Rabu, 05 November 2014

Melatih Arya untuk Meminta Maaf

credit
Melatih Arya untuk Meminta Maaf - Mengajarkan anak meminta maaf sejak dini, gimana itu caranya?

Beberapa bulan yang lalu, keluar obrolan di grup whatsapp emak-emak blogger tentang anak-anak mereka yang kadang kala agak susah disuruh minta maaf. Saya waktu itu nggak ikut berkomentar, karena memang saya sendiri belum membiasakan si Arya untuk meminta maaf. Bagi saya sih, masih belum terlalu butuh banget. Secara, usia Arya masih dua tahun dan belum mengerti juga tentang konsep meminta maaf.

Namun, saat diskusi di grup mengalir panjang dan mulai banyak emak-emak memberikan pengalamannya saat anaknya meminta maaf setelah melakukan kesalahan, saya akhirnya tergugah juga buat mengajarkan Arya cara meminta maaf.

Saya pikir-pikir lagi, memang sepertinya saya terlambat mengajarkan Arya meminta maaf. Kok bisa? Beberapa kali muncul perilaku Arya yang terlihat 'semau gue' setelah melakukan kesalahan karena anggota keluarga kami terlihat memaklumi *termasuk saya juga sih* kesalahan dia, dengan alasan 'dia masih bayi'. Dan kemudian, muncullah beberapa perilaku yang nggak baik juga dari sikap ‘semau gue’-nya itu tadi. Jadi keki juga kan akhirnya saya.

Tapi masa Arya mau jadi bayi terus? Nggak kan? Nggak mungkin kan kami harus mentoleransi terus-menerus kesalahan Arya, tanpa Arya diberi tahu kalau perbuatannya salah dan dia harus meminta maaf jika salah?

Nah, sejak itulah, akhirnya saya jadi tergugah *pletak*, dan saya belajar serta memutar otak untuk membiasakan Arya meminta maaf setelah melakukan kesalahan.

Dan ingat ya, pembiasaan ini tidak akan berhasil kalau hanya saya saja yang melakukannya. Kenapa? Karena masih banyak orang yang lebih tua daripada Arya yang memberikan kelonggaran saat Arya melakukan kesalahan, dengan kalimat, "Nggak masalah, kan masih kecil. Nanti kalau sudah besar, pasti tahu salahnya apa."

Pertama kali saya menyuruh Arya meminta maaf adalah saat dia menendang dan memukul tantenya (adik ipar saya) dengan seenaknya karena dia mulai bosan main dan muncullah tantrumnya.

Tahu tidak, berapa lama saya memberi pengertian ke dia untuk meminta maaf ke tantenya? Satu jam! Weh, itu bukan waktu yang lama lho ketimbang cerita emak-emak di grup.

Saya ingat sekali, Arya diam seribu bahasa ketika itu. Memalingkan wajah dari saya dan tantenya, meskipun sesekali melirik kami saat kami memberi jeda waktu supaya dia mau meminta maaf sendiri. Bahkan tangannyanya pun dia tahan dan tidak mau diangkat saat saya berusaha menyodorkan tangannya ke tantenya.

Akhirnya, dengan segala bujuk rayu dan memberi pengertian serta memunculkan tanggung jawabnya setelah melakukan kesalahan, akhirnya saya berhasil *yey, menari poco-poco**pletak*. Arya akhirnya mau bilang, "Te, maaf..", lalu mencium pipi tantenya.

Rasanya lega sekali. Beneran! Muncul rasa terharu, muncul rasa bahagia karena keberhasilan saya. Dan yes, nggak akan berhasil juga kalau tantenya nggak sabar juga menanti permintaan maafnya Arya *peluk tante Nova*.

Jadi, sekarang saya bersemangat lagi melatih dan mendorong Arya untuk meminta maaf kalau dia melakukan kesalahan. Harus dimulai dari sekarang, daripada bablas dan saya menyesal nantinya. Semangat Ria!! *singsingkan lengan baju*


18 komentar:

  1. Semangat Mak! Tapi saya mau tanya, sebaiknya dari usia berapa anak harus diajarkan tentan@g maaf, meminta maaf dan memberi maaf?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau saya pikir-pikir lagi sih, sejak dini ya. setidaknya setelah anak mengenal kata dan sudah mengerti rangkaian kalimat orang tua. CMIIW

      Hapus
  2. mesti dibiasakan memang...
    saya dulu ngajar di TK, dan untuk pembiasaan seperti ini memang tidak mudah, dan anak2 butuh role model untuk ini, mereka biasa mencontoh dari apa yang kita lakukan, cuma biasanya orang tua agak gengsian untuk mau minta maaf kalau dia yang salah, hehehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul,
      role model, itu butuh sekali. saya awalnya juga nggak sadar juga tentang role model saat melatih meminta maaf. secara, meminta maaf itu kan bisa dilakukan sembunyi-sembunyi, tidak harus di depan umum. berbeda dengan melatih kebersihan, kerapihan dll.

      thanks sharingnya :)

      Hapus
  3. Minta maaf dan berterima kasih belum berhasil Fenny ajarkan pada Al di usinya yang dah masuk dua tahun, emaknya punya banyak PR *lap keringet

    BalasHapus
    Balasan
    1. semangat mak Fenny..
      saya juga masih harus menjaga ketrampilan arya ini kok. biar nggak luntur ketika dia besar nanti :)

      Hapus
  4. Anak memang harus diajari yang baik-baik, dalam ucapan, sikap, dan tingkah laku agar menjadi karakter.
    Selain minta maaf juga perlu diajari memberi maaf ya Jeng
    Jangan lupa ikut kontesku ya.
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih pakdhe, dah diingatkan untuk mengajarkan memberi maaf :)

      Hapus
  5. wah menarik ya bu cara mengajarkan anak mengucapkan kata maaf jika salah, ibu memang inspiratif....

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih. semoga menginsiprasi siapa saja :)

      Hapus
  6. si sulung saya masih susah di minta maaf...beda sama adiknya, tapi tetap di dorong mungkin karakter berpengaruh juga ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo mak, semangat buat memajukan karakter anak kita. saya juga masih belajar banyak ini :)

      Hapus
  7. Anakku jg kadang2 susah minta maaf ,,tp emang perlu dilatih trs agar anak menyadari kalo salah lalu mau minta maaf,,nice sharing mba,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. hm, garis bawahnya adalah menyadari kalau dia salah. ah, informasi yang bermanfaat, mak :)

      Hapus
  8. Minta maaf dengan metode bernyanyi cukup efektif kalau di TPA saya dulu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, ini harus belajar saya lagunya..

      Hapus
  9. Melatih minta maaf itu susah ya mba, kok ya kadang anak2 suka gengsi jg ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mbak dee.. Gengsinya itu lho.. Harus dihilangkan dr diri anak dl baru bs beranjak ke sana

      Hapus

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^