Sabtu, 15 Juni 2013

Review Buku : Macaroon Love

Novel Macaroon Love karya Winda Krisnadefa ini dimulai dengan perdebatan antara Magali dan Beau, sepupunya, di ulang tahun Magali yang kedua puluh empat. Tema perdebatan tetap sama, ketidaksukaan Magali pada namanya -yang menurut dia aneh-.

Magali adalah seorang food writer lepas di sebuah majalah bernama Free-Magazine Kemang-Bintaro. Sebenarnya, Magali sendiri punya passion di bidang makanan, terutama untuk makanan yang memiliki cita rasa unik. Tapi, pekerjaannya yang sekarang bukanlah tujuan masa depannya meskipun passion dia dibidang makanan sering dipuji oleh atasannya.

Hingga akhirnya Magali
tanpa sengaja berkenalan dengan Ammar -pemilik restoran bernama Suguhan Magali- di sebuah restoran siap saji. Restoran Suguhan Magali yang menawarkan berbagai menu yang berbeda dengan nama menu yang berbeda pula, membuat Magali tercengang. Tentunya di tambah dengan Ammar yang tampan. Dan inilah yang membuat Magali mengajukan diri pada atasannya untuk meliput Suguhan Magali meskipun lokasi Suguhan Magali berada di luar area liputan.

Sejak itulah hidup Magali berubah. Dia dan Ammar semakin dekat dan membuat Magali jatuh cinta untuk yang pertama kalinya. Perjalanan Magali pun juga mendadak berubah karena liputannya tentang Suguhan Magali membuatnya diangkat sebagai pegawai tetap di majalah bergengsi bernama Glamz dan memiliki rubrik khusus bernama Magali Chronicle. Namun, yang namanya kesenangan pastinya beriringan dengan kesedihan. Ayah Magali, Jodhi, meninggal dunia karena serangan jantung mendadak. Kesedihan ini membuatnya harus mengubur cita-citanya -dan ayahnya- untuk membangun sebuah restoran pribadi dengan Jodhi sebagai kokinya.
___

Novel Macaroon Love disajikan dengan kalimat-kalimat  khas Winda. Santai, segar, kocak dan tidak membosankan. Kelebihan novel ini adalah Winda mampu menunjukkan tiap tokoh memiliki karakter yang kuat. Bahkan untuk tokoh yang perannya tidak terlalu banyak di novel ini, seperti Nene. Meskipun Nene bukanlah tokoh utama dalam novel ini, tapi Winda mampu menyajikan tokoh Nene sebagai tokoh yang kuat dan memiliki pengaruh pada kehidupan Magali dan Beau. Selain itu, Winda mendeskripsikan karakter tokohnya tidak melulu melalui deskripsi tokoh tetapi juga melalui percakapan antartokoh dan pendapat pribadi dari masing-masing tokoh.

Yang bikin saya kagum adalah riset yang baik oleh Winda tentang istilah-istilah kuliner yang digabungkan dengan dunia kewartawanan sebuah majalah wanita modern. Hasil risetnya tidak kaku, tetapi tersaji apik sesuai kalimat-kalimat khas Winda yang segar.

Sayangnya, cerita antara Magali dan Ammar bagi saya tidak terlalu kuat. Novel ini adalah novel romance yang harusnya lebih memunculkan cerita cinta yang kuat antar tokoh. Namun, di novel ini, yang banyak muncul adalah tentang kehidupan Magali, pergulatan batin Magali dan hubungan Magali dengan keluarganya. Hm, bagi saya sih, memang lebih tepat judulnya pakai judul yang lama. Magali Chronicle.

Dan lagi, saya agak terganggu dengan potongan berita majalah Food Traveller Magazine di halaman 245. Sebelumnya, bercerita tentang Ammar yang mengungkapkan cintanya pada Magali. Namun, tiba-tiba muncul 'about me' Magali di majalah itu. Jadinya ya, bacanya sedikit mengekerutkan kening. Ini kenapa potongan beritanya ditaruh di bab ini secara mendadak?

Bagi saya pribadi, buku ini bisa habis dibaca sekali duduk jika karena penasaran dengan kelanjutan ceritanya dan alur plot yang tidak bertele-tele. Saya rekomendasikan untuk dibaca di sela-sela kesibukan sehari-hari.



7 komentar:

  1. jd makin penasaran pgn baca bukunya..

    BalasHapus
  2. @nathalia. seru lho bahasanya. :)

    BalasHapus
  3. baca reviewnya keknya keren. jadi pengen punya novelnya :D

    BalasHapus
  4. @eda. ayo dibeli. nggak mengecewakan kok :)

    BalasHapus
  5. gudlak ngontesnya ya Ri, aku blom sempet baca novel ini :((

    BalasHapus
  6. mbak orin, ayo dipunya bukunya. ringan, menarik :)

    BalasHapus
  7. di sini banyak lompat adegannya, Mbak ^^ jadi bacanya kudu pelan2 dan gak bisa lompat2, ya. kadang bingung, kalau dibaca lagi baru deh 'ngeh'

    semoga menang yaa :) good job!

    BalasHapus

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^