Parenting - Lifestyle - Crafting

[Kuliner] Menu Takjil Buka Puasa Khas Gresik

| on
Tuesday, June 27, 2017
Ketika puasa, wajarlah kalau kita itu bela-belain ngabuburit atau sekadar nggreng sedikit ke jalan raya untuk cari menu takjil buka puasa. Keinginan untuk berbuka dengan menu yang berbeda daripada bulan-bulan di luar Ramadhan, kadang kala ngga terbendung. Meskipun ya, akhirnya pulang hanya bawa es cincau, sebungkus gorengan, atau hanya sekadar martabak manis.

Untuk masalah takjil buka puasa, suami saya paling semangat kalau disuruh nyediain. Bisa-bisa dia berangkat sendiri tanpa ajak saya alias saya ditinggal. Suami saya suka beli takjil yang keluarga saya jarang sediakan di rumah. Dan menu takjil buka puasanya itu, biasanya cemilan atau minuman yang banyak didapat di Jawa Timur. Apa saja itu?

Bongko kopyor khas Gresik. IDR 8K • Khasnya, karena ramainya dijual saat Ramadhan. Sejauh ini, yang paling dikenal enak membuatnya adalah para warga kecamatan Manyar dan Sedayu, meskipun dari kecamatan lain juga ada yang membuat. • Bongko kopyor ini terbuat dari tepung beras, potongan pisang, kelapa yang dipotong panjang/diserut, potongan nangka dan bubur mutiara. Isinya, lebih encer dari bongko lainnya. Itulah kenapa ada embel-embel 'kopyor' dibelakangnya. Kemudian, dimasukkan ke dalam lembaran-lembaran daun pisang yang disematkan dengan lidi, seperti membuat pepes. Kemudian, diberi kertas kecil yang bertuliskan nama pembuat dan kontaknya. • Lokasi yang banyak menjual bongko kopyor di Gresik adalah disepanjang jalan kawasan Gresik Kota Baru (GKB). Akan banyak para ibu-ibu yang membuka lapak hanya dengan sebuah meja yang di atasnya ditata rapi belasan bongko kopyor. Salah satu pintu rejeki bagi para penjual di bulan Ramadhan.
A post shared by Ria Rochma (@ria_rochma) on

1. Bongko Kopyor

Cemilan khas Gresik ini, entah mengapa ramai sekali ditemui ketika Ramadhan tiba. Bisa-bisa, penjualnya berbondong-bondong di penjuru Gresik untuk menjual makanan yang dimasak dengan santan ini. Saya bahkan jarang sekali menemukan bongko kopyor dijual selain di bulan Ramadhan. Kalau pun ada, sangat jarang sekali dan sistem menjualnya adalah dititip-titipkan di warung-warung makan.

Bongko kopyor ini, terdiri dari roti tawar, bubur mutiara berwarna merah, kolang-kaling, potongan nangka untuk menyedapkan, serutan kelapa, bubur sum-sum, yang gpkemudian disiram dengan kuah santan yang gurih tapi manis, lalu dibungkus dengan daun pisang sampai sebanyak dua lapis untuk menghindari bocor ketika dikukus atau ketika didistribusikan.

Rasanya?
Enak banget. Dengan harga 7.000 sampai 8.000 rupiah saja meskipun porsinya nggak terlalu banyak, menikmati bongko kopyor yang sedap itu, rasanya sebanding kok.

2. Tahwa
Sebenarnya, tahwa sendiri banyak sekali ditemui di Surabaya. Saya mengenal tahwa sudah sejak saya remaja dulu. Setiap siang, ada penjual tahwa yang keliling dengan menggunakan motor di perumahan yang saya tinggali, dan Bapak sering beli. Awalnya saya nggak terlalu suka tapi ternyata rasanya lama-lama nggak ngebosenin, apalagi kalau makannya ketika cuaca sedang dingin.

Takjil buka puasa yang satu ini, banyak mengandung protein nabati dan pas banget kalau disantap ketika kondisi cuaca sedang dingin. Karena memang lebih nikmat dihabiskan ketika masih panas.

