Senin, 31 Agustus 2015

[Parenting] Mempersiapkan si Sulung untuk Kehadiran Calon Adik

credit
Mempersiapkan si Sulung untuk Kehadiran Calon Adik - Alhamdulillah, ada sebuah berkah indah yang saya dan Papa Arya dapatkan di bulan Agustus ini. Berkah yang sebenarnya nggak perlu waktu lama untuk menunggunya. Iyap, saya hamil anak kedua. Alhamdulillah, puji bagi Allah atas segala nikmat-Nya.

Lalu apa yang membuatnya istimewa?

Sebenarnya, malah bukan cerita tentang kehamilannya yang membuat berkah ini istimewa. Tapi karena beberapa kejadian di dua tahun terakhir ini yang membuat saya seolah mendapatkan hadiah setelah bisa melewatinya. Tahun 2013 di bulan Juli, saya kecelakaan dan membuat saya pesimis bisa menggendong anak lagi karena tulang siku kiri retak berkeping-keping. Dan di Juli 2014, keluarga kecil saya mengalami sebuah goncangan besar. Ditambah dengan beberapa kejadian lain yang membuat saya dan Papa Arya harus lebih banyak bersabar.

Lalu, saat dokter menyatakan saya hamil di Agustus 2015, itu menjadi istimewa? Iyap. Sangat istimewa. 

Mengapa?

Karena saya yakin betul bahwa Allah itu memberi rejeki sesuai kesiapan kita. Andaikan saja disaat tahun 2013 saya hamil, saya pasti akan banyak mengeluh karena saya harus menjalani proses penyembuhan dan terapi setelah kecelakaan. Andaikan saja di tahun 2014 saya hamil, mungkin saya akan menjalani kehamilan saya dengan penuh tekanan psikis.

Itulah mengapa saya mengatakan bahwa kehamilan ini adalah berkah yang diberikan Allah setelah saya dan Papa Arya siap menerimanya.

Dan kami berdua nggak mau hanya kami saja yang siap. Kami ingin semua orang disekitar kami juga siap menerima kehamilan saya. Terutama Arya. 

Semenjak hasil test pack saya keluar dua garis merah dan bidan menyatakan saya positif hamil, kami berdua bergegas memulai sounding ke Arya bahwa dia akan memiliki adik. Dan adik yang nantinya dia miliki ini, akan berbeda konsep dengan sebutan 'adik' pada sepupu dari adik ipar saya (namanya adik Mahib), yang sangat dekat dengan dia. Bahwa adik yang nantinya dia miliki ini, adalah adik yang akan menjadi saudara seumur hidup dan yang nantinya akan membuat mereka saling mendukung untuk kelak menjadi orang baik *duh, belum-belum saya sudah mewek ini*.

Saat saya belum hamil, saya sempat tanya ke Arya apa dia mau punya adik. Dengan bersemangatnya dia menjawab, "Aya udah punya adik, Ma. Adik Mahib!"

Dan saya tertawa seketika.

Tapi saat saya dan Papa Arya mengajak dia ke dokter kandungan pertama kali untuk memastikan usia kehamilan saya, dia membulatkan matanya lebar-lebar dan menggenggam tangan Papanya ketika di layar muncul hasil USG. Dan dia tidak bisa berkata apa-apa saat Papanya bilang, "Itu adiknya Arya."

Kemudian, dia pamer ke Umi, Abi, Om dan Tantenya kalau di print out hasil USG itu adalah foto adiknya.
Tapi anak kecil tetaplah anak kecil. Kadang dia ingat kalau dia akan memiliki adik, kadang dia lupa kalau nantinya akan menjadi kakak.

Sering dia tanya ke saya, kapan adiknya keluar. Atau tanya kenapa perut saya nggak lekas menggendut. Atau, dia akan bergegas mengingatkan saya minum vitamin dari dokter kalau mual-mual saya datang (padahal mual saya itu karena saya lapar ^_____^) karena mengira saya mual karena adiknya butuh obat. Atau, setelah makan bersama, dia akan bilang, “Aya kenyang, Mama kenyang, Adik kenyang, Papa kenyang.”

