Kamis, 20 Juni 2013

Bijaklah Saat Berbelanja Secara Online

credit
Saat internet sudah akrab di masyarakat, banyak manfaat yang bisa didapat, terutama untuk mendapatkan informasi tentang apapun. Mendapatkan informasi ini bisa dilakukan dengan bantuan mesin pencari informasi seperti google, yahoo search, bing, dan lain-lain. Selain menawarkan kelebihannya dalam hal pencarian informasi, internet juga bisa digunakan untuk mengembangkan bisnis. Caranya pengembangannya bermacam-macam, seperti membuat website khusus, membuka akun di jejaring sosial dan memasarkannya di sana atau membuat akun di website khusus yang menawarkan jasa penjualan seperti tokobagus.com atau berniaga.com.

Beberapa tahun terakhir ini, penjual yang menawarkan barang dan jasanya melalui internet sudah menjamur. Saya menyebutnya dengan online shop. Kemudahan yang ditawarkan oleh para online shop inilah yang menjadi salah satu alasan saya sering membeli barang secara online.

Kemudahan ini berhubungan dengan lokasi tempat tinggal saya yang masih jarang menawarkan barang-barang dengan ragam yang berbeda dengan offline shop di kota saya. Selain itu, kesibukan saya dan suami yang harus bekerja enam hari selama seminggu, juga menjadi alasan. Ya, karena hari Minggu adalah hari bersama keluarga sehingga jarang kita gunakan untuk keluar kota, kecuali jika ada kepentingan yang mendesak atau kebutuhan yang harus segera dipenuhi.

Barang yang saya butuhkan dan tidak ada di kota kami biasanya berhubungan dengan pemenuhan hobi saya dalam membuat scrapbook,  sedangkan kalau suami saya biasanya berhubungan dengan otomotif. Kalau sudah begitu akhirnya kami memilih untuk berbelanja secara online. Tinggal cari jenis barang dan nama barangnya di google dan mencari online shop yang menjual dengan harga yang murah. Hubungi penjualnya, deal, transfer, kirim. Mudah kan?

Tapi yang namanya kemudahan dalam kecanggihan teknologi pastinya ada kekurangan. Dan berdasarkan pengalaman saya, kekurangan itu bukan pada sistemnya tapi pada siapa saja yang berhubungan dalam lingkaran online shop. Oke, oke, saya berbagi cerita pengalaman saya ya.

Saya punya langganan online shop di facebook dengan lokasi di Surabaya yang menjadi penyedia kertas scrap dengan berbagai macam motif. Untuk kesekian kalinya, saya memesan sekitar sepuluh motif kertas. Setelah barang pesanan datang dan saya cek ternyata ada sebuah motif kertas scrap yang tidak terkirim. Saya menghubungi si penjual dan untungnya, si penjual ini bersedia untuk mengirim kembali kertas scrap yang tertinggal tadi tanpa saya harus membayar ongkos kirimnya. Kesalahan ini diakui oleh si penjual karena dia memberikan kode yang sama pada dua barang yang berbeda.

Pernah pula saya belanja bahan untuk scrapbook di online shop yang lokasinya di Medan. Saya memilih online shop itu karena barang-barang yang dia tawarkan memiliki harga yang lebih murah dibanding dengan online shop lain yang menjual barang sejenis. Saya memilih beberapa barang dan memastikan pada penjual kalau stok barangnya ada. Kemudian kami menyepakati jasa ekspedisi yang nanti dipilih untuk mengirim barang. Setelah kesepakatn beres, saya transfer uangnya. Esoknya, saya dikabar oleh si penjual kalau ternyata ada barang yang stoknya sudah habis. Kecewa lah saya. Untungnya si penjual mau mengembalikan uang sejumlah barang yang stoknya tidak ada tadi (dalam online shop namanya refund barang).

Saat barang sudah sampai di rumah dan saya cek, ternyata uang refund tadi jumlahnya kurang. Saya coba tanyakan ke penjual, dia bilang kalau uangnya dipakai untuk menambah ongkos kirim di jasa ekspedisi yang berbeda dari kesepakatan awal kami. Kaget dong sayanya! Seenaknya aja main ganti tanpa konfirmasi. Saya coba cek copy resi yang diberikan ke saya, dan benar! Nama jasa ekspedisinya bukan yang sudah kami sepakati! Alasannya, karena jasa ekspedisi pilihan dia bisa mengirim barang lebih cepat daripada jasa ekspedisi yang kami sepakati.

