Kamis, 02 Juni 2016

7 Tips Membeli Buah Tangan untuk Keluarga Menjelang Lebaran



“Kalau di televisi sudah banyak iklan sirup atau di timeline facebook tiba-tiba banyak yang jualan baju, itu pertanda kalau mau lebaran.”


Nggak usah senyum deh! Senyumnya sudah terwakilkan sama saya waktu baca status seorang teman di facebook beberapa hari yang lalu. Kalau teman saya itu nggak pasang status itu, mungkin saya lupa kalau sebentar lagi sudah hampir puasa. Keenakan menikmati cuti melahirkan. Etapi, jadi kepikiran kalau stok ASIP untuk Fatin masih sedikit *abaikan yang ini*.

Baca juga : Tips Ketika Stok ASIP (ASI Perah) Menipis

Sebelumnya harus bicara dulu soal puasa. Tanya nih, hutang puasa Ramadhan tahun kemarin, sudah dibayarkan belum? Segera yuk dilunasi bagi yang belum, mumpung masih ada waktu. Kalau hutang puasa Ramadhan tahun kemarin sudah terlunasi, InsyaAllah ibadah puasa tahun ini akan lebih khusyu’. Kalau puasanya khusyu’, kita bisa berlebaran dengan penuh rasa syukur dan hati yang bergembira.

Bicara lebaran, adakah yang nggak mudik tahun ini? Ish, saya nggak tanya yang mudik, pastinya banyak lah daripada yang nggak mudik. Gimana-gimana, mudik itu salah satu hal yang masuk ‘daftar keinginan’ bagi mereka yang sudah melakukan puasa Ramadhan. Eh tapi, yang mau mudik nih, sudah siapkan buah tangan belum buat yang ada di kampung halaman? Yaela, puasa saja belum, kok sudah bicarakan lebaran dan buah tangan sih? Hihihi, iklan sirup sama baju saja sudah bertebaran di mana-mana kok :p

Setiap menjelang lebaran, saya selalu melihat ibu dan bapak mempersiapkan buah tangan untuk keluarga yang ada di kampung halaman. FYI, ibu dan bapak saya itu asli Malang, tapi karena bapak bekerja di Gresik, ya mau nggak mau, ibu harus diboyong ke Gresik juga. Menetaplah beliau berdua di sini bertahun-tahun lamanya semenjak saya belum lahir. Meskipun Malang-Gresik itu dekat dan nggak sampai 4 jam lamanya jika ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi, tetap saja lebaran itu menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu. Bapak dan ibu itu sama-sama berasal dari keluarga yang memiliki keturunan banyak, artinya, ketika lebaran tiba, bisa dibayangkan betapa riuhnya rumah kakek dan nenek saya.

pic from pixabay

Kembali ke topik mempersiapkan buah tangan untuk lebaran. Karena setiap tahun selalu melihat ibu mempersiapkan buah tangan untuk dibawa ke kampung halaman, saya jadi belajar sedikit-sedikit bagaimana mempersiapkan buah tangan yang tepat untuk keluarga, tapi nggak sampai membuat isi dompet melayang banyak. Simak yuk tips mempersiapkan buah tangan untuk lebaran :


1. Siapkan budget sesuai dengan kondisi keuangan kita.
Lebaran memang penting, pulang kampung juga penting, mudik untuk saling memohon maaf juga penting, tapi ingat, masih ada kebutuhan lain yang juga lebih penting. Jangan sampai nih ya, setelah lebaran, kita malah gigit jari karena tabungan ludes atau menipis karena kita terlanjur bersemangat beli ini itu tapi lupa mempersiapkan budget yang dialokasikan untuk kepentingan yang satu ini.

