Senin, 15 Februari 2016

Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Balita Anda Menonton Video di YouTube

http://www.mamaarkananta.com/2016/02/hal-hal-yang-perlu-diperhatikan-saat.html?m=1

Saat membaca tulisan Mbak Indah Julianti di dalam blogpost-nya yang berjudul “Dunia Anak Generasi Platinum”, saya terkesan dengan kalimat yang disampaikan oleh psikolog anak bernama Alzena Masykouri yang ada di dalam blogpost itu.

“Anak yang lahir di abad 20 lebih mudah dan lebih cepat dalam mengadaptasi arus teknologi informasi”

Diam-diam saya membetulkan ucapan Alzena Masykouri. Bahkan Arya yang masih berusia empat tahun pun sudah memiliki ketertarikan baru pada aplikasi yang menurut saya sedikit lebih tinggi tingkatannya untuk seusia dia. YouTube. Saya dan papa Arya sih nggak masalah sebenarnya dia mengenal YouTube. Hanya saja, kami benar-benar membatasi penggunaan aplikasi ini untuk Arya mengingat memang usia dia masih balita. Saya bilang membatasi ya, bukan melarang. Artinya, kami memiliki rambu-rambu yang harus kami perhatikan betul saat Arya menikmati YouTube. Selain supaya dia tetap nyaman dan bisa mengembangkan pengetahuannya, saya pun juga tidak terlalu khawatir dengan dampak yang nantinya muncul karena kesenangan baru ini.

Selain menyediakan provider yang handal, apa saja sih yang perlu diperhatikan saat balita Anda menikmati aplikasi YouTube? Simak yuk yang sudah kami lakukan pada Arya selama ini.


1. Jangan langsung menuruti balita Anda yang ingin menonton video di YouTube
Usahakan sebisa mungkin mencari kegiatan yang menyenangkan untuk dia. Soal ini, Anda-lah pemegang kekuasaan. Karena jika Anda longgar sedikit dengan aturan nomer satu ini, anak Anda akan dengan mudah menyadari dan dengan mudah menggunakannya sebagai senjata kapan pun juga.

Sering lho, Arya itu menunjukkan mimik wajah yang ingin sekali menonton video dari YouTube. Sambil dia memberi kode berupa lirikan ke arah smartphone saya. Kalau sinyal ini sudah muncul, cepat-cepat saya carikan aktifitas baru untuk dia dan menjauhkan smartphone dari jangkauan dan pandangannya. Biasanya cara ini akan berhasil.

2. Pilihlah video edukasi yang menarik dan sesuai untuk balita Anda
Akan ada banyak sekali video menarik untuk anak-anak yang ditawarkan oleh YouTube, tapi tidak semuanya sesuai dengan umur balita Anda bukan? Serial Spongebob misalnya, itu memang untuk anak-anak tapi tidak saya rekomendasikan untuk balita Anda.

Untuk Arya, saya lebih memilih video yang memiliki durasi pendek, scene yang lambat, memiliki banyak warna dilengkapi dengan latar belakang suara yang menarik. Misalnya saja, video tentang jenis-jenis mobil dan penggunaan tiap mobil keluaran Kids TV Channel. Atau, video tentang tutorial sebuah game yang menceritakan kehidupan seorang balita perempuan dan keluarganya keluaran Games TV. Atau serial kartun pendek seperti serial pesawat yang bisa berubah menjadi robot, Super Wings.

Gitu itu wajah serius nonton video :D

3. Awasi apa yang sedang balita Anda tonton
Silakan scroll terus dashboard YouTube Anda karena di sana Anda akan menemukan beberapa video yang memiliki ‘related post’ dengan video yang ditonton balita Anda. Perhatikan baik-baik, karena tidak semua video yang direkomendasikan oleh YouTube ini akan sesuai dengan usia balita Anda lho. Sebagai orang tua, saya dan Anda harus selektif betul.

Sebisa mungkin, jangan meninggalkan balita Anda sendirian dengan alasan dia sudah nyaman saat menonton YouTube sedangkan Anda sibuk dengan aktifitas Anda sendiri. Ingat, anak yang lahir di abad 20 lebih mudah mengekplorasi teknologi informasi. Dia akan mudah menemukan berbagai video-video lain yang lebih menarik untuknya tetapi tidak tepat untuk usianya.

4. Beri batasan waktu untuk balita Anda
Untuk Arya, biasanya saya memberikan batasan dua video pendek saja sekali duduk. Alasan logis dari para pakar parenting masih saya pegang, supaya Arya nggak kecanduan YouTube. Itu saja sih mudahnya.

5. Perhatikan cahaya ruangan dan selalu suruh balita Anda untuk duduk saat menonton video di YouTube
Aturan ini jelas berhubungan dengan kesehatan mata balita Anda. Arya sendiri masih sering tanya ke saya, kenapa dia nggak saya bolehkan menonton video dengan tidur. Saya sih mudah saja jelasinnya dengan melempar pertanyaan baru ke dia. “Mau tiap hari pakai kaca mata kaya Mama?”. Kalau sudah ada pertanyaan itu, segera dia duduk karena dia tahu betul kalau pakai kaca mata terus itu nggak nyaman.


Demikian ya sharing dari saya tentang hal-hal yang perlu diperhatikan saat balita Anda menonton video di YouTube. Selain memberi kenyamanan ke Arya dengan pemilihan provider handal, saya dan papa Arya juga memberlakukan peraturan-peraturan yang win-win solution. Karena kami juga ingin Arya berkembang menjadi pribadi yang memiliki banyak informasi sehingga bisa mengeksplorasi kemampuan yang dia miliki. Semoga pengalaman pribadi ini bermanfaat untuk Anda. 

