Dalam dua bulan ini, saya mendapati empat kabar duka dari orang-orang terdekat. Kabar kematian yang berturut-turut, membuat tubuh ini rasanya limbung, lemas, dan mengantarkan duka. Dua bulan, jangka waktu yang tidak terlampau jauh untuk empat kabar kematian. Satu datang, belum pula saya menata hati kembali, tiba lagi berita duka lainnya. Begitu terus selama dua bulan ini. Sedih menumpuk-numpuk. Belum tuntas satu, datang yang baru menerjang batin.
Kabar duka yang pertama begitu membuat hati ini tersontak. Mbak Deasy, salah satu anggota Arisan Link grup 4 di mana saya sebagai salah satu PICnya, meninggal dunia karena kanker. Tersontaknya hati saya dan anggota yang lainnya, karena beliau berpamitan untuk tak bisa melanjutkan mengerjakan PR arisan dengan hari meninggalnya itu, hanya berjarak beberapa hari saja. Lebih-lebih, beliau berpamitan dengan cara yang tidak menunjukkan kesedihan, tapi menggambarkan ketabahan yang luar biasa dalam menjalani kemoterapi.