Tahwa ini menyehatkan, karena di dalamnya ada tahu sutra halus yang cara mengambilnya dengan dikeruk menggunakan sendok nasi, kemudian dilengkapi dengan kacang hijau yang sudah dihilangkan kulitnya, lalu ditaburi sedikit kacang tanah yang juga sudah dihilangkan kulitnya, dan terakhir, disiram dengan kuah jahe panas dan sedikit santan kental.

Mantap deh rasanya kalau dimakan untuk takjil buka puasa. Hanya dengan mengeluarkan uang 5.000 rupiah saja, sudah bisa makan yang manis-manis-pedas tapi ingin makan terus sampai ludes des. LOL.


3. Telur Ikan Bader
Makanan khas Gresik ini, bisa ditemui kapan pun. Kalau sehari-hari, yang jual berpusat di pasar kota, dengan berbagai macam olahan. Tapi ketika bulan Ramadhan, akan semakin banyak yang jualan telur ikan bader. Telur ikan Bader biasa disebut dengan ndog bader.

Ndog bader sendiri, bisa diolah dengan berbagai macam resep. Yang paling sering dijumpai adalah dimasak dengan resep bumbu balado pedas, bumbu kuning, dipepes bakar, dipepes campur tahu, dan dicampur tepung untuk dijadikan olahan semacam cilok. Harganya bervariasi, tergantung diolah dengan resep apa. Dengan dicampur tahu lalu dipepes bakar, harganya sekitar 2.000 - 3.000 rupiah per bungkus ukuran kecil. Kalau dibuat seperti bahan cilok, sebungkus dihargai 8.000 rupiah. Kalau diolah hanya dengan diberi bumbu saja, harganya bisa mencapai 15.000 rupiah per ons. Mahal? Nggak juga karena rasa sebanding dengan harga.


4. Minuman Temulawak Merk Garuda II
Sebenarnya, minuman temulawak bisa ditemukan di mana saja. Karena tumbuhan temulawak nggak hanya ditemukan di Gresik saja. Tapi, yang membedakan memang merknya.

Merk Garuda II, saya kenal setelah menikah dengan suami. Dia suka sekali beli minuman temulawak merk ini karena menurut dia, rasanya itu penuh kenangan sekali. Suami cerita, merk ini sudah dia kenal sejak masih kecil karena almarhum Papa mertua saya suka beli. Dan dulu, katanya banyak sekali yang jual, tapi kian hari, kian sedikit. Ketika Ramadhan kemarin, yang jual dekat rumah nggak lebih dari lima orang, itupun mereka tampaknya nggak menyetok banyak tiap harinya.

Dengan harga 15.000 rupiah, saya sudah bisa mendapatkan sebotol besar. Nggak menyesal belinya karena rasanya segar apalagi kalau dingin, nggak bikin serak di tenggorokan, nggak terlalu manis tapi ada rasa sedikit pedas ketika ditelan.
.
.
Itu menu takjil buka puasa yang biasa ada di meja makan saya dan suami, atau yang biasa kami dan keluarga santap selama bulan Ramadhan. Selain makanan dan minuman yang sudah saya ceritakan tadi, sebenarnya masih banyak lagi yang lainnya. Tapi, kapan-kapan saja saya cerita lagi. Harga tiap-tiap menunya nggak mahal-mahal amat tapi memuaskan untuk ukuran dikonsumsi selama bulan Ramadhan.

Kalau kalian, takjil buka puasanya pakai apa?
2 comments on "[Kuliner] Menu Takjil Buka Puasa Khas Gresik"
  1. Gresik itu dekat banget dengan Lamongan kampung halaman saya, tapi saya belum pernah nyoba Bongko Kopyor, yang lain sudah pernah

    ReplyDelete
  2. Wah, sudah berapa tahun tidak minum temulawak, Setelah pindah ke kaltim jadi susah nyarinya. :(

    ReplyDelete

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^

Custom Post Signature

Custom Post  Signature