Selasa, 30 Juli 2013

(Fiksi Mini) Pensiun

"Teh buatanmu selalu nikmat," ucap Yohanes sambil menyesap sedikit teh hangat buatan istrinya.

Endang tersenyum. Saat dirinya hendak mengucapkan sesuatu, Yohanes memotongnya. "Kuajukan surat pengunduran diri esok."

Endang sejenak terkesiap, namun kemudian tersenyum.

"Harusnya kau katakan ini padaku enam tahun silam, Pak, saat pak Yuan menawarimu membantunya di pabriknya."

Yohanes memeluk tubuh istrinya yang mengurus karena diabetes. Ya, pensiun untuk mendampingimu dalam sakitmu.





12 komentar:

  1. Terima kasih atas partisipasi sahabat
    Segera dicatat sebagai peserta Kontes Unggulan;Enam Puluh Tiga
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  2. so sweet..

    pasangan yang setia bisa dilihat dari ketika pasangannya mengalami sakit/musibah..

    BalasHapus
  3. haduh.. pertanda.. pertanda.

    sukses GA-nya mbak.. apik deh

    BalasHapus
  4. owh diabetes bs bikin kurus ya..sy sih pgn kurus tp ogah kalau harus diabet.

    BalasHapus
  5. kalo istri sakit lalu suami nggak kerja, mau makan apa? :)

    BalasHapus
  6. @all. terima kasih sudah membaca :)

    BalasHapus
  7. So sweeettt...
    Semoga menang ya mbak :D

    BalasHapus
  8. manis dan lembut banget... ikut terharu

    BalasHapus
  9. wuih....
    demi sang isteri... ^_^

    BalasHapus

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^