Blog milik Ria Rochma, blogger Gresik, Jawa Timur. Tulisan tentang parenting, gaya hidup, wisata, kecantikan, dan tips banyak ditulis di sini.

Cara Membantu Remaja Saat Mereka Mengalami Masalah

| on
Minggu, Agustus 09, 2020

Banyak dari kita mencari informasi cara mengasuh anak yang beranjak remaja yang baik itu bagaimana. Tapi seperti yang kita tahu selama ini, tidak ada ilmu parenting yang pasti. Semua try and error. Setiap keluarga pasti berbeda penerapan, reaksi dan hasilnya. Karena penerapannya, pada manusia, bukan mesin. Makhluk yang memiliki emosi dan perasaan yang kompleks. 

Selama bertahun-tahun menjadi guru Bimbingan dan Konseling di jenjang SMP, tentunya saya juga bersentuhan dengan remaja. Sekadar sharing saja yuk, bagaimana sih cara menghadapi remaja terutama ketika mereka memiliki masalah-masalah yang nantinya bisa mengganggu aktifitas belajarnya. Saya berbagi informasi ini, melihat dari sudut pandang sebagai guru Bimbingan dan Konseling. 

5 Lokasi Wisata Menarik di Indonesia Yang Ingin Dikunjungi Lagi Pasca Pandemi Covid Berlalu

| on
Sabtu, Agustus 08, 2020
Gimana, gimana, sudah gatal tidak kakinya untuk jalan-jalan? Saya sudah gatal bangetttt ingin segera liburan. Tapi masih sayang sama tubuh sendiri, jadinya menahan benar untuk tidak kemana-mana selain ke tempat kerja atau kalau ada keperluan penting yang tidak bisa ditunda.

Trus, kemarin-kemarin, saya sama suami dan anak-anak angan-angan ingin kemana setelah pandemi ini mereda. Sudah bikin list juga. Hitung-hitung sambil nabung ya, biar tidak dadakan ambil uang di bank dalam jumlah besar hanya untuk ‘liburan balas dendam’.

Saya pribadi, inginnya cari destinasi wisata baru. Tapi kalau suami sama anak-anak, malah ingin balik lagi ke destinasi wisata yang sudah pernah kami kunjungi. Setelah dipikir-pikir, tidak ada salahnya juga sih kalau kembali ke lokasi wisata yang pernah kami kunjungi. Kan suasananya juga pasti sudah berbeda.


Staycation di Baobab Hotel and Resort


Entah kenapa, anak-anak ini tidak ada bosannya ke sini. Karena memang semenarik itu. Mulai dari melihat hewan-hewan secara langsung di dalam area hotel, berenang dengan berlatar belakang kandang jerapah dan gajah, memberi makan hewan secara langsung, atraksi di malam hari, sampai jalan-jalan di alam liar bersama pengunjung lain. Keseruan di Baobab Hotel and Resort ini, sudah pernah saya ulas di tulisan ini. Klik saja, untuk tahu serunya bagaimana untuk anak-anak. 
Baobab Hotel and Resort
Pemandangan ini, ada di dalam hotel lho!


Kok anak-anak, saya saja mengakui kalau memang staycation di sini benar-benar bikin baterai energi kembali penuh. Suasananya berbeda dengan hotel lain, udaranya bersih dan nyesss gitu di kulit, keramahan pegawai-pegawainya terasa sekali dan makanannya enak-enak wkwkw. Jadi ya, tidak heran sih kalau Baobab Hotel and Resort ini masuk nomer satu destinasi wisata yang ingin kami kunjungi ulang.

Baobab Hotel and Resort


Menanti Pemandangan 'Negeri di Atas Awan' di Gunung Bromo


Berapa kali ya saya ke gunung Bromo? Tiga kali. Dan masih ingin ke sana lagi. Hahaha.

