Rabu, 30 Januari 2013

(Flash Fiction) Prompt Challenge #2 - Tas yang Dipajang



Sri menimang-nimang tas branded itu. Bentuknya cantik sekali. Terbuat dari kulit sintetis yang diemboss berwarna putih dengan aksen kulit sintetis bertekstur kulit ular. Berkali-kali dia menimang lalu menaruhnya kembali, lalu kembali mengambil dan menimangnya lagi. Pikirannya kacau.

Dia sepertinya tidak peduli dengan beberapa pengunjung toko yang memperhatikan tingkah lakunya sedari tadi. Keinginannya membeli tas cantik itu, besar sekali sebenarnya. Dia butuh sekali tas itu untuk menunjang penampilannya. Bahkan, sebenarnya dia sudah siap membeli tas itu. Ada beberapa juta yang sudah dia siapkan di dalam tasnya, untuk membeli tas yang sudah dipajang sejak dua hari yang lalu. Tapi ragu itu muncul lagi sejak tadi dia sampai di depan toko.


“Ayo Sri, beli aja tas itu. Bagus lho.” Ranti menyenggol lengan Sri saat dia mendekat di sampingnya. Ranti, teman satu profesi Sri, tahu sekali akan kebutuhan Sri apa saja.

“Tapi, kok mahal sekali ya, Ran.”

“Ah, kan harga tas seperti itu memang mahal, Sri. Tuh, tas yang kamu pakai sekarang aja harganya sepertinya lebih dari sejuta.”

Sri masih bimbang. Dalam pikirannya, ada Ryan yang kuliah di Surabaya dan Tata serta ibunya yang berada di kampung. Kalau dia jadi membeli tas itu, berarti dia nantinya akan telat mengirimi mereka uang. Ada rasa tidak tega mengingat ibunya yang masih terus membuat gula merah dan menjualnya dengan berkeliling kampung, padahal umurnya sudah sepuh.

“Apa aku pinjamin uang dulu?” Ranti memberikan sebuah solusi, tapi solusi itu tidak diiyakan Sri. Kalau dia berhutang, bebannya akan semakin berat. Sedangkan, keperluannya masih banyak mulai dari make-up, baju, kos-kosan, juga biaya makan.

“Nggak deh Ran, makasih.” Sri menolak dengan bahasa yang halus. Tapi sepertinya dianggap biasa oleh Ranti. Buktinya, Ranti asyik BBM-an sambil cengar-cengir. Sri mengambil nafas berat, dan akhirnya mengambil tas itu dan membawanya ke kasir.

Maafkan mbak, Dek. Maafkan Sri, Bu. Kiriman bulan ini dan bulan depan mungkin terlambat. Aku butuh tas ini untuk menggaet om-om hidung belang yang lebih kaya biar mereka mau memberi uang ke aku lebih banyak.

Sambil mengeluarkan uang pembayaran, dia memohon maaf kepada ibu dan adik-adiknya melalui bisikan hati. Menjadi wanita penghibur di malamnya kota Malang, tidak pernah dia sesali. Demi keluarganya. 

-349 kata- 

* FF ini diikutkan dalan Prompt Challenge yang diadakan oleh @Red Carra setiap minggu.

34 komentar:

  1. Bajiguuur!
    Endingnyaaa.. endingnyaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. bajigur kan makanan. hihihiii, jadi lapar :))

      Hapus
  2. iyyah, twist-nya keren :)

    BalasHapus
  3. hmmmm... tobat Sri...:-) endingnya oke mak...

    BalasHapus
  4. wowwww ternyata si Sri kerjanya malem yah,, hihihi..
    hmmmm kalo gitu, misal kita mau jadi wanita penghibur mesti pake yang branded semua ya mba barang2nya?? aiiih mahal juga yah, barang2ku KW semua nih soalnya ;D

    BalasHapus
    Balasan
    1. setahuku, di kota yang aku sebutin, ada tuh yang seperti itu. meskipun sebenarnya aku belum servey juga seh. *kelemahan*

      Hapus
  5. Balasan
    1. hahahahaa... kalau kerjanya siang melulu, nggak seru mak hana :))

      Hapus
  6. Ooh ... Sri itu ternyata si "kupu-kupu malam" toh ...
    bagus mak ceritanya :)

    BalasHapus
  7. Waduh,ternyataaaa...

    Salam kenal,mbaa..tulisannya baguus

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal juga mbak ayu.. makasih buat pujiannya :)

      Hapus
  8. Ternyata Sri punya alasan kuat untuk beli tas itu ya, endingnya apik, tapi alasan harus beli tas mahal buat gaet om2 apa bener mak?? kalo pakaian, emang mendukung ya, om2 kan pasti liat penampilan :) menurut pemahaman saya loh Mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau setahu saya, ada yang seperti itu di kota yang saya sebutkan itu. hm, mungkin besok harus lebih riset lagi. :)

      Hapus
  9. Oalah.. Sri ternyata oh ternyata...

    BalasHapus
  10. heu.. ternyata yah..
    bagus ceritanya :)

    BalasHapus
  11. Wah.... kayanya dilema y, d sisi lain dosa, di sisi berbakti buat keluarga jg....
    Mg d dunia nyatanya kasus kaya gini makinkesini makin ga ada ya, jadi pada nyari rezki dg cara halal :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar itu @beli buku islam diskon. ini wacana yang sudah beredar seh :)

      Hapus
  12. endingnya keren mba, ternyata Sri itu wanita si kupu-kupu mlm tho :)



    BalasHapus
  13. endingnya keren mba... salam kenal yah :D

    BalasHapus
  14. oh ternyataaaaaaaaaaa....
    cakkeppppppppp :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh ternyata itu horor kalau di TV. hohoho..

      Hapus
  15. jiaaaah...aku gak komen aaaaah *lah ini apa*

    BalasHapus
  16. Sungguh pilihan yang tidak menyenangkan. Ah, Sri.. kenapa kamu memilih jalan itu?

    BalasHapus
  17. @mbak mira. mungkin hanya itu pilihan sri?

    BalasHapus

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^