Sebagai seorang perempuan yang baru saja pindahan rumah dari rumah orang tua, memasak itu menjadi sesuatu yang harus saya ikuti jadwalnya. Lha gimana nggak, kalau saya nggak masak, suami dan anak-anak bakal makan apa? Beli melulu, berat di ongkos dan kadang nggak sesuai selera. Entah keasinan, kurang bumbu atau ada saja yang nggak sesuai di lidah.
Dalam proses belajar ini, jadi masalah sendiri yang harus saya pecahkan ketika menyiapkan menu sahur ketika puasa. Karena saya masih belum terbiasa masak dengan cepat, kalau menyiapkan dan memasak menu sahur ketika bangun tidur, rasanya jadi terasa tergesa-gesa sekali. Belum lagi saya punya anak bayi yang sewaktu-waktu di jam tidur malamnya, dia merengek minta nenen. Kalau sudah nenen, pekerjaan apapun jadi tertunda dan mundur dari jadwal. Kalau sudah begini, bisa-bisa yang ada menu sahurnya belum matang dong.
Trus gimana?




