Parenting - Lifestyle - Crafting

Menjaga Prinsip Hidup

| on
Sunday, March 30, 2014



Menjaga Prinsip Hidup - Kalau berbicara tentang Sang Patriot, hm.. saya ada seseorang yang saya anggap sebagai patriot dalam perjalanan hidup saya. Beliau bukan orang yang menolong saya karena saya terlibat dalam suatu masalah. Beliau juga bukan orang yang selalu hadir disaat saya butuh bimbingan.

Beliau adalah kakek saya. Sehari-hari, saya memanggil beliau dengan sebutan Abah. Karena Ibu saya memanggil beliau dengan kata Abah, dan itu menular pada saya dan adik.

Abah bukanlah pria yang menjadi idaman perempuan di masanya. Hm, itu sih berdasar cerita ibu. Beliau bukanlah pribadi yang menarik, karena beliau lebih banyak diam saat bergaul dengan banyak orang. Beliau juga bukan anak saudagar kaya yang memikat hati Nenek. Tapi mungkin yang membuat Nenek saya jatuh cinta itu adalah keteguhan hati beliau memegang prinsip sehingga membawa kehidupan keluarga kami menjadi tak goyang dalam hal keimanan.

[Scrapbook] Arya 5 Bulan - Gelas Latih Susu

| on
Friday, March 28, 2014
Sejak bayi (bahkan sampai sekarang), Arya sepertinya malas sekali minum susu. Baik itu ASI atau pengganti ASI. Akhirnya, saya coba belikan gelas latih khusus yang memang digunakan untuk membantu bayi minum susu tanpa dot.

Meskipun nggak ngefek juga ke 'keinginan buat minum susu', tapi setidaknya, sejak usia 7 bulan, Arya dah bisa minum dari gelas tanpa menumpahkan di bajunya ^_^



[My Dreamy Vacation] Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu

| on
Wednesday, March 19, 2014
Selamat datang di Pulau Bidadari

[My Dreamy Vacation] Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu - Lokasi wisata impian? Banyaaakkk pemirsah! Karena saya termasuk orang yang suka travelling, dan pastinya memiliki banyak lokasi wisata yang sudah masuk 'daftar impian'. Dan ketika salah satu lokasi wisata itu sudah terkunjungi, ampun deh, nggak usah tanya bagaimana gembiranya hati ini *nyanyi sambil goyang itik*. 

Salah satu tujuan wisata impian yang sudah terpenuhi adalah... *drum roll* melancong ke Kepulauan Seribu! Yup! Sudah banyak acara televisi dan berita di media yang menyiarkan tentang indahnya Kepulauan Seribu. Tentunya, buat saya ngiler berat sejak dulu. Dan Alhamdulillah, tercapai sudah buat melancong ke sana di bulan November 2013 lalu.



Perjalanan saya kali ini, memang tidak didampingi Papa dan Arya. Karena penawarannya sih hanya saya seorang. Sebenarnya bisa buat Papa dan Arya ikut, tapi  karena biaya yang dihabiskan itu semakin banyak, ya, akhirnya diputuskan saya sendiri yang berangkat. Sebenarnya berat tinggalkan Arya untuk beberapa hari, karena memang setelah Arya lahir, saya belum pernah wisata tanpa dia. Tapi ya, balik lagi ke menjemput impian dan dapat ijin dari Papa, akhirnya saya nikmati saja 'me time' yang nggak datang dua kali ini. Oke, let's rock!!

Teman-teman seperjalanan saya adalah rekan-rekan mengajar, yang tentunya sudah saling kenal di tempat kerja. Hanya saja, jarang sekali kita keluar wisata bersama semacam ini. Dan tentunya, pasti bakal ketahuan aslinya bagaimana kalau sedang nggak pakai seragam mengajar *tertawa ngakak ala Mak Lampir*. 

Kami awali perjalanan ini dengan naik kereta api tujuan Bandung. Lho, kok ke Bandung? Yup, kita mampir dulu ke Bandung buat sekedar tenangkan diri di kota yang katanya nggak pernah berhenti hujan. Beberapa teman sih sebenarnya ingin segera ke Kepulauan Seribu, saking penasarannya. Tapi ya, balik lagi ke paket travel yang kita terima. Haha.. Saya sih oke-oke saja, secara di Bandung masih bisa belanja-belanji sambil kopdar sama bu Dey dan Teh 'Nchie Hani.

