Bismillah. Mari Menyeduh Manfaat dari Secangkir Kata

Review Scarlett Brightening Body Care Series (Body Scrub, Shower Scrub, dan Body Lotion)

| on
Thursday, November 19, 2020

Menjaga kulit tubuh tetap sehat, sama pentingnya dengan menjaga kulit wajah supaya tidak tampak kusam. Saya lupa, siapa yang pertama kali mengenalkan body lotion ketika saya masih remaja, karena melihat kulit di punggung tangan saya meninggalkan bekas berupa garis putih kalau ditarik pakai ujung jari. 

Sejak itu, saya mulai rajin pakai body lotion. Kebiasaan ini berlanjut sampai sekarang. Saya juga jadi lebih perhatian dengan kondisi kulit setelah beberapa tahun yang lalu area kaki pecah-pecah dan gatal. Karena pecah-pecahnya sampai berdarah, saya googling dan membaca beberapa artikel yang mengatakan bahwa ini semua pertanda kulit sedang tidak sehat.

Sempat stres karena tidak nyaman. Pecah-pecah kering ini, malah membuat badan saya terasa gatal. Satu-satunya yang bisa saya lakukan adalah mencari produk body care untuk menjaga kesehatan dan kelembapan kulit tubuh.

Kemudian, selama dua minggu ini, saya mencoba rangkaian produk body care yang sedang saya pakai sekarang adalah Scarlett series, yang terdiri dari body scrub, body wash, dan body lotion. Ayo yuk, saya review satu per satu ya produknya.



SCARLETT ROMANSA BRIGHTENING BODY SCRUB REVIEW


Klaim Produk Scarlett Romansa Brightening Body Scrub

  • Antioksidan karena mengandung Glutathione
  • Mengangkat kotoran pada kulit
  • Mencerahkan kulit
  • Revitalisasi kulit karena mengandung vitamin E


Kemasan Scralett Romansa Brightening Body Scrub


Scrub pembersih kotoran pada tubuh ini dikemas dalam pot dengan tutup berulir, dengan berat produk sebesar 200 gram. Warna dasar pot-nya putih, dengan dominasi pink pada tutup dan badan pot-nya. Tampak manis tapi tidak meninggalkan kesan elegan, karena dipadukan dengan gambar bunga dan tulisan berwarna hitam pada logo merk dan keterangan produk.

Pada badan pot terdapat keterangan yang berhubungan dengan produk. Seperti bahan aktif, cara penggunaan, logo halal MUI, logo tidak diuji cobakan pada hewan, expired date, dan stiker hologram yang menunjukkan produk ini asli.

Untuk menghindari tumpah saat beli, pada badan pot dilapisi alumunium foil yang cukup tebal bertuliskan ‘Scarlett’. Cukup membantu, karena isinya benar-benar full tanpa ruang sisa.


Tekstur dan Aroma Scralett Romansa Brightening Body Scrub


Body scrub dari Scralett ini terdapat buliran scrub yang cukup terasa banyak saat digosokkan ke kulit. Cream dan buliran scrub nya berwarna putih susu dengan aroma harum yang lembut. 




Review Scralett Romansa Brightening Body Scrub


Meskipun memiliki banyak buliran dalam scrubnya, ternyata tidak membuat kulit saya sakit ketika menggosoknya. Saya menggunakannya tidak terlalu banyak untuk sekali apply karena sedikit saja sudah cukup meng-cover aktivitas bebersih badan.

Cara menggunakannya, ambil body scrub secukupnya, ratakan pada kulit tubuh yang kering, diamkan kira-kira dua menit, kemudian gosok pelan-pelan. Sambil menikmati aromanya yang lembut, aktivitas membersihkan kotoran pada kulit ini jadi menyenangkan. Apalagi harumnya bertahan lama bahkan satelah sisa produk dibersihkan dari tubuh.

Tips dari saya, jangan membuka semua tutup alumunium foil-nya. Buka saja separuh dan sisanya biarkan menempel pada badan pot. Supaya jika tidak lagi digunakan, tutup alumunium foil-nya bisa direkatkan kembali ke badan pot untuk mencegah sisa produk tercecer dari wadahnya.



Baca juga : 


SCARLETT POMEGRANTE BRIGHTENING SHOWER SCRUB REVIEW


Scarlett Brightening Shower Scrub sebenarnya ada tiga varian yang populer, yaitu pomegrante, manggo dan cucumber. Membedakannya mudah, karena ketiganya memiliki warna yang mencolok. Pomegrante dengan warna ungu, manggo dengan warna kuning, dan cucumber dengan warna biru muda. Ketiganya memiliki kegunaan yang sama, yang membedakan hanyalah warna dan aroma saja kok.

Produk yang saya punya ada dua, pomegrante dan manggo. Tapi sekarang saya fokus review yang pomegrante ya.


Klaim Produk Scarlett Pomegrante Brightening Shower Scrub

  • Antioksidan karena mengandung Glutathione
  • Mencerahkan kulit
  • Membersihkan kotoran sampai ke pori kulit
  • Mengeskfoliasi kulit
  • Melembabkan kulit
  • Membuat kulit terasa lebih lembut



Kemasan Scarlett Pomegrante Brightening Shower Scrub


Scarlett Pomegrante Brightening Shower Scrub dikemas dalam botol plastik bening dengan berat produk sebesar 300 ml, dengan tutup flip flop berwarna putih. Praktis untuk dibawa kemana-mana karena kemasannya tidak terlalu besar. Hanya saja, kalau tidak hati-hati saat pertama kali membuka tutupnya, bisa membuat tutupnya rusak dan jadi rawan tumpah.

