Kamis, 29 Agustus 2013

Tips Menyapih Penuh Cinta

credit

Menyapih merupakan episode tersendiri bagi seorang ibu, yang mungkin bisa jadi sebagai episode yang menyedihkan dan penuh haru atau episode yang penuh dengan rasa penyesalan atau bahkan malah menjadi episode yang biasa-biasa saja. Saya pribadi, menyapih adalah episode yang penuh haru biru dan penyesalan. Bagaimana bisa? Ya, saat saya belum siap menyapih, saya dipaksa untuk menyapih Arya. Karena kecelakaan itu, membuat saya harus tega untuk menyapih. Lengkap ceritanya bisa dibaca di sini ya.

Baiklah, saya tidak akan membuat kecengengan saya berlarut-larut *buang roll tissue* karena episode menyapih itu sudah berlalu beberapa minggu yang lalu dan akhirnya berhasil. Kali ini saya mau bagi-bagi tips bagaimana supaya menyapih tidak terlalu menjadi episode yang menyedihkan bagi para ibu. Check this out, Mom.

1. Seorang ibu yang berniat menyapih anaknya haruslah tega dan meneguhkan hati. Mengapa? Karena kita akan terus-terusan mendengar bayi kita merengek supaya kita mau menyusui mereka kembali. Kegagalan ibu saat menyapih rata-rata karena tidak tega karena bayinya merengek terus. Saya saja, dua kali gagal menyapih Arya ya karena faktor ini *tutup muka malu*.

2. Saya selalu meyakinkan diri saya sendiri bahwa menyapih merupakan proses pembelajaran tersendiri bagi Arya. Dengan menyapih, Arya harus belajar bahwa tubuhnya harus memiliki imunitas tubuh yang lebih baik lagi. Karena dia sudah tidak lagi mendapatkan imunitas alami yang dulu mudah dia dapatkan dari ASI. Jadi, Arya harus belajar untuk mau makan makanan yang lebih sehat dan menghindari makanan yang banyak mengandung pengawet. Arya juga harus belajar kebiasaan-kebiasaan baru seperti banyak minum susu pengganti ASI, banyak makan buah, tidak selalu meminta menyusu dan belajar menerima konsistensi yang saya berikan untuk mengurangi kebiasaan menyusunya. Arya juga harus belajar untuk lebih kuat dalan menghadapi masalah. Bagi bayi seusia Arya yang baru 21 bulan, menyapih menimbulkan masalah baru. Seperti merasa tertolak saat ingin menyusu atau saat ingin bermanja-manja dengan saya atau merasa bahwa saya tak lagi menyayangi dia.

3. Jika sudah meyakinkan diri untuk menyapih bayi kita, lakukan sounding jauh-jauh hari sebelum anda benar-benar menyapihnya. Setidaknya dua minggu sebelum anda menyapihnya. Sounding ini kita lakaukan berulang-ulang. Sounding itu seperti membisikkan kalimat mantra supaya bayi kita mengerti bahwa kita akan menyapihnya. Kalimat sounding yang umum seperti, "Sayang, kakak sudah besar. Sudah waktunya berhenti mimik Mama, ya."

4. Sampaikan pada keluarga bahwa kita akan menyapih bayi kita. Tak perlu sungkan untuk minta bantuan, terutama untuk mengalihkan perhatian bayi kita saat dia minta menyusu. Saat menyapih Arya, saya meminta bantuan Papa dan ibu saya untuk mengalhkan perhatian Arya saat dia minta menyusu. Saat Arya minta menyusu malam hari, Papa yang langsung mengalihkan perhatiannya dan mengajaknya untuk mau minum air putih *Arya enggak suka minum susu UHT malam hari*. Atau, saat Arya benar-benar rewel, saya minta bantuan ibu untuk sementara tidur dengan Arya di kamar lain.

5. Sediakan selalu buah dan cemilan sehat untuk bayi kita. Jika bayi kita minta menyusu, kita alihkan dengan memberi dia buah atau camilan sehat. Mungkin, di awal-awal bayi kita akan berontak. Namun, jika kita telaten menyodorkan buah dan camilan, maka bayi kita bakal luluh juga. Secara dia kan dah merasa lapar.

6. Di awal menyapih, bayi akan mudah lapar dan terkadang membuat nafsu makannya meningkat. Ini menyenangkan. Karena itu, buatkan bayi kita makanan yang rasanya enak, bentuknya menarik *bento misalnya*, sehingga tidak menimbulkan rasa bosan pada bayi. Tetap ya, kombinasi dengan buah dan sayur supaaya giznya terpenuhi.

7. Di awal menyapih, bayi akan mudah marah, mudah ngambek dan terasa amat manja. Cara satu-satunya untuk mengatasinya adalah tetap selalu bersikap lembut namun tegas. Lembut saat menghadapi rengekan si bayi dan tegas saat si bayi mulai tantrum.

8. Jangan langsung menghentikan proses menyusu. Hal ini dapat membuat bayi kita kaget dengan kebiasaan baru, sehingga membuat dia semakin rewel. Akibat lainnya adalah pada kondisi fisik sang ibu. Payudara akan mengeras dan sakit bila tersentuh. Ini terjadi pada saya kemarin karena saya mendadak harus menyapih Arya tanpa sounding jauh-jauh hari sebelumnya. Akan lebih baik mengurangi jadwal menyusunya. Misalkan, ijinkan bayi kita menyusu saat malam hari saja. Atau biasanya dalam sehari dia menyusu delapan kali. Setelah bayi kita terbiasa dengan rutinitas baru, ubah lagi dengan mengurangi lagi jadwal menyusunya menjadi lebih sedikit. Hingga akhirnya tidak menyusu sama sekali.

9. Tetap berikan cinta yang sama besarnya kepada bayi anda seperti saat anda masih menyusuinya.

Demikian ya tips menyapih dari saya. Semoga bisa membantu proses weaning with love ibu-ibu sekalian. Salam penuh cinta dari saya ^^

8 komentar:

  1. kalo saya, sejak anak usia 1 tahun, sudah saya bisikan berkali2 ketika bayi menyusu bahwa pada usia 2 tahun, adek gak lagi menyusu pada ibu. Memang sih bayi tidak akan mengerti apa yg kita omongkan, tapi bener lho... ketika usianya sudah tepat utk disapih, anak saya tidak susah utk disapih. Awalnya memang si bayi gelisah dan seperti sakau, tapi lama2 tidak lagi :)

    BalasHapus
  2. Kata teman-teman saya yang sudah melakukan sounding jauh-jauh sebelum proses menyapih, katanya berhasil. Saya saja penasaran lho mbak, tapi saya ngga bisa menjalani sounding. Hm.. tipsnya mbak santi bisa saya coba nanti di anak kedua. Makasi mbak..

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah saya di takdirkan menjadi pria, jadi tidak usah repot menyapih ya Mbk.

    Hehehee....

    Salam persahabatan dari kota Jember..

    BalasHapus
  4. Lho gak ikut #10daysforASEAN . Btw nice tips loh, meskipun anakku udah remaja semua :)

    BalasHapus
  5. @iis. sila disimak. ntar kalau dah punya baby, sila dipraktekkan :)

    @mas imam. salam kenal juga. hhihi, bersyukur ya nggak jadi perempuan. penuh perjuangan dalam hal asuh anak lho :)

    @mbak lusi. nggak ikut mbak, telat daftar :)

    BalasHapus
  6. Tipsnya bagus Mbak
    Nanti kupraktekan kalo dah punya baby :)

    BalasHapus
  7. @esti. silahkan, mbak esti. semoga bermanfaat :)

    BalasHapus

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^