pesuruh di sekolah tempatku mengajar yang lima hari lagi akan pensiun. Seorang pesuruh yang giat ketika kepala sekolah atau guru-guru meminta bantuan padanya. Tapi sepertinya, moment pensiunnya pak Dayat tidak menjadi moment khusus bagi para guru mengingat jadwal mengajar para guru yang full day dari pukul 7 pagi sampai 4 sore.

***

Handphoneku berdering, muncul nama Fifi di sana. Teman dekatku di sekolah ini yang mana dia juga sebagai pengajar matematika.

"Iya, Fi? Gimana? Dah ready?" Tanyaku setelah mengucapkan salam ketika mengangkat teleponnya. Fifi menyampaikan dengan detail bahwa persiapan sudah selesai dan tinggal melaksanakan skenarionya saja.

Aku mengangguk-angguk lalu menutup telepon dan mencari nomer lain di kontak handphone.

"Yan, orang-orang suruh kumpul sekarang ya. Mumpung masih istirahata" Ucapku saat Yayan, rekan kerjaku yang mengajar bahasa daerah, menjawab teleponku. Setelah kami mengakhiri perbincangan singkat kami, aku segera berlari ke ruang guru.

***
"Pak Dayat, tolong ke ruang guru ya. Sepertinya tadi bu Yuni mencari bapak. Mejanya kena rayap ato apa gitu." Ucapku saat berpapasan dengan pak Dayat yang saat itu sedang berbicara dengan Fifi. Perbincangan mereka merupakan skenario kami. Aku, Fifi dan Yayan.

"Iya Bu Rika." Jawab pak Dayat yang kemudian berpamitan kepada kami lalu berjalan cepat menuju ruang guru.

Sesampainya di ruang guru, pak Dayat disambut dengan tepuk tangan yang meriah. Jabat tangan dan ucapan terima kasih silih berganti dari para guru atas pengabdiannya di sekolah kami. Bahkan ada beberapa guru yang memberi bingkisan. Saat aku memasuki ruangan, tampak air mata menggenang di ujung matanya. Yayan memberi sapu tangan kepada pak Dayat lalu memeluknya erat.

"Pak, terima kasih atas pengabdian Bapak. Selamat jalan." Ucapku saat bersalaman dengannya. Dan aku lega, karena berhasil mengadakan perayaan sederhana untuknya meskipun pak Dayat hanya pesuruh sekolah.

-285 kata-

9 komentar:

  1. Jadi keingat pesuruh-pesuruh dan satpam di sekolah dulu. Sering nyapa krn nganggap mereka org2 yg berjasa :)
    Udah yang kedua ya? Aku belum nih! I wish u luck!

    BalasHapus
  2. gak perlu secara khusus, dg cara sederana juga terasa berkesan bgt bagi pak Dayat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mbak myra, yang penting adalah perhatian dan keinginan untuk saling mengenang

      Hapus
  3. Jd ingt pak bejo kl bca ceritamu zuh...smay dkerjkn dgn tulus tnp pamrih :)
    **pke lepi g bs.lha kok pke hp br bs coment..haddueh

    BalasHapus
    Balasan
    1. kadang provider yang bikin kaya gitu. kalau aku kemaren, malah modem yang bikin heng hong :)

      Hapus
  4. semoga pak dayat bisa menikmati hari tuanya..

    BalasHapus

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^