Botol plastiknya dilapisi dengan kertas stiker anti air yang menjelaskan deskripsi produknya, mulai dari klaim, bahan aktif yang dipakai, dan cara pemakaian. Tertulis juga expired date, sehingga kita bisa mengetahui batas waktu penggunaan produk. Terdapat pula logo halal MUI dan logo bahwa produk ini tidak diuji cobakan pada hewan. Juga terdapat stiker berhologram dengan sebuah nomer seri yang menunjukkan produk ini asli.


Tekstur dan Aroma Scarlett Pomegrante Brightening Shower Scrub


Sabun cair dari Scarlett ini berwama ungu yang sangat mencolok, tetapi bening saat dituangkan di tangan. Berbeda dengan sabun cair pada umumnya yang memiliki warna sabun yang lebih soft dan pekat.

Tekstur dari Scarlett Pomegrante Brightening Shower Scrub sedikit unik karena mengandung butiran scrub. Butiran ini biasanya terdapat dalam produk pembersih wajah, tapi oleh Scarlett di aplikasikan dalam sabun mandi. Uniknya lagi, butiran scrub-nya berwarna merah dan biru tua. Sangat jomplang dengan warna dasar sabunnya.

Aromanya tidak menusuk di hidung saat pertama kali menciumnya. Tapi, aroma ini bertahan di kulit bahkan setelah aktivitas mandi ini selesai. Meskipun sedikit bingung karena pada produk ini sama sekali tidak ditemukan aroma pomegrante, tapi harumnya membuat saya langsung suka saat pertama kali mencoba.




Review Scarlett Pomegrante Brightening Shower Scrub


Seperti yang sudah saya sampaikan tadi, saya suka dengan produk ini karena aromanya lembut dan bertahan lama. Sebanding lurus dengan warna produk yang cerah dan cenderung berani, apalagi ditambah dengan butiran scrub berwarna-warni.

Memang tidak menghasilkan banyak busa, tapi menggunakannya sedikit saja, sudah bisa melembabkan kulit. Yang menjadi highlight saya adalah, sabun ini memiliki bahan aktif Sodium Lauryl Sulfate (SLS) yang sering kali membuat kulit terasa kering. Tetapi ternyata, sabun ini tidak membuat kulit saya terasa kering.

Selain tentang SLS, scrub pada sabun cair ini juga menjadi highlight. Saya tidak pernah cocok dengan pembersih wajah yang mengandung scrub di dalamnya karena membuat kulit saya terasa kasar di kulit. Tapi kesan ini tidak saya temukan saat menggunakan Scarlett Pomegrante Brightening Shower Scrub ini. Scrubnya sama sekali tidak menyakiti badan saat scrub-nya menggesek pori-pori kulit.

Kesan licin setelah mandi terasa sekali setelah menggunakan sabun cair ini. Ini salah satu tolak ukur bagi saya, bahwa klaim sabun ini bisa melembabkan kulit itu adalah benar. Setelah air di badan kering, kulit saya benar-benar terasa lembut, bersih dan harum.




SCARLETT ROMANSA BRIGHTENING BODY LOTION REVIEW


Untuk produk body lotion, ada tiga varian Scarlett Brightening Body Lotion yang saya pakai, yaitu Charming, Romansa dan Freshy. Dari ketiga varian ini, Freshy merupakan varian terbaru, dengan aroma mirip seperti Jo Malone English Pear and Freesia eau de cologne. Bagi saya pribadi, semua varian memiliki aroma yang harum, tapi saya lebih memilih varian Romansa karena varian ini yang memiliki aroma paling lembut.


Klaim Produk Scarlett Romansa Brightening Body Lotion

  •  Antionsidan
  • Harum di kulit
  • Mencerahkan kulit
  • Menyegarkan dan merevitalisasi kulit karena mengandung vitamin E
  • Melembabkan kulit


Kemasan Scarlett Romansa Brightening Body Lotion


Body lotion ini dikemas dalam botol plastik bening dengan berat produk sebesar 300 ml, dengan tutup berbentuk pump yang akan memompa lotion untuk keluar dari botolnya tanpa perlu menuangkan di tangan. Saat pertama kali menggunakan, perlu diputar-putar dahulu untuk mengaktifkan penggunaan pump-nya. Sedikit ribet kalau tidak sabar, tapi setelahnya lancar jaya.

Produk body lotion dari Scarlett ini bisa kalian bawa ke mana saja karena memiliki dua pengunci yang terdapat di kepala dan leher pump-nya. Aman dan tidak bakal bikin lotion di dalamnya meluber keluar karena pump yang tertekan tanpa sengaja.

Sama halnya dengan kemasan body wash Scarlett, pada botol body lotion ini terdapat kertas stiker yang bertuliskan keterangan produk. Isi keterangannya, yaitu klaim produk, bahan aktif, cara pemakaian, expired date, dan stiker hologram.


Tekstur dan Aroma Scarlett Romansa Brightening Body Lotion


Seperti halnya body lotion pada umumnya, Scarlett Romansa Brightening Body Lotion ini bentuknya cream. Karena saya memilih varian Romansa, cream body lotion-nya berwarna baby pink. Kalau Charming, cream-nya berwarna ungu muda, sedangkan Freshy berwarna kuning muda. Warnanya lebih pastel ketimbang warna body wash-nya.

Scarlett Romansa Brightening Body Lotion memiliki aroma yang lembut di hidung, tidak terlalu tajam dan tidak terlalu manis. Cocok dipakai untuk kalian-kalian yang ingin menggunakan body lotion ini setelah mandi sore, setelah beraktifitas seharian dan butuh mengistirahatkan badan. 




Review Scarlett Romansa Brightening Body Lotion


Saya menggunakan body lotion itu tiga kali sehari, yaitu setelah mandi pagi, setelah mandi sore dan sebelum tidur. Dan varian Romansa ini cocok dipakai untuk ketiga waktu itu. Dipakai di pagi hari bikin semangat muncul, dipakai sore bikin badan lebih fresh setelah capek seharian, dipakai sebelum tidur bisa sebagai pengganti aroma therapy karena bisa membantu proses mengistirahatkan tubuh. Itulah kenapa, saya suka sekali dengan varian Romansa ini.