Esoknya, baru deh kita berangkat menuju Jakarta untuk langsung menyebrang ke salah satu pulau di Kepulauan Seribu, yaitu pulau Bidadari. Perjalanan ke Jakarta dengan cuaca yang bagus, pastinya bikin optimis untuk bisa nikmati laut selama penyebrangan nanti. Sekalian ambil foto sana-sini. Eh, lha kok ndilalah, sampai pelabuhan Marina, gerimis mengundang. Hiks! Walhasil, kita menyebrang pakai speed boat dengan hati ketir-ketir karena gelombang yang besar dan angin yang kencang *rapetin jilbab*. Mana nggak jadi foto pemandangan laut juga *ambil tissue, sesenggukan*.
Dermaga Marina yang terguyur gerimis :(

Sesampainya di pulau Bidadari, kami disambut oleh sebuah patung perempuan dan tulisan 'BIDADARI' dalam ukuran besar. Sambil menunggu pembagian kunci kamar, saya sempatkan buat duduk dan mengobrol dengan beberapa teman. Tentunya sambil berfoto ria *nggak pernah ketinggalan kalau yang ini*. Dan setelah kunci tangan berada di tangan, saya nggak langsung mandi atau istirahat. Jalan-jalan dulu dong. Hihi..

Pulau Bidadari yang luasnya 6.00 Ha ini, sebenarnya tidak butuh waktu banyak untuk ditempuh dengan menggunakan sepeda *orang Jawa Timur bilangnya sepeda pancal*. Hanya sekitar setengah jam, asal tanpa foto-foto di beberapa spot yang memang pemandangannya bagus. Tapi karena kondisi tangan yang baru selesai terapi pasca kecelakaan dan juga kondisi badan yang masih lelah, saya putuskan tidak keliling pakai sepeda. Dan tertariklah saya di sebuah dermaga yang ternyata cucok buat memancing dan menikmati suasana senja. Sebelum ke dermaga, teman-teman sudah pada heboh ambil akting yang terbaik. Ealah, ternyata di dekat bibir pantai, banyak di tanam pohon, entah pohon apa itu. Kalau dibilang bakau, sepertinya bukan. Dan memang jadi spot yang bagus buat foto. 

Jalan menuju dermaga yang asyik buat memancing dan memandang langit :)


Malam harinya, maunya saya rebahan saja di kamar atau rumpi-rumpi di kamar teman. Tapi karena sayang juga sudah jauh-jauh kemari, akhirnya saya putuskan untuk ikut acara karaoke sambil menikmati sup ikan bantal. Saya pikir, anginnya nggak seberapa kencang, ternyata kencang sekali Pemirsa! Mana jaket yang saya siapkan tidak saya bawa dan saya tinggal di koper yang di simpan di bagasi bus *jedukin kepala di patung bidadari*.

Paginya, saking semangatnya ingin lihat sunrise, setelah sholat subuh nggak pakai mandi langsung meluncur ke depan penginapan untuk menuju pantai. Tapi kecewa berat Pemirsah! Mendung. Dan gagallah ambil foto mentari pagi dan akhirnya memutuskan untuk mengambil beberapa spot yang bagus buat jadi kenangan. 

Setelah sarapan dan mandi, saya dan beberapa teman berkeliling pulau dan menikmati beberapa pemandangan yang memang tak bisa kami nikmati di kota saya, Gresik. Meskipun  Gresik juga sebelahnya laut, tapi karena konsentrasi pemerintahnya ke perdagangan, dermaganya penuh dengan kapal barang. Dan nggak tampak ada pantai yang bagus untuk lokasi wisata. Ya, meskipun akhirnya ada sebuah pantai di Gresik yang khusus untuk dijadikan lokasi wisata, pantai Delegan.

