Kamis, 26 September 2013

Tiga Pilar Pendidikan Karakter Pada Anak

credit
Sebagai guru bimbingan dan konseling, banyak masalah-masalah siswa saya yang saya tangani yang berujung pada kurangnya pemupukan pendidikan karakter pada anak. Ah, kalau berbicara pendidikan karakter, sepertinya memang harus dilihat dari berbagai aspek pendidikan ya.

Begini, seorang siswa, jika ingin mendapatkan pendidikan yang layak, tentunya harus didukung oleh tiga pilar. Keluarga, sekolah, masyarakat. Tiga pilar ini harusnya memiliki kekuatan yang baik sehingga siswa tidak mengalami goncangan hebat dalam perjalanannya menuntut ilmu. Kalaupun nantinya siswa mendapat goncangan yang sangat berat dari masing-masing pilar, maka tidak akan menjadi masalah yang berat, karena masing-masing pilar berusaha untuk membantu siswa menghadapi goncangan itu tadi.

Nah, ketiga pilar ini, haruslah memiliki kompetensi untuk mendukung perkembangan fisik dan psikis siswa yang dapat menunjang kegiatan belajarnya. Salah satu kompetensi itu adalah kemauan ketiga pilar ini untuk menanamkan pendidikan karakter pada siswa. Kenapa saya bilang kemauan kok tidak kesadaran? Banyak kok yang sadar bahwa pendidikan karakter itu penting. Sadar pula bahwa sekarang isu pendidikan karakter itu sedang gencar digerakkan. Tapi hanya sedikit pelaku pendidikan yang mau untuk menerapkan dan memberi contoh pada anak-anak bangsa ini.

Inginnya saya sih, semua pilar pendidikan dan juga siswanya, mau melaksanakan pendidikan karakter ini dengan sangat sangat sangat baik sekali. Dari orangtua, sejak kecil kita menanamkan karakter anak yang baik. Baik itu bukan hanya disiapkan jadi juara biar bisa dapatkan nilai di sekolah yang bagus-bagus lho. Baik dalam artian memiliki sikap yang baik, mampu mengambil keputusan dengan langkah-langkah yang baik, kuat dalam berfikir, memiliki tujuan hidup yang jelas dan mampu menjalankan step by stepnya. Nah, kalau orangtuanya bisa membentuk anak seperti ini, enak kan? Si anak sudah disiapkan buat menghadapi tantangan di zamannya besok saat dia dewasa.

Kalau sudah begini, ya mau nggak mau, orangtua tuh harus berfikiran terbuka. Terbuka dengan segala informasi lama dan terbaru, terbuka dengan perkembangan zaman, terbuka dengan perubahan sikap anak. Tapi kan ya, nggak semua orangtua di Indonesia ini bisa dapatkan informasi dengan mudah. Ya iyalah, orang informasi itu wira-wirinya banyak melalui dunia maya, sedangkan tidak semua orangtua itu bisa mengoperasikan komputer bahkan browsing artikel parenting.

Maunya saya sih, kita bersama adakan pelatihan penggunaan komputer dan internet, sehingga orangtua bisa browsing artikel parenting dengan mudah. Lha kalauuang buat beli komputenrya nggak ada? Tetangga yang baik dan memiliki komputer di rumahnya, bisa kan bantu? Lha kalau nggak ada waktu buat browsing karena waktunya sudah habis buat bekerja? Tetangga yang baik, bisa kan kasih print artikel oke tentang parenting. Enaknya kalau tetangganya mau saling bantu semua demi membangun karakter anak yang baik.

Oke, kita bicara pilar lainnya lagi, sekolah. Sekolah sekarang harusnya bukan lagi sekolah yang bisa meluluskan siswanya dengan nilai akademik yang bagus-bagus tapi juga mampu meluluskan siswanya dengan karakter yang baik dan kuat. Kalau sudah begini, semua orang di dalam lingkup sekolah, ya harus memberikan contoh yang bagus. Kepala sekolah, guru, bagian tata usaha, tukang kebun, bagian kebersihan, laboran, satpam, ibu kantin, juga komite sekolah.

Dan bagaimana pun juga, pelaku di sekolah ini harus berfikir terbuka. Harusnya nih ya, tidak ada lagi pelaku pendidikan di sekolah (terutama guru) yang ngga melek informasi tentang pendidikan karakter. Gaji bisa buat beli laptop, modem, dan kursus internet. Atau, menganggarkan tiap bulannya membeli buku-buku pendidikan yang sifatnya untuk pengembangan karakter siswa. Lha kalau guru yang tinggal di pelosok? Gajinya minim gimana? Kalau saya pribadi, selama jalur ekspedisi itu masih terbuka lebar, bisa kok untuk korespondensi dengan guru di daerah lain untuk bertukar pikiran.

Sekarang pilar ketiga. Lingkungan sekitar siswa. Lingkungan ini bukan hanya di sekitar keluarga dan sekitar sekolah saja lho. Harus yang lebih luas lagi. Yaitu lingkungan luar yang terjangkau siswa dalam bentuk berita. Baik berita yang bentuknya visual (televisi, koran, atau kejadian langsung) dan berita berbentuk audio (radio, gosip tetangga, obrolan antar teman). Kok sebegitu luasnya? Ya jelas dong. Siswa sekarang itu mobilitasnya cepat sekali. Informasi yang mereka dapat juga cepat, banyak dan beragam. Artinya, bisa dong harusnya masyarakat itu memfilter sendiri supaya siswa kita ini tidak ditunjukkan melulu dengan berita-berita yang sifatnya melemahkan karakter.