Penggunaan botol pump-nya mudah, dan lotion juga tidak gampang meluber setelah pump ditekan karena lubang pada pump-nya tidak terlalu besar. Jadi bisa mengira-ngira, seberapa banyak lotion yang akan saya pakai.

Setelah dibalur di tubuh, lotion-nya cepat diserap oleh kulit dan tidak meninggalkan white cast seperti produk lotion lainnya yang mengklaim untuk mencerahkan kulit. Karena baru menggunakan produk ini, saya masih belum bisa membenarkan klaim kalau produk ini bisa mencerahkan kulit. Nanti kalau sudah menggunakan lebih lama, akan saya update ya hasilnya bagaimana.

.
.

REVIEW KESELURUHAN PRODUK SCARLETT BRIGHTENING SERIES


Setelah menggunakan produk ini selama dua minggu, ketiga jenis produknya membantu saya untuk mendapatkan kulit yang bersih, lembut dan halus saat disentuh. Saya suka dengan hasil akhirnya, dan saya ingin pakai sampai habis untuk mengetahui seberapa bagus klaim produk untuk mencerahkan kulit.

Yang pasti, aroma dari ketiga produk ini benar-benar meninggalkan kesan di saya karena harumnya ternyata bisa bertahan setidaknya 4-5 jam. Menggunakan rangkaian produk pencerah kulit dari Scarlett ini, rasa-rasanya membuat saya malas menggunakan parfum lagi. Hahaha.

Untuk masing-masing produk bisa kalian dapatkan dengan harga per satuannya Rp. 75.000,- di market place kesayangan kalian. Atau kalian bisa pesan dalam paket hemat berisi 5 produk hanya dengan harga Rp. 300.000,-, yang nantinya akan dikemas di dalam box khusus dan kalian akan mendapatkan free gift di dalamnya.

Scarlett Official Store:

Whatsapp      : 087700163000
Line               : @scarlett_whitening
Instagram      : @scarlett_whitening
Shopee          : Scarlett_whitening


Ilmu Hitung-Menghitung Itu Tidak Bisa Dihindari

| on
Sunday, November 15, 2020


Salah satu materi dalam mata pelajaran Bimbingan dan Konseling di jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah mengenal bakat, minat dan kemampuan pribadi pada peserta didik. Materi yang setiap tahun saya berikan ke siswa-siswa saya ini, berhubungan sekali dengan pelajaran yang mereka sukai dan kuasai.

Mengetahui pelajaran yang disukai dan dikuasai itu merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pilihan pekerjaan mereka di masa depan. Karena faktor ini merupakan salah satu faktor kelebihan dan kekurangan mereka, yang berhubungan erat dengan bakat, minat dan kemampuan pribadi yang mereka punya.

Tidak sekali dua kali saya mendapat respon yang berbeda jika ditanya tentang pelajaran apa yang mereka sukai dan kuasai, serta mata pelajaran yang tidak mereka sukai dan kuasai, beserta alasannya. Ada respon yang sama, ada yang berbeda. Dan itu wajar.

Beberapa anak memberikan cerita yang lucu, beberapa anak yang lain mempunyai cerita yang unik dan menarik. Saya sendiri pun memiliki cerita yang cukup panjang jika ditanya tentang kesukaan pada mata pelajaran tertentu. Yang paling bisa saya beri contoh adalah mata pelajaran matematika.

Sejak saya SMP, saya sudah mengerti kalau saya ini lemah dalam menerima pelajaran hitung-menghitung itu. Nilai saya di raport, biasa sekali. Bahkan dulu ketika SMP, pernah dapat nilai merah juga. Reaksi orang tua? Ibu woles, Bapak murka. Hahaha ... Lha gimana tidak murka, Manteman, Bapak termasuk yang orang tua yang sangat bertanggung jawab dengan pendidikan anak-anaknya, termasuk dalam hal mendampingi dan menjadi jujugan ketika saya kesulitan menerima pelajaran.

Meskipun beliau hanya lulusan SMK, tapi dalam wawasan beliau yang luas dan cara berfikir yang terstruktur, sebenarnya membantu saya dan adik saya saat kesulitan di mata pelajaran ini. Tapi entah karena Allah menciptakan otak saya untuk lebih menyukai pelajaran lain, atau entah karena sayanya yang malas berusaha di mata pelajaran matematika, saya tidak paham betul kala itu.

Saat SMP saya suka apapun yang berhubungan dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sebenarnya, kesukaan saya ini juga atas penggiringan Bapak sejak saya SD. Pengenalan dunia tulis-menulis sekarang, juga sebenarnya atas inisiatif beliau sendiri. Ya, meskipun mungkin Bapak tidak sadar sih ya saat pertama kali mengenalkan buku diary, novel Agatha Christie, dan mesin ketik lawas, ternyata malah membuat saya cinta mati dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Ketika saya kadung suka berandai-andai menulis ini itu supaya tulisan saya bisa masuk majalah Bobo, saya jadi terlena mengembangkan minat saya di sana dan jadi lupa untuk lebih berusaha di mata pelajaran Matematika. Apa almarhum Bapak saya marah? Oh tidak. Beliau dukung saya seratus persen dalam hal pengembangan bakat, minat dan kemampuan saya.

Hanya saja, karena beliau lulusan SMK, beliau mungkin tidak mengetahui bahwa pelajaran yang disukai dan dikuasai anak ketika SMP bisa menjadi salah satu tolak ukur pengambilan jurusan ketika si anak sudah masuk SMA.

Karena SMK itu pelajarannya dekat dengan mata pelajaran hitung-hitungan, jadi ekspektasi beliau, anak-anak bakal memilih jurusan IPA waktu SMA. Beliau tidak paham betul, kalau di SMA itu ada tiga jurusan, IPA, IPS dan Bahasa. Dan saya memilih IPS untuk penjurusan karena saya merasa lemah dalam hitung-hitungan dan teknik.

