Bapak saya alias kakeknya Arya, yang biasa dipanggil Abi sama Arya, adalah orang yang kaku. Kaku dalam artian, beliau ini jarang sekali tersenyum. Bahkan di foto sekali pun. Mungkin seh, karena bapak ini dulunya waktu masih muda, beban hidupnya berat. Beliau juga bukan orang yang enak dijadikan teman bicara, karena jarang sekali bisa diajak bercanda.
Saya dan ibu saja sampai bingung, gimana caranya bisa bikin bapak itu senyum manis. Atau setidaknya tertawa lepas tanpa mikir beban hidup. Dan eng ing eng, ternyata moment itu datang tanpa diduga-duga. Yaitu ketika Arya lahir. Senyumnya lepas sekali, seperti seorang bapak yang menanti kelahiran anaknya sendiri.
Saya dan ibu saja sampai bingung, gimana caranya bisa bikin bapak itu senyum manis. Atau setidaknya tertawa lepas tanpa mikir beban hidup. Dan eng ing eng, ternyata moment itu datang tanpa diduga-duga. Yaitu ketika Arya lahir. Senyumnya lepas sekali, seperti seorang bapak yang menanti kelahiran anaknya sendiri.
| Canon PowerShot A495, edit dengan Picasa |