Dalam hati saya langsung bilang, tidak akan lagi saya berbelanja di online shop milik dia meskipun jatuh harganya lebih murah.

Itu contoh pengalaman tidak mengenakkan saat berbelanja online. Tapi tetap saja, sampai sekarang saya tidak kapok belanja online. Malah kadang merasa sudah jadi sebuah kemudahan yang harus saya pilih.

Saya bagi-bagi tips ya, biar aman dan enggak merasa dag-dig-dug buat belanja online. Mari ...

1. Pilihlah online shop yang transparan dalam bertransakasi. Ada beberapa online shop yang memberikan kita kemudahan dalam berbelanja dengan memberitahu langkah-langkah yang harus kita tempuh supaya tidak terjadi complain di kemudian hari.

2. Jika dirasa masih kurang paham dengan informasi dalam bertransaksi yang sudah disampaikan oleh online shop, tanyalah sejelas-jelasnya. Ini juga berlaku saat kita bertanya tentang stok dan kondisi barang.

3. Pilihlah online shop yang terpercaya. Cara mengetahuinya yaitu dengan cara membaca komentar-komentar para pembeli sebelumnya atau berdasarkan rekomendasi teman-teman kita.

4. Perhatikan ukuran dan harga yang dicantumkan untuk tiap barang. Hal ini berlaku saat kita membeli pakaian dan bahan-bahan kerajinan. Online shop yang baik biasanya mencantumkan panjang ukuran tiap pakaian (dalam cm). Kata saudara saya yang juga menjual pakaian melalui online shop, kita harus berhati-hati memilih ukuran pakaian karena setiap jasa konveksi memiliki ukuran jahit sendiri-sendiri.

5. Jika sudah memilih barang dan si penjual sudah memberikan total biaya yang nantinya harus kita keluarkan serta sudah memberikan nomer rekening untuk tujuan transfer, janganlah sekali-kali kita membatalkan transaksi. Ini menyakitkan penjual lho! Bisa-bisa nama kita malah di black list. FYI, para online shop ini memiliki grup yang biasanya mereka memberikan nama-nama pelanggan mereka yang masuk black list dan akan menjadi kesepakatan dengan online shop lainnya untuk memblokir nama-nama itu.

6. Beberapa online shop memberikan pilihan jasa ekspedisi untuk mengirimkan barang. Pilihlah yang terpercaya dan memiliki kontak telepon yang mudah untuk dihubungi jika tiba-tiba barang kita tidak segera sampai.

7. Sampai saat ini saya masih belum berani membeli barang dengan harga jual di atas 500 ribu rupiah. Kalaupun saya akhirnya memutuskan untuk membeli dengan harga di atas 500 ribu rupiah melalui online shop, saya memilih untuk COD (cash on delivery). Kita janjian dengan si penjual di suatu tempat untuk melihat kondisi barangnya. Jika oke, bisa langsung bayar.

8. Jika anda membeli barang bekas, lebih baik pilih COD. Suami saya, saat membeli XBOX bekas yang dijual dengan harga yang sangat murah, memilih langsung ke rumah si penjual untuk mengecek kondisi barangnya.

9. Jika barang yang kita terima tidak sesuai dengan pesanan kita, silahkan konfirmasikan kepada si penjual. Biasanya, si penjual akan memberikan pilihan kepada kita sebagai bentuk pertanggung jawaban dia.

10. Jangan kalap mata! Prioritaskan dulu apa yang kita butuhkan. Jika sudah kalap mata nih, bisa-bisa tanpa sadar uang kita di bank sudah ludes. Hihihi..


Selamat berbelanja secara online dengan bijak, teman.





Cerita ini diikutsertakan dalam Arr Rian's Giveaway -Pengalaman Belanja Online-
































































2 komentar:

  1. Terima kasih sudah ikut berpartisipasi dalam Arr Rian's Giveaway :D

    Yes! Tercatat sebagai peserta :D

    BalasHapus
  2. Kalap? Hehe.. kadang pas ngelihat pasmina di OL shop, rasanya pengen ngambil semua warna deh :D

    Terima kasih sudah ikutan Arr Rian Giveaway ya :)

    BalasHapus

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^