Reaksi bapak? Jelas marah lah. Hehehe. Debat berhari-hari dengan argumen masing-masing. Bapak memaksa saya untuk masuk IPA, alasannya lapangan pekerjaan di IPA itu lebih banyak daripada IPS. Sedangkan saya bersikukuh memilih IPS karena hasil tes peminatan condong ke IPS daripada IPA. Selain itu, saya sampaikan ke Bapak, kalau saya lemah di matematika dan semua yang berbau hitung-hitungan. Tetap, Bapak tidak bisa nerima argumen saya dong. Bagi beliau, saya masih mampu buat masuk ke IPA.

Tidak mudah merayu Bapak. Saya dan Bapak sama-sama keras. Argumen kami sama-sama kuat. Tapi entah apa yang membuat Bapak akhirnya membukakan pintu ijinnya untuk saya untuk ambil IPS. Tapi dengan syarat, mata pelajaran di IPS yang ada hitung-hitungannya, harus dapat nilai bagus. Saya okein saja, mumpung pintu ijin itu belum ditutup lagi. Alhamdulillah.

Mata palajaran IPS yang hitung-hitungan sebenarnya tidak banyak saat itu. Hanya matematika dasar untuk IPS dan akuntansi. Tapi buat saya yang malas mikir waktu pelajaran hitung-hitungan, tetap saja harus usaha keras di dua mata pelajaran itu. Demi janji ke Bapak dan tentunya, tidak dimarahi Bapak. Hehe.

Kalau teman-teman SMA saya bilang saya dekat dan ngejar terus guru dua mata pelajaran itu, tujuannya ya memang ingin paham karena ada janji sama Bapak.

Apa hanya sampai di situ saja ceritanya tentang matematika? Oh, tentu tidak.

Lulus SMA, Bapak mengarahkan saya untuk masuk fakultas Ekonomi. Saya menolak. Lagi-lagi karena ada hitung-hitungannya dan saya malas berkutat di sana selama empat tahun nanti. Dengan tegas Bapak tanya ke saya, "kamu mau masuk mana?"

Saya bilang kalau saya mau masuk Psikologi. Bapak heran, fakultas apa itu? Saya bilang, Psikologi pelajari tentang perilaku manusia.

Tahu jawaban Bapak?

"Daripada pelajari sesuatu yang tidak jelas (prilaku) , bukannya lebih baik belajar yang jelas (hitung-hitungan)?"

Saya tetap pada argumen kalau saya mau pelajari itu karena saya suka, karena saya mau, dan saya merasa mampu pelajari bidan ini. Saya juga bilang terus terang ke Bapak, kalau saya lemah di mata kuliah hitung-hitungan. Tapi kali ini memang argumen saya kurang kuat, hanya bermodal itu saja. Tidak ada bukti otentik untuk menguatkan.

Tapi lagi-lagi, Bapak membuka 'sedikit' ijinnya. Dengan syarat, saya harus mengikuti beberapa tes masuk di universitas yang beliau mau untuk mengambil fakultas Ekonomi, baru mengikuti tes masuk fakultas Psikologi. Saya manut. Bahkan beliau siap tukar shift kerja untuk bolak-balik antar saya mengikuti beberapa tes masuk.

Kok ya Alhamdulillah, Allah mengabulkan keinginan saya masuk Psikologi dan gagal di tes-tes masuk Ekonomi. Saya bahagia, Bapak merengut agak marah. Hehe. Ada pilihan dari Bapak ketika itu, untuk menunda masuk kuliah untuk ambil tes masuk Ekonomi tahun depannya lagi. Tapi saya menolak, karena kesempatan sudah di depan mata dan saya tidak mau gambling untuk tahun depan.

Kemudian kalau jaman sekarang ada meme di Twitter atau video di Tiktok yang bilang 'Kalian masuk Psikologi untuk hindari matematika? Itu salah besar!', itu benar sekali, Manteman. Hahaha.

Saya salah perhitungan. Wkwkwkw. Banyak mata kuliah psikologi yang malah dekat sekali dengan hitung-menghitung. Ada mata kuliah statistika, metodologi penelitian, psikometri, dan beberapa mata kuliah pengenalan alat tes, yang memasukkan ilmu matematika di sana.

Puyeng? Jelas. Wkwkw. Mengulang mata kuliah bareng adik tingkat? Jelas. Adu argumen saat selesaikan tugas statistik dengan dosen? Sudah pernah. Ujian skripsi dan adu argumen dengan dekan sebagai penguji ujian? Juga pernah.

Lalu, apa itu membuat saya jadi malas kuliah? Alhamdulillah, lancar jaya dengan usaha sampai kliyengan dan muntah-muntah setelah ujian skripsi. Haha. Sebuah kenyataan yang harus dihadapi saya sebagai siswa yang menghindari matematika tapi tetap denial kalau hitung-hitungan itu sebenarnya sangat penting hidupnya.

Sekarang, setelah kerja dan memberikan materi bakat, minat dan kemampuan ke siswa-siswa saya, akhirnya saya menyadari bahwa dalam hidup, kita tidak bisa menghindari hal-hal yang tidak kita suka. Tapi yang bisa kita lakukan adalah menghadapinya semampu kita

Rezeki Adalah Hal yang Membahagiakan yang Kita Dapat

| on
Sunday, November 08, 2020


Bagi saya pribadi, rezeki adalah apa yang saya terima dan membuat hati saya bahagia


Ketika kita berbicara tentang rezeki, tentu kita tidak mau mengkotak-kotakkannya hanya berdasarkan pada penghasilan yang kita dapatkan bukan? Rezeki bukan hanya uang yang kita terima setelah kita bekerja keras, atau uang yang kita terima dari orang lain karena belas kasihan.

