Jumat, 27 Maret 2015

Tips Memilih Playgroup untuk Arya

credit


Tips Memilih Playgroup untuk Arya - Sebenarnya, saya dan Papa nggak punya pikiran buat mendaftarkan Arya ke playgroup dan langsung saja mendaftarkan ke TK. Karena kami merasa kalau usia segitu, kasihan sekali kalau Arya sudah menerima program-program semi pelajaran anak sekolah. Lagipula, program-program seperti itu bisa saya lakukan sendiri di rumah.

Tapi rencana itu berubah saat kami melihat efek bully yang Arya alami dulu saat usianya menjelang tiga tahun. Arya tidak cepat nyaman saat berkenalan dengan orang baru atau pasif dengan anak seusianya saat berada di area yang lebih luas, semisal area permainan. Ditambah lagi, teman-teman sebayanya yang dekat rumah, sudah pada sekolah. Arya jadi jarang bermain dengan teman-temannya.

Saya akhirnya menarik kesimpulan sendiri, ini semua membuat Arya kurang terampil dalam bergaul dan berhubungan sosial. Sama halnya dengan kebiasaan lainnya, ketrampilan bersosialisasi itu sendiri harus dilatih sejak dini, dengan seringnya kita bertemu dan bergaul dengan banyak orang. Alasan itulah yang membuat kami akhirnya harus mengambil keputusan untuk mendaftarkan Arya ke playgroup.

Pertimbangan pertama dalam memilih playgroup untuk arya adalah jarak. Saya memilih jarak yang tidak terlalu jauh dari rumah, malah kalau bisa masih berada dalam lingkup perumahan kami. Setelah saya bincang-bincang dengan Bapak dan Ibu, beliau berdua bersedia bergantian mengantar Arya. Apalagi, Bapak tahun ini akan pensiun. Mengantar dan menjemput Arya bisa jadi kegiatan baru dikala sudah tak lagi kerja. Kalau saya memilih lokasi playgroup yang jauh dari rumah, kasihan juga kalau Bapak atau Ibu mengantarnya.

Setelah memilih jarak, saya memutuskan untuk melihat biaya pendaftaran. Tentunya saya sesuaikan dengan budget suami sebagai pemberi masukan dana utama dalam keluarga. Kami tidak memilih playgroup yang menghabiskan biaya banyak, tapi kami memilih playgroup yang mengalokasikan dananya dengan tepat. Saat mendaftar kemarin, saya sempat tanya ini itu soal dana-dana operasionalnya mau digunakan untuk keperluan apa saja. Lalu, berapa pula dana yang diperlukan untuk membeli peralatan untuk jalannya program. Untungnya, ibu gurunya menjelaskannya dengan baik dan rinci, jadinya saya tahu kemana aliran dananya *berasa KPK aja*.

Kemudian, diam-diam saya perhatikan juga programnya. Yang saya suka dengan playgroup yang sudah jadi pilihan saya ini adalah pembiasaan kegiatan keagamaan, seperti doa awal masuk, doa akan pulang, pengetahuan tentang sholat, dan lainnya. Juga pengajaran tentang mengenal warna, bentuk, huruf dan angka dengan cara yang mudah dimengerti. Dan, rolling program. Maksudnya, nggak melulu bermain plastisin itu hari Senin. Bisa jadi minggu depan jadi hari Rabu, dan minggu depannya lagi jadi hari Jumat. Ini tentu buat anak nggak akan bosan.

Itu saja sih pertimbangan saya saat memilih playgroup untuk Arya. Semoga saja, kemampuan bersosialisasi Arya, bisa terasah dengan baik saat dia memiliki banyak teman sebaya.

Salam hangat,
Ria Rochma

***

Facebook - Twitter - Instagram - Google+

10 komentar:

  1. Dulu waktu anak2 playgroup saya masih kerja, meski nggak boleh dijadikan alasan, tapi ada rasa bersalah juga dulu tidak banyak pertimbangan, cuma yang dekat eyangnya saja.

    BalasHapus
  2. iya mbaa, agar anak dpt bersosialisasi emg kebykan jd pertimbangan para ortu memasukkan le playgroup...kalo kataku supaya gk jago kandang, di rumah aktif tp di luar rmh diem tk berkutik hihihi.

    kebetulan ponakan jg sm casenya, spy dia bs belajar bersosialisasi dan enggak egois.

    BalasHapus
  3. kedua anakku juga dimasukkan ke playgorup supaya punya banyak teman untuk sosialisasi

    BalasHapus
  4. Anakku gak masuk playgroup, tapi PAUD.

    BalasHapus
  5. wah Arya dah mau masuk PG ya...semoga PG arya sesuai dgn yg diinginkan Arya ama ortunya biar Arya tambah pinter :)

    BalasHapus
  6. saia jadi makin mantap ni masukin anak ke PG tahun depan :D

    BalasHapus
  7. agar anak cepat bersosialisasi... memang bagusnya masuk play group..bermain sambil belajar..

    BalasHapus
  8. Sama dengan Kynan, karena takut yang berlebihan saat bertemu dengan orang lain, maka salah satu solusinya masuk preschool :),

    BalasHapus
  9. Dlu nadia pun aku masukin PG karena pemalu dan ga pedean anaknya. Alhamdhulilah mdk PG perkembangannya positif.. doa n surat2 pendek bahkan hadist pun dihapal dgn gampangnya klo sku yg ngajarin ntah kpn beresnya :p

    BalasHapus
  10. Keputusan yang sangat rasional banget mba, semoga Arya bisa bersosialisasi

    BalasHapus

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^