Selasa, 07 Mei 2013

Makna Sukses Untuk Tiap Pribadi Pasti Berbeda

credit
Membaca artikel milik mbak Evi tentang aturan kesuksesan seseorang yang berbeda-beda, saya jadi ingat tentang beberapa aturan kesuksesan beberapa orang yang saya temui.

Bapak saya, lulusan SMK yang bekerja di salah satu pabrik BUMN di Gresik. Saat saya SMA dan adik saya masih SMP, beliau pernah mengungkapkan tentang keinginan beliau untuk menyekolahkan anak-anaknya pada jenjang lebih tinggi daripada beliau. Alhamdulillah, keinginan beliau terpenuhi. Tentunya, dengan beberapa aturan yang beliau 'paksa' kepada saya dan adik saya untuk kami lakukan. 

Tetangga saya, tujuh tahun yang lalu mengangkat keponakannya karena ibunya meninggal dan ayahnya pergi entah kemana. Beliau sering menceritakan kalau dia akan merasa bahagia kalau si anak tadi menjadi anak yang penurut, pintar dan santun. Ceritanya, si anak ini sangat 'super' tingkahnya (dalam arti negatif lho!). Karena itu, tetangga saya ini memberlakukan beberapa aturan yang nantinya diharapkan bisa mengarahkan si anak jadi baik saat dewasa nanti.

Contoh lain, kepala sekolah di tempat saya mengajar. Beliau punya keinginan untuk menjadikan sekolah saya itu menjadi sekolah yang memiliki lulusan yang baik dalam pemahaman teori serta praktek dengan nilai yang baik. Karena selama ini, sekolah saya ini dikenal sebagai sekolah yang siswanya nakal dan kualitas siswanya tidak terlalu baik. Ya, akhirnya beliau menerapkan beberapa strategi yang benar-benar baru untuk siswa dan guru *gurunya juga kena juga bok*. Tampaknya, kepala sekolah saya ini sudah mulai menuai hasilnya, dilihat dari jumlah lulusan yang baik hasilnya pada tahun ajaran lalu, 2011-2012.

Benar pendapat mbak Evi, kalau aturan kesuksesan seseorang itu akan berbeda untuk tiap orang. Mungkin menurut kita oke, tapi bisa jadi menurut orang lain tidak. Atau sebaliknya. Karena tiap pribadi memiliki kriteria kesuksesan tersendiri yang sesuai dengan pengalaman peribadinya, yang tentunya sudah dia perhitungkan matang dengan memikirkan resikonya.

Dan, salah satu resiko yang mungkin akan kita temui adalah berkonflik dengan orang lain. Apalagi saat ukuran kesuksesan itu bersinggungan dengan orang lain. Kok bisa? Padahal kan ukuran kesuksesan itu bernilai pribadi. Ya, betul itu. Tapi jangan lupa, ada beberapa kriteria yang nantinya akan berhubungan dengan orang lain. Bisa saja, saran, kehidupan, prinsip bahkan malah ukuran kesuksesan orang lain. Tidak mungkin kan kalau kita bersikukuh untuk meraih target kita dan kita tidak peduli dengan saran orang lain? Siapa tahu saran orang lain itu bisa jadi bahan pertimbangan yang baik untuk kita.

Bagi saya pribadi, silahkan membuat aturan-aturan kesuksesan kita sebaik mungkin, sejelas mungkin, agar target masa depan kita bisa teraih dengan baik. Misalkan toh nanti target kita tak tercapai, pastinya ada pencapaian lain yang bisa kita syukuri. Dan kalau merasa target kita gagal, dan kalau kita merasa target kita itu bisa kita susun lagi lain waktu, kita bisa menyusun ulang rencan kita dengan memikirkan aturan kesuksesan kita dan cobalah untuk belajar dari kesalahan masa lalu.

Yuk, bersemangat untuk tetap menyusun rencana-rencana kita dan menjalaninya dengan kedisiplinan sehingga kita bisa sukses nantinya *sambil menyemangati diri sendiri*.

***

Tulisan ini diikutkan pada First Giveaway Jurnal Evi Indrawanto

10 komentar:

  1. Beda orang lain beda pula aturan tingkat kesuksesannya ya mbak...

    matur nuwun sudah turut menyemarakkan GA mbak Evi.. sudah saya catat sebagai peserta

    salam kenal balik deh di dunia maya dan dunia nyata hehe

    BalasHapus
  2. Betul mba, arti kesuksesan tiap org berbeda2, sesuai dgn tujuan hidupnya masing2 :) sukses ya, ngontenya..

    BalasHapus
  3. @uncle lozz. bener tuh uncle.. :)
    makasih udah dicatat *sodorin kopi*

    BalasHapus
  4. setuju. Mbak. Setiap org memaknai sukses berbeda2. Jgn selalu lihat rumput tetangga lebih hijau terus :)

    BalasHapus
  5. @mbak santi. iyaaa.. tergantung pada tujuan hidupnya :)

    @bunda keke naima. wah, setuju saya mak! bahwa rumput tetangga jangan dilirik melulu. :)

    BalasHapus
  6. setiap ornag beda2....kayak slogan ini nih, bahagia itu sederhana..mungkin bagiku menikmati ice cream di depan rumah sama suami itu udah bahagia tapi buat orang lain mungkin itu hal yang "hehhh???" atau bisa juga "norak banget sih"..xixixixix
    *efek ngedabrus iki

    BalasHapus
  7. @iis. ih, ngapain kamu makan es krim berduaan gitu? sini, sini, aku mintaaaaaa :D

    BalasHapus
  8. Mungkin karena aturan sukses itu berbeda maka hidup jadi penuh warna-warni ya Miss. Gak kebayang kalau aturan sukses cuma satu, dunia jadi putih semua kali ya. Gak ada ambisi dan gak motivasi..

    Makasih sudah turut meramaikan Miss. Salam manis dari tempat saya ;)

    BalasHapus
  9. malahan saya rasakan sukse setiap hari mbak, ketika bikin target hari ini, dan saya melakukannya dengan berhasil, maka saya kategorikan sebuah sukses, tepatnya sukses jangka pendek...

    BalasHapus
  10. @mbak evi. kalau aturan kesuksesan itu hanya satu, bisa-bisa malah di dunia ini tipe orang hanya satu. karena mereka semua merasakan pengalaman yang sama, pemikiran yang sama, masa lalu yang sama. nggak akan ada warna :)

    @sabda awal. setuju denganmu. harus dibuat target kesuksesa tiap hari sebagai langkah awal mempersiapkan target masa depan :)

    BalasHapus

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^