Minggu, 10 November 2013

Cerita ABG : Bantu Masalah Mereka Yuk!

Cerita ABG alias Anak Baru Gede. Apaan sih, kok ceritain tentang ABG? Sebentar, saya ini maunya cuap-cuap sedikit tentang ABG dan masalah-masalah yang sering mereka hadapi.

Begini, ABG itu bisa dikatakan sebagai remaja, jika dilihat dari fase kehidupan manusia.Saya beri dasarnya dulu ya, ibu-ibu, bapak-bapak *halah**dilempar cilok sama pembaca*. Yang pertama, remaja itu adalah fase dimana seseorang itu adalah 'milik temannya'. What?? Silahkan perhatikan jika anda memiliki anak yang sedang remaja, anak anda lebih memiliki hubungan sosial yang intens dengan teman-temannya. Kalau saat anak-anak, teman itu adalah sebatas teman bermain, berbeda dengan remaja. Teman tak lagi sebagai teman bermain tapi juga sebagai media pengembangan kepribadian dan kemampuan diri. Tak heran, jika banyak orangtua yang mengeluhkan kalau anaknya tak lagi dekat dengan mereka dan lebih suka menghabiskan waktunya dengan teman-temannya.

Dasar kedua, bahwa remaja itu sedang berada pada masa 'storm and stress'. Hal inilah yang banyak orang dewasa mengatakan kalau remaja itu labil banget. ABG labil. Ya, karena mereka sedang belajar untuk mandiri dan tak bergantung pada orangtua. Namanya juga masih belajar, sering salah dalam mengambil keputusan. Keputusan yang diambil pun belum matang benar dan masih membutuhkan bimbingan dari orangtua dan gurunya. Dan jika mereka tak mampu mengambil keputusan yang tepat juga kurang bantuan dari orangtua, maka akan menjadi masalah tersendiri bagi remaja. Belum lagi emosi yang dimiliki remaja masih belum stabil, membuat masalah yang dialami remaja akan mudah memunculkan stres.

Nah, nah, karena remaja itu masanya 'milik teman', masalah yang mereka hadapi ya nggak jauh-jauh dari masalah hubungan sosial, baik hubungan dengan keluarga atau hubungan dengan teman. Contoh-contoh masalah remaja adalah :
- hubungan dengan orangtua
- hubungan dengan lingkungan sekitar
- hubungan dengan teman
- hubungan dengan lawan jenis
- pembelajaran
- kepribadian
- kesehatan

Karena masalah-masalah remaja banyak berhubungan dengan kehidupan bersosialisasi, baiknya, orangtua mempersiapkan remaja sejak dini untuk bisa melatih ketrampilan-ketrampilan sosialnya. Seperti mengikutkan remaja pada kegiatan-kegiatan positif yang memungkinkan untuk sering bertemu dengan orang lain.

Dan, jika anak kita sudah memasuki masa remaja, kita bisa melakukan beberapa hal berikut ini untuk membantu mereka menyelesaikan masalahnya.

1. Kenalilah perubahan perilaku, emosi dan ekspresi remaja. Ya, tugas orangtua bukan hanya mengamati apakah anaknya sudah atau belum melakukan aturan dalam keluarga, tapi juga mengamati perubahan perilaku, emosi dan ekspresi saat mereka menjalankan aturan-aturan keluarga. Jika orangtua peka pada perubahan yang terjadi pada anak, maka akan mudah juga orangtua memahami bahwa anaknya sedang mengalami masalah.

2. Luangkan waktu bersama remaja dengan kualitas yang baik. Meskipun hanya sedikit sekali waktu yang orangtua punya untuk remaja, isilah dengan kegiatan yang sifatnya positif. Kegiatan ini akan semakin meningkatkan kepercayaan anak pada orangtua sehingga orangtua akan mudah mengorek informasi saat si anak mengalami masalah.

