Rabu, 18 Maret 2015

[Gresik] 'Gresik dalam Bingkai', Pameran Lukisan dan Fotografi tentang Gresik


'Gresik dalam Bingkai', Pameran Lukisan dan Fotografi tentang Gresik - Masih dalam rangkaian memperingati hari jadi kota Gresik ke-528, pada tanggal 11-15 Maret 2015, pemerintahan kota Gresik bekerja sama dengan Mata Seger (Masyarakat Pecinta Sejarah dan Budaya Gresik) serta komunitas fotografi yaitu Dorong Foto, menyelenggarakan acara bertajuk 'Gresik dalam Bingkai', yang diadakan di dalam aula Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP).

Waktu saya ke sana, nggak banyak yang datang sih, karena dah siang banget. Saat sampai di lokasi parkir WEP, malah saya pikir acaranya mulainya malam, seperti 'Pameran Ekonomi Kreatif' kemarin. 
 
'Gresik dalam Bingkai' sendiri merupakan acara yang bertujuan menunjukkan pada warga Gresik bagaimana wajah kotanya jika dilihat dari sisi para pelukis dan fotografer. Yang mereka bidik adalah perkembangan sosial, ekonomi dan budaya di Gresik secara keseluruhan. Untuk lukisannya, banyak menunjukkan perkembangan kota dilihat dari perbandingan kondisi fisik bangunan-bangunan saat dulu dengan sekarang.

Lukisan pertama di pintu masuk adalah lukisan terkecil di sana, dengan ukuran 8x10 mm, karya Achmad Feri. Lukisannya yang berjudul 'S.Q' ini, terdiri dari tiga bagian, yang menggambarkan wajah Bupati dan Wakil Bupati Gresik, pak Sambari dan pak Qosim. Kalau ingin lebih jelas, melihatnya bisa menggunakan lensa khusus yang digantung dekat dengan lukisannya.


Selain lukisan terkecil itu, ada sebuah lukisan lain yang menarik perhatian saya. Lukisan scrapbook, kata salah satu panitianya. Lukisannya berjudul 'Batlle of Giri Dragon' yang menggunakan potongan sterofoam untuk memunculkan efek dua dimensi. Lukisan karya Akhmad Yoni Risal ini saya kagumi sekali karena tentunya, dia harus melukisakan tiga sketsa dengan bentuk dan warna yang sama persis, kemudian mengguntingnya di beberapa bagian dan mengolahnya sehingga tampak seperti berlapis-lapis.

Lukisan Scrapbook







Saat melewati panggung, saya tertarik dengan dua lukisan dengan bentuk yang unik. Yang pertama, lukisan yang terbuat dari kanvas yang dibentuk prisma segitiga, yang terdiri dari lima bagian. Tiap sisi prisma, memiliki pecahan bagian sketsa lukisan. Kalau digabungkan dan diputar, bisa menjadi tiga lukisan yang berbeda-beda. Lukisan unik karya Achmad Riyanto ini berjudul ' Tiga Aikon Gresik dalam Satu Frame' , yang menampilkan sebuah kapal nelayan yang banyak dijumpai di daerah pesisir, rumah di Kampung Kemasan yang banyak ditemui di kawasan Kampung Arab, serta sebuah wihara di kawasan pecinan.



Lalu, lukisan kedua yang menarik perhatian saya adalah sebuah lukisan timbul yang dibungkus dalam sebuah frame berbentuk kemasan pudak, jajanan khas Gresik. Dalam lukisan itu menggambarkan kondisi sosial ekonomi budaya masyarakat Gresik secara utuh, yaitu cagar budaya makam Sunan Giri, banyaknya pabrik di Gresik yang menunjang perkembangan ekonomi masyarakatnya, banyaknya warung kopi di Gresik yang ditunjukkan dengan sebuah gelas kopi, serta masyarakat Gresik yang mencintai seni yang ditunjukkan dengan sebuah gitar.



Puas mengamati lukisan, saya segera menuju area fotografi. Secara keseluruhan, para fotografer menunjukkan tiga hal, yaitu keindahan alam Gresik, sosial budaya Gresik yang tidak banyak diketahui orang, serta laju perekonomian di Gresik.

