Selasa, 15 Desember 2015

5 Cara supaya Anak Makan dengan Cepat



Arya yang sudah empat tahun ini, termasuk anak yang aktif dan Alhamdulillah, dia cepat sekali menyerap informasi-informasi baru yang dia dapat dari lingkungannya. But, no body is perfect. Right? Tiap anak pasti memiliki kekurangan dibalik kelebihannya. Arya pun begitu.

Apakah Anda memiliki masalah yang sama dengan saya karena anak yang makannya lama sekali? Kalau iya, toss dulu dong. Kalau mau dilihat lebih cermat lagi, Arya ini bermasalah saat proses makan. Entah sejak kapan tepatnya, Arya ini makannya lama sekali. Padahal saya ingat betul, saat masa MPASI sampai saat pertama kali dia kenal makanan orang dewasa, makannya lahap dan cepat lho. Lha kok sekarang, ampun deh. Kalau nggak sabar, bakal ngomel-ngomel terus deh saya pas Arya lagi makan gara-gara sekali makan bisa sampai satu jam, bahkan lebih.

Catatan : Arya makan lama bukan karena tidak segera dikunyah tapi malah dikunyah terus sampai makanan yang di mulut itu jadi halus seperti bubur dan nggak segera ditelan.

Pernah nih saya iseng-iseng menghitung berapa sih kunyahan Arya sekali sendok. Ya ampun, tobat! 50 kunyahan lebih! *kemudian emaknya angkat topi*. Apa nggak capek mulut ini anak? Kadang dengan nanar saya lihat isi mangkuk makannya yang masih banyak. Belum lagi kalau makannya sambil lihat televisi, bisa-bisa saya lumutan menunggu Arya menghabiskan makanannya. Yang ada, bukannya segera di kunyah tapi malah konsentrasi sama acara yang ada di televisi.

Oke, STOP! Sepertinya saya harus mulai benar-benar cari jalan keluarnya. Why? Karena Arya satu semester lagi sudah masuk Taman Kanak-Kanak, dan dua tahun kemudian sudah Sekolah Dasar. Dan dia akan menerima jadwal sekolah yang lebih pagi daripada saat di Kelompok Bermain.

“Ah, masih lama. Kan masih dua tahun lagi.”

Iya, masih lama. Tapi nggak lama-lama banget kan? Kita saja kadang nggak menyangka, tiba-tiba anak kita sudah bisa jalan padahal baru kemarin sepertinya dia masih digendong terus. Dua tahun itu cepat. Dan jangan lupa, kebiasaan itu dimulai dari sekarang, nggak instan. Saya ngga ingin, ntar tiap pagi saya ngomel-ngomel hanya karena Arya lama makannya sedangkan waktunya untuk masuk sekolah sudah mepet banget. Ujung-ujungnya, dia terlambat masuk sekolah. Bete nggak sih bakalan seharian?

Selain itu, saya dan papa Arya inginnya Arya itu makan dengan benar-benar merasakan makanan yang dia makan, nggak lewat lalu begitu saja. Nggak hanya sekedar makan karena memang jadwalnya makan. Tapi makan karena kebutuhan, makan karena makanan itu enak, makan dengan merasakan sesi makan itu seperti apa, dan makan dengan penuh konsentrasi sehingga makan itu jadi aktifitas yang menyenangkan.

Oke, opening yang kepanjangan.

Singkat cerita, saya memutar otak untuk mencari jalan keluar supaya Arya tidak lama mengunyah makannya. Beberapa minggu ini mulai saya berlakukan ke Arya dan mulai tampak berhasil meskipun kadang kami masih curang untuk beberapa kondisi. Silakan disimak ya apa saja caranya.



