Selasa, 20 Oktober 2015

Pentingnya Fisioterapi Setelah Patah Tulang


Pentingnya Fisioterapi Setelah Patah Tulang - Berawal dari sebuah pesan yang dikirim seorang mahasiwi asal Cirebon ke Line saya. Kami berdua tidak kenal, tapi dia mengaku tahu kontak saya setelah membaca tulisan saya di blog tentang kecelakaan yang membuat tulang siku kiri saya retak berkeping-keping, yang saya terjadi di bulan Juli 2013 lalu. Mahasiswi ini nggak pakai basa-basi. Dia langsung bilang kalau dia baru saja kecelakaan dan butuh ngobrol tentang operasi lanjutan pelepasan pen dan program fisioterapi setelah pemasangan pen.


Jadi ceritanya, dia kecelakaan setelah puasa kemarin dan kasusnya sama dengan saya, sama-sama retak di tulang siku. Hanya saja perlakuan pemasangan pen yang beda. Kalau dia pemasangan wire pen-nya di dalam kulit dan baru bisa dilepas setelah satu tahun. Itulah kenapa, dia nggak ngerasa terganggu dan sudah bisa naik motor. Masalahnya, dia nggak berani fisioterapi padahal dokter tulang sudah merekomendasikan untuk segera fisioterapi. Bahkan calon suaminya yang perawat pun sudah sampai tahap memaksa segala. 

Lalu dia tanya, kapan saya mulai fisioterapi?

Saya jawab, sebulan setelah operasi dan setelah gips saya dilepas meskipun wire pen-nya masih menancap di siku.

Dia tanya lagi, sakitkah?

Saya jawab terus terang kalau prosesnya memang sakit. Saya nggak mau bohong kalau fisioterapi itu nggak sakit. Karena jika kenyataannya dia merasakan sakit yang sangat dan ternyata tidak sesuai dengan informasi yang saya berikan, berpengaruh juga kan sama kejujuran tulisan yang saya sampaikan. 

Dia masih takut, tapi terus saya motivasi bahwa fisioterapi setelah patah tulang itu penting sekali. Terutama untuk jangka panjang. Kalau sekarang bisa naik motor karena merasa baik-baik saja, tapi belum tentu besok-besok posisi tulang akan tetap meskipun sudah disangga sama wire pen.

Kenapa fisioterapi setelah patah tulang itu penting? Kenapa fisioterapi itu jangan sampai ditunda-tunda? Kenapa fisioterapi itu tidak boleh berhenti di tengah-tengah proses? Ini saya paparkan hasil ngobrol sama terapis saya waktu saya fisioterapi kemarin ya.


Semakin cepat kita mensegerakan untuk fisioterapi, maka semakin cepat pula proses pemulihan
Kenapa?

Tulang kita yang patah tadi dan sudah dioperasi, akan segera tersambung lagi oleh tulang-tulang muda. Dan tulang-tulang muda ini lebih mudah dikembalikan ke posisi semula seperti sebelum mengalami patah tulang. Kalau kita menunda-nunda proses fisioterapi, tulang mudanya bakal segera mengeras sehingga akan susah nantinya buat dikembalikan ke posisi semula. 

Meskipun memang sih, menurut terapis saya, orang yang sudah pernah mengalami patah tulang, pasti tidak akan bisa kembali ke posisi semula dengan sempurna. Tetapi melalui fisioterapi, setidaknya posisi tulang bisa dikembalikan mendekati posisi semula.

Seperti tulang siku kiri saya nih. Pas sebelum patah tulang, pastinya seperti tangan kebanyakan, lurus. Tetapi karena setelah kecelakaan, tangan kiri harus di gips selama sebulan dengan posisi nekuk untuk menahan wire pen yang udah terpasang, akhirnya pas gips dilepas, tangan kiri saya nggak bisa lurus saking kakunya dan saking lamanya digips. 