Tapi saat dia lupa akan menjadi kakak, dia benar-benar lupa kalau perut saya nggak boleh ditendang keras saat kami bercanda di atas kasur. Atau dia lupa kalau sudah tidak boleh lagi duduk di atas punggung saya untuk main kuda-kudaan atau beraksi jadi kura-kura. Atau dia lupa kalau saya sudah tidak boleh capek-capek diajak main sepak bola di dalam rumah.

Saya pernah membaca sebuah share seorang ibu di website The Urban Mama (saya lupa link-nya), bahwa ayah dan ibu haruslah saling mendukung untuk membantu si Kakak mempersiapkan diri menerima kehadiran orang baru di keluarganya. Sehingga nantinya tidak muncul rasa cemburu dan iri pada Adik kecilnya dan tidak muncul rasa marah pada kedua orang tuanya.

Bismillah. Saya dan Papa Arya bertekad kuat mempersiapkan Arya untuk kehadiran calon adik. Tidak akan mudah memang, tapi berkah terindah ini akan kami jalani dengan rasa syukur dan tanggung jawab yang tinggi. 

Salam hangat,
Ria Rochma

***

Tulisan ini diikutkan dalam "Blessful August Giveaways by indahnuria.com"

28 komentar:

  1. Selamat ya, Mbak. Semoga sehat sampai lahiran :)

    BalasHapus
  2. semoga lancar ya mbak sampai lahiran :D

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah ya Mbak dan selamat untuk kehamilannya.
    Allah memang sangat adil, Dia akan memberikan sesuatu disaat yang tepat.
    Saya tunggu cerita keseruan membimbing Kak Arya untuk menjadi kakak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Ika..
      Allah memang memberi rejeki saat yang tepat..

      Hapus
  4. Allah tahu kapan harus memberikan kejutan ya. Selamat ya. Allhamdulillah ikut senang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tentunya, disaat kita memang siap, mak Lid. Makasih :)

      Hapus
  5. Semoga lancar ya dan Arya senang punya adik :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiin amiin.. Makasih mak Lusi..
      Arya seneng banget ini :)

      Hapus
  6. Selamat yah mba atas kehamilanya :)

    BalasHapus
  7. selamat yaaa...semoga sehat sampe lahirannn yeayyyyyy

    BalasHapus
  8. Selamat mbak atas kehamilannya... selamat menyambut satu anggota keluarga baru. ^^

    BalasHapus
  9. Sehat sehat terus ya mak.. Lancar sampai lahiran ^_^

    BalasHapus
  10. Arya akan punya adik nih, selamat ya mb Ria, semoga sehat terus ibu dan bayi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiin amiin..
      Makasih mbak Lianny :D

      Hapus
  11. Wah... Arya mau punya adik. Sehat selalu emak dan dedek bayi di perutnya. :*

    BalasHapus
  12. semoga lancar persalinannya dan arya siap dan tak akan lupa (lagi) jika dia akan menjadi seorang kakak:)

    BalasHapus
  13. Alhamdulillaah. Selamat ya, Mbak. Aku bahagia banget baca post ini, Mbak. Semoga sehat selalu, yaa. . . ;)

    BalasHapus
  14. assiiikkk...selamat ya mba :)

    BalasHapus
  15. Semoga ibu dan janin sehat dan selamat hingga proses kelahiran dan pasca kelahiran

    BalasHapus
  16. Alhamdulillah
    Barakallah, Mbak Ria. Semoga Ibu juga kandungannya senantiasa sehat ;)

    BalasHapus
  17. Saya kemarin sempet agak kerepotan mempersiapkan si kakak ketika mau punya adek karena jaraknya yang cukup dekat (2 tahun)

    BalasHapus
  18. woo... selmt kaka ^^ semoga ini adek bisa di momong sama kakangnya dengan baik :D

    BalasHapus

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^