Blog milik Ria Rochma, blogger Gresik, Jawa Timur. Tulisan tentang parenting, gaya hidup, wisata, kecantikan, dan tips banyak ditulis di sini.

[Keluarga] Memperbaiki Kualitas Ibadah Bersama Mbak Kanianingsih

| on
Minggu, Oktober 16, 2016

Dalam dua bulan ini, saya mendapati empat kabar duka dari orang-orang terdekat. Kabar kematian yang berturut-turut, membuat tubuh ini rasanya limbung, lemas, dan mengantarkan duka. Dua bulan, jangka waktu yang tidak terlampau jauh untuk empat kabar kematian. Satu datang, belum pula saya menata hati kembali, tiba lagi berita duka lainnya. Begitu terus selama dua bulan ini. Sedih menumpuk-numpuk. Belum tuntas satu, datang yang baru menerjang batin.

Kabar duka yang pertama begitu membuat hati ini tersontak. Mbak Deasy, salah satu anggota Arisan Link grup 4 di mana saya sebagai salah satu PICnya, meninggal dunia karena kanker. Tersontaknya hati saya dan anggota yang lainnya, karena beliau berpamitan untuk tak bisa melanjutkan mengerjakan PR arisan dengan hari meninggalnya itu, hanya berjarak beberapa hari saja. Lebih-lebih, beliau berpamitan dengan cara yang tidak menunjukkan kesedihan, tapi menggambarkan ketabahan yang luar biasa dalam menjalani kemoterapi.

[Kesehatan] Multivitamin Bagi Ibu untuk Mengembalikan Kondisi Tubuh Setelah Sakit

| on
Kamis, Oktober 06, 2016

Sering nggak sih, kita sebagai seorang ibu dicerca oleh banyak kalimat yang ‘seolah’ memberatkan? Seperti ini:

Jangan minum es, nanti anaknya sakit.
Duh, sakit ya, Dek? Pasti Mamamu yang nularin.
Hati-hati lho! Kalau ibunya sakit, anaknya biasanya ikutan sakit.
Dan masih banyak lagi kalimat-kalimat yang berbeda tapi intinya adalah sama. Si ibu dilarang sakit. Dilarang berat!

Kalimat-kalimat yang ‘seolah’ memberatkan si ibu ini, tampaknya mudah sekali diucap oleh orang lain yang tidak ikut mengasuh anak kita. Itu sungguh menyakitkan bukan? Padahal tugas seorang ibu itu sungguh berat. Bagaimana tidak, setiap hari dia berusaha untuk selalu sehat supaya bisa menjaga dan memenuhi kebutuhan suami dan anak-anaknya. Namun saat si kecil sakit, serta-merta si ibu yang disalahkan dengan dugaan yang menularkan sakitnya adalah ibunya, atau yang membuat si anak sakit adalah ibunya yang dianggap tidak bisa mejaga kesehatan dirinya dan kesehatan anak-anaknya.

[Perenting] Ingin Menitipkan Anak Secara Harian di TPA? Simak 5 Tips Ini Dulu Yuk!

| on
Jumat, September 30, 2016

Menitipkan anak di Tempat Penitipan Anak? Kenapa nggak?

Buat saya yang sehari-hari menitipkan kedua anak saya ke Ibu saat saya kerja, menitipkan anak di Tempat Penitipan Anak (selanjutnya saya nyebutnya TPA ya) merupakan pencapaian yang luar biasa banget lho. Saya cerita saja dulu ya kenapa akhirnya saya menitipkan Fatin ke TPA.

Jadi, akhir Agustus kemarin, Ibu ada undangan nikahan seorang kerabat dekat yang tinggal di Bekasi. Iya, Bekasi. Yang jauh di sana itu. Yang kalau jadi berangkat, Ibu harus meninggalkan kami *halah* setidaknya seminggu karena selain menghadiri pernikahan, Ibu juga bertandang ke rumah Bulek yang tinggal di Tangerang.