Kalau sudah gini, fisioterapi jadi jalan satu-satunya buat meluruskan kembali tangan saya yang nekuk itu tadi. Sakitnya jangan tanya, luar biasa. Tapi ya memang itu jalan satu-satunya supaya posisi tangan bisa kembali mendekati bentuk semula.

Kalau nggak fisioterapi, cara saya buka tas bakal seperti itu terus :)

Untuk kasus selain patah tulang misalnya. Dua tahun yang lalu, tetangga depan rumah kecelakaan mobil. Jari kelingkingnya nggak bisa digerakkan karena kata dokter ada beberapa syarat yang nggak berfungsi. Setelah dioperasi untuk memulihkan syarat yang tidak berfungsi itu, dia disarankan untuk ke fisioterapi untuk peningkatan fungsi gerak jari. Dan Alhamdulillah, jari kelingkingnya sekarang sudah bisa kembali digerakkan dan difungsikan kembali.


Fisioterapi mencegah terjadinya malfungsi untuk rangkaian tulang lainnya di kemudian hari
Awalnya saya selalu mengeluh untuk nggak mau datang ke fisioterapi. Dikit-dikit merengek ke Papa Arya kalau besoknya ada jadwal fisioterapi. Mungkin lama-lama terapis saya ngerti juga kalau saya mulai nggak bersemangat ikuti proses. Akhirnya beliau menjelaskan panjang lebar tentang manfaat yang satu ini. 

Iyap, karena untuk mengangkat barang belanjaan, yang bekerja nggak hanya tulang di jari tangan saja, tapi juga tulang tangan, siku, sampai ke bahu. Nah, kalau tulang siku saya waktu itu nggak dioptimalkan fungsinya, bisa-bisa tulang bahu saya ikutan loyo dan nantinya bakal menganggu fungsi gerak tangan kiri secara keseluruhan. 
 
Salah satu terapi yang saya lalui untuk mengembalikan tangan saya ke bentuk semula (credit)

Gampangnya gini. Kalau saya nggak latihan ini itu pas proses fisioterapi yang didukung dengan latihan sendiri di rumah, tentunya tulang saya yang sudah cacat ini bakal kaget dong kalau tiba-tiba nantinya bawa barang yang berat meskipun saya merasa tangan saya sudah sembuh. Karena apa? Ya karena kurang latihan. Istilahnya, nggak kuat mentalnya buat dilepas dikancah pertarungan karena nggak pernah dilatih *ini penjelasan apaan sih?*

Pernah nih, pasien patah tulang kaki yang jadwal fisioterapinya bareng sama saya. Kakinya panjang sebelah dan jalannya sudah tidak bisa tegak. Waktu iseng-iseng saya tanya ke terapis saya, beliau menjelaskan semua itu dikarenakan setelah operasi dia tidak segera fisioterapi. Ketika operasi, dokter tulang berusaha sebaik mungkin untuk menyambungkan tulang kakinya dengan panjang yang sama antara kaki kiri dan kanan. Tapi karena dia tidak segera fisioterapi, akhirnya kemampuan tulangnya jadi menurun dan tulang yang pernah patah tadi nggak kuat menahan beban tubuhnya. Begitulah kira-kira penjelasannya.

Dua alasan itulah yang nancep banget di saya saat saya ogah-ogahan buat fisioterapi. Mengingat seminggu tiga kali dan nggak ada berhentinya selama hampir empat bulan, nggak nyangka juga sih akhirnya masa merintih itu terlewati sudah. Sekarang sudah sehat betul? Nggak juga. Saya juga masih harus latihan terus supaya otot-otot di tangan kiri ini nggak lemas karena bentuk tulangnya nggak lagi sesempurna dulu. 

Masih malas buat ke fisioterapi setelah patah tulang? Menginrgat pentingnya fisioterapi untuk kembalikan fungsi gerak tulang yang pernah patah, sepertinya pikir-pikir lagi deh kalau malas berangkat buat fisioterapi. Semangat!!!

