Jumat, 20 September 2013

Butuh Konsinten Untuk Terus Ngeblog

credit
Saya mengenal dunia blogging itu sekitar tahun 2007, melalui blog gratis bawaan friendster. Saat itu, saya dikenalkan oleh salah satu teman kuliah. Menarik sekali sih, secara template bawaan friendster itu heboh-heboh tampilannya. Namanya juga darah muda, senangnya yang heboh-heboh padahal isi blog saya waktu itu nggak jelas banget. Kalau nggak puisi, cerpen cengeng atau curhatan ngga penting. Dan saya nggak ngerti caranya biar blog saya itu bisa lebih dikenal blogger dari platform lain, dan parahnya, saya nggak ngerti kalau tulisan saya itu -kalau berkualitas- ternyata bisa nongol di search engine*jambak-jambak jilbab*

Akhirnya, friendster pun masanya berlalu. Akun saya tanpa saya non aktifkan, terhempas sendiri dari peredaran dumay. Begitu pula blog saya. Sempat sedih juga seh. Meskipun isinya ngga jelas gitu, tapi kan lumayan buat isi waktu luang saat tidak kuliah. Kemudian, tanpa sengaja, saya menemukan sebuah artikel di google bahwa pengguna blog friendster yang blognya sudah 'menghilang', bisa beralih ke wordpress atau ke blogspot. Setelah bandingkan sana-sini, liat tampilan blog orang lain dari kedua platform, dan dari pendapat pribadi yang memiliki insting bahwa wordpress lebih mudah daripada blogspot, akhirnya saya memilih untuk membuat akun di wordpress.

Hore! Jadilah saya blogger lagi.

Dan isi blog saya tetap masih angin-anginan. *pletak*

Blog dengan wordpress ini menyenangkan. Menu-menunya mudah, tersusun dengan poin-poin yang familiar tapi sayangnya nggak bisa ubah template. Saat itu tawaran template dari wordpress ngga banyak, saya jadi mudah bosan *alasan saja*. Dan eng ing eng, blog ini harus saya nonaktifkan juga pada akhirnya karena email yang saya pakai untuk login, dihack sama seseorang. Dan gegara hack itu, aktifitas saya di facebook pun juga terhenti, untuk sementara menghilang. Aish, sebel ngga sih?

Disaat saya hibernasi, saya tanpa sengaja mengenal Kompasiana saat mencari artikel tentang aplikasi bimbingan konseling di jenjang sekolah menengah. Setelah search apa itu Kompasiana dan keunggulannya, saya beranikan diri membuat akun di sana. Dan hore lagi! Akhirnya saya kembali ngeblog di tahun 2010 dengan alamat URL http://kompasiana.com/miss.rochma.

Dari Kompasianalah saya mengenal banyak kawan yang memberi saya motivasi untuk menulis. Tak lagi menulis angin-anginan tapi menulis untuk berbagi yang bermanfaat. Dan dari Kompasianalah saya mengenal tentang komunikasi yang intens dalam dumay. Dari situlah saya jadi paham tentang sesuatu. Bahwa semakin intens kita berkomunikasi dengan cara meninggalkan komentar, saling bertukar akun sosmed, maka tulisan kita akan semakin dikenal orang. Hm, pantas saja akun wordpress saya dulu pengunjungnya sedikit. Lha wong saya belum ngeh sama aktifitas tinggal-meninggalkan komentar ini *tepok jidat sendiri**kemana aja Mbak?*

Lalu pada bulan Juli 2012, gegara beberapa teman Kompasiana aktif di blog pribadi, saya ikutan latah juga bikin blog pribadi. Dan kali ini saya memilih memakai blogspot. Apalagi kalau tidak terbuai dengan template blogspot yang bagus-bagus itu *pletak lagi*. Di blog pribadi (alamat URLnya adalah http://mamaarkananta.blogspot.com) ini, saya jarang menuliskan reportase alias menulis dengan bahasa yang kaku. Saya lebih santai, mengingat ini adalah blog milik saya sendiri. Rumah saya sendiri, tidak seperti Kompasiana yang merupakan blog kroyokan. Tapi ya, tetap saja, meskipun pindah menulis di blog pribadi, intensitas saya menulis tidak bisa sebanyak teman-teman blogger yang tulisannya sudah banyak banget itu.

Ya, tidak lain adalah karena waktu. Halah, kenapa waktu jadi alasan? Setiap hari saya memiliki jadwal membimbing siswa saya yang jumlahnya sekitar 120 anak. Dengan masing-masing memiliki permasalahan tersendiri yang terkadang mempengaruhi hasil belajarnya. Meskipun saya bekerja ngga sampai sore, tapi setiba di rumah, si krucil Arya dah menunggu dengan sabar *cium Arya dulu*. Dan tugas mengasuh Arya yang dilakukan ibu saya saat saya bekerja, beralihlah ke saya.

Saat Arya masih bayi dulu alias masih belum bisa merangkak, saya masih bisa menulis di Kompasiana dan di blog pribadi. Tapi setelah Arya mulai merangkak dan belajar berjalan, perhatian saya jadi lebih ke dia daripada ngeblog.