Perbedaan Bale Kambang dahulu dan sekarang



Saat akan pulang, saya sempatkan mengisi buku tamu dan bertanya ke panitia adakah yang menjual kartu pos khas Gresik. Salah satu panitianya, Mas Bambang, dengan sigap memberi saya beberapa kontak nama yang biasa memproduksi kartu pos khas Gresik. Saat kami berbincang-bincang, datang pak M. Fatah Yasin, yang merupakan bendahara dari Mata Seger. Kami berbincang banyak hal, seperti bagaimana respon masyarakat terhadap seni dan budaya asli Gresik, bagaimana pemerintahan Gresik ikut berpartisipasi melestarikan budaya, juga tentang perkembangan kota Gresik dari tahun ke tahun.

Bapak M. Fatah Yasin

Ada satu kalimat pak M. Fatah Yasin yang masih membekas pada diri saya sampai hari ini :
"Yang kita lakukan sekarang ini adalah eksis. Eksis menunjukkan bahwa kita ini benar-benar memperhatikan budaya dan sejarah Gresik. Bisa melalui banyak cara, seperti melalui pameran dan internet."

Ah, jadi ingat salah satu label di blog ini adalah Gresik, dimana saya sendiri memang ingin menunjukkan pada masyarakat dunia maya, bahwa Gresik tak kalah menarik dibanding kota lain.

Demikian reportase acara 'Gresik dalam Bingkai'. Sebenarnya, malam harinya tanggal 14 Maret 2015 itu ada pemutaran film dokumenter yang menceritakan tentang lahirnya Ultras. Tapi karena saya ada undangan nikahan, ya nggak bisa datang.

Salam kreatif,
Ria Rochma

***

21 komentar:

  1. Yang dibingkai bentuk pudak keren bgt ya zuh.....kreatif bgtttt^^

    BalasHapus
  2. Yang dibingkai bentuk pudak keren bgt ya zuh.....kreatif bgtttt^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes, aku pun juga merasa itu keren banget, Is.. 1 lukisan, banyak makna..

      Hapus
  3. sukses ya, saya suka yang gitar :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, yang gitar itu mmg bagus :)

      Hapus
  4. Mudah2an suatu saat bisa pameran scrapbook mbak. Hehehe... walau jalan yang dilalui masih panjang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, amin..
      Aku juga pengen, Mak. Cm harus berusaha lebih keras lagi :)

      Hapus
  5. lukisannya bagus2 ya mbak ria :) bener2 seni itu mahal :)

    BalasHapus
  6. Lukisannya keren-keren mbaa, iya ya kadang malah kita lupa loh sama potensi dan menariknya daerah sendiri. Semoga dimudahkan ya mbak keinginannya :)

    BalasHapus
  7. Ternyata kota Gersik udah TUWIR bingits ya Mak... tapi museumnya keren :)

    BalasHapus
  8. Unik2 lukisannya Mak... terutama yg scrapbook & yg multiprisma itu, keren... Gresik punya kisahnya sendiri :)

    BalasHapus
  9. Gresik lama-lama jadi kota seni macam ubud nih... Gresik dan jember...eh...itu deketan apa jauhan sih lokasinya gresik n jember?

    BalasHapus
  10. saya suka yg gitar...unik, menarik!
    kagum sama pelukis, imajinasinya bikin geleng2 :D

    salam kenal, mampir yak :D ada yg kece2 lho :))

    BalasHapus
  11. wah menarik sekali pamerannya! salam buat Pak Fatah Yasin! Misinya keren banget! eksis tapi ada kontennya. Bagus!

    BalasHapus
  12. Aku gak ingat pernah ke Gresik apa nggak. Sepertinya pernah waktu kecil. Bagus2 lukisannya :))

    BalasHapus
  13. suka bangeet lukisan-lukisannya, bikin betah deh...Ungaran juga ulangtahun bulan ini..ke 400 berapa yaa...

    BalasHapus
  14. Seru banget mak,... aku penikmat lukisan dan fotografi aja akhh meski kdg g paham makna dr sebuah lukisan, tp keindahan dan karya seni gak paham pun slalu asyik dinikmati :)

    BalasHapus
  15. Yg lukisan scrap itu emejing banget mba...trus yg berbentuk jajanan khas Gresik itu juga keren

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya.. Aku juga emezing banget liat lukisan itu, mak

      Hapus
  16. Mbak e, ku minta kontak e penjual kartu pos di gresik juga dong. Matursuwun, pm ya 085717188516

    BalasHapus
  17. tahun depan ada lagi gak ya??? sukses selalu bu mimin..

    BalasHapus

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^