Blog milik Ria Rochma, blogger Gresik, Jawa Timur. Tulisan tentang parenting, gaya hidup, wisata, kecantikan, dan tips banyak ditulis di sini.

Cara Melakukan Refleksi Diri dan 10 Pertanyaan untuk Membantu Aktifitas Refleksi Diri (Free Printable)

| on
Minggu, Januari 14, 2024

Cara Melakukan Refleksi Diri
pixabay.com/RosZie


Refleksi diri biasanya dilakukan pada akhir bulan atau akhir tahun, untuk melihat kembali ke dalam diri apa yang sudah terjadi pada hari-hari sebelumnya. Ada beberapa manfaat refleksi diri yang bisa dilakukan oleh siapa saja, baik oleh remaja maupun orang dewasa. Jika remaja ingin melakukan refleksi diri, bisa minta bantuan orang tua untuk mendampingi.


Melalui refleksi diri, kalian bisa melihat lebih dalam tentang banyak hal yang sudah terjadi. Dengan begitu, kalian bisa lebih menerima kelebihan dan kekurangan diri, dan kemudian bisa lebih mencintai diri kalian apa adanya. 



Cara Melakukan Refleksi Diri


Journaling

Salah satu cara menyimpan hasil refleksi diri adalah melalui journaling. Karena melalui journaling, kalian bisa menulis dengan leluasa hasil refleksi dan menyimpannya untuk dibaca sewaktu-waktu. Dengan begitu, hasil refleksi ini bisa kalian jadikan acuan di kemudian hari jika membutuhkannya lagi.


Meditasi

Sambil duduk diam dalam posisi yang nyaman, meditasi bisa menjadi salah satu cara melakukan refleksi diri. Dengan nafas yang tenang, otak akan ikut tenang dan siap untuk diajak berfikir tentang hari-hari yang sudah kalian jalani sebelumnya.


Berdiam diri atau menyepi

Kalian bisa mencari tempat yang nyaman untuk berdiam diri dan menjauh dari orang lain. Bisa juga berdiam diri di kamar, atau di café yang nyaman. Sambil membuka buku jurnal atau mendengarkan musik yang menenangkan, kalian bisa memulai sesi refleksi diri.


Jalan sendirian

Beberapa orang menyarankan, ketika banyak yang sedang dipikirkan, keluarlah dari rumah dan hiruplah udara bebas. Hal ini bisa juga kalian lakukan jika ingin melakukan refleksi diri. Jalan kaki atau naik kendaraan, bisa menjadi pilihan.


Menikmati alam

Alam memang diciptakan untuk menenangkan isi hati yang sedang berantakan karena alam menyediakan angin yang semilir, suasana yang menenangkan, atau warna alam yang menyejukkan. Itulah mengapa saat menikmati alam, kalian juga bisa melakukan refleksi diri.


Pertanyaan Refleksi Diri
pixaba.com/GoldenViolinist


10 Pertanyaan untuk Membantu Aktifitas Refleksi Diri

Ada 10 pertanyaan yang bisa menjadi acuan untuk melakukan refleksi diri akhir tahun. Pertanyaan ini bisa kalian kembangkan sesuai dengan kebutuhan. Oh iya, di akhir artikel akan saya lampirkan juga template refleksi diri yang bisa disimpan di jurnal.

  1. Tujuan terpenting apa yang berhasil aku capai pada tahun ini?
  2. Hal-hal apa yang selama satu tahun ini membuatku tertarik dan mengapa?
  3. Kelemahanku selama satu tahun ini apa saja?
  4. Kemampuan baru yang sedang dan berhasil aku pelajari dalam satu tahun apa saja?
  5. Dalam satu tahun, aku suka menghabiskan waktu dengan siapa dan apa?
  6. Hal-hal apa saja yang membuat bersyukur selama satu tahun ini?
  7. Apakah pada tahun ini aku lebih dekat dengan Tuhan? Apa saja yang sudah aku lakukan untuk itu?
  8. Pada tahun ini, apa saja yang membuatku merasa sangat tertantang untuk melakukannya? Dan apakah akan aku lanjutkan di tahun selanjutnya?
  9. Pelajaran terbaik apa yang aku dapatkan pada tahun ini? Dan dari manakah aku dapatkan pelajaran itu?
  10. Apa yang aku inginkan tahun depan? Dan bagaimana aku akan mewujudkannya?