Tapi tetap, sesibuk-sibuknya saya *halah*, saya tetap usahakan untuk menulis. Apapun. Caranya? Saya suka fiksi, jadi saya ikutan challange yang diadakan Monday Flash Fiction. Dan saya juga admin Berani Cerita, yang mana saya pun juga kadang ikutan challange Berani Cerita meskipun tidak masuk sebagai peserta. Kalau ada ide dari pengalaman saya sehari-hari, saya tulis. Kalau sepi ide, salah satu caranya adalah ikutan giveaway. Hihihi, selain dapat bahan buat nulis, kadang hadiah mampir juga di rumah. Lumayan kan?

Memang sulit mencari waktu untuk melakukan 'me time' setelah memiliki anak. Tetapi untuk ngeblog -selain scrapbook-, saya usahakan untuk terus melakukannya. Kalau saya sudah tak bisa alias ngga ada waktu buat ngetik di laptop, saya gunakan aplikasi word di handphone. Draft saya sekarang malah banyak di handphone. Jika draft itu saya rasa dah siap buat ketemu banyak mata, barulah saya cari-cari waktu buat online via laptop.

Atau,saat saya merasa memiliki waktu untuk memposting tulisan saya pada malam hari -biasanya diatas jam 9 malam-, saya gunakan menu 'posting terjadwal'. Saya akan mengatur supaya tulisan saya supaya dapat publish sebelum pukul 12 di keesok harinya. Pertimbangan saya sih, saat yang paling tepat mempublish sebuah tulisan adalah saat menjelang siang hari dan menjelang petang. Saat menjelang siang, banyak para pengguna internet sedang bersiap untuk istirahat. Dan menjelang petang, para pengguna internet berpulang dari kantor dan memiliki banyak waktu untuk istirahat.

Dan cara efektif lainnya supaya tetap eksis di dunia per-blog-an adalah menulis ide kita di kertas. Cara lama? Tapi efektif lho buat saya. Apalagi kalau lagi jaga ujiannya siswa-siswa saya. Ambil kertas, tulis sambil awasi anak-anak. Kalau ngetiknya di handphone, ya bisa diprotes siswa saya dong. Masa siswanya kerjakanujian, gurunya mainin handphone? Hihihi.. Memang sih, kerja jadi dua kali tapi ini lebih baik daripada akhirnya ide nggak jadi dipublish.

Memang butuh konsisten dalam ngeblog. Sama halnya dengan saat kita melakukan sesuatu yang kita taruh ekspektasi tinggi di sana *halah bahasa apa ini*. Ini saya pelajari saat saya sudah memiliki blog pribadi. Ya iyalah, dari statistiknya blog saja kita bisa pantau. Kalau pengunjungnya lagi dikit banget, artinya blog kita lagi nggak oke alias butuh tulisan baru yang buat pengunjung betah bolak-balik berkunjung. Kalau mau lebih eksis lagi, ya harus mau menjalin silaturrahmi sama teman-teman blogger, baik lewat dumay atau seringnya kopdar *saya belum pernah kopdar. hiks*.

Ngeblog bagi saya adalah aktifitas untuk menghilangkan stres dan memacu diri supaya selalu berfikir tentang sesuatu. Dan inilah yang memaksa saya untuk tetap eksis di dunia per-blog-an. Dan mari manteman, semangat terus buat ngeblog *sambil semangati diri sendiri*. Eksis nggak harus di dunia nyata kan?
____


   “Cerita ini diikutsertakan dalam 2nd Give Away Ikakoentjoro’s Blog”

11 komentar:

  1. bagi yang suka menulis, ngeblog bisa dijadikan sarana untuk menyalurkan bakatnya. nice posting mbak ditunggu kunjungan baliknya :)

    BalasHapus
  2. Setuju, Mak. Menulis membuat kita terus berpikir :-)

    BalasHapus
  3. betul mba, spy tetap eksis menulis/ngeblog butuh konsistensi

    BalasHapus
  4. yuk, mari terus konsisten ngeblog *menyemangati diri sendiri*

    BalasHapus
  5. Iyaaaaa... konsistensi itu ternyata gak gampang

    BalasHapus
  6. "Me time" kalah juga sama ngeblog :-) ya udah anggap aja ngeblog itu me time-nya

    BalasHapus
  7. lagi belajar konsisten buat ngeblog.. :)

    BalasHapus
  8. Ngeblog dibuat enjoy aja. Hari ini ndak sempet ya besok. Besok ndak sempet ya besoknya lagi. Lha trus kapan update postingan... Jangan ada alesan ga ada waktu lagi yak *ngomongkedirisendiri* :)
    Makasih partisipasinya ya mbak ^^

    BalasHapus
  9. betul mak harus konsisten yaaks :D yah walaupun saya kadang banyakan malesnya ketimbang rajinnya :D..

    BalasHapus
  10. Betul sekali tulisan mbk benar benar mewakili diri saya juga, saya membuat blog sejak thun 2009 tapi yah gitu deh sekedar buat nulis puisi, artikel dll.dan sempat vakum beberpa tahun, dan mulai aktif tahun ini, saya juga baru ikut kompasiana stelah saya berapa kali maju mundur akhirnya saya memberanikan diri juga bergabung dengan komuitas penulis yang bikin saya terpesona dana terpukau itu, tapi saya suka deg degan sehabis posting tulisan, apa lagi nih komenter orang orang hi hi hi ,,,,,,,,tapi bener kata mbk konsisten menulis membuat kepekaan kita akan sesuatu semakin meningkat dan ketrampilan menulis kita juga semakin bertambah tentunya.

    BalasHapus

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^