Selasa, 30 April 2013

Teknik Untuk Melatih Kemampuan Bicara Arya

credit
Arya sekarang umurnya sudah tujuhbelas bulan dan sudah waktunya untuk menguasai beberapa kata tunggal sebagai bentuk perkembangan kognitifnya. Karena saya enggak tahu jumlah kata yang harusnya udah dikuasai Arya kalau umurnya udah tujuhbelas bulan, akhirnya saya coba search di google. Ketemu di sini. Ternyata seharusnya Arya sudah bisa menghasilkan setidaknya 10 kata.

Masalahnya adalah sampai usia tujuhbelas bulan, kata yang sudah dikuasai Arya hanya beberapa saja. ‘Aiya’ untuk Arya, ‘Tu’ untuk kata itu, ‘Iciyo’ untuk kata ikolho (ini lho), ‘Ao’ untuk kata cao (cincau hitam). Sedikit banget kan? Malah kalau diajarin, si Arya sukanya nggak peduli alias cuek-cuek ajah. Kalau diajarin bilang kata mama atau papa, malah ketawa-ketawa nggak jelas. Tapi, kalau dia disuruh tunjuk barang yang kita sebutin, malah bener. Semangat banget malah. Emaknya jadi khawatir *peluh bercucuran*.

Yang bikin khawatir adalah yang seumuran dengan Arya udah menguasai beberapa kata yang terucap dengan jelas dengan jumlah kata yang lebih banyak. Jadinya, sering banget Arya dibanding-bandingkan sama teman-temannya *emaknya elus dada sabar*. Terus lagi, saya, bapak, saudaranya bapak saya, baru bisa mengucapkan beberapa kata dengan baik waktu usianya dua tahun. Takutnya, ada faktor keturunan. Oh tidak!! Masa harus nunggu tujuh bulan dulu biar Arya bisa berucap kata-kata dengan jumlah yang banyak? *nangis nggak rela*.

Akhirnya, saya coba hubungi teman jaman kuliah dulu yang sekarang sudah berprofesi sebagai psikolog dan saya sampaikan apa yang sedang dialami si Arya. Dia memang menyampaikan kalau Arya memang mengalami keterlambatan dalam pengucapan tapi dia membesarkan hati saya *pelukpeluk* karena keterlambatan itu bisa diatasi dengan terapi. Dan terapinya bisa dilakukan di rumah dan tidak perlu langsung ke ahli terapi. 



Teknik yang bisa saya lakukan untuk terapi di rumah ada dua yaitu :


1. Mengajaknya bermain yang fungsinya untuk melemaskan otot lidah. Misalnya minum dari tatakan gelas yang bentuknya cekung, minum dengan sedotan yang banyak likunya, diajak bermain mengeluarkan-memasukkan lidah, diberi mainan yang sifatnya meniup seperti balon, seruling atau terompet. 


2. Melatih kemampuan berbicaranya. Ada beberapa cara, antara lain :
- Mencari suasana yang tenang bebas gangguan, berdua saja sama si anak, ajak bercermin. Ajak bicara bayangan si anak di cermin dengan gerakan mulut yang jelas (sambil monyong-monyong enggak masalah supaya kata yang dihasilkan ikut jelas pengucapannya). Tujuannya agar si anak bisa memperhatikan bahwa dengan gerakan mulut tertentu bisa menghasilkan kata tertentu pula.
- Menggunakan kalimat sederhana saja saat melatih si anak, misalnya  "Ini Arya, ini Mama”.
- Jangan langsung menuruti permintaan si anak yang disampaikan dengan isyarat. Tunda dulu sambil bilang "Minta apa, Mas? Bola ya? Ayo bilang dulu "bola".
- Beri reward jika si anak berhasil. Misalnya, pelukan atau ciuman.

Dari beberapa saran dari teman saya itu, sudah beberapa yang saya lakukan. Teknik yang lain, masih saya cari-cari di google supaya semakin banyak variasi. Kata teman saya itu seh, intinya adalah sabar, konsisten dan telaten. Ya, ya, ya... harus itu! Oke sip! Siap laksanakan demi kemajuan Arya ^_^

6 komentar:

  1. Wah sudah belajar berbicara,,, pasti lucu hehehhee :)
    Niche blog

    BalasHapus
  2. uwaaaaa makin lucu nih ya kl dah bisa ngomong,big hug bt jagolang ya...mwah tlepoks

    BalasHapus
  3. @irfan. lucu sekali, dan cerewet sekali :)
    makasih dah mampir :)

    BalasHapus
  4. @iis. tambah lucu is.. sayangnya aku belom bisa upload fotonya pas lagi ngoceh dan berakting di cermin :)

    BalasHapus
  5. sip sip, kalo ikfina ngomong dulu belum berani jalan. mulai dari ayah, mbah, ibuk, cak-cicak, bek-bebek, wak-iwak, dan emooooh-ne yang paleng fasih, dan bahasa jepang yang kita gak ngerti. ayo arya, semangat ya, doain mb ikfi ndang mau jalan..

    BalasHapus
  6. @mbak silvi. alhamdulillah.. ikfina dah bisa ngomong. pasti lucu dan tambah imut-imut nek ngomong. pengen meluk *big hugh*

    BalasHapus

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^