Salam,
Ria Rochma

29 komentar:

  1. Poin untuk kesehatan mata tuh mbak penting bgt. Kalo lihat anak kecil dah pakai kaca mata tuh kasian banget.

    BalasHapus
  2. Mbak Riaa, ngeri ya lihat anak-anak suka ngeyoutube. Tetanggaku anak balita sering main kerumah, nyariin aku mulu. Pagi-pagi gebrak-gebrak pintu minta aku bangun. Padahal mo ngapain, minjem Tablet buat nonton eligo (baca: let it go). Mau nggak mau aku bangun dong, nemenin dia main, walopun mata masih ngantuk :D
    Klo sekedar aplikasi game mungkin akan aku tinggal tidur, biar dia main sendiri, anteng hehe

    BalasHapus
  3. Ekspressi wajahnya pas nonton video di gadget sama dg ekspressi keponaka ku. Jangan2 nanti raut wajah generasi mendatang mirip-mirip ya? Berkerut di tautan alis

    BalasHapus
  4. Anak2ku udah remaja, punya gadget & laptop sendiri2. Diproteksipun percuma, anak jaman sekarang lbh melek TI timbang emaknya. Jadi aku sering tiba2 muncul aja di kamarnya. Kalau mereka lihat yg nggak bagus, pasti salting.

    BalasHapus
  5. Arya sukanya lihat apa ya di yucub...

    BalasHapus
  6. Asma udah ketagihan banget nih ma youtube. >,<

    BalasHapus
  7. Iya nih skrg kudu teges ya mskpn si anak ngerengek minta liat youtube, terjadwal dan tayangan kudu bener2 diawasi. Gk bisa skrg lengah dikit, kejar2an hihi....

    BalasHapus
  8. Anaku msh ga akrab sama yutub mbaa.. Dan aku juga yg ga gimana2 gitu sih.. Palingan kalo pegang hp, dianya mainan pou :D

    BalasHapus
  9. aku aja kalau nonton youtube pakai smartphone lelah matanya, apalagi anak-anak ya

    BalasHapus
  10. Arya serius amat ekspresinya hahaha

    BalasHapus
  11. suamiku termasuk keras soal video youtobe. boyz bener2 dilarang lihat sama sekali. selain itu, kuota internet di rumahku emang pas2an. ga bakalan cukup buat youtube-an :p

    BalasHapus
  12. Kesalahan yang sering dilakukan itu membiarkan jika anak wes anteng, jadi ibu atau ayahnya bisa ngerjakan hal lain, padahal momen tersebut yang perlu diwasapadi ternyata ya mba. moted banget nih :)

    BalasHapus

  13. Iya nih anak-anak sekarang suka liat-liat youtube.
    Btw itu serius banget si Arya nonton videonya hihihi.

    BalasHapus
  14. lihat youtube biasnaya hari libur pagi, tapi gak bisa lama-lama biasanya

    BalasHapus
  15. Anakku belum kenal Youtube Mba, hahahaa...video yang sekiranya boleh mereka tonton aku unduh offline. Kalo mereka mau nonton, paket data aku matiin dulu. Nyari aman, aman kuota maksudnyah XD

    BalasHapus
  16. Utgnya posisi youtube login g+ ku, jadi videonya udah terfilter dengan sendirinya. Dan isi langganannya video anak semua. Haha

    BalasHapus
  17. Duh,
    Fathir lagi sukaaa banget nonton video youtube yang suka review tentang mainan lho...

    Gawat banget lah itu, kelar nonton anaknya suka ngelamun pengen beli bhahaha...

    BalasHapus
  18. keponakanku sukanya keluarga si somat mah, anteng deh kalau udah nonton

    BalasHapus
  19. Saya pribadi nggak mau anak balita terekspos layar gawai sebenarnya. Jadi coba cari kegiatan yg bikin sibuk aja. Seakan balik ke jaman dulu jadinya sih, hihihi.

    BalasHapus
  20. anak-anak sekarang canggih ya, bisa youtube an segala.
    kalah deh saya sama Arya, hihihi

    BalasHapus
  21. nah ituu cara menonton pun mesti diawasi ya mak

    teringat masa kecil olive, yang sekarang pake kacamata gara2 sering dibiarkan mantengin kompi waktu balita hihii

    BalasHapus
  22. saya batasi mba...soalnya tetap perlu pendampingan dan ada banyak kegiatan lain yang jauh lebih bermanfaat dan lebih seru daripada nonton youtube :)

    BalasHapus
  23. Makasih sharingnya Mama Arya, buat masukan ke adikku yang krucilnya sudah mengenal yutub nih:)

    BalasHapus
  24. Saya juga mencoba mengurangi anak mengkonsumsi yutub, sulit berat tapi harus konsisten, makasih mba tulisannya, spaya tambah semangat lagi menjadi orangtua

    BalasHapus
  25. Sepakat banget,
    TFS artikel yang bermanfaat ini
    Kalau anak saya buka youtube, saya tongkrongin juga

    BalasHapus
  26. kalau gak dibatasi waktunya, si anak suka lupa waktu.. tau2 baterai habis. Jangan sampai terlalu kebiasaan banget sama gadget ya mak

    BalasHapus
  27. catet nih mba, buat nemenin ponakan :)

    BalasHapus

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^