Printable Refleksi Diri


Untuk template refleksi diri akhir tahun, bisa kalian download di sini secara gratis ya!


Melakukan refleksi diri pada akhir bulan atau akhir tahun merupakan hal yang bisa kita lakukan secara rutin karena manfaatnya banyak sekali. Refleksi diri juga membuat kita semakin siap menghadapi hari-hari berikutnya karena kita sudah berhasil mengetahui sisi terbaik dalam diri kita.

Salam sehat!


Manfaat Refleksi Diri Bagi Remaja

| on
Sabtu, Januari 13, 2024

Refleksi Diri Pada Remaja
pixabay.com/johnhain


Kita sudah hampir melewati setengah Januari di tahun 2024. Apakah kita sudah mengajak anak-anak kita yang sudah memasuki masa remaja untuk melakukan refleksi diri secara mandiri? Apakah kita sudah mengajak mereka untuk melihat apa saja yang sudah mereka lalui selama satu tahun kemarin? Apakah kita sudah mengajak mereka untuk mengamati perubahan pada diri mereka pada tahun lalu?


Manfaat refleksi diri bagi remaja itu banyak sekali. Jika dilakukan dengan benar, dengan didampingi oleh orang tua, saya yakin anak-anak kita akan mengetahui manfaatnya dan akan berusaha menjadi lebih baik lagi di tahun 2024 ini. 



Peran Orang Tua dalam Aktifitas Refleksi Diri Bagi Remaja

Meskipun kalimat yang saya sampaikan adalah remaja melakukan refleksi diri secara mandiri, tapi untuk aktifitas ini tentunya mereka masih butuh pendampingan orang tua. Tidak banyak dari mereka yang memahami bagaimana cara mengevaluasi diri, bagaimana melihat apa saja yang sudah terjadi pada mereka selama satu tahun, atau apa saja yang sudah mereka lakukan selama satu tahun.


Itulah mengapa, penting bagi orang tua untuk mendampingi proses refleksi diri remaja. Peran orang tua dalam aktifitas ini adalah:

  1. Sebagai pemberi arahan apa saja yang perlu untuk direfleksi
  2. Sebagai tempat bertanya hal-hal yang berhubungan dengan refleksi diri
  3. Sebagai penguat jika mereka lupa dengan kejadian-kejadian yang sudah mereka lalui pada tahun sebelumnya
  4. Sebagai pendamping jika mereka salah dalam memaknai poin-poin dalam refleksi diri
  5. Sebagai tempat ‘berpulang’ ketika remaja merasa sedih dengan hasil refleksi diri


Beberapa kunci keberhasilan dalam mendampingi untuk mendapatkan manfaat refleksi diri bagi remaja adalah, sampaikan pada mereka manfaat dari aktifitas ini sebelum dimulai. Sampaikan pula pada mereka, bahwa mereka tidak perlu takut menyampaikan isi hatinya. Dan yakinkan pada mereka bahwa kita sebagai orang dewasa, akan mendampingi mereka saat aktifitas ini berlangsung.


Manfaat Refleksi Diri pada Remaja
pixabay.com/RosZie


Manfaat Refleksi Diri Bagi Remaja

Sebagai guru BK di SMP, saya mengajak para siswa untuk melakukan aktifitas refleksi diri saat saya melakukan bimbingan klasikal. Meskipun hampir diantara mereka semua tidak pernah melakukan refleksi diri sebelumnya, ternyata mereka menyukai aktifitas ini. Jawaban yang mereka sampaikan apa adanya, meskipun beberapa dari mereka mengatakan kalau mereka malu atas jawabannya sendiri.


Remaja mengetahui pencapaian diri

Dengan sering melakukan refleksi diri, remaja akan mengetahui apa saja yang sudah mereka capai dalam satu tahun. Pencapaian ini berupa apa saja yang sudah mereka rencanakan sejak awal tahun. 

Melalui refleksi diri, remaja juga akan mengetahui apakah yang mereka rencanakan bisa tercapai semua, maish tercapai sebagian, atau belum tercapai semuanya. Dengan begitu mereka bisa berfikir ulang, apakah yang sudah mereka rencanakan di tahun sebelumnya akan mereka lanjutkan di tahun berikutnya atau tidak.