3. Orangtua hendaknya mampu menyeimbangkan waktu antara anak dengan temannya. Maksudnya begini, remaja akan lebih banyak menghabiskan waktunya dengan teman-temannya. Yang bisa dilakukan orangtua adalah imbangi dengan meluangkan waktu bersama mereka sesering mungkin. Beberapa remaja mungkin merasa tidak nyaman dengan sikap orangtua yang seperti ini. Namun jika orangtua melakukannya dengan hati-hati dan tidak memaksa, anak kita akan nyaman-nyaman saja kok.

4. Ketahuilah siapa saja teman-teman anak kita dan bagaimana keseharian mereka. Ketahuilah sekedarnya saja, karena remaja juga nggak terlalu suka dengan orangtua yang terlalu stalking kehidupan mereka.

5. Hentikan kegiatan kita jika mereka menunjukkan sikap ingin curhat.

6. Berkomunikasilah dengan guru di sekolahnya. Hal ini sudah jarang dilakukan oleh orangtua yang memiliki anak fase remaja (kisarannya antara SMP-SMA awal) karena beranggapan kalau anaknya sudah besar dan bisa menyelesaikan masalahnya sendiri di sekolah. Padahal, gurunya lho senang banget kalau ada orangtua yang mau konsultasikan anaknya karena akan memudahkan guru jika siswanya memiliki masalah di sekolah.

Nah, bagaimana, sudah bisa kan mengimbangi labilnya ABG? Kalau sudah bisa, artinya para ABG ini bakal dekat dengan kita dan kita akan mudah memberikan nilai-nilai positif yang menjadi dasar dalam kehidupan mereka.

***

"Artikel ini turut mendukung gerakan PKK Warung Blogger"



26 komentar:

  1. kalo baca yang ada dasar-dasarnya jadi inget dasa darma pramuka #eh >_<
    ABG sekarang g jauh2 sama galau dan labil,apan sih labil itu???

    BalasHapus
  2. Nah kalau yang ini baru Ok.. sipp markusip

    BalasHapus
  3. orang tua harus punya waktu buat anak-anak, jangan sampai teman2nya lebih berpengaruh di banding ortu...

    top...!!

    BalasHapus
  4. terima kasih sudah turut mendukung gerakan PKK Warung Blogger

    artikel sudah tercatat sebagai peserta

    BalasHapus
  5. @iis. hahahaha, aku mah gak ngerti dasar pramuka *pletak, di kamehame*
    iya tuh, siswaku masa dikit-dikit bilangnya galau :))

    @mak hana. tererengkyu dah baca :)

    BalasHapus
  6. @mbak nova. betul itu mbak.. sejak dini orangtua harus bisa mengatur waktunya untuk anaknya :)

    @mimin Webe. terima kasih juga :)

    BalasHapus
  7. kok banner PKK-nya besar sekali ya? padahal dah kuatur sizenya :(

    BalasHapus
  8. Semoga apa yang telah dicanangkan oleh Warga Warung Blogger dalam program PKK ini, memberi dampak positif dan terwujudnya apa yang telah dicita-citakan, dan pastinya niat dan tindakan positif bakal mendapat balasan dari yang Maha Kuasa. Amin ya rabbal alamin...

    SaHaTaGo [Salam Hangat Tanpa Gosong] Pojok Bumi Kalibayem - Yogyakarta
    Keluyuran | Makan | Jalan-Jalan

    BalasHapus
  9. Mari kita libas cerita mesum

    Dengan bangga saya mengundang sahabat untuk mengikuti Kontes Unggulan Proyek Monumental Tahun 2014
    Silahkan cek syarat dan ketentuannya di http://abdulcholik.com/2013/11/01/kontes-unggulanproyek-monumental-tahun-2014/

    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  10. Abg Memang labil yah. klo gak hati2 dalam mengarahkan mereka bisa2 kita yang kebawa oleh mereka.. hehe

    BalasHapus
  11. Asyik!
    Mampir mampir sinih dapet banyak tips untuk menaklukan ABG...cucok banget lah...

    Tapi bener banget ituh ABG adalah fase 'milik teman' lho....
    ABG sepertinya adalah masa dimana pendapat 'teman' jauh lebih penting daripada pendapat emak nya...hiks...

