Sabtu, 30 November 2013

Sehari Tanpa Gadget : Puaskan Hobi, Anak dan Keinginan

credit

Giveaway kali ini temanya sip banget ya. Sehari tanpa gadget. Waduh, apa terjadi sama saya kalau sehari tanpa gadget?

Jawabannya adalah *drum roll*

Mungkin saya bakalan bete meskipun nggak pakai sangat. Ya secaralah. Saya itu sudah hampir selalu berkutat dengan gadget. Sejak Arya dah ngerti kalau laptop itu adalah barang yang menarik buat dipencet dan bisa dijadikan alasan buat emaknya nggak online atau ngedraft, akhirnya sayaseringnyapindah aktifitas online dan ngedraft ke smartphone. Tapi ya ibu-ibu, Arya juga udah mulai ngerti kalau smartphone itu bisa buat tampilkan video dan malah bisa ditenteng kemana-mana, akhirnya emaknya balik lagi ke laptop. Hihi, ini apaan sih ngomongnya, mulai ngelantur deh.

Tapi memang itulah nyatanya. Gadget sudah akrab bagi saya, bahkan juga bagiemak-emak yang lainnya. Apalagi nih ya, smartphone dengan OS android sudah memberikan banyak penawaran aplikasi yang menarik hati. Mulai dari social media, multimedia, game, edication juga editing photo. Kalau kata Papa sih, para pria mentok di multimedia dan game, tapi kalau emak-emak lebih cenderung mencoba semua aplikasi. Ah, ini nih salah satu yang bikin saya juga nggak bisa lepas dari gadget.

Tapi andaikan nggak ada gadget sehari aja, nggak masalah juga sih. Kenapa? Masih bisa diisi dengan kegiatan lainnya.Asal nggak sampai seminggu aja tuh ya tanpa gangetnya.

Kalau tadi saya cerita kalau saya ngedraftnya pakai smartphone, bisa tuh saya ngedraftnya manual. Caranya? Ya balik lagi ngedraft pakai kertas sama bolpoin. Apa nggak pegel tuh? Emang pegel sih, ntar juga pengerjaannya jadi dua kali. Lha daripada idenya bersliweran aja tapi nggak segera ditulis, bisa-bisa malah nggak jadi beneran. Nggak produktif juga akhirnya. Malah bisa tuh sekalian beraktifitas dengan Arya. Tinggal beri dia kertas, ajak saja dia menulis atau menggambar. Mungkin sedikit terganggu, tapi bisa diatasi kok.

Atau, kalau nggak ada gadget ya bisa saya habiskan dengan main-main sama Arya. Arya sekarang sudah bisa melakukan banyak hal baru dan selalu minta ditemani. Misalnya nih, sekarang Arya sudah bisa memegang pensil dengan benar. Dan menggoreskannya di kertas, membentuk garis-garis panjang atau melingkar-lingkar nggak jelas gitu. Yang kalau saya tanya, dia bilangnya itu ayam, bebek, kucing, dan lain-lainnya. Kalau dia sudah malas, saya yang disuruh menggambar. Atau, menemani dia bernyanyi sambil bawa remote tv , pura-puranya itu mikrofon.Kalau nggak gitu, temani dia nonton film-film di saluran tv anak-anak. Arya tuh kalau lihat tv, dia nggak suka lihat sendirian. Minta ditemani. Saya sih senang-senang aja, daripada dia ngeliat tv tapi nggak ngerti artinya, mending saya temani sambil saya kasih tahu adegan apa saja yang dia tonton. Sekalian saya kasih nasehat. Sip yah.
Bermain air dari semprotan :)


Atau saya membuat scrapbook. Satu layout saja. Kalau aktifitas ini nggak bisa disambi dengan mengasuh Arya. Umur dia masih masanya bertanya tentang banyak hal. Masih suka penasaran sama sesuatu yang baru. Kalau dia ikutan nimbrung saat saya garap scrapbook, wah, bisa-bisa bercampur aduk itu semua alat dan bahan. Apalagi kalau dia lihat punch atau embelish yang lucu dan unik. Argh!! Daripada menambah pekerjaan lagi, lebih baik garap scrapbooknya saat dia tidur siang saja.
Salah satu layout scrapbook di project 'Arya Satu Tahun'



Dan kegiatan lain yang bisa saya lakukan saat sehari tanpa gadget adalah belajar menjahit. Baiklah, saya akui saya tidak terampil menjahit, meskipun di rumah ada mesin jahit milik ibu. Sebenarnya dari dulu ibu sudah menyuruh saya untuk belajar menjahit, tapi sayanya yang ogah-ogahan. Kata ibu saya dulu, setidaknya perempuan itu bisa menjahit. Kenapa? Karena akan mudah kalau ada baju anak atau suaminya ada yang robek. Atau memasang bed sekolah anaknya. Atau sekedar membuat rok dari kain sarung. Benar juga sih kata ibu saya itu. Saya baru merasakannya sekarang, saat dua celana kerja suami saya robek dan baju kerja saya butuh dikecilkan karena badan saya yang mulai mengecil *pamer body bok*.
Mesin jahit milik ibu. Jadul banget, tapi masih enak dipakainya :)


Sebenarnya, banyak hal yang bisa kita lakukan kalau sejenak saja kita terlepas dari yang namanya gadget. Meskipun kita harus pintar bagi waktu antara aktifitas satu dengan yang lain. Walau begitu, nggak bisa memungkiri sih, kalau gadget memang sudah erat dalam kehidupan kita. Manfaatnya banyak, asal penggunaannya tak berlebihan. Salam kreatif ^^

***

“Tulisan ini ikutan GA keren Sehari Tanpa Gadget di blog Keajaiban Senyuman lhooooo”

8 komentar:

  1. lah Miss, saya pengen jahit tapi malah nggak punya mesih jahit :D

    BalasHapus
  2. @Mak Rini. Hihihi, balikan deh kita. Ini tampaknya saya harus benar-benar belajar :))

    BalasHapus
  3. udah tergantung sama gadget ya mbak kita :)

    BalasHapus
  4. @mama Calvin. Betul itu Ma, kita sudah seperti nggak terpisahkan sama gadget. Padahal, kalau dipikir-pikir lagi, waktu kita masih banyak berguna untuk hal lain ya :)

    BalasHapus
  5. seruuu juga kan maak...sekali-sekali perlu juga ngg bergumul dengan gadgets :D....sukses GAnya...

    BalasHapus
  6. hehehe iya ya mba, sehari sih masih bisa tanpa gadget, tapi kalo seminggu? gak ku ku... :D

    BalasHapus
  7. Hai mbak Rochma.. Juri berkunjung ^_^

    BalasHapus
  8. @mak indah. sepertinya memang kita ini butuh refreshing dari gadget deh. biar nggak jenuh mata. hahaha

    @Mak Santi. setuju banget :))

    @bunda niken. silahkan bunda. diberi skor tinggi ya :p

    BalasHapus

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^