Remaja memahami perkembangan dirinya

Melalui refleksi diri, remaja akan mengetahui apakah dia mengalami perkembangan menuju ke arah yang positif atau tidak. Perkembangan diri ini bisa berupa sifat, sikap, dan cara berfikir. Mereka perlu mengetahui bahwa mereka berkembang menjadi lebih baik atau tidak, supaya mereka tidak lagi menyia-nyiakan waktu yang sudah mereka jalani.


Emosi remaja akan lebih stabil

Melalui refleksi diri, remaja akan mengetahui penyebab munculnya emosi yang sedang mereka hadapi. Mereka juga mengetahui bagaimana dampak dari emosi yang mereka miliki. Selain itu, mereka akan mencari tahu cara mengendalikan emosinya, terutama emosi negatif yang seringkali menganggu aktifitas sehari-hari. Selain itu 


Remaja belajar menerima dirinya sendiri

Manfaat refleksi diri bagi remaja yang lainnya adalah remaja belajar untuk menerima dirinya sendiri, bahkan ketika mereka mengetahui bahwa mereka tidak sempurna. Saat menyadari ada target yang tidak bisa mereka raih, atau ketika mereka tidak mengalami perubahan menjadi lebih baik, mereka akan belajar menerima itu semua meskipun rasanya mungkin menyakitkan. 


Remaja mengetahui solusi untuk masalah yang sudah dia alami

Dengan melakukan refleksi diri, remaja akan mengetahui masalah apa saja yang sudah dia alami, serta mengingat kembali solusi apa yang mereka pilih supaya masalah itu terselesaikan. Kondisi ini akan membantu remaja dikemudian hari jika mereka mengalami masalah yang sama. Atau, membantu orang lain jika orang itu mengalami masalah yang sama dengan yang sudah dia alami. 



Remaja merupakan masa-masa di mana mereka mencari jati dirinya. Mereka memiliki banyak keraguan tentang dirinya sendiri. Itulah mengapa refleksi diri diperlukan, supaya membantu mereka menemukan apa yang mereka butuhkan dan apa yang mereka mau.

Dengan mengetahui manfaat refleksi diri bagi remaja, kita sebagai orang tua bisa memberikan harapan baik kepada mereka. Salah satunya adalah menunjukkan bahwa mereka bisa menjadi lebih baik daripada sebelumnya. 










Langkah-Langkah Mengenalkan Journaling pada Anak

| on
Kamis, Januari 11, 2024

Langkah Mengenalkan Journaling pada Anak
pixabay.com/StockSnap


Seperti yang pernah saya sampaikan sebelumnya, bahwa journaling merupakan salah satu metode yang diberikan psikolog dalam sesi konselingnya. Tujuannya, supaya konseli (orang yang melakukan konseling) bisa menurunkan tingkat stress dan tujuan konselingnya bisa berhasil.


Journaling bisa juga digunakan untuk menjaga kesehatan mental anak sejak dini. Karena aktifitas ini akan menenangkan emosi negatif yang mereka alami. Journaling juga bermanfaat untuk orang tua, karena orang tua bisa mengetahui sejak dini masalah yang dihadapi anak, sehingga orang tua bisa membantu anak menghadapi masalahnya.


Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan orang tua jika ingin mengenalkan journaling pada anak. Saya coba jabarkan step by step-nya. Bisa dimodifikasi sesuai dengan kondisi anak dan keluarga ya!


Journaling untuk Kesehatan Mental Anak
pixabay.com/jarlina


Langkah-Langkah Mengenalkan Journaling pada Anak


Orang tua harus mengetahui dengan baik masalah yang dihadapi anak

Karena setiap anak memiliki masalah dan penyebab yang berbeda-beda, orang tua harus memahami ini sehingga tidak salah dalam menerapkan metode journaling nantinya.


Sebagai contoh masalah yang dialami oleh anak pertama saya.

Dia sering kehilangan fokus saat di kelas jika ada teman-temannya memanggil dia, atau saat ada hal yang lebih menarik perhatiannya daripada guru yang sedang menjelaskan di depan kelas.



Orang tua mencari metode journaling yang cocok untuk membantu anak mengatasi masalahnya

Setelah orang tua tahu masalah yang sedang dihadapi oleh anak, saatnya untuk mencari tahu macam-macam journaling yang bisa diterapkan pada anak. Orang tua bisa mencari tahu melalui internet (browser dan media sosial), atau bergabung dalam komunitas journaling untuk sharing bersama teman-teman yang sudah melakukannya. 


