Blog milik Ria Rochma, blogger Gresik, Jawa Timur. Tulisan tentang parenting, gaya hidup, wisata, kecantikan, dan tips banyak ditulis di sini.

4 Tips Mengatasi Stres Saat #dirumahaja Selama Menghadapi Pandemi Covid-19

| on
Kamis, April 30, 2020
From Pixabay

Beberapa kota di Indonesia sudah menerapkan PSBB sebagai upaya menurunkan tingkat penularan virus Corona Covid-19. Salah satunya, Gresik. Kota yang saya tinggali sejak saya lahir. Kota yang berbatasan langsung dengan Surabaya, yang mana Surabaya menjadi kota di Jawa Timur dengan jumlah positif Covid-19 terbanyak.

Saat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajukan ke Kementrian Kesehatan perihal penerapan PSBB di tiga kota di Jawa Timur (Surabaya, Gresik dan Sidoarjo), saya mulai stres. Banyak yang saya pikirkan, termasuk salah satunya adalah kemungkinan pemeriksaan dengan menggunakan rapid test. Hanya saja, karena satu bulan sebelumnya sudah menerapkan #dirumahaja, stres itu tidak sampai pada level mengkhawatirkan.

Drama Korea Itaewon Class: Gantunglah Cita-Citamu Setinggi Langit!

| on
Senin, April 13, 2020
Itaewon Class Poster - foto: JTBC

Konon, makin besar mimpimu, makin besar kau tumbuh

Kalimat ini adalah salah satu dialog di dalam drama Korea terbaru di tahun 2020, Itaewon Class. Sebuah kalimat motivasi dari lead female yang sempat saya catat di note Huawei P9 Lite.

Drama yang menarik perhatian, karena sejak episode awal sudah menggambarkan tentang kerasnya kehidupan, yang kemudian tema ini dikembangkan ke banyak cerita di episode-episode selanjutnya. Kali ini, sengaja saya ingin menceritakan poin-poin apa saja yang saya tangkap selama menyelesaikan 16 episode drama yang diambil dari cerita webtoon dengan judul yang sama.

Review kali ini akan banyak mengandung spoiler. Kalau penasaran apa yang bakal saya ulas, silakan lanjut. Tapi kalau kalian nggak suka spoiler, stop sampai di sini ya!

Menyimpan Buku Ingatan Tentang Hani

| on
Sabtu, Maret 28, 2020
Tulisan ini, khusus saya persembahkan untuk mengenang almarhum Imtihani. Seorang teman yang baik hati dan selalu menghumorkan kisah-kisah hidupnya yang tidak mudah.
.
.
Beberapa saat yang lalu, saya menamatkan 4 episode salah satu drama korea berjudul Find Me In Your Memory. Sekarang saya tidak ingin mengulas tentang drama ini, hanya ingin menceritakan satu dialog pemeran pemeran utama laki-lakinya. 

Waktu hanya berjalan maju, dan kalian tidak bisa mengulangnya. Tapi masa lalu bisa diulang, yaitu melalui ingatan.

Ingatan akan menyimpan kenangan dan tragedi. Konon, kisah masa lalu yang menyenangkan, dinamakan kenangan. Sedangkan kisah masa lalu yang menyedihkan dan tidak mau diingat, kita sebut tragedi. 

Seberapa banyak dari kita menyimpan kenangan dan tragedi? 

Saya bahkan bersyukur, ada beberapa kenangan dan tragedi yang saya lupa detail-detailnya. Bukan saya melupakan, tapi kapasitas otak saya yang memaksa saya untuk melupakan. Ah ... Atau memang saya sengaja tidak ingin mengingat-ingat detailnya? 


Saya memang tidak seperti tokoh utama dalam drama Find Me In Your Memory yang memiliki hyperthymesia syndrome, yang tidak pernah bisa melupakan semua detail kejadian yang ada diingatannya. Tapi, saya selalu ingat potongan-potongan cerita dan kejadian di masa lalu. Beberapa saya simpan di otak, beberapa saya simpan di tulisan.
.
.
Termasuk kenangan bersama Imtihani. Saya panggil dia, Hani.

Kami dekat karena kami diterima di tempat kerja yang sekarang di tahun yang sama. Status dia sebagai CPNS yang berdomisili di Malang, sedangkan saya masih sebagai GTT. Kami dekat karena kami memiliki banyak cerita tentang kota Malang. Bermula dari cerita tentang dunia kampus, pergaulan di Malang yang menyenangkan, sampai kehidupan di Gresik yang ya begitulah adanya. 


Tidak hanya bercerita remeh-temeh khas girl talking, semakin lama saya jadi tahu bagaimana kisah keluarganya, cerita penyakitnya, cerita cintanya, passion-nya, dan apa saja bucket list-nya. 

Kalau kalian mengira kami adalah sahabat, tidak. Kami tidak sedekat itu. Dia memiliki seorang sahabat yang mendukung dia tanpa henti, dan saya tidak mau mengganti posisi sahabatnya. Dan Hani memahami itu. 

Tapi kenapa Hani menjadi istimewa? Meskipun dia sudah memiliki circle pertemanan lain yang saya tidak masuk didalamnya, ternyata banyak dialog-dialog yang masih kami lakukan sampai sebelum dia meninggal. Sekadar say hallo atau bahkan sedikit lebih berat dari say hallo. Kadang saya ingatkan kembali beberapa dialog kami, dia lupa. Kata dia, “Maklum Ri, otakku sudah kena obat. Aku sekarang pikun.”

Dan kami tertawa. Semudah itu dia menghumorkan kondisi sakitnya.

Saking banyaknya dialog dan kejadian antara kami, tanpa sadar saya simpan di ‘buku harian’ tersendiri, yang sekarang saya buka dan saya baca ulang. 


