Kamis, 28 Maret 2013

Anak Teman Saya Tertimpa Pagar

credit

Ini kisah rekan kerja saya, sebut saja si S. Beberapa hari yang lalu dia mengajukan ijin tidak bisa jaga ujian sekolah kelas 9 karena anaknya sakit. Saya pikir, ada apa lagi? Belum satu bulan, anaknya yang pertama masuk rumah sakit karena usus buntu. Kabar yang beredar, anaknya tertimpa pagar. MasyaAllah, itu adalah kabar yang mengejutkan karena yang tertimpa adalah anaknya yang ketiga yang usianya masih 2,5 tahun.

Setelah mengunjungi di rumah sakit, S bercerita ke kami, kronologi kejadiannya. Sore itu, S akan mengantar anak pertama dan keduanya pergi mengaji menggunakan motor. Karena dia tidak memiliki pembantu, akhirnya anaknya yang ketiga pun diajak juga. Saat mengeluarkan motor dari garasi, anaknya yang ketiga ini tiba-tiba keluar dari pagar dan bermain dengan teman-teman sebayanya di depan rumah tetangganya. Tanpa dikira, pagar tetangganya yang sudah rapuh, tiba-tiba jatuh mengenai dia! Wajahnya terbentur paving, kepalanya tertimpa pagar. S langsung berlari menyelamatkan anaknya dan diantar para tetangga ke rumah sakit.

Ya Allah, sungguh cerita yang memilukan. Apalagi saat S bercerita kalau anaknya sempat muntah-muntah dan darah mengucur terus dari kepalanya, tidak berhenti-henti. Sampai-sampai anaknya harus dibius di hari pertama di rumah sakit supaya tidak selalu menangis kesakitan.

Ya Allah, hati ibu mana yang tidak menangis melihat anaknya merasakan musibah seperti itu?

Kami sempat menanyakan, kok pagar tetangga bisa sampai mengenai anaknya. S bercerita kalau pagar tetangganya itu memang sudah rapuh dan hampir roboh. Sudah sering diingatkan oleh tetangga yang lain supaya cepat memperbaiki pagarnya karena lokasi tinggalnya banyak anak kecil, tetapi dia tetap menunda-nunda memperbaiki. Hingga kejadian ini. Akhirnya, malam itu juga langsung diperbaiki pagarnya yang sudah roboh tadi.

Begitulah bertetangga. Sering kita dengar kalau kita harus rukun dengan tetangga kita dengan cara menjaga sikap supaya tidak menyinggung perasaan tetangga. Cara itu bisa kita lakukan dengan banyak cara. Salah satunya adalah memperbaiki properti yang kita miliki yang sekiranya sudah rapuh, yang mana properti itu posisinya bersinggungan dengan aktivitas tetangga kita.

Ya.. Supaya kejadian seperti teman saya ini tidak terjadi pada tetangga kita. Supaya hubungan kita dengan tetangga tetap terjaga dengan baik.

6 komentar:

  1. Tapi bisa juga sih sapatau belum ada rejeki buat perbaiki pagar yg dah rapuh (jadi inget atap pergola depan rumah juga dah miring tapi belum dapat tukang buat perbaikinya. Tukang di tempatku larisbmanis jadwalnya kayak artis yang lagi naik daun)

    BalasHapus
  2. astaghfirullah....saakene zuh,cepet sembuh ya nak....
    awas,jagolangku zuh....hehehe
    mwah tlepoks

    BalasHapus
  3. aduuuuh miris sekali ya, anak kecil yg jadi korban..

    BalasHapus
  4. @ade anita. hmm, sepertinya seh kemungkinan yang itu tidak terjadi di tetangganya si S. soalnya mereka keluarga yang berkecukupan (menurut si S seh)

    @jagolang. kasihan is anak itu.. sampai matanya bengap kaya dipukulin orang. doain jagolang sehat terus ya... :))

    @sari. iyaa.. kasihan mbak :(

    BalasHapus
  5. lha iyo iki,g iso mbayangno aku zuh....iyahhh,sllu tak doain...mg jagolangku sehat terus yah :D
    mwah tlepoks

    BalasHapus
  6. @iis. telepok, telepok, telepok *pakai high heels* **kaburrrr**

    BalasHapus

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^