Untuk anak pertama, saya bawakan buku kecil yang bisa masuk ke dalam pouch berisi alat tulisnya. Buku ini dipakai untuk mencatat pemberitahuan penting dari gurunya setiap hari. Setiap lembar dia beri hari, tanggal, dan kolom khusus untuk mencatat.


Apakah ini termasuk journaling? Tentu saja iya!



Orang tua bisa mengenalkan journaling melalui percakapan sederhana bersama anak

Tarik minat anak pada aktifitas ini, sehingga sesi perkenalan menjadi lebih mudah diterima. Jelaskan pula dengan bahasa yang sederhana tujuan dari mengenalkan journaling pada mereka dan bagaimana mereka akan melakukannya setiap hari. Jikalau perlu, tunjukkan video menarik tentang journaling yang sudah dilakukan oleh orang lain. 

 

Jenis Journaling
pixabay.com/Darkmoon_Art


Bersama anak, orang tua membuat rencana pelaksanaan journaling

Buat rencana pelaksaannya dengan rinci bersama anak supaya anak merasa dilibatkan sejak awal dalam upaya memperbaiki dirinya. 


Mulai dari kapan aktifitas ini bisa dilakukan oleh anak setiap harinya, bagaimana anak melakukan journaling dengan rutin sehingga tidak mengganggu kegiatan penting lainnya, dan apa saja yang dibutuhkan anak supaya aktifitas ini berhasil.


Tidak usah dipaksakan harus sempurna, namanya juga dalam proses pengenalan. Jika terlalu saklek, takutnya anak akan merasa ditekan dan jadi tidak tertarik lagi.



Ajak anak untuk menentukan alat tulis yang digunakan

Biarkan anak menentukan alat tulis apa saja yang akan digunakan oleh mereka tanpa ada interupsi terlebih dahulu. Biarkan saja mereka memilih sesukanya, bahkan ketika spidol yang mereka pilih serasa tabrak warna.


Namun, jika ada alat tulis yang sekiranya membahayakan dirinya, orang tua bisa memberikan pengertian untuk tidak menggunakan alat tulis tersebut sementara waktu sampai mereka siap menggunakannya.



Beri contoh melalui praktek secara berulang-ulang

Salah satu kemampuan anak adalah mirroring dari aktifitas orang tuanya. Anak masih belum bisa melaksanakan sesuatu yang belum pernah dia lakukan sebelumnya tanpa ada contoh dari orang lain. Jadi, tugas orang tua adalah memberi contoh pelaksaan journaling melalui praktek secara berulang-ulang sampai anak paham.


Jelaskan melalui praktek yang sederhana, dengan kalimat yang mudah dimengerti oleh anak. Juga tanyakan pada anak, apakah ada yang membuat dia bingung.



Bersenang-senanglah!

Karena journaling itu adalah salah satu metode terapi yang mudah dilakukan oleh siapapun, jadi bersenang-senanglah bersama anak kita. Jangan membebani diri kita dengan ketidakmampuan anak dalam berkreasi, atau belum sempurnanya anak dalam menulis, atau ketidaksempurnaan anak dalam membuat garis.


Tertawalah bersama anak, jika anak tertawa karena dia berhasil membuat gambar yang menurutnya lucu. Tersenyumlah bersama dia jika dia berhasil menuliskan isi hatinya di kertas. Tenangkan si anak jika bersedih karena tidak mampu membuat garis lengkung seperti yang kita contohkan.



Mengajarkan journaling ke anak itu mudah kok. Asalkan orang tahu langkah-langkahnya yang tepat sehingga tidak menghilangkan esensi dari journaling itu sendiri. Mari bapak ibu, ajak anak-anak kita melakukan hal-hal yang bersifat positif untuk terus menjaga kesehatan mental mereka.


Salam sehat!




Manfaat Belajar Journaling Bagi Anak

| on
Sabtu, Januari 06, 2024

Manfaat Belajar Journaling untuk Anak


Banyak pakar kesehatan mental yang menyarankan kepada pasiennya untuk melakukan journaling sebagai salah satu cara meredakan stres. Sebagai seseorang yang sudah merasakan manfaat dari journaling, saya seringkali mengajak orang-orang untuk melakukan journaling secara rutin.


