Kamis, 14 April 2016

Dek Ayi, Berkeluarga Tidak Menjadi Penghalang Untuk Mengantongi Impian

Sebagai seorang wanita yang memiliki impian, saya, bahkan Anda semua juga memiliki hasrat untuk memenuhinya. Karena memang ranah seorang wanita itu adalah mengatur segala hal yang berbau domestik keluarga, kadang kala impian-impian yang kita gantung saat akan tidur, kembali menguap entah ke mana. Tapi, tak semua wanita menyerah dengan membiarkan impian-impiannya menguap, beberapa (bahkan banyak) malah memiliki banyak rencana untuk meraihnya.



Salah satunya adalah Sri Luhur Syastari, wanita muda asal Aceh yang memiliki blog bertajuk CutDekAyi, yang memiliki impian tinggi untuk passion yang dia pupuk sedari masa sekolah.

Saya mengenalnya karena kekhasan dia menyebut dirinya sendiri dengan panggilan ‘Dek Ayi’ karena dalam satu grup chat room, dia merasa dirinyalah yang paling muda dibandingkan yang lain. Saya pikir, seberapa muda sih dia? Ternyata memang masih sangat muda, tapi sudah berani mengambil langkah besar untuk masa depannya. Apa itu? Menikah dan memiliki anak di usia muda.

21 tahun sudah memiliki satu anak laki-laki yang lucu, Kizain namanya. Namun, memiliki anak di usia muda tidaklah menjadi penghalang dia untuk meraih cita-cita dan impiannya. Dek Ayi berani mengambil sikap dengan cara mengambil jalan tengah agar pernikahannya tidak menjadi penghalang untuknya meraih cita-cita, begitu pula sebaliknya. Mengambil cuti kuliah selama dua semester, menjadi pilihan terbaik saat ini. Satu semester dikala dia hamil, dan satu semester lagi sesudah melahirkan Kizain.

Dek Ayi, ambil dari instagramnya :)

Alasannya? Dek Ayi benar-benar memikirkan bagaimana dia harus dengan maksimal memenuhi kebutuhan anaknya sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai seorang ibu. Cuti satu semester disaat dia hamil, karena kehati-hatiannya terhadap kesehatan janin di perutnya karena hampir tiap hari dia bersinggungan dengan virus-virus yang mungkin bisa ditularkan melalui aktifitas belajarnya di kampus. Iya, Dek Ayi sekarang sedang menempuh studi di Fakultas Kedokteran Hewan UNSYIAH, Aceh. Lalu, cuti satu semester berikutnya, dia ambil karena kesadaran tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif pada bayi. Pengambilan jalan tengah yang penuh pertimbangan bukan?

Apa hanya sekedar lulus kuliah saja impiannya? Oh, tentu ngga itu saja saya kira. Dan ternyata betul. Wanita muda yang sedang berusaha membangun keluarga bahagia sedikit demi sedikit dengan suaminya yang seorang programmer ini, berencana menelurkan sebuah buku fiksi. Fiksi? Ah, jadi ingat label fiksi saya di blog, yang makin ke sini makin sepi dari tulisan saya *abaikan*. 


Fiksi adalah salah satu passion Dek Ayi. Karena semenjak duduk di bangku sekolah lanjutan di Tanjungpinang, dia mengasah kemampuan mengolah kalimat dalam bentuk fiksi dengan cara bergabung di komunitas sastrawan muda. Dia dan teman-temannya berteater, berpuisi, mengikuti lomba drama dan menjalin komunikasi dengan penyair-penyair di Tanjungpinang. Bahkan, dua buah buku antologi terbitlah sudah. Sayap-Sayap Bening untuk antologi puisi dan 7 Senja 7 Purnama untuk antologi cerpen.

Itulah tentang Dek Ayi. Tulisan-tulisannya dengan niche family, bisa dibaca dengan nyaman dan enak di blog pribadinya. Bahkan hampir tak menunjukkan bahwa pemilik blog ini adalah perempuan muda yang usianya akan menginjak 22 tahun di akhir April nanti.

Salam,
Ria Rochma

7 komentar:

  1. Pantes tulisannya ngalir banget.mba Ayi penulis buku juga ya

    BalasHapus
  2. Saya lihat di postingan awal2 blognya Ayi jg rajin bikin puisi. Nyeni jg dia ya mb Ria

    BalasHapus
  3. Mba Ayi menginspirasi calon ibu muda yang akan datang :D

    BalasHapus
  4. Mba Ayo itu imut banget ya.. Msh muda dah punya keluarga yg utuh yg dikasihina..

    BalasHapus
  5. Mba ria. Oh mba riaaa.. Masya Allah. Itulah mengapa Allah ciptakan teman, agar saling mengingatkan dlm kebaikan. Terus ingatkan ayi untuk menyelesaikan apa yg telah ayi mulai ya mbaa.. Karena meski pengen jadi penulis, skripsi juga harus kelar. Dan Allah ga akan ngasih beban kalo hambaNya ga mampu *nyemangatin diri sendiri* mari berbahagiaaaa wahai ibu ibu di luar sana :D

    BalasHapus
  6. Mba Ayi ini menjadi contoh bahwa impian dan kelurga bisa jalan beriringan. Hebatttt

    BalasHapus
  7. Iya bener, tulisan Ayi emang nyastra banget. Kaya lagi baca cerpen, padahal bukan, hihi..semoga sukses dalam menggapai semua impiannya :)

    BalasHapus

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^