Rabu, 31 Agustus 2016

Mengenal Mutia, Blogger Manis dari Palembang


Memiliki teman yang baik tapi kita ngga berdekatan, itu rasanya seperti ngga lengkap. Apalagi kalau dulunya kita dekat, biasa curhat tentang ini itu, biasa berbagi hal baik endebrai endebrai yang lainnya. Setelah saya memberanikan diri untuk ‘keluar’ dari rumah bertahun-tahun yang lalu untuk masuk ke pesantren kemudian lanjut kuliah di luar kota, saya bertemu banyak teman baik yang selalu menebarkan hal-hal baik.

Ditambah lagi, beberapa tahun belakangan, saya mulai ngeblog. Teman saya bertambah banyak meskipun saya belum pernah berjumpa dengan mereka satu per satu. Ng, kecuali emak blogger Surabaya yang bocornya ampun-ampunan. Tapi, dengan mereka pun, saya ngga selalu bisa ketemu baik saat longgar atau saat ada event di Surabaya.

Beberapa teman blogging (meskipun ngga banyak juga sih), ada yang sudah tau kalau saya punya teman dekat semasa kuliah dulu. Siapa sih yang ngga tau HM Zwan yang terkenal dengan foto-foto dia yang cetar tapi diambil hanya dengan menggunakan kamera ponsel, juga blognya yang isinya resep masakan yang saya jamin rasanya enak. Tapi yang bikin saya sedih, ya karena dia sekarang jauuuhhh banget di Siak. Terakhir kali ketemu, udah 3 tahun yang lalu apa ya pas Arya masih belum bisa jalan. Sedih lagi, udah planning banget buat ketemuan waktu lebaran, eh gagal karena ada hal-hal yang memang ngga bisa ditunda.

Ingat HM Zwan (saya panggil dia Iis - pakai dua huruf i ya), saya ingat Siak. Ingat Siak, saya ingat Pekanbaru. Ingat Pekanbaru, saya ingat salah satu teman blogging yang stay di Pekanbaru juga. Namanya Mutia Nurul Rahma, dengan alamat blog www.mutmuthea.com.

Mutia, seperti anak gaul jaman sekarang. Punya banyak teman dan ngga menutup diri, percaya diri, suka nongkrong di cafe-cafe asyik di Pekanbaru, banyak pengetahuannya dan mau belajar hal-hal baru. Begitu pula blognya. Tampilan minimalis putih dan hitam, tulisan yang enak bertuturnya, plot tulisan yang juga bersemangat.

Yang saya suka dari berbagai macam artikel Mutia adalah ketika dia berbicara tentang makanan. Kayanya, bagi Mutia, kalau habis nongkrong di tempat makan bareng teman-temannya, ngga afdhol kalau ngga ditulis. Label tulisan tentang kuliner, menjadi salah satu label dengan tulisan terbanyak. Jadi mikir nih, ini anak suka makan-makan dan ngemil-ngemil, napa badannya tetep langsing gitu? Kan aku jadi iri.. *nangis sambil ngunyah roti*

Di grup Whatsapp arisan link, Mutia ini salah satu anggota yang ternyata ember bener. Ember curcolnya sekaligus ember ilmunya. Kalau mau tanya-tanya soal teknologi jaman sekarang, bisa tanya sama dia. Contohnya aja, pas dia share soal tone instagram yang perlu juga dipikir biar tampilan feed instagram kita makin kece membahana. Atau, soal edit-edit foto plus pengambilan video dengan menggunakan kamera ponsel tapi ngga goyang-goyang. Haish.. Sip wes pokoke *jempol dua*

Etapi, ada sedikit masukan dikit buat Mutia buat blognya. 

Perhatikan perbedaan jenis font dan penggunaan tanda bacanya

Meskipun nulisnya di blog yang katanya kebanyakan orang blog itu adalah buku harian kita, tapi kan tetap dong harus perhatikan EYD-nya. Sejauh ini, Mutia sering lho nulis tanda bacanya ngga sesuai dengan EYD. Semisal, setelah tanda koma, harusnya adalah spasi. Bukan sebaliknya. Belum lagi, beberapa kali, ada artikel dengan salah pengetikan kata alias typo. Mungkin, Mutia saking semangatnya nulis dan buru-buru publish, malah kelupaan buat self editing. Padahal, self editing itu kan perlu, mengingat blog kita iti dibaca banyak orang.

Oh iya, satu lagi. Ada di beberapa artikel juga, jenis font-nya berbeda antara paragraf satu dengan paragraf yang lainnya. Kan sayang banget, kelihatan jadi ngga terlalu kece padahal isi ceritanya sadis bagusnya.

Nah ya, udah ada gambaran kan si manis gigi gingsul ini seperti apa orangnya? Dijamin deh, ngga bakal menyesal kenal dia. Pantas aja, temannya banyak. Pantas aja kiprah networking-nya banyak, sampai jadi tembus jadi Kaskuser regional segala. Cus yuk ah ublek-ublek blognya.

4 komentar:

  1. wahh seru mba Mutia ini ternyata ya.., meluncur ke blognya ahhh...

    BalasHapus
  2. iya beberapa kali ke blognya mutia dan menjumpai tempat wisata kuliner .. seru. jadi serasa ikut pergi ke sana

    BalasHapus
  3. Salam kenal mba. semoga ktia juga bisa berteman meski tak berdekata.
    salam sukses ngeblognya :)

    BalasHapus
  4. mba Pekanbaru mba... ihihihih
    Palembang mah mba rita... hehehe

    BalasHapus

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^