Blog milik Ria Rochma, blogger Gresik, Jawa Timur. Tulisan tentang parenting, gaya hidup, wisata, kecantikan, dan tips banyak ditulis di sini.

[Arya] Selamat Ulang Tahun

| on
Sabtu, November 30, 2013
Kue ulang tahun Arya yang kedua :)

Berbicara tentang November, saya bicara tentang ulang tahun Arya yang jatuh di tanggal 11 November. Tahun ini, dia sudah dua tahun. Dan dia sudah tau apa itu kado, apa itu kue tart dan apa itu lagu 'Selamat Ulang Tahun'. Jadi, waktu dia bangun tidur lalu diberi ucapan selamat ulang tahun, dianya sudah senyum-senyum. Mungkin juga karena kami yang dewasa ini sudah sounding dari jauh-jauh hari kalau dia mau ulang tahun.

Sehari Tanpa Gadget : Puaskan Hobi, Anak dan Keinginan

| on
Sabtu, November 30, 2013
Giveaway kali ini temanya sip banget ya. Sehari tanpa gadget. Waduh, apa terjadi sama saya kalau sehari tanpa gadget?

Jawabannya adalah *drum roll*

Mungkin saya bakalan bete meskipun nggak pakai sangat. Ya secaralah. Saya itu sudah hampir selalu berkutat dengan gadget. Sejak Arya dah ngerti kalau laptop itu adalah barang yang menarik buat dipencet dan bisa dijadikan alasan buat emaknya nggak online atau ngedraft, akhirnya sayaseringnyapindah aktifitas online dan ngedraft ke smartphone. Tapi ya ibu-ibu, Arya juga udah mulai ngerti kalau smartphone itu bisa buat tampilkan video dan malah bisa ditenteng kemana-mana, akhirnya emaknya balik lagi ke laptop. Hihi, ini apaan sih ngomongnya, mulai ngelantur deh.

Tapi memang itulah nyatanya. Gadget sudah akrab bagi saya, bahkan juga bagiemak-emak yang lainnya. Apalagi nih ya, smartphone dengan OS android sudah memberikan banyak penawaran aplikasi yang menarik hati. Mulai dari social media, multimedia, game, edication juga editing photo. Kalau kata Papa sih, para pria mentok di multimedia dan game, tapi kalau emak-emak lebih cenderung mencoba semua aplikasi. Ah, ini nih salah satu yang bikin saya juga nggak bisa lepas dari gadget.

Tapi andaikan nggak ada gadget sehari aja, nggak masalah juga sih. Kenapa? Masih bisa diisi dengan kegiatan lainnya.Asal nggak sampai seminggu aja tuh ya tanpa gangetnya.

Kalau tadi saya cerita kalau saya ngedraftnya pakai smartphone, bisa tuh saya ngedraftnya manual. Caranya? Ya balik lagi ngedraft pakai kertas sama bolpoin. Apa nggak pegel tuh? Emang pegel sih, ntar juga pengerjaannya jadi dua kali. Lha daripada idenya bersliweran aja tapi nggak segera ditulis, bisa-bisa malah nggak jadi beneran. Nggak produktif juga akhirnya. Malah bisa tuh sekalian beraktifitas dengan Arya. Tinggal beri dia kertas, ajak saja dia menulis atau menggambar. Mungkin sedikit terganggu, tapi bisa diatasi kok.

Atau, kalau nggak ada gadget ya bisa saya habiskan dengan main-main sama Arya. Arya sekarang sudah bisa melakukan banyak hal baru dan selalu minta ditemani. Misalnya nih, sekarang Arya sudah bisa memegang pensil dengan benar. Dan menggoreskannya di kertas, membentuk garis-garis panjang atau melingkar-lingkar nggak jelas gitu. Yang kalau saya tanya, dia bilangnya itu ayam, bebek, kucing, dan lain-lainnya. Kalau dia sudah malas, saya yang disuruh menggambar. Atau, menemani dia bernyanyi sambil bawa remote tv , pura-puranya itu mikrofon.Kalau nggak gitu, temani dia nonton film-film di saluran tv anak-anak. Arya tuh kalau lihat tv, dia nggak suka lihat sendirian. Minta ditemani. Saya sih senang-senang aja, daripada dia ngeliat tv tapi nggak ngerti artinya, mending saya temani sambil saya kasih tahu adegan apa saja yang dia tonton. Sekalian saya kasih nasehat. Sip yah.
Bermain air dari semprotan :)