Seperti cerita ini.

Pernah Hani akan pulang ke Malang, naik motor sendirian. Kebetulan, saya juga akan ke Malang untuk mengurus beberapa berkas kuliah yang saya pakai untuk keperluan pekerjaan. Dia tanya,”Mau naik motor sama aku? Tapi, bakal lama di jalan. Berangkat pagi, sampai Malang bisa sore. Banyak berhentinya.”

Awalnya saya ragu. Lebih cepat sampai, lebih baik. Tapi sekarang saya bersyukur karena saat itu saya meng-iyakan ajakan dia. Slide-slide ingatan saat kami di jalan sambil menertawakan banyak hal, ternyata menjadi hal yang istimewa sekarang.

Atau cerita ini.

Ketika dia main ke rumah saya hanya untuk mengambil televisi yang dikirim oleh kakak perempuannya dari Malang. Dia bilang ke almarhum Bapak saya ketika itu, “Pak, maaf nggih. Mungkin saya akan sering-sering kesini ambil titipan barang.” 

Bapak saya tertawa, ibu saya tertawa, dan kami berdua tertawa paling keras. Saya bersyukur Bapak Ibu mengijinkan perkara titip kiriman ini. Keluarga kami jadi tahu bagaimana menyenangkannya Hani ini, dan bagaimana Hani selalu menitipkan banyak salam untuk almarhum Bapak dan Ibu. 


Oh iya, ada cerita yang lain.

Hani selalu menggoda Arya saat balita dulu karena Arya selalu tidak pernah mau diajak salim atau dicium. Hani selalu bilang, “Tante Hani enggak suka sama Arya. Enggak pernah mau dicium, enggak pernah mau diajak salim. Tante Hani ngambek sama Arya.”

Tapi bukan Hani namanya kalau dia tidak baik hatinya. Setiap ada mainan atau makanan yang sekiranya Arya suka, selalu diberikan ke dia. Saya sering menolak, karena dititipkan ke saya. Tapi bukan Hani namanya kalau tidak berhasil melancarkan rayuan gombalnya supaya saya mau membawa titipannya.

Arya, selalu suka barang dan makanan pemberian Hani. Coklat, permen, gantungan kunci. Bahkan gantungan kunci berbentuk snack rumput laut, masih tergantung di tas sekolahnya meskipun sudah tidak tampak lagi gambarnya. 

Dan saat saya menyampaikan berita bahwa Hani sudah meninggal, Arya tanya, “Tante Hani temannya Mama yang lucu dan yang suka sama aku, Ma?”
.
.
Selamat jalan, Hani. Semoga Allah menempatkanmu di sisi-Nya bersama orang-orang sholeh. 

Dan biarlah ‘buku harian’ tentangmu tetap tersimpan sebagai ingatan masa lalu yang indah, yang nanti bisa saya baca sewaktu-waktu.

Cara Praktis Memesan Bunga Papan yang Cantik dan Murah Dimana Pun Kalian Berada

| on
Senin, Maret 23, 2020
Apa yang kalian semua butuhkan saat kalian mendapatkan berita bahagia atau berita menyedihkan?

Perhatian.

Betul tidak?

Kita sebagai makhluk sosial, selalu membutuhkan perhatian. Saat menerima kabar menyenangkan, kita juga butuh perhatian, kita butuh menjadi pusat perhatian. Apalagi di saat kita sedang sedih, perhatian dari orang lain sangat kita butuhkan. Minimal ada yang menepuk pundak kita untuk membantu kembali kuat.

Salah satu perhatian yang bisa kita berikan kepada keluarga, sahabat atau rekan kerja adalah dengan mengirimkan bunga papan. Sebuah perhatian sederhana. Karena kita mengetahui sejak dulu, bahwa bunga menjadi hadiah paling efektif untuk memberikan perhatian kepada orang lain.

Treats By Traveloka Eats Memberikan Penawaran dan Pengalaman Makan yang Seru Bersama Keluarga

| on
Selasa, Maret 10, 2020

Akhir tahun 2018, saya dan keluarga main-main ke Jakarta. Mendadak. Rencana ke Jakarta tidak lebih dari 2 minggu. Karena suami lihat ada pemberitahuan bakal ada sirkus di Jakarta. Kami semangat, karena jarang sekali ada sirkus di daerah kami. Apalagi sirkus ini sudah keliling dunia dan tidak menggunakan hewan dalam pertunjukannya.

Tapi jauh-jauh ke Jakarta hanya untuk nonton sirkus, rasanya bakal tidak puas. Udah jauh-jauh dari Gresik, masa hanya nonton sirkus terus pulang? Akhirnya kami susun ulang itinerary dan memasukkan lokasi wisata yang lainnya. Salah satu tujuan itinerary lainnya adalah Taman Impian Jaya Ancol.

Main-Main ke Kebun Binatang Gembira Loka, Salah Satu Wisata Anak di Yogyakarta

| on
Selasa, Februari 25, 2020


Sepulang dari Yogjakarta beberapa waktu yang lalu, Arya dan Fatin heboh sekali bercerita ke saudara-saudaranya mereka kemana saja saat di sana. Kemudian saat menyebut pergi ke kebun binatang Gembira Loka, salah satu saudaranya nyeletuk, "Ngapain sih jauh-jauh ke Yogjakarta cuma untuk ke kebun binatang?".

Eits, tunggu dulu.

Gembira Loka nggak bisa diremehkan lho, sebagai destinasi wisata anak di Yogjakarta. Lokasi wisata ini benar-benar memberikan kesan yang menarik bagi kami berempat.

Lalu apa saja sih yang membuat Kebun Binatang Gembira Loka di Yogyakarta ini menarik untuk dikunjungi?

Custom Post Signature

Custom Post  Signature