Yang pertama, saat saya kuliah dengan teman-teman. Berangkat tengah malam, sampai lokasi pemberhentian kendaraan jam 2 dini hari, lalu jalan kaki menuju kawah Bromo. Sempat kesasar karena beberapa dari kami sok tahu dan tidak ikuti petunjuk. Mana gelap lagi. Hahaha ... Untungnya, ada beberapa warga yang pulang dari Pura Luhur Poten dengan baik hati memberi tahu jalan yang benar. Setelah sampai di bawah tangga menuju kawah, kami hanya saling memaki dan tertawa sambil bilang, “Lha, ini kan jalan tadi? Kenapa kita muter-muter sih? Harusnya udah berhenti saja, udah sampai!!”

 


Untungnya, kami masih bisa menikmati ‘Negeri di Atas Awan’ saat berada di tepi kawah Bromo. Saya masih menyimpan betul gambar langit penuh awan putih di otak. Tiap scene yang menggambarkan awan yang awalnya tertimpa warna oranye matahari yang terbit, kemudian memudar menjadi warna biru muda. Sayangnya, tidak saya ambil fotonya, karena saya tidak bawa kamera.

Lalu ke gunung Bromo lagi, dengan keluarga. Saat itu, almarhum Bapak ada jatah liburan bareng dengan rekan-rekan kerja. Karena yang diajak Bapak dan Ibu masih bujangan semua, kami diajak melewati track yang agak sulit untuk menuju lautan pasir. Bukan track yang biasa dilewati hardtop. Tapi MasyaAllah, bagus sekali pemandangannya meskipun track-nya agak sulit. Tunggu, saya bongkar foto lama dulu ya. Tapi jangan heran, kualitas fotonya belum bagus, karena diambil di tahun 2009 hanya dengan menggunakan kamera ponsel.

Yang terakhir ke sana, tahun 2014. Lagi-lagi ke sana bersama keluarga. Tapi kali ini, saya dan adik sudah berkeluarga. Arya sudah berusia 4 tahun, masih lucu-lucunya, tapi semangat sekali diajak jalan-jalan meskipun jalannya menanjak. Kali ini, kami sengaja tidak naik untuk melihat kawah Bromo, tapi kami naik ke Penanjakan untuk melihat matahari terbit.

Meskipun sesak penuh orang, tapi seru juga di Penanjakan. Apalagi perkara mencari tempat untuk sholat shubuh. Merasakan sensasi antri dan gantian untuk wudlu dan sholat dengan pengunjung lain di musholla yang kecil sekali. Setelah itu, lanjut ke lautan pasir untuk foto-foto dengan latar belakang gunung Bromo. Di sini, bebas sebebas-bebasnya si Arya berlarian. Karena di sana seperti sudah ada petak-petak tak terlihat, area mana saja yang khusus untuk jalannya hardtop, dan mana area yang khusus untuk berhentinya para pengunjung.

Puas foto-foto dan lari-lari mengejar Arya, lanjut ke bukit Teletubbies yang MasyaAllah bagus sekali. Dengan dikelilingi tebing-tebing berwarna hijau, menikmati bukit ini seolah bikin kami malas beranjak. Apalagi kami bisa menikmati pemandangan sambil selonjoran makan mie instan. Dan sepulang dari bukit Teletubbies, kami sempat foto-foto di hamparan bunga-bunga bertangkai tinggi yang ada di tengah padang pasir.



Jalan-Jalan di Wisata Klasik di Pulau Lombok


Saya pergi ke lombok di tahun 2015. Bepergian bersama teman-teman kantor, tanpa suami dan Arya. Dan saat itu sedang hamil Fatin, memasuki bulan keempat.

Memang awalnya ragu mau ikut, tapi kalau semisal saya tidak ikut, wah ... menyesal yang bakal saya dapat. Lha gimana, uapikkk banget Lombok itu! Di mana-mana kami bertemu dengan hamparan laut. Bahkan hotel tempat kami menginap pun, sebelahan sama laut. Sarapan sambil menikmati semilir air laut, beralaskan hamparan pasir pantai.