    Semoga aja anak2 kita selalu dilindungi Allah yaah :)

    BalasHapus
  12. @mas mf. abdullah. amin, amin.. semoga kita bisa memberikan konten positif terus ya buat pengguna internet saat mereka mencari informasi :)

    @pakdhe. insyaAllah ikutan, Dhe..

    BalasHapus
  13. @zhi chu lee. itulah abege. kalau nggak bisa dibina, ya kitanya yang repot. karena mereka sudah bisa berfikir tentang masa depannya. harus diarahkan yaaaa...

    @bibi titi. iyaaa mbak. seingatku dulu, aku juga begitu yak. amin,amin, semoga anak kita dilindungi Allah :)

    BalasHapus
  14. Gerak-gerik dan ekspresi mereka para remaja tuh dominan sama ya. ABG yang itu ini bisa diterawang dari gerak-gerik dan ekspresi juga.

    Kalau eskpresi saya ini masih kelihatan remaja tidak, Miss. :)

    BalasHapus
  15. @idah. nggak selalu sama dong, idah. namanya beda kepala, beda badan, tentunya beda penyampaian bahasa tubuh kan? hanya saja, sebagai orangtua, hendaknya sejak awal kita sudah mengenali perubahan emosi dan bahasa tubuh anak kita. sehingga, saat ada yang mencurigakan, kita sebagai orangtua bisa langsung mengenali dan mencoba membantu.

    Idah mah, keliatan banget SMAnya. :))

    BalasHapus
  16. alhamdulillah, mbak. sejak dalam kandungan kami sudah terbiasa untuk diskusi. sehingga saat anak-anak 6 tahun pun, mereka bersepakat dengan saya dan umminya untuk lebih konsentrasi menghafalkan al-Qur'an dan belajar bahasa arab. kami berikan banyak alternatif ma'had atau ponpes yang pernah kita kunjungi bersama. dan merekalah yang memilihnya. ketiga anak kami di ponpes yang berbeda-beda.

    BalasHapus
  17. wah, pak nurul arifin beserta istri hebat sekali. perlu saya contoh ini. memang mendahulukan diskusi itu perlu ya pak. karena akan memudahkan dalam pengambilan keputusan dan tidak akan merasa saling berat hati :)

    BalasHapus
  18. Cara2nya aplikatif banget, Mbak.
    Kasihan banget sama ortu yang sulit nembus tembok yang menghalangi hubungan antara mereka dengan ABG.

    BalasHapus
  19. Dibantu yuk dibantuuuu ... ! Hehehe.

    BalasHapus
  20. iya benerr mbak..mereka memang butuh bantuan, bukn judging dan semacamnya....
    dan meski sulit, orang tua, guru dan lingkungan harus tetep berusaha dan nggak menyerah..karena kalo menyerah, mereka (para ABG) malah makin nggak terkendali...hmmm

    BalasHapus
  21. @kakaakin. terima kasih, mbak. semoga cara ini bisa membantu :)

    @eksak. mariiiiiiii bantu :)

    @miftah. remaja memang masa yang sulit banget buat dihadapi. ambisi mereka harus diarahkan ke arah yang lebih baik. butuh kerjasama yang kuat dan tidak mudah menyerah. :)

    BalasHapus
  22. orang tua harus membantu ABG2nya ya

    BalasHapus
  23. Artikel yang bagus sekali, semoga cerita abg nya masuk di pejwan. Salam kenal aja ya?

    BalasHapus
  24. cuaca dingin begini asiknya baca-baca informasi bermanfaat yang seperti ini dulu, terimakasih atas informasinya

    BalasHapus
  25. Cerita yang sangat bermanfaat..
    semoga sukses

    BalasHapus
  26. Kapan ya ada kelanjutan Program PKK kembali... Setelah Cerita ABG, Prediksi Jitu, kira2 Apalagi yach ?? Ada saran nggak mbak ?? :) Ntar kalo tebakannya tepat bakal dapat Suprise dari Ane.. hehehe :D

    *SaHaTaGo [Salam Hangat Tanpa Gosong] Pojok Bumi Kalibayem - Yogyakarta
    Si Blogger yang Doyan Nongkrong di Tempat Karaoke he :D

    BalasHapus

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^