Baca juga : Tips Mengatur Rencana Keuangan untuk Pemula

Lebih baik, siapkan dulu dana yang kira-kira akan kita keluarkan untuk membeli buah tangan. Sebisa mungkin patuhi itu dan tidak mengambil dana dari pos-pos keuangan yang lain. Kalau kurang gimana? Kalau saya sih, sebisa mungkin jangan berfikir ‘kalau kurang gimana?’, ntar malah kurang beneran dan kita jadi cheating dari pos-pos keuangan lainnya dong. Meding mikirnya ‘semoga cukup’ atau ‘semoga ada lebih, jadi bisa ditabung’. Lebih mana hayo?


2. Memilih barang yang disukai oleh keluarga kita.
Masa iya kita mau belikan yang ngga disukai oleh anggota keluarga kita? Selain sayang dong sama uang yang sudah kita keluarkan, kita juga nggak bakalan menyinggung perasaan mereka. Kalau ibu saya, paling aman membelikan saudara-saudaranya makanan ringan kalengan karena pastinya bakal dimakan.


3. Jangan malas untuk membandingkan harga barang yang kita inginkan antara toko yang satu dengan toko yang lain. 
Ibu saya, termasuk orang yang nggak suka membanding-bandingkan harga antar toko. Beliau orang yang nggak suka ribet hanya untuk mencari barang di toko mana yang paling murah. Bukan karena kami dari keluarga kaya raya yang mudah mengeluarkan uang tiap kami butuh, tapi lebih karena ibu saya nggak bisa naik kendaraan pribadi baik motor maupun mobil. Beliau nggak mau ribet naik angkot bolak-balik, dimana uang yang dikeluarkan untuk naik angkot tadi sama dengan atau hampir sama dengan selisih barang dari toko satu dengan toko yang lain. 

Eh tapi, itu kalau sehari-hari saja ya ibu saya seperti itu. Beda kalau menjelang lebaran. Beliau pasti minta tolong saya atau adik saya untuk mencari informasi toko mana yang jualannya lebih murah, terutama untuk barang-barang yang kami inginkan untuk dijadikan buah tangan. Kenapa sih kok berubah gitu jadinya? Ya karena belinya dalam jumlah banyak (ingat, bapak ibu saya berasal dari keluarga yang berketurunan banyak). Otomatis, keuntungannya akan lebih besar kalau belinya dalam jumlah banyak.


4. Carilah toko yang memberikan banyak diskon atau sedang mengadakan sale besar-besaran.
Artinya, kita akan lebih giat mengumpulkan katalog dari berbagai toko dan menyeleksi barang-barang yang mereka jual. Luangkan waktu sejenak untuk ini deh, daripada menyesal belakangan. Lebih selektif dalam memilih harga lebih baik bukan, daripada nantinya kita meruntuk diri karena khilaf sudah mengeluarkan uang yang banyak untuk barang yang sama?

Kalau sudah hampir puasa begini, biasanya saya dan ibu mengumpulkan katalog-katalog cetak dari bermacam-macam mini market dan mem-bookmark toko-toko online yang memberikan banyak sale. Kalau katalog cetak, biasanya dipakai ibu untuk membandingkan harga kue-kue kalengan. Sedangkan mencari toko online yang sedang sale, biasanya untuk saya yang sedang mencari barang-barang yang nantinya saya pakai saat lebaran.


Salah satunya, saya meluncur ke Lazada kalau ingin mencari sale. Tahun ini, mereka memberikan banyak sale untuk barang-barang yang bisa dipakai saat ramadhan dan lebarang nanti. Namanya adalah Ramadhan Sale, yang memberikan banyak diskon untuk pakaian muslim, peralatan beribadah, perabotan rumah tangga, peralatan rumah tangga, elektronik rumah tangga, dan masih banyak lagi. Barang-barang kebutuhan ini, bisa didapat dengan cara yang mudah dengan diskon hampir 80%. Nah, nah, nah, nggak salah dong kalau saya mencari barang kebutuhan ramadahan dan lebaran di Lazada?