1. Makan nggak sambil nonton televisi
Saya mengakui deh kalau saya ini memang emak-emak yang khilaf karena nggak mengajak Arya makan di meja makan. Lebih sering yang terjadi adalah Arya makannya di depan televisi sambil melihat acara kesukaannya. Efeknya, Arya jadi mengunyah lama sekali karena perhatian dia bukan benar-benar di aktifitas mengunyah tapi ke acara televisi.

Kemudian, saya berlakukan ‘makan nggak sambil nonton televisi’. Awalnya, Arya sempat ngambek, karena dia merasa ada aktifitas menyengkan yang saya renggut *halah*. Tapi sedikit-sedikit saya beri pengertian kalau makan sambil nonton televisi itu malah bikin dia lama mengunyah. Alhamdulilah, lama-lama dia bisa menerima.

Konsekuensinya, saya pun juga harus nahan diri dong buat nggak nyalain televisi meskipun ketika itu di FOX Movie sedang ada film bagus *kemudian dilempar soto sama pembaca blogpost ini*.

2. Makan dengan duduk anteng
Hohoho... Arya ini kadang kalau makan suka sambil lari-lari, sambil pindah sana-sini untuk ambil ini itu buat mainan. Nggak bisa anteng.

Kembali pada konsentrasi mengunyah makanan. Arya yang nggak bisa anteng ketika makan jadinya nggak habis-habis apa yang dia kunyah. Terlalu asyik berpindah dari satu spot ke spot yang lain sampai lupa kalau di mulut masih ada sesendok nasi dan sayur sop.

Gimana rasanya anak usia empat tahun yang awalnya nggak bisa diam saat makan, kemudian sekarang diberi peraturan ketika makan harus duduk anteng? Ngambeknya ampun-ampunan, lebih besar ngambeknya daripada saya nggak bolehkan dia makan tanpa nonton televisi. Tapi Alhamdulillah, sekarang sudah mulai bisa duduk anteng meskipun kadang dia ngasih sinyal seperti mau lari dari jangkauan dengan alasan mau ambil barang yang dia inginkan.

3. Gunakan suapan dalam ukuran sedikit
Saat saya menghadiri acara launching Dancow Excelnutri+ di Royal Plaza Surabaya tanggal 28 November 2015 lalu, sebelum sesi liputan acara, saya sempat konsultasi dengan salah satu pemateri talkshow. Kepada mbak Sari Sunda Bulan yang berprofesi sebagai ahli gizi, saya menceritakan permasalahan yang dialami Arya dan efeknya kalau pola makan Arya ini berkelanjutan sampai dia besar.

Mbak Sari memahami betul bagaimana pola makan Arya dan memberikan beberapa saran yang ternyata sudah saya coba semuanya. Sempat hampir menyerah sih, sampai akhirnya mbak Sari menyarankan untuk menggunakan sendok ukuran kecil untuk sesi makan Arya.

“Gini Bunda, ayo kita ulang lagi proses makan anak Bunda seperti saat dia pertama kali mengenal makanan orang dewasa. Yang masuk ke mulutnya adalah jumlah kecil, dan kita biasakan lagi dia nyaman dengan jumlah itu. Kalau makan dengan sendok kecil dia sudah bisa cepat mengunyah, kita lanjutkan dengan sendok besar yang biasa dipakai orang dewasa.”

Saya sampaikan saran Mbak Sari ini ke ibu karena beliau yang setiap hari mengasuh Arya saat saya kerja. Kami sepakat melakukannya. Saya dan ibu, tidak menggunakan sendok makan ukuran kecil, tapi tetap menggunakan sendok makan besar namun jumlah sendokannya yang kami kurangi daripada biasanya.

Ya, saran ini tampak berhasil. Meskipun sampai hari ini Arya belum mengunyah makan secepat yang saya harapkan, tapi perubahannya sudah tampak. Semoga saja proses mengulang ini nggak lama-lama.