Mau dirinci satu per satu, sepertinya malah saya sendiri yang tidak bisa menguraikannya dengan detail. Bukan karena saya tidak banyak menerima rezeki dalam kehidupan saya, tapi saya malah menerima banyak sekali rezeki yang tidak terhitung jumlahnya, yang membuat saya harus sering-sering bersyukur.

Dan sering kali dari kita, menerima rezeki dengan tidak diduga-duga. Tapi juga sering kali dari kita tidak menyadari bahwa itu adalah sebuah rezeki, sehingga luput kita bersyukurnya. Sedihnya, saya sendiri masih seperti itu. Rasanya ingin merutuki diri sendiri karena sering lupa bersyukur.

Salah satu rezeki yang tidak diduga salah satunya adalah adanya momen membahagiakan. Entah momennya itu sudah direncanakan, atau momennya tiba-tiba muncul. Seperti yang baru saya alami tadi pagi.




Bisa berolahraga adalah salah satu rezeki yang patut saya syukuri. Mengingat mencari waktu untuk berolahraga, bagi saya cukup sulit. Selain karena sehari-hari harus melaksanakan to-do-list yang kadang tidak bisa diselesaikan dalam waktu satu hari, saya harus mengalahkan rasa malas untuk berkeringat.

Tetapi karena ingin sehat, setiap ada kesempatan untuk berolahraga, saya berangkat. Waktu yang paling bisa saya utak-atik hanyalah ketika saya work from home, dan mengambil setidaknya setengah sampai satu jam di jam 6 pagi, untuk berjalan cepat keliling komplek. Karena ketika work from home, paginya saya tidak terlalu tergesa-gesa untuk mempersiapkan sarapan. Tidak seperti ketika saya harus berangkat ke kantor.

Mumpung hari Minggu dan dari awal sudah niat beli makanan saja untuk sarapan, jadi saya sempatkan untuk pakai sepatu olah raga dan keliling kompleks untuk olahraga. Jalan cepat saja, karena kalau lari, saya sudah tidak sanggup. Wkwkw, apalagi dengan pakai masker. Alhamdulillah, masih diberi kesempatan berolahraga dengan badan yang sehat.

Karena sudah diniatkan sedari awal untuk beli sarapan, sepulang olahraga, sekalian saya beli sate ayam di dekat lapangan sepak bola yang ada di tengah-tengah kompleks perumahan. Belum selesai sate jadi, Ibu saya menelepon. Beliau mau ke rumah, mau mengambil ayam di kandang yang ada di belakang rumah Adik saya untuk disembelih. (FYI, rumah saya dan adik itu bersebelahan).

Karena saya masih menunggu sate matang, Ibu tidak mau menunggu saya untuk menjemput Beliau dan memilih untuk jalan sendiri ke rumah. Rumah kami hanya berjarak beberapa gang saja, jadi terbilang dekat kalau mau saling mengunjungi.

Mungkin, dikunjungi oleh ibu sendiri (yang notabene rumahnya berdekatan dengan kita) adalah hal yang biasa. Tapi kali ini tidak bagi saya. Karena ternyata, ayamnya disembelih di belakang rumah Adik dan kami kerja bakti mencabuti bulunya.

Lalu mengapa momen ini menjadi momen yang tidak biasa dan patut saya syukuri?




Momen ini adalah rezeki dadakan. Saya diberi kesempatan berbincang secara intens dengan Ibu sambil mencabuti bulu ayam. Meskipun tidak lebih dari dua jam, tapi ternyata banyak cerita yang saya dapatkan dari Beliau dan keluarga besar kami. Yang bisa jadi, cerita-cerita ini tadi menjadi catatan tersendiri bagi saya nanti ketika Beliau sudah wafat. Wallahu’alam.

Semenjak saya dan Adik bekerja dan menikah, berkumpul dengan keluarga dengan banyak waktu begini, adalah momen yang terbilang harus kami usahakan untuk ada. Iya, momen pagi ini bersama Ibu adalah hal yang membuat saya bahagia. Dan ini adalah rezeki untuk saya. Mendadak dapatnya. Alhamdulillah. 

Supaya Kulit Tidak Kusam, Pakai Hello Glow Series Dari Dermies

| on
Thursday, October 29, 2020


Sebagai pemilik kulit wajah normal, saya cenderung tidak memiliki masalah kulit yang berarti. Sebuah hal yang patut saya syukuri ya. 

Tapi, ada dua masalah utama pada kulit wajah saya jika mau diperhatikan lebih lanjut, yaitu kulit kusam dan warna kulit tidak merata. Masalah ini sebenarnya tidak terlalu serius karena tidak memberikan bekas seperti jerawat pada kulit berminyak, atau kulit terasa perih pada kulit kering. Hanya saja, ketika kulit kusam menyerang datang, saya juga jadi kurang percaya diri. 

Alhamdulillah, saya berkesempatan untuk mencoba Hello Glow Series dari #Dermies dan sudah mencobanya kurang lebih 4 minggu. Hello Glow Series ini memiliki manfaat untuk kulit kusam dan pelan-pelan akan memberikan efek mencerahkan pada wajah. 

4 Konsep Mengajarkan Keuangan Yang Sehat Pada Anak

| on
Sunday, October 25, 2020

Bagaimana sih mengajarkan konsep keuangan yang sehat kepada anak?

Ini juga PR buat saya sama suami, karena Arya dan Fatin sudah mengerti fungsi uang itu apa. Menurut mereka, uang itu dipakai untuk berbelanja. See, benar kan? Iyalah, memang fungsi uang kan itu. 

Tapi apakah hanya berhenti di situ saja penanaman konsep tentang uang? Oh, tentu tidak. Mereka harus paham, dibalik fungsi uang yang berguna untuk transaksi jual beli, uang juga perlu digunakan secara bijak sehingga nanti bisa berguna untuk masa depan mereka. 