 


Destinasi wisatanya juga unik-unik. Contohnya saja, berkunjung ke desa Sade yang lokasinya cocok sekali untuk wisatawan yang baru sekali menginjakkan kaki di Lombok, dan ingin tahu seluk-beluk masyarakat Lombok itu seperti apa. Di sana, saya tahu cara pembuatan kain tenun, rumah asli suku Lombok itu seperti apa, kerajinan khas Lombok itu apa saja dan makan khas Lombok itu apa. Semua sudah pernah saya ceritakan di tulisan tentang perjalanan ke desa Sade.

 


Beneran, yang bikin kangen ke Lombok itu memang pantainya. Beberapa pantai yang kami datangi, masih alami. Belum banyak wisatawan yang datang ke sana. Belum banyak pedagang makanan, juga fasilitas ibadah yang terlihat belum memadai. Tapi, semua itu tidak mengurungkan niat saya dong untuk datang ke sana lagi. Puas-puaskan main air di pantai Lombok yang unik-unik.



Menikmati Desiran Angin Pantai


Yang lebih spesifik dong, Ri!! Pantai mana?
Semua pantai. Wkwkwkw.

Berwisata di pantai itu memang tidak membutuhkan banyak effort, tapi hasilnya luar biasa besar. Paling banter, kita butuh sun screen ber-SPF tinggi supaya kulit kita tidak mudah terbakar karena panas-panasan di pantai. 

Hanya dengan itu saja, kita sudah bisa merasakan kaki yang seolah tenggelam di pasir yang basah setelah disapu oleh ombak, membuat istana pasir dengan selokan besar sebagai benteng pertahanan, duduk-duduk saja sambil minum es di warung-warung pinggir pantai, atau gegeloran di bawah pohon sambil makan bekal yang kita bawa dari rumah.


Kenapa pantai jadi salah satu pilihan? Karena kami butuh asupan vitamin sea! Hahaha, bukan ding, bukan!

Karena saya dan keluarga lama ‘ngandang’, badan masih belum terbiasa berwisata dengan effort yang besar. Seperti naik gunung atau menuju air terjun cantik di dataran yang tinggi dengan track yang sulit, benar-benar tidak masuk agenda kami setelah wabah korona ini berlalu. Kami ingin santai-santai dulu jika kesempatan berlibur itu datang. Kalau ritme liburannya sudah balik normal, nah, naik-naik ke puncak gunung, ayo saja!



Mengulang Kembali Kenangan di Yogyakarta


Ketika banyak orang bilang Yogyakarta itu bikin kangen, iya, saya pun bilang begitu.

Lima kali ke Yogyakarta, masih saja ingin ke sana lagi. Apalagi sekarang sudah ada tol panjang yang menyambungkan Jawa Timur dan Jawa Tengah. Tinggal nyalakan mesin mobil, wushhh ... sampai di Yogyakarta dalam sekejap.


Selama datang ke sana, saya selalu menikmati lokasi-lokasi wisata Yogyakarta yang ada di pusat kota. Juga pernah sekali tanpa sengaja melihat Festival Payung di Borobudur. Selain karena perginya bersama keluarga atau sendiri, ketika itu belum banyak lokasi wisata alam kekinian di Yogyakarta. Bahkan ketika pergi ke tempat wisata di Yogyakarta bersama suami dan anak-anak di pertengahan 2019 kemarin, kami pun tidak banyak bertandang ke lokasi-lokasi wisata yang sedang hits karena keterbatasan waktu.

Semoga, setelah wabah korona ini berlalu, proposal untuk jalan-jalan ke Yogyakarta lagi, disetujui sama suami. Dan kali ini, saya ingin coba wisata-wisata alam kekinian yang banyak tersebar di Yogyakarta.

 

.

Sebenarnya, selain lima destinasi wisata yang sudah saya sebutkan tadi, ada satu lagi lokasi wisata yang ingin saya ulang ke sana. Kepulauan Seribu!