4. Selalu sounding dengan kata “Kunyah dan Telan”
Selain menggunakan sendok ukuran kecil, Mbak Sari menyarankan untuk selalu mengucap kata ‘kunyah dan telan’ saat menyuapi Arya. Dan sounding ini diikuti dengan gerakan yang bisa dicontoh oleh anak. Saat berkata ‘kunyah’, saya menunjukkan gerakan mengunyah itu bagaimana. Dan ketika dirasa sudah perlu di telan, saya katakan ‘telan’ sambil menunjukkan ke Arya bagaimana menelan itu.

Seperti mengajari anak makan lagi kan? Iyap, saya pun juga merasa gitu lho. Tapi saya coba ikuti arahan mbak Sari yang menyarankan untuk mengulang proses makan seperti yang saya jelaskan sebelumnya.

Apa cara ini berhasil untuk Arya? Belum sepenuhnya sih. Cara ini akan berhasil kalau Arya benar-benar konsentrasi saat sedang makan. Duduk anteng, tanpa televisi, tanpa bergerak sana-sini, dan perhatiannya tidak terganggu dengan apapun. Susahnya adalah ketika saya sendiri nggak bisa kendalikan lingkungan di luar lingkungan saya. Semisal, saat kami makan di food court atau ketika kami makan di rumah saudara yang kondisinya ramai sekali.

5. Meningkatkan kadar kesabaran si ibu
Jangan ditanya gimana emosi saya saat menyuapi Arya. Kadang rasanya pengen segera ikutan ngunyah dan menelan makanan yang ada di mulut dia, kadang juga ingin rasanya saya yang mengunyahkan dan dia tinggal menelannya, atau rasanya ingin terus towel-towel pipinya biar dia ngerti kalau dia mengunyahnya dah kelamaan. Ampun, kudu punya amunisi kesabaran banyak sekali kalau sesi makan Arya tiba.

Sempat saya ditegur sama papa Arya saat saya membentak Arya karena kelamaan makannya. Setelah saya pikir ulang, betul sih teguran papa Arya. Kalau saya nggak lebih sabar lagi pas Arya lagi makan, suasananya jadi nggak enak dan malah bikin Arya jadi malah malas habisin makan. Mood jeleknya dia ikutan keluar karena saya. Betullah kiranya, kalau rasa sabar orang tua itu memang penting sekali dalam menghadapi anak.

Emang susah Sodara sabar itu. Tapi harus dilakukan kan? Katanya mau anaknya nyaman *kemudian ambil air wudlu*.


Demikian lima cara yang sampai sekarang terus saya lakukan saat sesi makan Arya tiba. Memang rasanya ingin segera si Arya bisa mengunyah makan dengan cepat dan menelannya dengan segera. Tapi saya jadi ingat lagi, nggak ada pembelajaran dan keberhasilan dengan hasil yang baik jika dilakukan dengan cara yang instan bukan? Jadi, saya harus tinggikan lagi lengan baju saat sesi makan Arya tiba.

Mantranya adalah “Arya berhasil mengunyah cepat, menelan dengan cepat dan makan dengan bahagia.”

Salam hangat,
Ria Rochma

***


30 komentar:

  1. ibu ibu kebanyakan sebel kalau anaknya agak susah disuruh makan, yakali kan anak anak. pengertian dan pengetahuan seorang ibu sangat penting :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi tentunya ngga harus dimaklumi terus bukan? Ada saatnya anak didisiplinkan karena mmg berbenturan dengan perkembangan dan aktifitas dia yg lain :)

      Hapus
  2. paling khawatir ya kalau anak susah makan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mak..
      Kadang, keliatan banget kalau dia ngga nyamana makannya, badannya jadi keliatan kurus banget

      Hapus
  3. 50 kali??? Buset... Arya kalau makan bubur apakah dikunyah banyak juga? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sayangnya, ngga suka bubur, Una :(

      Hapus
  4. haha.... gak cuma nanar...mba, klo ngeliat mangkuk makan masih penuh... tapi di kejar waktu rsanya...kliyengan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kejar-kejaran sama waktu ini lho

      Hapus
  5. Wah, Arya bener2 mengamalkan kata orang dulu kalo makan harus 30 sekian kali kunyahan :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini mah lebih dari 30 kunyahan, winda.. Melas banget saya..

