Senin, 11 Maret 2013

Saat Selamat Terlepas



Malam lalu, terasa sebuah sentuhan lembut di kakiku. Membangunkanku. Terasa dingin ketika tersentuh di tepian kulitku, pahamu yang terbungkus gips memanjang sampai tumit. Rintihan teralun. Gesekan kecil antara ujung kukumu yang menghitam karena oli pabrik dan kulitmu yang merantak karena panas, menciptakan garis-garis putih penanda garukan.

Gatal, katamu.

Sayang,
Berharap selamat selalu dikucurkan Tuhan dalam setiap dentangan menitmu. Merangkulmu. Melindungimu.
Dan Sayang,
Ketika selamat terlepas, alpa merekuhmu dalam laju deru mesin, berharap sembuh kan cepat menghangatkanmu dalam kotak dingin bernama sakit.

____

Puisi ini diikutkan dalam event #Postcard Fiction edisi valentine yang diadakan oleh Kampung Fiksi

5 komentar:

  1. aishh romantis pisan.

    siapa kah kira-kira yang dibungkus gips itu?

    semoga diberikan kesembuhan yang sempurna.

    BalasHapus
  2. Hmm,, semoga lekas sembuh ya mbak ya lagi sakit :)

    BalasHapus
  3. @masrafa.com : itu suami saya.. ini sebenarnya puisinya dah lama kok, diikutkan lagi di acaranya kampung fiksi :)

    @ayu citraningtias : makasih mbak. salam kenal :)

    BalasHapus
  4. Miss Rochma ini mimin Berani Cerita yaa.. ^_^
    Salam Kenal deh Mbak..

    Blognya banyak tentang fiksi nih..

    BalasHapus
  5. @chaidir. iyaaaa.. miminnya berani cerita. sudah pernah ikutan challange-nya? kalau belum, ikut yuk :)

    BalasHapus

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^