Atau saya membuat scrapbook. Satu layout saja. Kalau aktifitas ini nggak bisa disambi dengan mengasuh Arya. Umur dia masih masanya bertanya tentang banyak hal. Masih suka penasaran sama sesuatu yang baru. Kalau dia ikutan nimbrung saat saya garap scrapbook, wah, bisa-bisa bercampur aduk itu semua alat dan bahan. Apalagi kalau dia lihat punch atau embelish yang lucu dan unik. Argh!! Daripada menambah pekerjaan lagi, lebih baik garap scrapbooknya saat dia tidur siang saja.
Salah satu layout scrapbook di project 'Arya Satu Tahun'



Dan kegiatan lain yang bisa saya lakukan saat sehari tanpa gadget adalah belajar menjahit. Baiklah, saya akui saya tidak terampil menjahit, meskipun di rumah ada mesin jahit milik ibu. Sebenarnya dari dulu ibu sudah menyuruh saya untuk belajar menjahit, tapi sayanya yang ogah-ogahan. Kata ibu saya dulu, setidaknya perempuan itu bisa menjahit. Kenapa? Karena akan mudah kalau ada baju anak atau suaminya ada yang robek. Atau memasang bed sekolah anaknya. Atau sekedar membuat rok dari kain sarung. Benar juga sih kata ibu saya itu. Saya baru merasakannya sekarang, saat dua celana kerja suami saya robek dan baju kerja saya butuh dikecilkan karena badan saya yang mulai mengecil *pamer body bok*.
Mesin jahit milik ibu. Jadul banget, tapi masih enak dipakainya :)


Sebenarnya, banyak hal yang bisa kita lakukan kalau sejenak saja kita terlepas dari yang namanya gadget. Meskipun kita harus pintar bagi waktu antara aktifitas satu dengan yang lain. Walau begitu, nggak bisa memungkiri sih, kalau gadget memang sudah erat dalam kehidupan kita. Manfaatnya banyak, asal penggunaannya tak berlebihan. Salam kreatif ^^

***

“Tulisan ini ikutan GA keren Sehari Tanpa Gadget di blog Keajaiban Senyuman lhooooo”

Manfaat Menggambar Bagi Anak Usia 2 Tahun

| on
Kamis, November 28, 2013
Mencampur warna :))


Saya termasuk salah satu pembaca blog milik mbak Lianny, karena banyak tulisan dari mbak Lianny yang memberikan banyak tips. Nah, waktu dia bikin GA November ini, langsung deh ubek-ubek blognya. Ubek-ubeknya sih udah lama, tapi baru kegarap sekarang *maaf baru setor*. Dan saya memilih tulisan ‘Kembangkan Kreativitas Anak dengan Melukis’ sebagai tulisan favorit saya. Dari tulisan mbak Lianny ini, saya jadi bisa menemukan manfaat menggambar bagi anak usia 2 tahun lho!

Dari tulisan mak Lianny ini, saya jadi mengetahui bahwa kegiatan melukis tidak hanya itu saja-saja. Bukan hanya melukis dengan cat air, selesai. Tapi banyak cara supaya kreatifitas si anak bisa muncul, seperti menaburkan garam supaya bertekstur, menggunakan biji-bijian, menempeli hasil lukisan dengan helaian benang, dan membingkai hasilnya. Tuh kan, banyak bisa dilakukan dengan melukis bukan?

Kalau saya nih, sebelum mengenalkan Arya melukis, saya sudah jauh-jauh hari mengenalkan Arya pada menggambar.  Karena bagi saya, sebelum mengetahui teknik melukis, ada baiknya si anak mengetahui dahulu teknik menggambar. Arya kalau diajak menggambar, bersemangat sekali. Tapi nggak masalah sih, karena menggambar banyak manfaat untuk tumbuh kembang Arya, baik secara motorik atau psikisnya.

Beberapa manfaat menggambar bagi anak usia 2 tahun sesuai dengan pengalaman saya adalah :

1. Menggambar dapat melatih kemampuan motorik halus anak. Kemampuan motorik halus adalah kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata-tangan (sumber). Salah satu cara untuk melatih motorik halus anak adalah dengan menggambar. Keuntungan yang saya dapatkan, sebelum umur 2 tahun, Arya sudah baik lho cara memegang pensilnya.
Perhatikan deh cara Arya memegang bolpoin :)


2. Menggambar bisa menambah wawasan si anak. Saya tidak peduli dengan gambar saya yang acak kadut asal saya bisa menggambar bentuk bebek, kucing, sapi, rumah, pohon, mobil, bis, dan lainnya. Mengapa? Karena dengan menggambar, saya mengenalkan bagian-bagian pada tiap benda itu. Misalnya, berapa kaki kucing, berapa jumlah roda bus, dimana letak lampu motor, bagaimana bentuk roda, dsb.