      Hapus
  6. Noofa banyak maemnya.. tapi kalau smbil naik sepeda barunyaaa ahihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Arya juga gitu, Mak. Tapi akunya aja sekarang ga biasakan gitu. Harus duduk anteng, biar ga kebiasaan. Hehe

      Hapus
  7. Wah masukan yg bagus nih, terutama tidak nonton saat makan.. Trims mba..

    Salam kenal dr kami..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Abah. Salam kenal juga :)

      Hapus
  8. kesabaran itu kuncinya ya mbak. meski belum ada pengalaman nyuapin anak..repot sih pas nyuapin adek

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa.. Poin beratnya memang di sabar :)

      Hapus
  9. Emang bener makan sambil nomton tv tu ga banget deh...bikin jd ga fokus n makan jd lama.dulupun nadia gtu trs guru TK nya ngingetin soal ini karena jd kebawa klo mengerjakan hal lain ikit ga fokus akhirnya makan abis baru nonton. Sekarang makan jd lebih cepet nadia nya kg lebih fokua dan teratur

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, ternyata ngga arya aja kan? Dan bener mbak, tv ini gangguan banget sih sebenarnya :)

      Hapus
  10. hihi bener banget nih mba.. makasih yaa sudah sharing.. :)

    BalasHapus
  11. thanks tipsnya mba, anakku nih makannya lama :)

    BalasHapus
  12. yang nomor 3 itu Naima banget. Dia gak bisa makan dengan suapan besar. Harus kecil-kecil

    BalasHapus
  13. Wah, ini yg aku cari. Anakku yg nomor 3 lagi susah makan. Nyobain tipsnya ah. Tfs ^^

    BalasHapus
  14. Haduh, Mak! Aku aja suka makan sambil nntn TV. Kudu dimulai dr ortunya ini mah

    BalasHapus
  15. Wah, Arya sama sih kayak aku (sampai sekarang) haha. Makan paling lama diantara banyak teman, jadi kalau lagi bareng- bareng aku yang paling akhir selesainya. Padahal kalau makan juga anteng dan gak sambil ngobrol. Tapi sisi positifnya, lambungnya jadi sehat karena gak perlu bekerja keras, jadi ingat soal ajaran nabi kalau makan minimal 33 kali kunyahan. Tapi Arya over ya, sampai 50. Hihihi

    BalasHapus
  16. saya sih belum punya anak, tapi di rumah ada adik paling kecil (6 tahun)
    biasanya kalo ga mau makan, ya disuapin
    tapi katanya sih usia segitu udah ga boleh disuapin, biar bisa mandiri...

    eh makasiiiiih informasinya mbak, *bookmark buat kapan2 kalo perlu :)

    BalasHapus
  17. Arya mau punya dede, jadi maemnya kudu cepat dann gak disuapin lagi eheh

    BalasHapus
  18. sabar banget mbak dulang arya, cepet pinter yaa sayang biar nanti punya dedek maem dewe :D

    BalasHapus
  19. anak kecil susah makan ini keknya problem sejuta umat buat para emak ya mbak Ria #cmiiw
    dan triknya pun beda-beda, pokoknya banyak jalan menuju Roma lah ya. si anak mau makan dan gizi terpenuhi.
    Aku dulu tipikal anak susah banget makan, sampe2 dpt julukan "Ini anak kalo makan kek anak mau dikasih racun!" buahahahahaha. saking susahnya pas jaman SD aku sampe inget nih, makan itu dari magrib sampe isya belum kelar2 *duh parah yak*

    smoga tar anakku gk gini2 amat yak, tfs mb Ria..informative bgt ini :)

    BalasHapus

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^