Senin, 11 Maret 2013

(Flash Fiction) Fenina



Dear Fenina,

“Kurang ajar, dia sudah berani memanggil namaku tanpa embel apa-apa.” Umpatku dalam hati. Tapi tetap saja aku lanjutkan membaca isi surat yang tadi pagi dia selipkan di tanganku saat kami berpapasan.

Sungguh aku sayang padamu.
Tak ada yang bisa aku ucapkan lagi selain ini. Ribuan kali, pasti aku ucap. Meskipun selalu kamu menolakku, tapi tetap, wajah ketusmu itu kurindukan.
Tak ada pinta lain untukmu, selain maukah kamu jadi kekasihku?

Kuakhiri membaca surat itu. Kulempar begitu saja di atas meja kerjaku. Itu sudah surat kedelapan yang aku terima darinya selama aku mengenalnya 4 tahun ini. Tapi tetap, tak mungkin aku terima cintanya. Cinta yang salah.

Aku 40 tahun, dia 27 tahun. Aku ibu tirinya, dia anak tiriku. Aku Fenina, dia Della.

____

Tulisan ini diikutkan dalam event #postcard fiction edisi valentine yang diadakan oleh Kampung Fiksi

6 komentar:

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^