Sebelum kembali ke Jakarta, oleh pihak travelling kami diantar berkeliling pakai speed boat untuk sekedar melihat pulau Kelor dan pulau Onrust. Sebenarnya, penawarannya itu naik kapal layar ke kedua pulau tadi. Tapi karena ombak yang sangat besar, nelayannya nggak berani menyeberangkan kami. Walhasil, pakai speed boat ya hanya mengitari saja. Nggak sampai turun. Sayang banget. Saya udah terlanjur penasaran sama rumah sakit lepra di pulau Onrust yang dibangung jaman VOC dulu.

Memang benar, pemandangan di pulau Bidadari MasyaAllah indahnya. Bersyukur saya ikut acara travelling kali ini. Selain itu, hubungan saya dengan beberapa rekan kerja jadi erat setelahnya. Karena memang, tujuan berwisata kali ini adalah bergembira dan menjalin hubungan yang baik antar rekan kerja.

Nah, silahkan menikmati hasil foto saya di [My Dreamy Vacation] Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu yang masih amatiran dan pakai handphone untuk memotretnya. 


*Maaf sebelumnya. Karena blog masih dalam perbaikan, silahkan klik foto untuk melihat hasil yang lebih baik*

Menikmati pagi :)
Gagal lihat sunrise gara-gara mendung :(
Di sana, ada penginapan dengan setting di atas laut. Bisa jadi pilihan menginap :)




Memandang laut :)
 
Pulau Onrust dibidik dari speed boat :)

Salam penuh semangat,
Miss Rochma

***

Tulisan ini diikutkan dalam My Dreamy Vacation Giveaway

Meskipun Aku Orang yang Kuat, Tetapi Aku juga Butuh Genggaman Tanganmu

| on
Wednesday, March 12, 2014
credit

Meskipun Aku Orang yang Kuat, Tetapi Aku juga Butuh Genggaman Tanganmu - Kita semua adalah orang yang kuat. Saya yakin itu. Tak bisa kita hitung lagi, berapa kali kita jatuh bangun karena masalah-masalah yang kita hadapi selama kita hidup. 

Saat saya mengamati pertumbuhan Arya, saya juga meyakini bahwa Arya adalah anak yang kuat. Dia mampu bangkit saat pertama kali terjatuh setelah belajar berlari. Ya, meskipun melalui yang namanya menangis dulu. Dia tetap mau mengajak temannya yang lebih besar, yang sering mendorong dan berkata kasar padanya, meskipun sebelumnya ada rasa takut di wajahnya. Dia juga mampu melewati masa menyapih dengan penuh paksaan karena saya kesulitan menyusui pasca operasi patah tulang.

Menjadi Wanita yang Sehat secara Fisik dan Psikis

| on
Saturday, March 08, 2014
credit

Menjadi Wanita yang Sehat secara Fisik dan Psikis - Setiap wanita, pasti menginginkan memiliki tubuh yang sehat dan cantik di depan orang lain. Tidak hanya wanita yang memiliki pekerjaan atau aktifitas sosial sebagai pengisi waktu, ibu rumah tangga pun pastinya juga mengharapkan menjadi wanita yang menawan di depan orang lain. Mengapa wanita perlu dianggap sebagai sosok yang sehat dan cantik? Wanita yang sehat dan cantik akan memiliki pesona yang menawan di depan orang lain. Dan pesona yang baik ini, akan memberikan penilaian yang baik pula dari orang lain. Tak ayal, penilaian yang baik ini akan bisa mendatangkan banyak kebahagiaan dan rezeki.

Bagi saya pribadi, wanita sehat pastinya adalah wanita cantik. Karena jika kesehatan itu dijaga betul-betul, maka aura kecantikan itu akan muncul dengan sendirinya. Dan akan semakin baik hasilnya, jika kita pun juga mampu mempercantik diri kita dengan berbagai usaha yang bisa kita upayakan tiap hari.

Tentunya kita tahu, bahwa sehat dan cantik itu tak hanya dilihat dari fisiknya saja, tapi juga dilihat dari psikisnya juga. Sejak saya tahu tentang hal itu, saya selalu berusaha sebaik mungkin untuk sehat dan cantik secara fisik dan psikis. Bagaimana caranya? Silahkan disimak ya.

