Selasa, 22 Juli 2014

[Gresik] Festival Damar Kurung 2014 di Gresik

credit
Festival Damar Kurung 2014 di Gresik - Salah satu yang menjadi icon dari kota Gresik adalah damar kurung. Tanggal 15 - 18 Juli 2014 kemarin, Gresik menyelenggarakan festival damar kurung yang lokasinya di Wahana Ekspresi Poesponegono. Damar kurung yang dipamerkan, sudah disetting sebagai penghias ruangan, yaitu digantung di sebuah tali dengan diberi lampu di dalamnya. Beberapa damar kurung digantung di depan gapura masuk gedung, seolah sebagai lampu penerang jalan masuk.




Apa itu damar kurung? Damar kurung adalah lampion dari kertas dengan kerangka bambu yang disisi-sisinya dipenuhi dengan lukisan yang menceritakan tentang kehidupan sehari-hari. Damar kurung menceritakan kehidupan sehari-hari yang tak sulit dipahami, ada suasana rumah tangga, pasar, jalan, masjid, dan pantai. Tapi yang membuat unik dari karya seni lain adalah cerita dalam damar kurung ini selalu bergerak ke arah kiri, seperti geraknya tulisan Arab.

Karya seni lukis lampion dengan design unik, berkarakter polos kekanak-kanakan, berhias warna terang kuning, merah, hijau, dan merah jambu tersebut seakan-akan tidak bisa lepas dari nama besar pencetusnya, yaitu Masmundari. Karyanya banyak dikenal masyarakat luas sejak dipamerkan di Bentara Budaya Jakarta pada Nopember 1987. Seni tradisi yang menjadi ikon kebanggaan kabupaten Gresik itu ternyata masih terus menggema. Walaupun Masmundari, yang memopulerkan seni lukis damar kurung sudah dipanggil oleh Allah pada Desember 2005 silam dalam usia 115 tahun, tapi keberadaan damar kurung tetap eksis hingga kini, bahkan semakin menjadi rebutan para kolektor seni. Damar kurung juga banyak terpasang di beberapa kantor pemerintahan dan perusahaan. (Sumber dari sini)

Saya, Papa dan Arya, datang ke pameran tanggal 16 Juli. Inginnya sih saat pembukaan (tanggal 15 Juli jam 15.00) karena ada lomba pembuatan damar kurung. Tapi karena saat pembukaan Papa belum pulang kerja dan saya nggak mungkin ngajak Arya sendiri naik motor, akhirnya pupuslah sudah keinginan itu. Yah, cukup dipuaskan dengan datang tanggal 16 Juli itu saja, meskipun hanya bisa datang setelah pukul 8 malam.


Ternyata, di sana tidak hanya pameran saja tapi ada stand-stand yang khusus menjual souvenir karya warga Gresik, seperti baju, kaos dengan beberapa tulisan 'Gresik' dan gambar-gambar khas Gresik, tas kain bergambar khas Gresik, dan masih banyak lagi. Malah yang buat saya sedikit senang adalah ada kelompok pecinta burung hantu dan stand dari teman-teman Kelas Inspirasi. Kalau yang kelompok pecinta burung hantu ini, suka sekali si Arya. Meskipun dia nggak berani pegang, tapi melihat si burung hantu yang mengangguk-anggukkan kepalanya sambil mengeluarkan bunyi 'Nguk Nguk', sudah buat Arya ketawa. Apalagi saat burung hantunya melompat dan berjalan dengan cueknya melewati kaki para pengunjung.
Salah satu stand yang jual souvenir khas Gresik

Setelah Arya puas melihat burung hantu, ganti saya yang mendatangi stand Kelas Inspirasi. Apa itu Kelas Inspirasi? Kelas Inspirasi adalah gerakan para profesional turun ke Sekolah Dasar (SD) selama sehari, berbagi cerita dan pengalaman kerja juga motivasi meraih cita-cita. Cerita tersebut akan menjadi bibit untuk para siswa bermimpi dan merangsang tumbuhnya cita-cita tanpa batas pada diri mereka. Tujuan dari Kelas Inspirasi ini ada dua, yaitu menjadi wahana bagi sekolah dan siswa untuk belajar dari para profesional, serta agar para profesional, khususnya kelas menengah secara lebih luas, dapat belajar mengenai kenyataan dan fakta mengenai kondisi pendidikan kita. (Sumber dari sini)
Bersama teman-teman KI
Arya semangat sekali ambil brosur KI, entah buat apa >_<

Rencananya, saya mau ikutan KI Gresik gelombang kedua yang diadakan tanggal 29 September 2014. Jadi, sekalian saja saya mampir ke stand KI dan tanya-tanya tentang proses seleksinya dan kegiatannya saat tanggal 29 September 2014 nanti. Enaknya, yang jaga stand masih muda-muda, jadi mereka bersemangat sekali saat tahu saya mau gabung di program mereka dan menjelaskan dengan antusias. Kan saya jadi ikutan antusias juga.