3. Menggambar bisa melatih keberanian anak untuk bertanya pada orang lain. Bagi Arya yang masih berusia 2 tahun, menggambar bisa dengan cepat melatih kemampuan bertanya yang baik. Misalnya saat Arya bertanya tentang warna yang dia cari, dia saya latih untuk menggunakan bahasa yang sopan. Seperti, “Mama, crayon merah yang mana?”. Meskipun akhirnya Arya hanya bisa bertanya dengan kalimat, “Ayon eyah, ana, Ma?”.

4. Kalau kegiatan menggambar ini dilakukan bersama temannya, maka akan melatih kemampuan bersosialisasi anak. Kemampuan ini antara lain menghargai hasil karya orang lain, melatih anak untuk mau meminjamkan alat menggambarnya kepada temannya dan menjalin komunikasi yang baik antara anak dan temannya. Tetapi karena Arya masih 2 tahun, saya masih mengawasi dia dari jauh saat menggambar bersama temannya. Karena pada usia ini, sifat ke-aku-an anak sangat dominan. Saya nggak mau ujung-ujungnya bertengkar karena mereka tidak mau saling meminjamkan alat menggambarnya.
Menggambar bersama kakak Eba dan Umi :)

5. Menggambar akan mengenalkan anak pada bentuk. Kita bisa mengenalkan bagaimana bentuk segitiga, segiempat, lingkaran, garis panjang dan pendek, gambar kecil dan besar, dan masih banyak lagi. Mungkin hasil yang kita inginkan tidak akan terlalu terlihat pada hasil gambar mereka. Namun ketrampilan ini akan terlihat jika diaplikasikan dalam kegiatan sehari-hari. Misalnya saat menyuruh anak memasukkan benda yang sesuai dengan bentuknya. Atau saat si anak kita suruh menyebutkan benda mana yang besar dan benda mana yang kecil.

Demikian Mak manfaat menggambar bagi anak usia 2 tahun. Jangan bosan ya kalau si anak sukanya menggambar, karena selain lima manfaat di atas, masih banyak manfaat lain dari menggambar yang emak-emak bisa gali. Salam kreatif ^^

***

Ohya, syarat kedua, menentukan umur putrinya mbak Lianny. Baiklah, saya tebak. 7 tahun. Semoga benar *rapal doa berhari-hari*.

***

“Postingan ini diikutsertakan untuk memeriahkan GA Blog www.liannyhendrawati.com.”



Tentang Usaha Mengambalikan Foto Yang Terhapus

| on
Minggu, November 24, 2013


credit


Tulisan tentang usaha mengembalikan foto yang terhapus sudah ada di draft sekitar sebulanan ini. Udah mulai berdebu tapi cepat-cepat saya ambil sapu buat dibersihkan dan braso buat dioles *halah, apaan sih?*. Ini curhat sebenarnya tapi sekalian intropeksi diri. Sebulan yang lalu, sekitar 200-an foto Arya di handphone terhapus. What? Iya, sumpah! 200-an foto terhapus! Huwwaaa!!! Sayanya nangis pengen guling-guling tapi nggak mungkin karena gengsi umur.

Lupakan Dinginnya Hujan, Demi Kopdar yang Hangat

| on
Kamis, November 21, 2013
credit

Hallo semuanya!!! Akhirnya saya kembali ke dumay setelah seminggu ini nggak jelas lari kemana-mana. Tapi tetap kan ya, nggak mungkinlah setelah saya nggak mampir di dumay seminggu ini, saya nggak bawa bahan buat nulis di blog. Buat tulisan pembuka kali ini *hatsah*, saya mau cerita kopdar pertama saya dengan sesama blogger.

Acer Aspire E-1 Series Cocok untuk Aktifitas Saya dan Keluarga

| on
Kamis, November 14, 2013
Acer Aspire E-1 432 
Udah nggak perlu ditanyakan lagi ya kelebihan yang dimiliki oleh Acer E-1 Series itu. Mulai dari prosessor yang cocok buat emak-emak macam saya yaitu Intel Celeron yang memiliki keluaran listrik rendah banget, yaitu hanya 15 watt saja. Otomatis kan pengeluaran keluarga bisa ditekan meskipun notebooknya digunakan seharian penuh. Belum lagi, baterainya yang bisa bertahan 6 jam saat dipakai untuk aplikasi ringan dan 4 jam untuk game.