Pulau Bidadari. Pulau kecil tapi mahal untuk dikunjungi, karena menawarkan kenyamanan berwisata di tengah laut. Hahaha ... Noleh ke kanan, laut. Noleh ke kiri, laut lagi. Keliling pulau tidak ada sejam, laut melulu pemandangannya. Tapi di sana nyaman banget! Kebutuhan apapun tersedia karena fasilitas yang lengkap.

.

Tapi, kemana pun akhirnya nanti, saya dan keluarga hanya berharap pandemi ini segera berlalu. Semua kembali normal seperti biasanya. Semua kembali baik-baik saja.

Lakukan 5 Hal Ini Saat Nonton Hospital Playlist (2020)

| on
Selasa, Juni 30, 2020
Hospital Playlist
Para dokter spesialis kesayangan aku :))

Yang sama dengan saya karena tidak terlalu minat dengan serial berbau medis siapa? Angkat tangan coba sih, saya ingin tahu. Saya sedikit menghindari serial medis terutama kalau spoiler sudah menunjukkan adegan-adegan membedah anggota tubuh. Terbayang terus gitu adegan-adegan di ruang operasi. 

Tapi semua berbeda saat nonton drama Chocolate yang mampus bagus banget, karena memadukan antara makanan, medis dan cinta. Eh, setelah drama Chocolate kelar, dilanjut dengan drama Hospital Playlist. Meskipun ada kata ‘rumah sakit’-nya, tapi drama ini tidak banyak mengulas tentang proses operasi. Malah kalian bakal lihat langsung sisi lain dokter dan perawat yang yah ... like a ordinary people, bahkan saat di lokasi kerja. 

Review Drama Korea Because This Is My First Life (2017) : Kawin Kontrak Demi Sebuah Tempat Tinggal

| on
Senin, Juni 08, 2020
Poster drama korea berjudul Because This Is My First Life yang tayang di TvN dan Netflix

Karena sekarang sedang nonton drama Korea yang sedang on going berjudul Fix Me dengan Jung So Min sebagai pemain utama perempuan, saya jadi teringat drama dia di tahun 2017 lalu yang berjudul Because This Is My First Life.

Jadi kangen dengan drama itu. Akhirnya memutuskan berhenti dulu nonton Fix Me, lalu rerun Because This Is My First Life. Drama ringan penuh penggalian emosi yang menarik untuk ditonton ulang.

Details Drama Korea Because This Is My First Life 
Title: 이번 생은 처음이라 / Ibeon Saeng-eun Cheo-eumira
Also known as: This Life is Our First
Genre: Drama, romance, comedy
Episodes: 16 

Live Streaming Undian Berhadiah Ratusan Juta Rupiah Dari SOBATKU

| on
Minggu, Mei 24, 2020


Menjadi salah satu pemenang undian berhadiah tentu menyenangkan. Apalagi, kalau kemenangan itu didapat setelah kita menabung dengan tujuan awal adalah untuk mengamankan uang yang kita punya.

Adalah SOBATKU, yang merupakan wadah kalian untuk bisa menabung dengan rutin, dengan cara yang mudah, dengan berbagai keuntungan. Salah satu keuntungan menabung di SOBATKU adalah kesempatan kalian untuk mengikuti program undian berhadiah di setiap bulannya!

Supaya Laptop Tidak Mudah Overheat, Simak 5 Tips Ini!

| on
Kamis, Mei 14, 2020

Pekerjaan yang sudah menumpuk atau deadline yang makin dekat kerap membuat lupa waktu saat bekerja. Tubuh mungkin kuat untuk diajak bekerja terus menerus, namun bagaimana dengan laptop yang kalian pakai? Laptop yang dipakai terus menerus hingga berjam-jam akan membuat laptop menjadi overheat. Hal ini wajar, tapi jangan sampai diabaikan begitu saja. Karena bisa membuat laptop menjadi nge-lag, atau bahkan membuat prosesor laptop mati *saya sudah pernah soalnya *kraiiii.

Supaya laptop kalian tidak overheat, ada beberapa cara efektif yang bisa dilakukan sebagai bentuk pencegahan. Simak selengkapnya yuk!

Custom Post Signature

Custom Post  Signature