Bismillah. Mari Menyeduh Manfaat dari Secangkir Kata

Bongkar Tas dan Temukan 5 Benda yang Selalu Saya Bawa [Day 8]

| on
Tuesday, November 27, 2018
Berbicara tentang barang apa saja yang ada di dalam tas saya, artinya adalah barang-barang yang nggak bisa lepas dari tangan saya apapun yang terjadi. Hehehe, berlebihan dikit sih, tapi memang iya. Ganti tas, ya tetep ajah isinya itu-itu saja. Mau cuma makan di sekitar rumah, mau jalan-jalan ke mall, mau traveling naik gunung, printilan yang saya bawa sama kok.

Apa ajah sih barangnya?

1. Ponsel
Jujur, saya nggak bisa lepas dari benda ini. Kenapa? Ya karena sekarang saya apa-apa pakai ponsel. Kecuali transaksi transfer ya, saya masih suka gaya konvensional alias ke ATM dulu. Hahaha, biarlah dibilang nggak canggih tapi malas ajah pasang aplikasi atas nama bank di ponsel. Alamat sering belanja online, bahaya dunia akherat!

Kembali ke ponsel. Ketika gabung ke grup whatsapp yang isinya para jagoan tekno, saya dapat satu pelajaran penting. Bahwa gear yang kamu punya itu manfaatkan sebaik mungkin, baik itu perkara fotografi, blogging, daya simpan ponsel, dan sebagainya. Itulah kenapa, ketika saya memutuskan mengganti ponsel, saya langsung berikan daftar ini ke suami.

Dan itulah kenapa ponsel masih masuk dalam urutan pertama barang yang selalu ada di dalam tas saya. Sekarang, saya benar-benar maksimalkan ponsel saya ini. Mulai dari ambil foto apa sajayang saya minati, blogging dan mengetik draft lewat ponsel (karena kadang malas mau buka laptop), buzzing di media sosial (dan ternyata saya masih nyaman pakai ponsel), scroll gosip idola, simpan data penting, belanja online, nonton drama, dan kegiatan lainnya. 


2. Kunci Rumah
Yaelah Ria, semua ya gitu kali. Tapi kalau buat saya, membawa kemana-mana kunci rumah ini hukumnya sangat wajib. Bahkan saya sediakan satu pouch khusus buat naruh kunci rumah. Karena nggak hanya kunci rumah saya ajah yang ada di situ. Ada kunci rumah ibu saya, kunci laci kantor, kunci lemari kamar, dan beberapa kunci lain. Banyak amat? Karena banyak itulah harus dibawa kemana-mana, Manteman. 

Jadi gini. Semenjak saya pindah ke rumah saya sendiri dan sejak bapak meninggal, saya setiap sore lebih habiskan waktu saya di rumah ibu saya sampai kira-kira jam 7 malam. Keseharian saya masih riwa-riwi kaya setrika. Sekolah-rumah saya-rumah ibu-rumah saya-rumah ibu/rumah saya.

Sepulang sekolah, saya nganterin Arya ke rumah ibu dulu lalu saya pulang ke rumah dulu buat ganti baju, beresin rumah sebentar dan siapin buku pelajaran Arya buat besoknya. Lalu, balik lagi ke rumah ibu sampai malam jam 7an karena semua aktifitas sore Arya dan Fatin ada di sana. Malamnya balik ke rumah karena suami pulang kerja dan wajib saya udah di rumah duluan ketimbang dia. Kalau memang waktunya saya tidur di ibu, ya saya (sama suami dan anak-anak) balik lagi ke rumah beliau buat temani beliau malamnya. Tapi kalau yang temani ibu itu adik saya, ya saya tidur rumah.

Untungnya nih, Allah sudah mengatur semuanya dengan baik. Rumah saya dan rumah ibu itu nggak jauh. Cuma jarak 3 gang saja alias masih satu komplek perumahan.

Dengan keseharian yang kaya setrika begini, ngga ada alasan lagi selain karena saya masih harus temani ibu setelah bapak meninggal. Kenapa harus? Ya karena adik saya repot bener dan nggak bisa iri sama dia karena kerjanya juga shift. Lha kalau nggak saya, siapa lagi coba yang temani ibu?

Itulah kenapa, kemana-mana kunci ini selalu ada di tas. Sewaktu-waktu saya mendadak harus ke rumah ibu, nggak perlu pakai ketuk pagar segala.


3. Dompet
Wah, kalau ini tertinggal, entah apa yang bisa saya lakukan kalau tiba-tiba anak-anak pengen beli cilok atau pas saya pengen beli mie ayam yang lewat di depan rumah ibu tiap sore. Masa iya mau utang ke ibu? Malu ah! Gengsi! Hahaha.



4. Headset dan Flash Disk OTG
Kebanyakan kalau headset ini saya pakai untuk mendengarkan lagu dan lihat drama korea. Ya bukannya di mana-mana saya berhenti, saya harus nonton drama. Nggak sampai segitunya. Tapi entah sejak kapan, saya hampir tiap hari kemana-mana selalu bawa headset. 

Apalagi kalau sudah stres atau kepala pening karena capek, headset benar-benar jadi andalan. Bahkan suami saya sering ingatkan untuk dengarkan musik saja daripada harus nonton drama atau film kalau saya butuh istirahat.

Lha flash disk OTG buat apa?

Ya buat pindahkan data. Jadi, ponsel saya yang lawas (yang udah nggak bisa dipakai buat telpon tapi masih bisa dipakai yang lainnya) ini punya slot OTG. Kalau saya butuh ambil data tinggal colokin ajah flash disk-nya ke ponsel. Lha kalau datanya ada di ponsel satunya gimana? Secara apa-apa pakai ponsel yang tadi udah saya ceritakan. Ya tinggal pindahkan aja datanya ke ponsel OTG lewat bluetooth atau pakai aplikasi Share It, trus ambil datanya pakai flash disk OTG itu tadi. Enak kan?

Intinya ya itu tadi, saya sekarang benar-benar memanfaatkan gear yang saya punya. Sedikit membingungkan kalau baca ini mungkin ya, tapi bagi saya itu sangat praktis ketimbang kemana-mana harus bawa laptop besar hanya untuk mengetik dan mentrasfer data saja. 


5. Bolpoin
Untuk apa? Buat nulis nomer KTP di kertas undian. Wkwkwkw.. beneran!

Bolpoin ini entah kenapa selalu berguna disaat-saat nggak diduga. Misalkan saja pas saya belanja di toko grosir. Ternyata ada undian buat dapatkan hadiah mobil dan beberapa alat elektronik. Daripada pinjam bolpoin di kasir, kan mending keluarin bolpoin sendiri.

Terus pas ikutan event lari saat ulang tahun salah satu pabrik besar di Gresik. Lha siapa yang sangka butuh isi data buat undian di akhir acara. Orang mikirnya, ngapain bawa bolpoin segala di acara olahraga ya kan?
Be First to Post Comment !
Post a Comment

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^

Custom Post Signature

Custom Post  Signature