Akhirnya, saya nggak nolak banget memiliki ini notebook. Apalagi kalau dapatnya gratis alias berupa hadiah. Kenapa? Ini nih alasannya :

1. Notebook Acer Aspire E-1 Series kan slim banget, 30% dari notebook yang sekelas sama dia yaitu hanya 2,2 kg saja. Ini sesuai dengan kondisi saya sekarang setelah mengalami kecelakaan empat bulan yang lalu. Tulang lengan kiri saya patah dan tidak diperbolehkan membawa atau menjinjing barang yang terlalu berat. Memang program fisioterapi saya sudah selesai hari Senin kemarin tetapi saya masih harus latihan angkat beban untuk menguatkan otot lengan. Kalau saya bawanya notebook yang berat, tulang saya terasa ngilu.

2. Saya mengajar dan membutuhkan notebook untuk membuat materi bimbingan kelompok dan membuat laporan konseling. Pasti oke banget tuh kalau saya ke sekolah sambil membawa notebook slim. Bisa tampil keren dengan notebook slim yang paling tipis di kelasnya dan juga memiliki desain yang cantik. Mana nggak berat buat dibawa tiap hari pula. Otomatis nih ya, jadi bersemangat pula saya mengerjakan laporan dan membuat materi bimbingan.

3. Saya dan keluarga saya berusaha semampu kami untuk selalu berhemat energi. Selain mendukung program pemerintah juga untuk menekan pengeluaran keluarga. Misalnya ya, kami tidak memiliki AC meskipun suhu di Gresik tinggi sekali. Lebih baik buka semua pintu dan jendela dan membiarkan angin masuk. Saat malam hari, lampu yang menyala hanya lampu di kamar, itupun lampu tidur. Kami juga memilih alat elektronik dengan watt kecil. Misalkan mesin cuci. Tidak perlu mahal, toh fungsi dasarnya sama yaitu untuk mencuci baju. Dan karena listrik yang dihasilkan notebook keluaran Acer Aspire E-1 series didukung oleh performa Intel® Processor di dalamnya ini tidak lebih dari 30 watt, notebook ini cocok untuk keluarga kami.

4. Saya suka sekali dengan notebook dengan ukuran kecil. Apalagi kalau bukan karena mudah dibawa kemana-mana. Dulu, saat saya kuliah semester akhir, saya pernah memiliki Acer Aspire (tapi lupa tipenya) yang ukurannya 16". Nggak praktis dibawa kemana-mana. Sedangkan Acer Aspire E-1 Series ini kan hanya 14" saja. Pastilah tinggal diselipin di tas saat bepergian.

5. Notebook Acer Aspire E-1 Series ini menunjang juga aktifitas ngeblog dan crafting saya. Kenapa? Wifi dong, wifi. Wifi seri terbaru ini bikin ngeblog makin oke. Saya bisa dengan leluasa posting dan blogwalking. Saya juga bisa klik sana sini buat cari layout scrapbook dan tutorial bikin scrapbook handmade yang cantik dan kreatif. Kalau misalnya lupa bawa modem, tinggal nyalakan wifi, masalah teratasi. Hobby dan kreatifitas jadi tersalurkan dengan baik bukan?

6. Saya ingin memberikan fasilitas belajar untuk Arya terutama permainan-permainan dan video yang menunjung tumbuh kembang dia. Arya suka sekali dengan game ketangkasan. Sedangkan untuk film, Arya suka sekali dengan film yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari dia. Seperti Timmy Time dan Barney. Notebook Acer Aspire ini menunjang sekali untuk aktifitas Arya ini. Kenapa? Apalagi kalau bukan karena ketahanan baterainya. Untuk main game berat saja bisa bertahan 4 jam, apalagi hanya sekedar game ketangkasan untuk anak usia 2 tahun.

7. Emak yang cerdas dan kreatif butuh alat penunjang yang baik pula. Saya ingin jadi istri dan emak yang cerdas, yang mampu mengimbangi aktifitas suami saya dan mampu memberikan kontribusi yang berarti dalam tumbuh kembang anak dan siswa-siswa saya. Dan kecerdasan ini bisa saya dapatkan dengan selalu update informasi terbaru dan menganalisa sesuai kebutuhan. Saya juga ingin jadi wanita yang kreatif. Karena kreatifitas akan membuat seseorang selalu menghargai hasil karya orang lain dan mampu menjadi penyeimbang otak kiri yang sudah berat kerjanya alias selalu menganalisa kehidupan. Dan peningkatan kemampuan saya ini perlulah didukung oleh perangkat keras yang handal, semacam Acer Aspire E-1 Series ini.

Jadi, jadi... saya berharap banget nget nget dapatkan notebook slim ini. Semoga bisa terkabulkan. Amin.

***

“Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.”

Custom Post Signature

Custom Post  Signature