Setelah puas bertanya-tanya di stand KI, saya mengajak Arya untuk melihat beberapa teman-teman graffiti yang mau menggambar di damar kurung ukuran raksasa. Beberapa dari mereka merasa kesulitan karena mereka biasa menggunakan pilox sebagai bahannya, sedangkan menggambar di damar kurung harus menggunakan cat dan kuas. Tapi, akhirnya mereka mampu juga. Sayangnya, saya nggak bisa menyaksikan prosesnya sampai selesai. Bagaimana pun juga, terbentur oleh waktu dan Arya sendiri sudah mulai bosan karena menunggui teman-teman graffiti yang menggambarnya nggak selesai-selesai. Hahaha..

Sebelum pulang, ada penampilan dari sebuah sanggar seni (saya tidak menyimak nama sanggar seninya karena meraka sudah hampir mulai saat saya sudah berdiri di depan panggung) yang membawakan sebuah tari bernama Pencak Macan. Uniknya, kali ini tari Pencak Macan tidak dibawakan oleh orang dewasa tapi dibawakan oleh anak-anak. Ya karena yang bawakan anak-anak, kadang ada beberapa tingkah mereka di atas panggung yang membuat penonton tertawa. Arya yang awalnya ngajak pulang melulu, akhirnya tertarik juga menonton. Malah dia ikutan gerakin badan dan ketawa-ketawa sendiri.

Tari Pencak Macan sendiri menceritakan tentang kehidupan suami istri yang bisa goyang karena godaan iblis yang mengganggu jalannya rumah tangga. Cerita lengkapnya, bisa dibaca di sini ya. Dalam tari Pencak Macan, ada beberapa kesenian khas Gresik yang diusung di dalamnya. Antara lain sholawatan, damar kurung, pencak silat, nasehat-nasehat sesepuh dan tari Pencak Macan itu sendiri. Yang saya suka dari penampilan kali ini adalah karena yang tampil adalah anak-anak, meskipun pelatihnya sudah sangat sepuh. Karena ketika sebuah budaya diturunkan pada anak-anak, maka merekalah yang nantinya akan melestarikan budayanya sendiri. Dengan begitu, masyarakat tak akan kehilangan identitas kedaerahannya di tengah terjangan masuknya unsur-unsur modern dalam kehidupan mereka.
Penampilan anak-anak di tari Pencak Macan

Setelah Tari Pencak Macan, ada penampilan dari maestro harmonika yang dimiliki Gresik, bapak Amang Genggong. Penampilan beliau bagus, menularkan semangat dan sangat lihai sekali. Tapi karena Arya sudah mengantuk, ya akhirnya saya urungkan niat untuk melihat sampai selesai.

Sejauh ini, saya puas dengan Festival Damar Kurung 2014 di Gresik kemarin. Meskipun saya merasa tidak terlalu banyak damar kurung yang dipamerkan, tapi lumayan untuk menuju ke arah pengenalan budaya Gresik pada masyarakat umum. Harapan saya sih, tahun depan semoga penyelenggaraannya lebih baik lagi, setting lokasinya lebih bagus lagi (tidak terlalu gelap, terutama saat penampilan di atas panggung) dan kesenian yang dipamerkan di stand-stand lebih bervariasi lagi.

12 komentar:

  1. Balasan
    1. Apik ya is? Aku aja masih sering tersepona lho sama mereka yg bisa buat damar kurung

      Hapus
  2. baru tahu aku mbak ada festival unik seperti ini

    BalasHapus
  3. yaampun, cantiknya.. :) keren damarnya :D

    BalasHapus
  4. aaa..... ndak nyangka gresik punya festival se-keren ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa.. dah sdh bertahun-tahun lamanya. Tahun depan mampir sini yuk..

      Hapus
  5. WOW Keren nie artikernya
    Sambil baca artikel ini, Aku numpang promosi deh !
    Agen Bola, Bandar Bola Online, Situs Taruhan Bola, 7meter

    BalasHapus
  6. unik damar kurungnya, Mak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Unik sekali mak Chi.. dan ini sudah masuk di pelajaran kesenian di gresik..

      Hapus

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^