Sebelum menyarankan journaling kepada orang lain, tentunya saya sudah lebih dulu mengenalkannya kepada anak-anak saya. Tentunya saya mengenalkan tidak dengan model journaling yang ribet atau estetik. Yang sederhana saja, setidaknya mereka mendapatkan manfaat belajar journaling untuk anak itu apa saja.



Mengenalkan Journaling pada Anak


Melalui artikel ini, saya menyebutnya dengan ‘belajar journaling’. Mengapa begitu? Karena mereka masih anak-anak, konteksnya masih belajar, belum terbiasa melakukannya setiap hari, dan belum expert dalam berkreasi.


Penggunaan frasa ‘belajar journaling’ itu juga sebagai pembiasaan anak-anak menggunakan motorik halusnya. Itulah mengapa, saya lebih menyarankan kegiatan ini diberikan pada anak dengan memanfaatkan alat tulis yang mereka punya. Tidak perlu muluk-muluk harus memiliki printilan journaling yang lucu-lucu yang dijual di berbagai toko online. Mulai saja dengan buku tulis, pensil, penggaris, spidol, stiker dan lem.


Cara Mengenalkan Journaling pada Anak


Manfaat Belajar Journaling untuk Anak


Mengasah kemampuan motorik halus anak


Mengenalkan journaling kepada anak itu memang lebih baik sedini mungkin. Minimal, setelah mereka mengetahui penggunaan alat tulis dengan baik, dan sudah bisa menulis meskipun tulisannya belum rapi. Karena konsep ‘belajar journaling’ ini bersifat manual atau tidak menggunakan aplikasi di gadget.


Saat melakukan aktifitas ini, anak akan belajar menulis dengan rapi, membuat garis yang lurus, membuat garis lengkung yang seimbang bentuknya, membuat gambar-gambar sederhana, menggunting dengan rapi, mewarnai dengan tekanan spidol yang sama, dan masih banyak lagi.


Semua kemampuan ini menggunakan motorik halus anak, yang mana jika diasah terus-menerus, akan membantu anak dalam hal pembentukan konsentrasi saat melakukan sesuatu, serta koordinasi antara mata dan tangan.

 


Meningkatkan hubungan positif orang tua dan anak


Melalui aktifitas ini, orang tua bisa mengambil alih untuk membantu anak mengenal journaling. Karena sebelum mengenalkan journaling, orang tua bisa mencari masalah yang dihadapi oleh anak, mencari tahu jenis journaling yang cocok, serta bagaimana mengajarkannya pada mereka. Dengan begitu, manfaat belajar journaling untuk anak bisa diperoleh secara maksimal.


Saat mengajarkan anak journaling, orang tua memiliki kesempatan yang besar untuk lebih dekat dengan anak. Selain membantu mereka mengasah kemampuannya, orang tua juga bisa mengajak anak berbincang tentang kesehariannya, mencari masalah yang sedang dialami anak, dan juga memasukkan norma-norma keluarga dalam komunikasi. 



Mengajarkan anak tentang proses pembuatan sesuatu


Anak-anak kita yang masuk pada kategori gen Z dan Alpha, memiliki ciri-ciri yang hampir sulit diikuti oleh kategori usia sebelumnya, yaitu maunya serba instan. Anak-anak kita perlu diberi pengertian, bahwa untuk mendapatkan sesuatu, mereka harus berusaha sebaik mungkin melalui proses yang tidak mudah. Mereka juga perlu tahu, bahwa proses untuk meraih itu semua perlu direncanakan sedemikian rupa supaya tidak salah langkah.


Melalui journaling, anak akan belajar bahwa untuk menghasilkan jurnal yang rapi, indah, dan bisa meringankan hidup mereka, memerlukan proses yang tidak mudah. Mungkin awalnya anak akan merasa jengkel karena apa yang mereka kerjakan tidak sesuai dengan apa yang mereka pikirkan. Tapi tidak apa-apa, biarkan saja. Sambil terus memotivasi anak bahwa mereka sudah hebat karena mau berproses.


Tujuan Melakukan Journaling bagi Anak


Membuat anak lebih tenang


Saya sendiri mengajarkan journaling ke kedua anak saya tujuannya supaya mereka lebih tenang. Untuk anak pertama, journaling yang saya ajarkan lebih pada mensortir informasi penting di sekolah dan mencatatnya di buku kecil yang dia bawa. Ini memudahkan dia dalam kegiatan belajar, sesederhana mengingat-ingat pekerjaan rumah yang harus dia selesaikan. 


