Parenting - Lifestyle - Crafting

Temukan Potensi dan Bakat Anak dengan Tiga Cara Ini

| on
Friday, October 27, 2017

Tugas untuk menjadi orang tua itu, memang tidak ada habisnya. Ketika kita memutuskan untuk menikah dan memiliki keturunan, disinilah tugas menjadi orang tua dimulai. 

Iya, saya katakan ‘memutuskan untuk menikah’, bukan ‘setelah menikah’. Karena ketika kita masih lajang dan memiliki keinginan untuk menikah, disitulah kita akan belajar pelan-pelan untuk memperbaiki diri sebagai bekal untuk menjalin hidup bersama satu orang yang kita sayangi dan bersiap untuk menjadi contoh baik bagi anak-anak kita nanti. Seorang teman perempuan yang sudah melewati usia 30 tahun dan belum menikah pernah berkata kepada saya seperti ini : ‘Aku masih terus berharap dan berdoa supaya jodoh itu datang padaku. Tapi tidak hanya itu saja, aku juga harus mulai memperbaiki diri.’

Salah satu cara untuk mempersiapkan diri menjadi orang tua adalah belajar tentang parenting sedini mungkin. Nggak perlu menunggu ketika memiliki anak dan belajarlah dari banyak orang. Kali ini, saya belajar lagi (iya, belajar lagi) pada salah satu teman blogger saya. Kami memanggilnya Lendy, salah satu blogger Bandung yang juga drama korean lovers *panggil dulu Oppa Park Hae Jin*.

Memanfaatkan Waktu Bersama Anak

Dalam artikel yang ditulis oleh Lendy, ada pertanyaan yang memang menohok bagi saya sebagai seorang ibu. Apakah ketika mendampingi anak, kita benar-benar bersama mereka? Apakah betul-betul bermain bersama mereka atau sekadar hadir di hadapan mereka tapi kita asyik mengunggah status melalui ponsel?

Saya, sebagai seorang ibu yang hidup di zaman milenial, memang nggak memungkiri ikut terbawa arusnya. Masih mending sekarang sudah mulai mengurangi intensitas memegang ponsel ketika saya bersama anak-anak. 

Menurut Lendy, ketika berinteraksi dengan anak, berinteraksilah dengan sungguh-sungguh. Caranya adalah dengan memfokuskan diri hanya pada anak-anak ketika bersama mereka. Kesampingkan dulu pekerjaan rumah, kesampingkan dulu masalah-masalah yang ada di kantor, tinggalkan sejenak rumpian di grup-grup Whatsapp, atau tahan dulu keinginan untuk mengunggah status di Facebook atau mengunggah foto di Instagram. 
Akan ada banyak manfaat yang bisa ditemukan ketika kita sungguh-sungguh berinteraksi dengan mereka. Selain semakin menguatkan hubungan baik antara orang tua dan anak, kita sebagai orang tua juga bisa menggali potensi, bakat dan minat anak juga.

Yuk Gali dan Optimalkan Bakat Anak

Beberapa minggu yang lalu saya ditanya oleh salah satu siswa saya, bagaimana cara termudah menemukan bakat yang mereka punya. Setelah membaca dari beberapa buku dan membaca tulisan Lendy, saya malah berfikir begini : Bahwa menemukan bakat anak itu, bukanlah tugas si anak. Tapi merupakan tugas orang tua.

Untuk menemukan bakat anak, orang tua hendaknya selalu mendampingi mereka dengan sungguh-sungguh. Seperti yang saya bilang sebelumnya, mendampingi dengan sungguh-sungguh memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah mengetahui bakat anak kita. Ketika mendampingi anak, hendaknya kita buka lebar-lebar panca indra kita untuk mengetahui bakat anak kita. Kalau kita peka, kita akan dengan mudah kok mengetahui bakat anak-anak kita.
Jika kita sudah mengetahui bakat anak, mari kita kawal mereka supaya bakat yang mereka miliki bisa berkembang dengan baik. Berilah mereka ruang dan waktu untuk mengembangkan bakat, alih-alih hanya menyuruh mereka belajar pelajaran di sekolah saja. Pengawalan ini, sebisa mungkin sifatnya adalah mendukung, bukan memaksa. Sehingga ketika ada kendala di tengah jalan, mereka berani untuk bercerita pada kita untuk meminta bantuan.

Kemudian Lendy mengingatkan juga, bahwa anak-anak kita memiliki keunikan masing-masing. Lendy pun menyadari, dua putrinya memiliki kemampuan, bakat dan minat yang tidak sama sehingga perlakuan dia ke kedua putrinya pun berbeda. Sama halnya dengan anak-anak kita. Masing-masing anak memiliki potensi sendiri-sendiri dan kita hendaknya memiliki draft bagi masing-masing anak untuk mengembangkan bakat mereka.

Temukan Gaya Belajar Anak

Dengan menemukan gaya belajar anak yang tepat, maka akan mudah si anak menerima materi-materi pembelajaran sehari-hari. Melalui blogpost-nya, Lendy menjelaskan secara rinci tentang tiga gaya belajar anak, yaitu gaya belajar visual, auditori dan kinestetik. Silakan baca di sini ya. InsyaAllah mencerahkan dan membantu sekali kok. Tinggal kita sebagai orang tua ini, mau nggak berupaya untuk membantu anak-anak kita belajar dengan baik untuk memahami dan mengaplikasikan keilmuan yang dia terima dengan baik. 
3 comments on "Temukan Potensi dan Bakat Anak dengan Tiga Cara Ini"
  1. hhm.... Dija ini bakatnya apa yaa...
    Dija belom tau
    hehehe

    ReplyDelete
  2. Hai Lendy :)
    Dia aktif di acara2 parenting ya, sungguh impian saya dahulu kala :D

    ReplyDelete
  3. Mak jleb banget yaaaa. Iya nih kdng msh suka pegang henpon saat mengasuh anak T.T
    Melihat potensi anak emang sebaiknya butuh waktu dan perhatian khusus ya mbak TFS

    ReplyDelete

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^

Custom Post Signature

Custom Post  Signature