Awalnya, sempat bingung dan sepertinya terasa berat mengingat lamanya Ibu bepergian. Bingungnya, karena saya dan suami harus memutuskan nasib Arya dan Fatin saat kami berdua plus Bapak kerja. Oh iya, Ibu perginya nggak sama Bapak karena Bapak ada kerjaan yang nggak bisa ditinggal. Kalau Arya mah gampang. Bisa gantian jagain antara saya dan Bapak karena beliau kan kerjanya pakai sistem shift. Nah, yang Fatin ini, kami harus menimbang-nimbang akhirnya, jadi dijaga siapa nih pas saya kerja? Kalau sama Bapak, nggak mungkin. Karena nggak mungkin banget saya membebankan meninabobokan Fatin sambil memberi dia minum ASIP di dot kepada Bapak. Kan kasihan Bapak kali.

Ingin Meningkatkan Kognitif Anak? Pilih 5 Mainan Ini

| on
Senin, September 26, 2016

Usia di bawah lima tahun, adalah usia dimana anak-anak hendaknya dipuaskan hasrat bermainnya. Ya karena mereka memang waktunya bermain, bergembira dan bersenang-senang dengan masa kecilnya. Tapi tentunya, meskipun anak-anak kita diberi kebebasan bermain sesuka hati, tetap haruslah dalam pengawasan orang tua. Salah satu bentuk pengawasan orang tua ini adalah memilihkan mainan dan permainan yang bisa mengasah dan meningkatkan kemampuan si anak.

Sebagai orang tua dari dua balita, tentunya saya harus jeli memilih mainan yang sesuai untuk usia anak-anak saya. Lebih-lebih nih, saya juga harus memikirkan manfaat dari mainan-mainan itu. Arya, anak saya yang masih berusia empat tahun, adalah salah satu anak yang kemampuan motorik halusnya tercapai dengan baik. Oleh karenanya, saya harus memfasilitasi perkembangannya itu dengan cara memilihkan mainan yang juga berfungsi untuk meningkatkan kognitifnya. 

[Kuliner] Rasakan Sensasi Makan di Penjara Ala Mie Rampok Gresik

| on
Jumat, September 23, 2016

Membuka usaha pengolahan makanan di jaman sekarang ini, benar-benar harus ikuti tren. Apalagi kalau target yang disisir itu adalah anak muda. Yup, tahu sendiri kan kalau anak muda dari jaman dahulu kala itu, sukanya nongkrong-nongkrong. Entah hanya sekedar ngopi-ngopi, ngerumpi cantik atau nyemil-nyemil.

Nggak hanya di kota besar saja, di kota berkembang macam Gresik pun juga seperti itu. Anak-anak mudanya makin ke sini juga makin gaul dan kekinian. Mereka mulai selektif pilih-pilih tempat nongkrong yang asyik untuk sekedar ngerumpi. Soal harga dan rasa, sekarang mulai jadi prioritas ke sekian. Yang penting tempatnya instagramable, puas sudah.

Salah satu tempat nongkrong anak Gresik yang terbilang baru adalah Mie Rampok. Saya sudah pernah dengar dari jauh-jauh hari tentang tempat makan ini, karena Mie Rampok ini adalah cabang dari yang ada di Surabaya. Belum lagi, gembor-gembor dari teman-teman yang sudah ke Mie Rampok yang di Surabaya itu bikin saya berhasil ngiler ingin nyoba. Sebagai pecinta aneka makanan berbahan dasar mie, saya penasaran dengan rasanya. Apakah sebanding dengan pemandangan interior yang ditawarkan oleh mereka.

Perhatikan 6 Hal Ini Saat Memilih Pakaian untuk Bayi

| on
Senin, September 12, 2016

Saat masih hamil Fatin kemarin, saya sengaja memang nggak beli-beli baju untuk dia. Karena, ada baju-baju saat Arya masih bayi dulu yang masih bagus kondisinya. Dipikir-pikir, sayang juga kalau mau beli yang baru, karena kan anak bayi itu cepat sekali pertumbuhannya.

Benar ternyata. Baru saja dua bulan, eh, baju bayi yang sehari-hari dipakai oleh Fatin, sudah tampak sempit di badannya. Lubang kancingnya jadi melebar dan perut terlihat menyembul saat dia bergerak-gerak. Kalau dipaksa-paksa lagi untuk dilanjutkan pakai, kasihan juga meskipun anak bayi itu geraknya belum banyak. Akhirnya, mau nggak mau ya beli lagi baju-baju bayi yang sekiranya cukup untuk usia Fatin saat itu.

Custom Post Signature

Custom Post  Signature