Nah, konsep kebergunaan ini sedikit tricky untuk diajarkan ke anak-anak. Iya dong, kita saja yang sudah dewasa ini belum sepenuhnya mengerti bagaimana menggunakan uang dengan benar (toyor diri sendiri yang masih suka kebablasan kalau ada diskon bertebaran di e-commerce). Itulah mengapa, mengajarkan konsep keuangan yang sehat ke anak itu tidak semudah menggesek ATM saat ada diskon. 

Do You Like Brahms? Dan 5 Hal Menarik Kenapa Kalian Harus Nonton Drama Korea Ini

| on
Friday, October 23, 2020


Berapa kali kalian nonton drama Korea romantis yang bikin kalian tersenyum, saat melihat pemeran utamanya tersenyum? Drama apa yang bikin kalian merasakan ada kupu-kupu di perut karena geli, akibat desiran yang terlalu kuat karena manisnya adegan di drama itu? Drama romantis apa sudah kalian tonton, yang para pemeran utamanya saling tertarik tapi terang-terangan bilang untuk saling menunggu waktu yang tepat menjalin kasih?

Itu semua bisa kalian rasakan saat nonton Do You Like Brahms?. Drama Korea romantis di tahun 2020 yang dikemas pakai karet tiga saking manisnya.


Details Drama Korea Do You Like Brahms? 
Title: 브람스를 좋아하세요? / Beuramseureul Joahaseyo?
Genre: drama, musik, romantis
Episodes: 32 (30’ per episode)
Hari Tayang: Senin dan Selasa
OST: Do You Like Brahms? OST 

Daftar Pemain Drama Do You Like Brahms? 
Park Eun Bin sebagai Chae Song Ah
Kim Min Jae sebagai Park Joon Young
Kim Sung Chul sebagai Han Hyun Ho
Park Ji Hyun sebagai Lee Jung Kyung 




Sinopsis Drama Do You Like Brahms?


Do You Like Brahms? berkisah tentang dua orang yang mendalami kemampuan bermain alat musik. Park Joon Young adalah pianis muda berbakat asli Korea yang baru saja menyelesaikan rangkaian solo concert di Amerika. Namanya dikenal setelah memenangkan juara dua di International Frederick Chopin Piano Competition. Dia memutuskan untuk istirahat selama satu tahun di Korea sekaligus untuk menyelesaikan studinya, sebelum melanjutkan kegiatan promosinya.

Kemudian dia bertemu dengan Chae Song Ah, perempuan cantik penyuka biola. Itulah mengapa dia memilih tidak mencari pekerjaan setelah lulus dari jurusan bisnis, tetapi malah mendaftar kembali untuk kuliah jurusan musik di universitas tempat Park Joon Young menempuh studi.

Romantisme mereka terjadi setelah mereka sering bertemu untuk mengerjakan proyek-proyek di Yayasan Budaya Kyunghoo. Kisah cinta mereka menjadi lebih rumit karena tidak hanya melibatkan dua hati, tapi juga melibatkan enam hati dalam satu rangkaian kisah.

Lalu, apa yang membuat saya jadi terbius dengan drama Korea ini dan meracuni kalian untuk nonton drama ini? Check this out ya! 


Baca juga :

5 ALASAN MENARIK NONTON DO YOU LIKE BRAHMS?

SCENE ROMANTIS DI SETIAP EPISODE

Namanya drama Korea romantis, ya wajib ada romantic scene dong di setiap episodenya. Tapi beda dengan Do You Like Brahms? ini, Manteman. Kalau kalian mau jeli perhatikan, too much banget romantic scene di drama ini. Too much

Saya sama mbak Tika Kotak Warna sama-sama setuju kalau drama ini memiliki sisi romantis yang masih alami, malu-malu, dan tidak neko-neko. Mbak Tika juga buat reviewnya lho, kalian bisa baca juga di sini. Saking cintanya kita sama drama ini. Hahaha. 


Kalian akan dibuat terlena dengan romantisme yang menggebu-gebu yang diperankan apik oleh para pemainnya. Yang membuat saya semakin tertarik adalah, meskipun kita digempur habis-habisan dengan romantisme antar pemainnya, kita tetap diberi dialog dan adegan-adegan yang santai tapi deep feeling. Sekalipun itu adegan pertengkaran atau adegan putus cinta.

Tidak heran, ada reviewer drama Korea yang saya follow di Instagram mengatakan, kalau drama ini santun banget isinya. Iya, iya, adegan gandengan tangan tokoh utamanya saja, baru bisa kalian lihat di episode 11. Padahal, episode-episode sebelumnya sudah bertabur adegan yang bikin kalian senyum-senyum sendiri saking bahagianya lihat mereka bersama.


RUWETNYA BENANG PERCINTAAN PARA TOKOH

Di sinopsis yang saya sampaikan tadi, kisah cinta Park Joon Young dan Chae Song Ah tidak semulus yang penonton kira. Ada banyak hati yang terlibat sehingga membuat banyak emosi yang keluar. Bahkan yang nonton ikutan greget lihatnya.


Kalau kata orang, yang rumit adalah cinta segitiga. Tapi di drama ini, ada cinta segi enam. Eh gimana itu ribetnya? Itulah kenapa romantisme dan konfliknya jadi semakin rumit dan sulit untuk diselesaikan. Belum lagi kalau menyangkut persahabatan dan profesionalisme dalam bekerja.

Tapi apa melelahkan mengikuti benang ruwet ini? Tidak kok! Penulis cerita sangat apik menggambarkan alur konfliknya sehingga tidak membuat penonton lelah terus-terus. Step by step penyelesaian masalah tergambar halus dan tidak terkesan tergesa-gesa terselesaikan.