Sedangkan untuk anak kedua, journaling ini saya ajarkan karena dia anaknya moody. Moodnya mudah berubah-ubah. Kalau seperti ini, saya gunakan seluruh rayuan untuk mengajaknya journaling. Biasanya, belum sampai selesai, moodnya sudah kembali membaik. Manfaat belajar journaling untuk kedua anak saya memiliki maksud yang berbeda.


Definisi ‘tenang’ di sini bermacam-macam. Tergantung pada tujuan orang tua mengajak anak melakukan aktifitas ini, juga tergantung pada kemampuan orang tua mengatur emosi pribadinya saat membersamai mereka. 



Mengurangi stres yang dialami oleh anak


Untuk anak-anak yang sudah mendekati masa remaja, manfaat belajar journaling yang bisa mereka rasakan, yaitu membantu mereka mengurangi stres yang mereka alami. Ada kalanya anak sungkan atau tidak mau menceritakan masalah yang mereka hadapi. Kondisi seperti ini tentunya bisa membuat mereka stres. Melalui journaling, tingkat stres mereka bisa dikurangi, sehingga mereka bisa mencari penyelesaian masalahnya dengan mudah.


Metode journaling yang paling mudah untuk tujuan ini adalah menuliskan perasaan mereka dalam sebuah buku, menggambar apapun yang mereka suka dalam sebuah sketch book, membuat emotional tracker setiap harinya, atau menuliskan hal-hal yang mereka syukuri di malam hari.



Demikian manfaat belajar journaling untuk anak yang perlu diketahui oleh orang tua. Untuk memulai aktifitas ini, abaikan dulu tentang ‘membuat jurnal itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki jiwa seni’. Karena sesungguhnya, aktifitas ini hanya perlu konsisten dengan memikirkan tujuan yang lebih besar, yaitu menjaga kesehatan mental anak di masa depan.

Salam sehat untuk semuanya!


Layering Shapewear with Clothing

| on
Rabu, Desember 13, 2023

The key to having a flawless look doesn’t only rely on the clothes you choose but also a lot in the art of layering. Also, we see how shapewear has become a tool that is essential for many, offering a way that is seamless to smooth out lines, enhance curves, and boost confidence. 

Mastering the art of layering wholesale fajas with your clothing can help you take your style to a new height. Why? Because it will ensure that you have a put-together and polished look. We want to share some of our best tips to help you integrate seamlessly shapewear into your wardrobe, enhancing your confidence and comfort. 


https://www.waistdear.com/products/wholesale-sexy-lace-firm-compression-latex-buttocks-lifting-shapewear

Choosing the right shapewear

This is the first step to follow if you want to master the art of layering shapewear selecting the right pieces for your outfits and most importantly for your body type. Different garments will cater to different areas of the body, this is why it’s important to consider what areas you want to target and the level of control you want. 


Coordinate your colors

You should look for options that come in colors that are neutral and closely match the color of your skin or the color of your clothing. This will ensure that the shapewear remains discreet but it also blends seamlessly with your outfit. For example, if you choose clothing that is light colored, then you should opt for either light-toned or nude shapewear, and if you choose darker clothes, deep-toned or black should be your choice. 


https://www.waistdear.com/products/wholesale-one-shoulder-cut-out-waist-and-abdomen-compression-shapewear-bodysuit


Investing in seamless options

A game changer when it comes to layering is seamless wholesale shapewear. Having no visible lines ensures that you get a smooth silhouette, and it will also prevent any bulges or lines from showing through the clothes. 


The silhouette of your outfit should be considered

Always remember that the type of shapewear you choose should always complement your outfit and its silhouette. For example, if you choose a bodycon dress, the best option is a full bodysuit or a shaping slip that will streamline your curves. 

You could also wear high-waisted briefs or even shorts if you choose to wear pants or high-waisted skirts. When you consider the shape of your outfits you then can strategically choose the shapewear that will enhance your figure without having to compromise your style at all. 


Don’t forget is important to layer with control 

It’s crucial to strike a great balance between control and comfort when layering your clothes with your shapewear. Don’t wear multiple layers of compression garments, because it can give you not only an unnatural appearance but also cause discomfort.  Choose pieces that target specific areas and provide the right support without feeling restrictive. 