5. Membeli buah tangan secukupnya saja.
Karena nantinya mudik itu menjadi sesuatu hal yang akan membuat jalan raya menjadi ramai dan sangat padat, ada baiknya kita memikirkan lagi sebanyak apa barang bawaan yang akan kita bawa saat mudik. Okelah kalau kita naik mobil, yang mana ruang penyimpanannya lebih luas karena ada bagasi. Tetapi saat naik motor atau kendaraan umum, tentu berbeda. Ruang penyimpanan yang disediakan oleh motor tidak banyak. Begitu pula saat kita naik kendaraan umum. Faktor berdesak-desakan pun juga harus kita pikirkan.

Nggak usah memaksakan diri untuk membawa buah tangan dengan jumlah yang terlalu banyak atau buah tangan yang ukurannya besar sehingga susah untuk dibawa. Karena mobilitas kita saat perjalanan mudik nanti pun juga mendukung tingkat stres kita. Jangan sampai kita bete karena membawa barang bawaan yang banyak sekali disaat kita menghadapi padatnya suasana mudik di jalan.


6. Tidak usah memaksakan diri membeli barang yang mahal.
Memberi buah tangan untuk keluarga saat lebaran itu bukanlah wajib hukumnya. Begitu pula jenis barang yang diberikan. Bukan harganya yang menjadi tolak ukur, tetapi manfaat dari barang itulah yang sebaiknya menjadi acuan. Sayang juga kan, kalau barang yang kita beri ternyata malah tidak terpakai karena tidak terlalu memiliki manfaat? Sayang juga lho sama uang yang sudah kita keluarkan. Bisa dipakai untuk kepentingan lainnya bukan?


7. Berbelanja di saat yang tepat.
Iyes, ini berhubungan erat dengan waktu ibadah kita dibulan Ramadhan. Sudah bisa dipastikan, arus uang dibulan Ramadhan itu bergerak lebih cepat dibandingkan hari-hari biasa karena aktifitas berbelanja umat muslim meningkat. Pasar, swalayan, minimarket bahkan toko-toko kecil pun lebih ramai dibanding biasanya. Apalagi, ketika banyak toko yang menawarkan diskon atau sale, bisa diperkirakan akan buka sampai malam.

Tips dari saya jika ingin ibadah di bulan puasanya tidak terganggu, belilah kebutuhan Ramadhan dan lebaran atau buah tangan di waktu-waktu yang tidak mengganggu aktifitas beribadah. Kalau ingin beli baju lebaran, belilah mendekati bulan Ramadhan. Atau, kalau masih ingin berbelanja ketika Ramadhan, belanjalah setelah sholat terawih. Kasihan atuh itu masjid, makin maju saja Shafnya. Masih kurang juga waktunya? Belanjalah mendekati waktunya berbuka puasa. Setelah puas berbelanja, bisa santai sejenak sambil menunggu waktu berbuka puasa tiba. 

Enak lagi, sambil leyeh-leyeh di rumah, bisa belanja via online. Cek situsnya Lazada yang adakan Ramadhan Sale, praktis juga kan? Ngga perlu berdesakan panas-panas di pasar.


Gimana? Tips membeli buah tangan untuk keluarga menjelang lebaran dari saya semoga bermanfaat ya. Berbelanja puas, hati senang, keluarga pun makin sayang. Eh lupa, kita pun makin dekat dengan Tuhan. 

25 komentar:

  1. Ga kerasa, puasa belum lagi dimulai tapi hawa2 Ramadhan udah seperti diujung hidung yaaa? Hehe. AKu termasuk yang ga mudik, Mba. Karena setiap wiken juga mudiknya ke Bandung sih, deket banget, jadi itungannya bukan mudik lagi deh itu. Hehe.