Ohya, jangan lupa ikut mini kuis saya di instagram ya.. Meluncur ke sini ^____^

Salam hangat,
Ria Rochma

***



44 komentar:

  1. artinya,kalo jalanin fisioterapi di RS atau tempat fisioterapi lain,harus banyak latihan juga ya zuh di rumah..
    sehat2 ya zuh^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyap..
      Tetep harus latihan di rumah, Is. Dan harus sesuai arahan praktisinya, ga boleh sembarangan :)

      Hapus
  2. ternyata memang penting ya fisioterapi tapi suka diabaikan oleh penderita patah tulang..makasih sharingnya mak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sayangnya gitu, mbak.
      Sering diabaikan dan dampaknya besar bgt. Susahnya, yg mengabaikan itu kadang menyalahkan kejadian patah tulangnya padahal setelah kejadian itu masih ada proses penyembuhannya juga :)

      Hapus
  3. saya pernah jari kelingking bengkak karena terkilir. Penyembuhannya selain dipijat juga harus terus digerakkan. Seringkali malas digerakkan karena rasanya sakit.

    Apalagi kalau sampe kecelakaan kasusnya, ya. Jadi memang rasa malas juga harus 'diperangi' supaya tetap semangat fisioterapi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rasa malas dan takut. Hehehe.. Peranginya susyah banget karena memang sakit banget

      Hapus
  4. Bener mbak , Fisioterapi penting. Pas suami ketarik bagian saraf belakangya saat bersin juga fisioterapi beberapa kali. Alhamdulillha sekarang sudah sehat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, sekarang udah sehat, ya bu Tatit :)

      Hapus
  5. Mamerku jatuh duduk dan tulang punggungnya ada yang retak. Sama dokter nggak dioperasi hanya di gips dan dikasih korset. Sudah sebulan ini, besok jadwal kontrol dokter lagi. Setelah sembuh nanti mungkin perlu fisioterapi ya mbak, supaya punggung nggak kaku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, bisa dengan rujukan dokter, bisa datang sendiri. Karena sudah sepuh, malah lebih diutamakan :)

      Hapus
  6. Aku pernah nganterin temen fisioterapi, dia teriak2 sakitttt dan gw jadi ngiluuuuu

    BalasHapus
  7. Si bos abis kecelakaan skrg seing fisioterapi tiap senin, diauruh pke spatu basket biar pemulihannya cepet gtu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada beberapa terapi tambahan yang bisa dilakukan pas diluar jadwal fisioterapi di klinik ato RS, contohnya, ya kaya bosmu itu ;)

      Hapus
  8. betul fisioterapi penting. Waktu adeku kecelakaan juga gitu fisoterapi jadi bisa kembali lagi. Yang kasihan saudaraku gak pakai fisoterapi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenapa mak ga fisioterapi? Kasihan ya..

      Hapus
  9. Aku ngilu mbayangin pennya. Tapi kalau fisioterapi pernah nungguin suami beberapa kali krn tulang belakangnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf mak kalau bikin ngilu. Tapi ya beginilah ceritanya, mak :)

      Hapus
  10. Belum pernah tau ttg fisioterapi dewasa, taunya fisioterapi anak. Nice sharing, Mak. Sehat2 terus yaaa.

    BalasHapus
  11. Katanya, jika pen masih nempel pas ada petir itu terasa nyeri ya, Mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kebetulan sih, pas pen masih nempel kemarin, belum musim petir. Jadi ga tau rasanya bener ga kaya gitu :)

      Hapus
  12. Jadi harus berkesinambungan ya, Mba.

    Jangan berhenti begitu aja.