Sehat dan cantik secara fisik
 
1. Menjaga kebersihan tubuh.
Selain mandi, saya selalu membersihkan wajah dengan setelah beraktifitas di luar rumah. Saya lebih memilih susu pembersih dan penyegar daripada pembersih wajah 2 in 1 atau foam, karena kulit saya terasa kering setelah menggunakannya. Selain membersihkan tubuh dan wajah, saya rajin keramas. Hm, cerita sedikit ya. Saya pernah lho diprotes suami gara-gara rambut saya bau karena keringat yang keluar terlalu banyak. Akhirnya, sejak itu saya selalu berusaha untuk menjaga kebersihan rambut, meskipun saya memakai hijab.

Dulu, saat saya masih belum menikah, saya rajin memakai lulur sendiri karena masih ada banyak waktu luang. Tapi setelah menikah dan memiliki anak, saya sudah jarang melakukannya. Setelah merayu suami, akhirnya berhasil diberi izin untuk rutin ke spa. Selain luluran, saya juga memilih paket steam dan pijat karena bisa membuat saya rileks.


2. Merawat kesehatan tubuh
Saya berusaha semampu saya untuk selalu menjaga kesehatan tubuh. Karena apa? Karena saya punya alergi dan alergi ini membuat daya tahan tubuh saya menurun drastis. Saya alergi seafood dan hawa dingin. Setelah makan seafood, kulit saya menjadi gatal dan jika berada lingkungan dengan cuaca dingin, saya mudah flu. Mertua saya yang bekerja di lingkungan kesehatan, menyuruh saya untuk terus meningkatkan daya tahan tubuh supaya efek dari alergi itu tidak terlalu berdampak pada aktifitas sehari-hari. Caranya, dengan menghindari seafood, banyak konsumsi vitamin C, istirahat yang cukup dan banyak minum air putih. 


3. Mempercantik diri
Dari dulu,saya memang sudah perhatian dengan penampilan saya saat keluar dari rumah. Mulai dari make up yang saya pakai dan pakaian yang saya kenakan. Seiring waktu, ternyata saya harus lebih banyak belajar lagi tentang tata cara penggunaan make up dan pemilihan pakaian yang tepat untuk masing-masing acara. Selain itu, saya berusaha untuk selalu tersenyum saat bertemu dengan orang lain dan menunjukkan perilaku baik di setiap kesempatan.


Sehat dan cantik secara psikis

1. Selalu berfikir positif
Saya pernah berbincang-bincang dengan suami setelah saya menghadapi masalah di tempat saya bekerja. Saat itu, saya merasa kalau usaha saya sudah mati-matian tapi tak pula mendapatkan hasil yang baik. Dengan bahasa yang halus *sepertinya suami takut saya merasa tersinggung*, suami mengatakan bahwa ada baiknya bagi saya untuk selalu berfikit positif tentang apapun. Awalnya saya cuek-cuek saja, tapi setelah saya pikir ulang, memang berfikir positif itulah yang membuat masalah saya itu jadi lekas selesai.

Ya, dengan selalu memberikan masukan-masukan positif pada otak, maka otak kita tidak mudah ‘panas’ dan emosi kita pun juga menjadi stabil. Dengan begitu, kita akan mampu menganalisa situasi yang sedang kita hadapi sehingga akan mudah mencari jalan keluar yang saling menguntungkan bagi semua pihak.

Berfikir positif juga membuat hidup kita menjadi lebih santai karena kita tidak membebani diri kita dengan pikiran-pikiran negatif yang membuat emosi kita selalu diaduk-aduk sehingga selalu membuat kita khawatir. Lebih enak santai bukan? Seolah semuanya bebas, tanpa beban dan orang lain tak melulu melihat wajah kita yang tampak bete.

2. Menambah wawasan
Orang lain akan menganggap kita sebagai wanita cantik dan menawan jika kita memiliki wawasan yang luas tentang berbagai hal dan selalu up to date. Dan wawasan yang luas itu kita dapatkan dari banyaknya informasi yang kita serap dari proses membaca. Itu sudah rumusnya, dan tidak bisa diganggu gugat lagi. Ingatlah, ada pepatah yang mengatakan bahwa membaca adalah jendelanya dunia. Dalam agama saya pun, membaca merupakan perintah pertama yang diberikan kepada Nabi Muhammad. Iqra’! Bacalah!

