Kamis, 27 Desember 2012

Semua Karena Senyum

dari sini

Ia tersenyum pada lelaki tak dikenal yang murung itu.

Senyum itu tampaknya membuat perasaan lelaki itu menjadi lebih baik.
Lelaki itu akhirnya teringat kebaikan seorang temannya dulu dan menyuratinya untuk mengucapkan terima kasih.

Temannya sangat senang menerima surat itu, 
sehingga ia meninggalkan tip besar saat makan siang.

Si pelayan, terkejut melihat jumlah tip itu.
Lalu dia mengikuti firasatnya, dan mempertaruhkan semua uang tip untuk mengikuti sebuah kuis di televisi. Dan dia menang.
Besoknya, ia mengambil uang yang dimenangkannya dan memberinya sebagian pada lelaki di jalan.


Lelaki di jalan itu merasa bersyukur karena dua hari ini ia tidak makan.
Setelah ia selesai makan, dia pulang ke rumahnya yang sempit dan kumuh.
Dalam perjalanan, dia memungut anak anjing yang kedinginan.
Dan dia bawa ke rumah supaya mendapatkan kehangatan.

Anak anjing itu sangat bersyukur tak lagi di luar dan di dera badai salju.
Malamnya, rumah itu terbakar.
Anak anjing itu menggonggong memberi peringatan dan menyelamatkan semua orang dari bahaya.

Salah satu anak yang diselamatkannya tumbuh dewasa menjadi Presiden.

Semua ini karena sebuah senyum yang tidak membutuhkan uang satu sen pun.

-Barbara Houck-

***

Catatan tentang keajaiban senyum ini sudah lama sekali berada di note saya. Ketika saya membuka ulang note saya untuk membuat sebuah draft cerpen, saya menemukannya kembali.

Dan akhirnya saya tulis di sini. Sebenarnya, ada beberapa kalimat yang saya ganti karena rangkaian kalimatnya tidak sesuai dengan budaya yang ada di Indonesia. Tapi, tetap saya tetap mencantumkan pengarangnya karena itu harus.

7 komentar:

  1. cherssssssssssssssss....keep smiling >_<
    **mwah tlepoks

    ciee cieeeeeeeeeeeeee rumah baru niyeeee..errrrrrrrrrrrrrr xixixixixi

    BalasHapus
  2. @iis, rumah baru opo?? aku masih sama emak ma pak-ku :)))

    BalasHapus
  3. masuk blogmu berasa masuk rumah baru tau zuh xixixixi....cantikkkk,eh manisssss kayak aku :D

    BalasHapus
  4. kikikikkk... ambil deh manisnya. emang dirimu manis. hohohoh...

    BalasHapus
  5. wahhh betul... senyum. Udah manis, gratis pula :D efeknya luarrrrr biasa :D

    Love it!

    BalasHapus
  6. Senyum yang diberi dengan ikhlas... tabungan untuk masa depan...

    BalasHapus
  7. @redcarra. betul itu. tanpa uang. hanya modal kemauan saja :)

    @mbak niken. tabungan akhirat dan tabungan ketentraman :)

    BalasHapus

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^