    Info.penting nih, Mba

    BalasHapus
  13. Aku ada temen fisioterapis Mbak. Suka crita kasus yg ditangani. Dan dari situ aku sedikit paham, trauma fisik tdk boleh dianggap sepele, apalagi kalo sdh pernah oprasi.
    Semoga sehat terus ya Mbak ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget, trauma fisik, sama aja dengan trauma psikis. Sama-sama butuh penanganan lanjutan yg tepat :)

      Hapus
  14. iya nih mb, fisioterapi itu penting bgt...karna selain melatif syaraf, otot-otot juga ikut dilatih.
    semoga kita semua selalu dalam lindunganNya dan sehat selalu yaaa. aamiin :)

    BalasHapus
  15. sehat2 terus ya bumil cantik....

    BalasHapus
  16. Jadi tau lebih banyak tentang fisioterapi setelah baca artikle ini, kayanya sy juga harus nyobain ni soalnya tulang punggung sering sakit & pernah disaranin fisioterapi sama temen tapi blom berani karena ga tau kaya apa

    BalasHapus
  17. Kebetulan saya kemarin baru fisioterapi walaupun cuma keseleo bisa sembuh lebih cepat, caranya saya diterapi pake alat semacam lampu yang memberikan efek hangat dibagian yang saki

    BalasHapus
  18. Baru tahu mak soal fisioterapi inih, memang harus segera ditindaklanjuti ya kalo soal tulang....jangan keburu ke sangkal putung (versi orang jawa)

    BalasHapus
  19. Benar fisioterapi penting untuk kembali normal

    BalasHapus
  20. Trus sekarang tangannya lurus mbak? Nekuknya sempurna ga? Sama tenaga di jari2 tangannya balik normal lagi ga mbak? Soalny saya kena masalah yang sama jga mbak, dan sekarang lg proses fisioterapi smbil berharap bisa kembali lgi mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau lurus, ngga sempurna. Kalau nekuk, alhamdulullah bisa sempurna. Hanya saja, memang kerasa bgt ada bbrpa bagian otot di daerah tangan yang kerasa seperti ngga connect gitu. Loss pas digerakin, ga bisa dikontrol.

      Tp sejauh ini, saya bersyukur karena melihat tulang saya yg seperti itu, bisa kembali menuju sempurna kembali :)

      Hapus
    2. Bu ria saya juga merasa begitu. Saat ini saya sedang menjalani kegiatan pelatihan dan banyak pelatihan fisik, salah satunya push up. Saya push up 10 kali dan tangan yg sikuny bekas retak langsung bergetar dan terasa kaku. Apa itu normal ya bu? Karena sudah 8 tahun yg lalu saya retak d bagian sikut itu.

      Hapus
  21. Untuk fraktur tulang belakang,disc locasion.terapi nya bagaimana? Apa bisa pulih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, kalau itu saya nggaj ngerti. Maaf, karena saya hanya pasien saja, bukan terapis :)

      Hapus
  22. Kak, saya bulan mei kemaren itu abis jatuh trus dislokasi tulut. Awalnya pas diperiksa sm dokter sekolah katanya cuman keselek doang. Eh besok paginya bengkak, trus dibawa kesangkal putung. Kata bpk sangkal putungnya si pemulihan 4 bulan. Alhamdulillah sekarang udah bisa jalan normal tapi masi gk berani jongkok. Sarannya dong kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf baru bales ya, hectic di sekolah.
      Udah pernah rognten? Coba dulu ya, buat liat dislokasinya udah bener belom posisinya setelah disangkal putung. Ntar kalau belum bener atau gimana-gimana, baru deh bisa konsultasi sama dokter tulang. Ntar insyaAllah dokter tulangnya ngasih masukan, perlu di kirim fisioterapi atau ngga :)

      Hapus
  23. Salam mba rochma,,, jumpa lg, semoga msh ingat sm sy, yg punya anak remuk tulang humerusnya pas posisi di atas bonggol siku, alhamdulillah po lepas pen 3 hr lngsung fisioterapi, skr udh jln 5 bln, fungsi tangan sdh normal, namun bentuknya blm bs lurus 100%, msh selisih 15 derajat, tp msh tetap fisio rutin jg

    BalasHapus

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^