ORANG BERBAKAT VS ORANG TIDAK BERBAKAT

Kebanyakan orang bilang, lebih enak menjadi orang berbakat karena sudah punya gambaran tentang masa depannya. Padahal anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Karena nyatanya, persaingan untuk mendapatkan masa depan yang nyaman itu sangat ketat. Persaingan itu dimulai bukan ketika kita sudah lulus sekolah, tapi malah semenjak kita masih sekolah.

Dan itu terlihat jelas sekali di drama Korea romantis Do You Like Brahms? ini. Ketika Park Joon Young bersaing untuk mendapatkan slot konser solo, juga Chae Song Ah yang empat kali gagal tes masuk saat bersaing untuk mendapatkan bangku kuliah di jurusan musik.

Bagi orang yang berbakat maupun yang tidak berbakat, keberhasilan itu ditentukan dari tekun tidaknya mereka belajar dan berlatih. Pesan ini sih yang saya tangkap dari drama Korea romantis yang masih sudah tamat hari Selasa, 20 Oktober 2020 kemarin.


FASHION LEAD FEMALE YANG PATUT DISONTEK

Ada yang bilang, bahkan perkara fashion di drama Korea pun, dipikir betul oleh stylish team-nya. Bukan hanya pemeran utama saja, tapi juga pemeran pendukungnya.

Seperti drama It’s Okay To Not Be Okay, yang mana perubahan fashion Moon Ga Young yang berubah dari episode awal menuju akhir karena mengikuti perubahan karakter dan kebebasan dia dari belenggu masa lalu.


Perkara fashion ini, juga tampak di drama Do You Like Brahms? juga. Silakan kalian perhatikan, kalau fashion Chae Song Ah ini sangat menonjol ketimbang para pemeran pendukungnya. Fashionnya meskipun vintage dan feminim, tapi berhasil memunculkan aura yang kuat dalam diri Chae Song Ah. Fashion ini membuat Chae Song Ah menjadi pusat perhatian penonton, meskipun dia memiliki berkepribadian kalem dan tidak banyak bicara.


HANYA SATU JAM? KURANG!!!

Kurang banget, Cyin!!! Atau saya yang terlalu terhanyut dengan cerita yang ditawarkan oleh drama ini?

Banyak yang bilang, kalau drama ini alurnya lambat. Iya memang, sejak episode awal sudah kelihatan sekali kalau alur drama ini memang lambat. Salah satu ciri dari drama Korea yang murni membahas tentang percintaan, dan konflik lain sebagai pelengkap saja. Ditambah lagi kita tidak disuguhi skin ship berlebih dari masing-masing pemeran di drama ini.

Tapi, efek kupu-kupu di perut saat melihat adegan romantis di drama ini, malah membuat saya terhanyut mengikuti dari menit pertama sampai menit terakhir (bahkan scene after creditnya!). Tidak terasa satu jam berlalu, dan saya hanya ingin bilang ke sutradaranya, tolong ditambah beberapa menit saja supaya saya lebih puas. Hahaha.






Cocok bagi Milennial, Berikut Pengertian dan Keunggulan Peer to Peer Lending

| on
Wednesday, October 21, 2020

Peer to Peer Landing


Sedang mencari dana untuk memulai bisnis di usia dini? Kalian yang belabelkan diri sebagai kaum milenial yang melek akan kesempatan berbisnis, tentu sering giat mencari cara untuk mendapatkan modal. Tidak perlu khawatir berkepanjangan ya, karena sudah hadir nih layanan peer to peer lending atau sering disebut P2P. Opsi ini sedang banyak digunakan di era super cepat ini.

Banyak pihak investment yang mengajukan opsi terbaru ini. Salah satunya Amartha, sebagai salah satu badan berbasis keuangan. Dengan menyediakan opsi sistem P2P, kalian tidak perlu mengikuti serangkaian langkah yang rumit untuk mencairkan uang modal yang kalian butuhkan. Masih asing dengan opsi pinjaman satu ini? berikut pemaparan singkatnya.


Pengertian Singkat P2P


Apa itu peer to peer lending? Fintech peer to peer lending atau biasa disebut lending atau juga P2P adalah salah satu opsi peminjaman uang yang melibatkan teknologi di dalamnya. Metode ini memungkinkan pihak peminjam dana, baik perorangan maupun badan usaha tertentu untuk menerima uang tanpa melakukan proses tatap muka.

Pihak peminjam dana akan memberikan dananya secara online begitu pula dengan proses lainnya yang juga melibatkan sistem online. Selain mempermudah, metode ini justru lebih fleksibel dilakukan kapanpun. Apalagi di jaman pandemi begini yang membatasi bertemu banyak orang kan? Untuk peminjam dana, kalian yang mengaku generasi milenial bisa lho memilih peer to peer terbaik sebagai alternatif pilihan. Ini dimaksudkan agar proses pinjaman lancar tanpa khawatir kemungkinan buruk mengikuti setelahnya.



Baca juga :


Kenapa Metode P2P Cocok Untuk Milenial?


Kalian yang merupakan generasi milenial tentunya ingin yang serba praktis, yang memungkinkannya tetap fleksibel melakukan apapun. Termasuk milenial yang hendak membuka bisnis dengan modal terbatas. Metode P2P dinilai cocok untuk milenial yang hendak merancang bisnis berskala kecil, menengah maupun besar. Kenapa metode ini cocok untuk para milenial? Berikut beberapa alasannya ya.

1. Proses Mudah

Pernah terbayang tidak sih dipikiran kalian, kalau ada proses peminjaman yang berbelit dan pada akhirnya dana modal malah tidak bisa dicairkan? Kalian bisa lho, menghindari kemungkinan buruk seperti itu dengan mencari penyedia dana modal terpercaya seperti Amartha. Dengan proses yang mudah, P2P ditawarkan untuk siapapun termasuk kalian para milenial yang sedang mencari modal usaha.