    Sepakat dengan semua tips mempersiapkan buah tangan utk mudik pada tulisan Mba Ria di atas. Kudu dipersiapkan sematang mungkin memang agar tercapai sempurna. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe.. Iya ya mbak Al, kalau deket mah gabmudik namanya :)
      Makasi ya sudah mampir :)

      Hapus
  2. wah bentar lagi mau lebaran...semoga puasa kita lancar ya...

    makasih atas tipsnya, buah tangan memang penting banget nih buat keluarga.

    salam kenal

    BalasHapus
  3. Aku tahun ini nggak mudik. Lumayan ngirit tahun ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Errr.. Lumayan, buat dialokasikan ke hal lain, ya mak :)

      Hapus
  4. Baiknya memang terencana ya Mak,syp aja yg mw dikasih, budget nya brp..klo ga malah ga kekontrol pengeluarannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyesss..
      Harus direncanakan betul. Daripada kantong jebol :)

      Hapus
  5. Buah memang bagus sebagai alternatif oleh-oleh.
    Untuk hadiah lebaran juga cocok
    Terima kasih tipsnya
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah iya, biasanya buah juga bisa jadi oleh2. Praktis pula :)

      Hapus
  6. Akuuu paling males nyari, makanya dipukul rata, ngaturinya pasti makanan kering. Wkwkwk ... Kalau ke sodara yang kondisinya kurang mampu, malah biasanya salam tempel. Mung nggowo amplop. Enak, enteng. Ha..ha...Tapi buat beberapa orang spesyel tetep mikir taliasih yg berkesan juga.

    BalasHapus
  7. Selamat beribadah di bulan Ramadhan ini ya mbak... Nyari buah tangan ini memang gampang-gampang susah ya apalagi keluarga besar, pinginnya semua kebagian dan cocok. Makasih tipsnya mbak.

    BalasHapus
  8. yang penting beli buah tangan itu yang bermanfaat dan disukai oleh keluarga supaya gak mubadzir nantinya. he
    selamat berpuasa ya mba. salam kenal

    BalasHapus
  9. ini yg biasa jd masalah tahunan ya mbaa.. huhuu.. suka bingung, taun kemarin dikasi ini, taun ini mau dikasih apa lagi..

    makasih tipsnyaaa

    BalasHapus
  10. Aku jarang hahahaa maklum ragil. Malah minta makan heheee

    BalasHapus
  11. bisa dicoba nih mbak...makasih banyak tipsnya...mumpung belum dapat thr jadi bisa bikin list dulu...

    BalasHapus
  12. biasanya aku kasih kue ajaa maak :D
    biar skaliana dimakan bareng juga hihii

    BalasHapus
  13. Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan ya :) tipsnya bermanfaat dan pas banget :)

    BalasHapus
  14. Aku tahun ini jebool, Mba Ria, hahahaha. Lha mudiknya jauuuh, terus dobel pula. Ya kerumah mertua, ya kerumah orangtua sendiri. Ah tapi insya Allah berkah ya. Berkah silaturrahim. Amiiin :)

    BalasHapus
  15. Aku paling malas membandingkan harga dari satu toko ke toko lain...hahaha... males jalan...kesel kabeh lek posoan...

    BalasHapus
  16. Idealnya sih belanja buah tangan memang jauh2 hari sebelum puasa, ya. Biar ga capek banget gitu. Tapi masalahnya adalah: Apakah dana utk buah tangan itu udah siap sebelum puasa? Jangan2 malah nungguin THR. Hahaha... *langsung ngaca*
    Makasih tipsnya yaa

    BalasHapus
  17. Tips yang sangat pas ini, menjelang lebaran hehehe

    BalasHapus
  18. Saya biasanya belanja sebelum puasa mba, selain harga masih turun, saya pun bisa belanja banyak. Yang penting buah tangannya tahan lama.

    BalasHapus
  19. Terkadang saya bingung mau kasih apa ke keluarga, jadi biasa kasih angpao nya aja hehehehe.

    BalasHapus
  20. Aku udah nyicil belanja dr sebelum lebaran :))
    Selalu tiap tahun begitu

    BalasHapus

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^