Saya tuh ya, suka gregetan dengan berita di media yang nyaris tanpa filter. Saya lebih suka saat saya kecil dulu. Para pelaku berita itu kompak memfilter bahkan mensensor berita-berita yang 'kejam' bagi anak-anak. Seperti memberikan inisial nama, mensensor wajah pelaku kejahatan, mensensor anggota tubuh yang terkena kecelakaan, menayangkan kabar kejahatan di waktu-waktu yang aman dari anak-anak, dan penayangan berita dengan kalimat-kalimat yang sopan dan pengkiasan. Ah, andaikan seperti dulu lagi *uhuk*.

Jadi, jadi, sebenarnya sudah tidak ada alasan lagi buat kita untuk tidak mau membentuk karakter anak-anak kita menjadi pribadi yang santun, baik, dan kuat *kok jadi seperti Mario Teguh gini?*. Mari bersama yuk saling bahu-membahu, saling mendukung dan saling menghormati, demi anak-anak bangsa ini.

“Khayalan ini diikutsertakan dalam Giveaway Khayalanku oleh Cah Kesesi Ayutea”

18 komentar:

  1. Mungkin salah satunya adalah memaksimalkan eskul di sekolah mbak.. Soale menurut saya itu adalah salah satu kegiatan non akademis yang penting diberikan pada siswa. Sebab dikit demi dikit pendidikan karakter bisa kita masukkan. Bikin eskul ngeblog mungkin.


    Tapi sayang sekarang eskul udah beku bahkan sengaja dibunuh, sebab masing-masing sekolah fokus agar muridnya lulus 100% dalam Ujian Akhir..

    sukses GA-nya ya

    BalasHapus
  2. setuju bangett sumpah..

    andai semua orang punya satu misi untuk membentuk karakter dengan pendidikan yang baik.. sayang, lain di ucapan lain di perbuatan

    BalasHapus
  3. sekses dengan GAnya..

    Salam kenal

    BalasHapus
  4. Ini cerita khayalan yg paling serius yg pernah saya baca :-)

    BalasHapus
  5. punya anak baby itu jadi PR banget ya mbak, gimana cara membentuk karakter yang baik di keluarga, suka bingung sendiri bagaimana harus bersikap saat anak ber"tingkah" hehe aku masih perlu banyak belajar

    BalasHapus
  6. Setuju sekali, pendidikan anak harusnya utama perlu diperhatikan.

    Banyak kejadian dan kegiatan yang sangat negatif banyak dilakukan anak pada jaman ini.

    Berusahalah selalu memberikan perilaku yang bisa menjadi teladan yang baik.

    Terimakasih atas apresiasi yang selama ini sudah Mbk lakukan.

    Semoga dapat terus menginspirasi anak-anak Indonesia Mbk.

    Saya bangga. Salam persahabatan dari Jember.

    BalasHapus
  7. ketiga pilar ini memang yg sangat mempengaruhi anak2 ya? bagaimana kita menjaga pilar2 ini agar tetap baik utk perkembangan anak.

    BalasHapus
  8. tiap kali baca yg berhubungan dengan karakter entah itu pendidikan,anak,bangsa dll...pasti pikiranku lgsung lari ke Korea....banyak banget pelajaran yang bisa kita ambil dan contoh dari Korea,sebenarnya sih kita sudah ada karkter dari nenek moyang kita.misalnya sopan santun,kalo diterapkan dari kecil pasti sampai besar nempel tapi ya itulah tergantung individu juga,lingkungan tempat tinggal juga...kalo nggk mendukung,ya..wassalamlah... :D

    BalasHapus
  9. penjabarannya lengkap banget, kuat juga. moga menang GAnya...

    BalasHapus
  10. Bener banget pendidikan karakter memang penting. Sukses GA nya Mbak :)

    BalasHapus
  11. semoga menang ya kak dalam giveaway kak noorma :-)

    BalasHapus
  12. Hmmmm... enak banget kalau bu guru yang berkompeten yang menjelaskan. Terima kasih sharingnya mak :D

    BalasHapus
  13. 3 pilar yang semoga bisa dimulai dari diri sendiri dan lingkungan ya, mak. insya Allah nanti jadi melebar ke ranah yang lebih luas lagi :)

    BalasHapus
  14. khayalan tingkat tinggi yg sangat keren..
    smoga terwujud ya mak, demi dunia pendidikan yg lbh maju :)

    BalasHapus
  15. Selamat yaa atas kemenangannya! Sukses untuk GA berikutnya! Tayangan waktu hanya TVRI yang ada masih bisa dinikmati segala usia, sekarang tidak ada yang bisa di buat contoh untuk membangun budi pekerti buat buah hati kita!

    BalasHapus
  16. Thanks ya sob udah share .......................



    bisnistiket.co.id

    BalasHapus
  17. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai "Tiga Pilar Pendidikan Karakter Pada Anak".
    Menurut saya pendidikan yang berperan penting dalam pembetukan karakter individu manusia. Saya juga mempunyai video mengenai Pendidikan yang bisa anda kunjungi di http://video.gunadarma.ac.id/play.php?vid=484

    BalasHapus

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^