Untuk menyempurnakan hasil membaca, kita bisa menuliskannya dalam bentuk kesimpulan dan analisa. Bisa kok hasilnya kita tulis di catatan pribadi kita, blog, jurnal bahkan kita kirim ke media cetak. Sejauh ini, saya menuangkan hasil membaca saya di blog, yaitu blog keseharian saya dan blog khusus fiksi.

Cara lain menambah wawasan adalah dengan cara terlibat aktif dalam diskusi di forum-forum yang kita ikuti. Kadang kala, kita sebagai wanita merasa minder terlibat aktif dalam sebuah diskusi. Tapi tak ada salahnya jika kita memiliki pendapat, sampaikan saja. Karena pada prinsipnya, pelaku diskusi itu pun juga masih sama-sama belajar dan memiliki tujuan yang sama, yaitu ingin menambah wawasan.

3. Selalu berintropeksi diri.
Wanita yang mampu melakukan intropeksi pada dirinya sendiri adalah wanita yang mau merubah dirinya menjadi lebih baik. Sehingga tak akan lagi kita menjadi wanita yang memiliki sikap ‘semau gue’ dan malah akan memunculkan kepercayaan diri yang baik karena mampu meminimalisir kekurangan diri dan meningkatkan kelebihan dirinya.

4. Bergaul
Mengapa bergaul itu penting? Karena kita akan tersenyum dan tertawa yang tentunya akan membuat wajah kita akan terasa lebih segar. Tertawa dan tersenyum yang kita dapatkan dari setelah bertemu dengan orang lain, juga bisa memperingan tingkat stres kita. Pernah kali waktu saya membaca artikel di TanyaDok.com, bahwa wanita itu mudah sekali terkena penyakit jantung hanya dikarenakan stres yang berkepanjangan. Ah, daripada kita terpuruk dengan stres yang membuat kita tampak tak cantik, lebih baik kita sempatkan untuk bergaul dengan teman meskipun hanya sebentar.
Setelah menjenguk teman yang sakit :)

5. Menjalin hubungan yang baik dengan keluarga
Caranya? Jadikan waktu berkumpul kita dengan suami dan anak-anak kita menjadi waktu yang berkualitas. Sering-seringlah berdiskusi dan bercanda dengan suami. Juga sering-seringlah bermain dengan anak-anak kita dan mendengarkan cerita-cerita mereka. Dan akan lebih baik lagi, saat berkumpul dengan keluarga, kita tak bersentuhan dengan gadget. Hm, fungsi gadget adalah menjauhkan yang dekat, bukan malah kita asyik sendiri chatting dengan teman sedangkan di samping kita, ada laki-laki yang kita cintai sedang bercerita tentang pekerjaan kantornya.

6. Beribadah
Salah satu fungsi ibadah adalah sebagai penyeimbang aktifitas sehari-hari. Berkeluh kesahlah pada-Nya, mengangislah saat kita sujud pada-Nya, dan bersyukurlah atas apa saja yang sudah kita miliki. Dan itu benar-benar membuat hati kita lega dan pikiran menjadi lebih tenang. Tentunya, itu akan membuat psikis kita menjadi lebih stabil dan sehat.

Itulah usaha-usaha yang sudah saya lakukan selama ini untuk menjadi wanita yang sehat secara fisik dan psikis. Memang, masih belum sepenuhnya terlaksana dengan baik, tapi saya optimis bahwa saya bisa melakukannya dengan sungguh-sungguh. Karena saya yakin, untuk menjadi wanita sehat dan wanita cantik itu memerlukan usaha yang sungguh-sungguh.

 
Salam sayang,
Miss Rochma

(Scrapbook) Arya 4 Bulan - Bersama Buku Bantal

| on
Tuesday, March 04, 2014
Bersama buku bantal. Membiasakan Arya untuk dekat dengan buku. Meskipun saat usia 4 bulan, buku bantalnya tak dibaca dan hanya digigit-gigit saja. Alhamdulillah, sebelum 2 tahun, dia sudah bisa menyebutkan nama-nama benda yang ada di dalam buku bantal itu ^^



Custom Post Signature

Custom Post  Signature