                            https://www.waistdear.com/products/wholesale-sexy-lace-bodysuit


Put thought into accessorizing

When it comes to completing a look, everyone knows that accessories do play a crucial role, and they play an even bigger role when you are layering shapewear. If you choose a great belt, a statement necklace, or even a scarf that is stylish, they will divert the attention and also add some flair to your ensemble. This will draw the eyes away from shapewear. Experiment with different accessories so you find the perfect balance for your overall look and outfit. 


Experimenting with fabrics

You should consider experimenting with fabrics, not only with the fabrics of your clothing but also your shapewear, so you make sure they are working harmoniously.  For example, if your clothing is made of clingy or thin fabrics, it’s ideal to choose shapewear that is smooth and lightweight. When the fabrics are more structured, then shapewear with sturdier fabrics is the right option. Always experiment and play around with different textures, so you can achieve a more cohesive and polished appearance. 


DIET SEHAT UNTUK MENURUNKAN BERAT BADAN DENGAN MUDAH

| on
Minggu, November 26, 2023


Beberapa bulan yang lalu, lutut sebelah kanan saya yang bagian dalam terasa sakit. Tiba-tiba terasa nyut-nyutan saat ditekuk dan naik tangga. Kalau mau berdiri, harus pelan-pelan karena harus meluruskan kaki dulu, dan itu rasanya sakit sekali. 

Awalnya saya abaikan, dan hanya minum pil penahan sakit kalau sakitnya sudah tidak bisa saya kontrol. Atau pakai cream pereda nyeri. Tapi, lama-lama saya curiga. Ini pasti bukan sekadar nyeri biasa karena tidak segera pulang hampir sebulan. 

Setelah ngobrol sama mama mertua, beliau menyarankan untuk mencari cara diet sehat menurunkan berat badan dengan mudah. Saran ini muncul karena gejala yang saya alami hampir mirip dengan gejala yang mertua rasakan saat didiagnosa nyeri lutut karena obesitas. 


PENYEBAB NAIKNYA BERAT BADAN

Ada banyak penyebab naiknya berat badan, bisa kita baca satu per satu di internet dan menyesuaikan dengan kondisi kita. Penyebab kenaikan berat badan bagi saya karena beberapa hal, seperti:

  1. Makan makanan dengan karbohidrat yang berlebih, seperti mie ayam, bakso, dan pentol. Tiga makanan ini yang mudah sekali bikin berat badan saya naik. 
  2. Terlalu banyak duduk dan kurang bergerak. Faktor utama karena beberapa pekerjaan yang ditugaskan ke saya, lebih banyak dilakukan dengan duduk. Kalau sudah duduk di depan laptop, saya suka lupa bergerak. T
  3. Tidak olahraga. Karena pekerjaan yang datang bertubi-tubi, membuat saya malas olahraga. Inginnya rebahan kalau sudah sampai rumah. 
  4. Berpikir jelek saat diet sedang dijalankan. Salah satu yang membuat gagal diet sehat untuk menurunkan berat badan adalah, seringkali saya berpikir negatif tentang rencana ini. Sering terlintas di kepala dan berpikir apakah saya akan berhasil sampai target berat badan yang ideal? Atau, seringkali saya mudah menyerah karena godaan untuk tidak melanjutkan diet sehat ini. 



DIET SEHAT UNTUK MENURUNKAN BERAT BADAN

Sudah sejak lama saya mencari berbagai cara diet sehat menurunkan berat badan dengan mudah. Mulai dari menjaga pola makan, minum obat penurun berat badan, mencoba berbagai macam diet, olahraga hampir setiap hari, dan beberapa cara yang lainnya. 

Apakah berhasil? 

Ada beberapa yang berhasil, tapi jatuhnya seolah berhasil secara instan. Resikonya ternyata, berat badan saya bisa naik lagi dengan mudah. Dan ini malah menjadi pemicu stres karena awalnya bahagia dengan penurunan berat badan yang banyak, tiba-tiba berat badan naik kembali dengan drastis. 

Saya enggak menyerah, karena lutut saya semakin terasa kaku dan sakit. Mencoba informasi dan membandingkan, akhirnya memutuskan untuk diet yang sesuai dengan kondisi sehari-hari saya. 

