Minggu, 18 Agustus 2013

Sekeping Syukur Dalam Cobaan

credit

Sebulan yang lalu, tanggal 8 Juli, saya mengalami kecelakaan motor. Cerita lengkapnya bisa dibaca di sini dan di sini. Saat kecelakaan motor itu, saya sedang membonceng ibu saya dan Arya. Dan alhamdulillah, ibu saya dan Arya tidak terluka serius, hanya ibu saja yang memar di lutut.

Meskipun kecelakaan itu membuat saya harus menjalankan operasi pemasangan pen karena siku dan tulang lengan kiri saya patah dan remuk, saya tetap mengucapkan syukur Alhamdulillah. Haduh, masa kecelakaan masih bersyukur? Oh ya, tetap. Saya bersyukur tangan kiri saya yang patah. Coba kalau tangan kanan, malah repot sayanya kan enggak bisa ngapa-ngapain. Saya bersyukur, motor saya hanya tergores di bagian spion. Coba kalau sampai remuk, biaya perbaikannya malah banyak lagi dan malah membenani pengeluaran saya dan Papa. Saya bersyukur, karena orangtua si tersangka mau bertanggungjawab membiayai operasi dan rawat inap saya di rumah sakit. Saya bersyukur bahwa hanya saya saja yang terluka parah sedangkan ibu dan Arya tidak kenapa-kenapa. Dan yang lebih membuat saya bersyukur adalah saya memiliki keluarga yang perhatian sekali sehingga memudahkan urusan-urusan domestik saya.

Seperti yang selalu saya dengar saat tetangga dan teman-teman menjenguk, saya selalu mendengar kalimat 'Yo sek ono syukure, Mbak. Masio emang kenek molo'. Artinya begini kira-kira, 'Ya masih ada syukurnya, Mbak. Meskipun sekarang terkena musibah'.

Alhamdulillah.

Hingga akhirnya, saya dan Papa melakukan sesi intropeksi diri atas kejadian yang menimpa saya. Mengevaluasi kejadian-kejadian sebelumnya yang berkaitan dengan kecelakaan waktu itu. Mengevaluasi pula kesiapan saya dan keluarga saat kami mengalami kejadian seperti saat ini, sehingga menjadikan kami lebih waspada lagi. Serta memilih berbagai alternatif pemecahan masalah untuk masalah-masalah baru yang muncul setelah kejadian saat itu.

Pelajarannya adalah selalu berfikir positif dimana pun kami berada dan di saat kondisi apapun yang kami alami. Mengapa? Karena alam akan memenuhi apa yang ada dalam pikiran kita. Baik yang positif maupun yang negatif. Dan jika ingin hidup kita tentram, maka hendaknya kita selalu berfikir positif dan menjauhkan pikiran kita dari hal-hal negatif.

Ya, saya pun akhirnya harus berfikir positif supaya aura keberhasilan dan kebaikan selalu berada di dekat saya. Ya, karena berfikir positif  akan menimbulkan semangat dalam diri. Berfikir positif supaya lekas sembuh, sehingga saya bisa kembali pada aktifitas normal saya. Berfikir positif supaya lekas sembuh sehingga membuat saya bersemangat untuk terus kontrol dan menjalankan proses fisioterapi.

Hingga pada akhirnya, saya pun kembali bersyukur karena memiliki suami yang selalu mendukung saya dalam hal apapun, terutama dalam hal kebaikan dan recovery keadaan saat kami terpuruk.


___

“Tulisan ini disertakan dalam TGFTD – Ryan GiveAway” 


10 komentar:

  1. Masyaa Allah, salut untuk mbka yang terus berpikir positif :) sekarang gimana lengannya mbak Rochma? sudah baikankah?

    BalasHapus
  2. dalam syukur ada kenikmatan dan hikmah ya mbak :)
    sekarang uda lepas pen nya kan mbak?

    BalasHapus
  3. saya sebenarnya orangnya moody sekali, haris berusahakeras kalau mau berfikir posiyif dari suatu kejadian. tapi, alhamdulillah, saya dikelilingi orang-orang yang selalu memberi aura positif, jadinya, proses berfikir positifnya mudah dijalani.

    sekarang, pennya belum dilepas. semoga bisa lekas dilepas dan lancar proses fisioterapinya :)

    BalasHapus
  4. Setuju Mbk Rohma. Kita sudah seharusnya berfikir positif dalam apapun keadaan.

    Semoga sukses, dan berjaya dalam contesnya ya..

    Lahir batin ya Mbk. Salam dari Jember.

    BalasHapus
  5. alhamdulillah....masih ada yang lebih parah dari kamu zuh,tetap bersyukur punya si puku dan papa yang saya kamu...

    #ketjup pelukkk

    BalasHapus
  6. setiap musibah pasti ada hikmahnya ya mbak

    BalasHapus
  7. Pengen ikutan GA ini tp lihat persyaratan 1.000 kata jadi mikir-mikir lagi nih

    BalasHapus
  8. Untungnya kita jadi orang Indonesia yang selalu bersyukur..:-)

    BalasHapus
  9. pikiran positif itu memang menguatkan kok miss sekaligus meringankan hehe

    BalasHapus

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^