Rabu, 27 Februari 2013

(Flash Fiction) Teguh



credit

“Jawab Ratna. Jawab!”

Ratna masih diam. Tak ada kata yang muncul satu pun dari mulutnya untuk menjawab pertanyaan Lis, ibu kandungnya. Hanya tangis yang bisa dilakukannya. Tapi, tangis saja tak mampu melegakan hati ibunya. Lis terus menggoyang-goyang tubuh Ratna demi mendapat sebuah jawaban.


“Jawab Ratna. Jawab!”

Lis mengulang pertanyaan yang sama, yang ditanyakan olehnya kepada Ratna tiga menit yang lalu. Lis sudah tidak sanggup lagi menggoyang-goyang tubuh Ratna. Tubuhnya sendiri terjatuh di lantai. Terduduk lemas. Menangis kencang.

Namun Ratna tetap diam. Bukan karena dia takut ibunya mengetahui tentang kehamilannya. Tapi lebih karena dia tidak ingin ibunya sakit hati setelah mengetahui kalau yang menghamilinya adalah ayah tirinya sendiri.

-107 kata-

20 komentar:

  1. Balasan
    1. masalahnya, saya nggak bisa bikin dongeng romantis kaya denu...

      Hapus
  2. Ah, ternyata ayah tiri lebih kejam dari ibukota :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ihihihihih.. untung hanya di FF ini :))

      Hapus
  3. Owh...FF tu bentuknya kek gini ya. hehe...baru tahu dah (asik dapat ilmu baru juga)

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak lebih dari 1000 kata, dan asa kejutan atau twist di akhir cerita.. ;)

      Hapus
  4. kacau ih si bapak (tiri) teh.. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak rinibee.. bapak (tiri) ini sepertinya menikahi Lis demi Ratna

      Hapus
  5. Balasan
    1. hu'um, endingny aseperti itu mbak niken

      Hapus
  6. duh, ayah tiri yang tak tahu diri ya, Mbak....

    BalasHapus
    Balasan
    1. untung hanya ada di fiksi ini yah, mas..

      Hapus
  7. Whatttt.. innalillahi, sungguh mengerikan.. :'(

    BalasHapus

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^