Rabu, 15 Mei 2013

(Flash Fiction) Kuis MFF #3 - Di Persimpangan Jalan

credit
Persimpangan jalan itu sudah tampak di depan mata Silvi. Jemarinya bertautan, menyamarkan gemetar yang sedari tadi menyergap tubuhnya. Pikirannya kacau, antara cintanya pada Rudi dan masa depannya.

“Rud! Berhenti!”

Rudi menginjak rem mobil kuat-kuat, membuat dada Silvi hampir terbentur dashboard. “Ada apa, Sayang? Kenapa menyuruhku berhenti?”Rudi melihat mimik wajah Silvi tak lagi bahagia. Sesal menyesapi hatinya.

“Jangan berhenti, Sayang,” Rudi menggenggam jemari Silvi. “Demi cinta kita.”

Silvi menggeleng, melepas jemarinya dari genggaman Rudi. “Tidak Rud, aku tidak bisa.”

“Kenapa ragu lagi, Sayang? Jalan kita sudah di depan.” Rudi menunjuk persimpangan jalan di depan mereka.

“Tidak Rud, ini salah!”

“Apanya yang salah? Ini sudah benar, Sayang.”

“Tapi aku ingin selesaikan kuliahku dulu, Rud.”

“Iya, iya. Aku akan atur itu! Tapi jangan ragu pergi denganku.”

Silvi diam. Di matanya tergambar wajah mama papanya dan mas Yudi yang diperkenalkan oleh papanya sebagai calon suaminya. Tanpa pikir panjang, Silvi keluar dari mobil dan mengambil tas besar berisi pakaiannya.

“Apa maksudmu?! Aku sudah berusaha sejauh ini!”

“Tidak Rud, aku tidak pernah setuju dengan rencanamu mencuri uang di brankas di kantormu!”

Rudi mendelik, Silvi diam lagi sejenak. “Pergilah Rud. Bawa uang itu, tapi lepaskan aku!”


***

188 words. 

"Yuk, ikutan QUIZ MONDAY FLASHFICTION #3 - On The Street"

25 komentar:

  1. Waduh.. Ini ceritanya mau kawin lari tapi modalnya dari ngambil duit kantor?

    Keren idenya.. :)

    BalasHapus
  2. He3 ternyata masalah uang ujungnya :D

    BalasHapus
  3. Waduh, kenapa mencuri. DOra bilang tidak baik :D

    BalasHapus
  4. ish...kenapa ga jual aja tu mobil? *esmosi* qiqiqiqi

    BalasHapus
  5. Belum kawin aja caranya udah gitu, apalagi kalo dah merit yah.. untung aja Silvi nya berubah pikiran *hihihi* :D

    BalasHapus
  6. @mbak rini. iyyyaaa... modalnya besar benernya, tapi kalau ditulis disini, jadi lebih dari 200 kata :D

    @zalia. ya, ya, semua urusan di dunia ini kadang ujung-ujungnya adalah uang :)

    @mbak hana. hihihi, kata si timmy juga nggak baik :)

    @mbak orin. lha kalau mobilnya dijual, apa yang mau dibuat kabur coba?

    @rini. untunglah si silvi :)

    @asmaraningsih. makasih banyak dah mampir buat baca :)

    BalasHapus
  7. oalaaaah kirain rencana kawin lari hehehe...
    ternyata nyuri uang :D
    kecile aku

    BalasHapus
  8. @ronal. hihihi, maunya seh kawin lari, tapi nggak jadi ah :)

    @nathalia. makasih :)

    BalasHapus
  9. Waduh ternyata mau kawin lari tapi kok gak modal. heeuu..
    aku gak mau Rud!!!

    BalasHapus
  10. @ayu. hahahah, aku juga kagak mau!! *matre banget*

    BalasHapus
  11. keren mbak ide ceritanya, fotonya juga keren

    BalasHapus
  12. @mbak lisa. trima kasih :)
    tapi fotonya nggak bisa dikecilkan :(

    BalasHapus
  13. Hehehe... nurani akhirnya menang, ya :)

    BalasHapus
  14. Kawin lari bukan modal nekat tapi modal nyuri nih. Hehehe...

    BalasHapus
  15. Mobil kan gak bisa lewat persimpangan jalan yang kayak di gambar itu...
    *banyakan protes*

    BalasHapus
  16. @mbak na. makasih :)

    @nurusyainie. di cerita ini seh, seperti itu :)

    @mbak matris. hahaha, nggak bisa ditiru mbak! nggak modal banget, nget, nget.. :D

    @una. hahahaha, kamu ternyata jeli juga, una :)))

    @lianny. nggak jadi. lha si Rudi tega ninggalin sih :)

    BalasHapus
  17. @mbak carra : makasih :)

    @jiah. hihihi, buang ajah ke laut :D

    BalasHapus
  18. hehe,,,, untung masih waras. sip!

    BalasHapus
  19. @mbak latree. dan untung masih sadar dari cinta buta :D

    BalasHapus

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^