Bagaimana diet sehat untuk menurunkan berat badan dengan mudah bagi saya? 

  1. Menjaga makanan yang masuk ke dalam tubuh. Saya belajar untuk menjaga makanan yang masuk ke dalam tubuh, seperti makan makanan sehat sesuai panduan Isi Piringku, mengurangi makanan atau minuman manis, tidak banyak makan yang mengandung tepung-tepungan, dan mengurangi gorengan.
  2. Mengatur jadwal makan. Cara ini lebih karena saya punya sakit maag dan mengharuskan makan dengan teratur. Saya selalu mencoba untuk makan di kisaran jam yang sama, yaitu sarapan tidak melebihi pukul 08.00, makan siang antara pukul 12.00-14.00, dan makan malam tidak lebih dari pukul 19.00.
  3. Olah raga teratur. Saya usahakan dalam satu minggu, saya olahraga tiga kali, dengan jenis olahraga yang beragam. Kalau dulu saya suka jalan kaki, sekarang saya coba angkat barbel dan berbagai jenis workout.
  4. Tidak begadang. Jujur saja, ini sangat sulit sekali untuk dilakukan. Apalagi free time saya adalah di atas jam 9 malam. Seringkali malah kebablasan melakukan aktifitas yang menenangkan sampai lupa waktu, tiba-tiba saja sudah jam 11 atau 12 malam. 
  5. Selalu berpikir positif. Cara ini menurut saya adalah kunci dari semua program diet sehat yang kita lakukan. Karena dengan berpikir positif, maka kita akan termotivasi untuk terus melanjutkan program diet sehat untuk menurunkan berat badan. 



TOOL UNTUK MEMBANTU DIET SEHAT KALIAN

Saya pernah lihat di explore Instagram beberapa waktu yang lalu tentang bagaimana step by step memulai program diet yang benar. Setelah menetapkan tujuan melakukan diet sehat, yang perlu kita lakukan adalah mengetahui jumlah berat badan ideal, bagaimana cara melakukan diet sehat, dan melakukan pengawasan terhadap keberhasilan program diet. 

Ada beberapa tool yang bisa membantu program diet sehat untuk menurunkan berat badan. Tool ini bisa kalian pakai secara online dan gratis. 



1. Weight Loss Calculator

Tool ini dipakai untuk mengetahui berapa jumlah penurunan berat badan sehingga bisa mencapai berat badan ideal. Tujuan lainnya dengan mengetahui jumlah yang harus dihempaskan oleh tubuh, tool ini juga dipakai untuk menentukan olahraga yang cocok untuk kondisi tubuh saya. 

Cara penggunaannya pun sederhana, karena kita hanya memasukkan informasi sederhana tentang tubuh kita seperti tinggi, berat, aktivitas harian, jumlah karbohidrat yang dikonsumsi setiap hari, dan beberapa informasi lainnya. 



2. Body Fat Calculator

Untuk tool ini, digunakan jika kita ingin mengetahui perkiraan jumlah lemak dalam tubuh. Dengan mengetahui perkiraan jumlah lemak dalam tubuh kita, maka kita akan mengetahui pula risiko obesitas dan penyakit lainnya. Mengetahui perkiraan jumlah lemak tubuh, juga akan membantu program diet yang akan kita lakukan, juga membantu perhitungan kalori yang harus kita bakar setiap kita beraktivitas dan olahraga. 



3. Workout Calculator

Tool ini bisa kita gunakan untuk mengetahui jumlah kalori yang kita bakar saat kita berolahraga, melalui hampir 200 jenis olahraga yang kita lakukan. Tool ini membantu kita saat program diet dijalankan karena bisa memperkirakan jumlah lemak tubuh yang terbakar. 

Yang membuat tool ini bisa menjadi bahan pertimbangan adalah karena kita bisa memasukkan beberapa macam olahraga yang kita lakukan dalam satu kali putaran, terutama untuk kita yang biasa berolahraga di gym centre. 


Dengan mengetahui tiga tool di atas, maka kita bisa dengan mudah mengontrol program diet sehat menurunkan berat badan dengan mudah. Sehingga tidak ada kata sia-sia saat kita melakukan sesuatu, karena yang kita lakukan terkontrol dengan baik.

Selamat mencoba! 


Custom Post Signature

Custom Post  Signature