2. Fleksibel

Era yang serba cepat ini memungkinkan untuk siapapun dapat mengerjakan beberapa hal dengan efisien. Tidak perlu pulang pergi untuk mengecek dana bahkan menandatangani perjanjian secara langsung di kantor peminjaman. Karena serba online, metode P2P ini jadi tampak lebih mudah karena kefleksibelannya. Kalian tinggal memanfaatkan metode pinjaman ini.


3. Jaminan Aman Terpercaya

Sedang mencari opsi peminjaman dana untuk modal usaha? Baik untuk perorangan maupun badan usaha, metode P2P ini direkomendasikan oleh Amartha untuk kalian. Fintech atau lending ini juga sudah banyak menerima pengakuan sebagai metode yang aman dan terpercaya. Prosesnya yang tanpa pihak perantara membuat lending lebih aman dan tepat sasaran.


4. Hasil Memuaskan

Proses yang singkat dan juga tidak berbelit-belit, tentunya bisa memberikan kepuasan kepada pihak peminjam ya. Hasil memuaskan bisa langsung didapat sejak awal melakukan konsultasi. Hal ini dikarenakan sistem yang mudah dan familiar bagi kalian para generasi milenial. Dana pun bisa dipegang dan langsung memulai usaha.


5. Pemantauan Bisa Dilakukan secara Digital

Lending memanfaatkan teknologi berupa website atau aplikasi. Maka dari itu pemantauannya lebih mudah karena bisa memanfaatkan platform tersebut. Tidak perlu pulang pergi ke kantor pusat seperti halnya teknis pinjaman pada umumnya. Milenial dengan segala kesibukannya pasti bakalan lebih cocok dan langsung menyukai metode ini deh.
.
.
Jauh dari kata rumit, metode lending P2P ini ternyata juga cocok digunakan untuk milenial yang hendak memuali bisnisnya. Sistemnya yang fleksibel memungkinkan siapapun untuk lebih cepat mengejar target. Jangan takut untuk kehilangan kesempatan meminjam uang lewat metode ini, karena jangkauannya sangat luas dan didukung dengan teknologi yang terpercaya dan lebih fleksibel.




5 Cara Menggali Ide Menulis di Blog Ala Ria Rochma

| on
Sunday, September 20, 2020

Sebagai blogger, memang diwajibkan untuk kreatif dalam mencari ide-ide dalam menulis. Tentunya, dari sumber manapun, asal sumber idenya jelas dan tidak plagiat. Lalu mengolahnya dengan kalimat yang sesuai dengan kepribadian kita, supaya enak dibaca dan membuat pengunjung betah, serta tertarik untuk membaca tulisan kita yang lainnya.

Kalau kalian, menjaring ide untuk menulis bagaimana? Atau minimal, menjaring ide untuk konten media sosial kalian, bagaimana? 

5 Alasan Menyenangkan Gabung di Ning Bloger Suroboyo

| on
Sunday, September 13, 2020

Menjalin silaturrahim antar sesama blogger, memang penting banget. Selain memang ilmu tentang blog bisa bertambah, tapi juga bisa saling sharing tentang hal lain. Bisa saja hal itu diluar materi tentang blog, atau hal-hal receh yang malah bikin tertawa.

Adalah Ning Bloger Suroboyo, grup yang isinya semua adalah perempuan dari berbagai usia dan profesi. Yang awalnya terbentuk, karena ... lupa. Wkwkw. Udah lama banget soalnya. Tapi nama Ning Bloger Suroboyo ini, diambil karena yang tergabung di sini, memang lokasi rumahnya di Surabaya atau Surabaya coret, alias Gresik, Sidoarjo dan Lamongan.

Anggotanya tidak banyak, tapi kalau sudah menemukan topik yang bikin klik, bisa ratusan chat kalau sudah saling sahut-menyahut. Lha kan sama saja dengan grup blog lainnya? Iya sama memang. Yang beda adalah, kalimat-kalimat khas Jawa Timur bagian cengengas-cengenges keluar semua.

Baiklah, baiklah, ini nih yang buat saya betah sama grup Ning Bloger Suroboyo.


Lebih Sering Sharing tentang Kehidupan Ketimbang Blog


Padahal nama grupnya ada kata blogger, tapi malah obrolan kami jarang sekali bicarakan tentang blog. Bahkan ketika ketemu pas makan bareng atau pas ada event. Bukannya tidak mau saling berbagi ilmu tentang blog, tapi karena ilmu blogging itu bisa didapat dari grup lain yang lebih expert, atau didapat dari mastah blog yang sering adakan workshop.

Kami malah lebih sering bicara tentang pendidikan, anak, isu-isu sosial yang sedang ramai, gosip artis, dan apapun khas obrolan ibu-ibu yang ngerumpi sambil menyapu halaman depan rumah. Hahaha.



Ada Lomba Setor Tulisan dan Foto


Sebenarnya, ini baru berjalan tiga bulan ini. Entah awalnya ngobrol apa, tiba-tiba tercetus untuk buat setoran tulisan di blog dan foto di Instagram.

Peraturannya mudah kok. Kami yang bersedia ikut, diwajibkan setor tulisan dan foto setiap hari Minggu. Dengan tema yang sudah ditentukan di awal bulan selama 4 minggu. Hadiahnya, suka-suka. Dari peserta untuk peserta. Hadiah dari anggota Ning Bloger Suroboyo, yang nanti diberikan ke para pemenang dan peserta.

Bulan Juli dan Agustus kemarin, ada 8 tema untuk menulis di blog. Untuk bulan September ini, ada 4 tema untuk menulis di blog, dan 8 tema untuk di-upload di Instagram. Yang bikin seru adalah, setor link-nya di jam yang sudah ditentukan oleh juri. Tiga bulan ini, setornya jam 7 malam di hari Minggu. Yang bikin deg-degan, yang menang juara satu, dua dan tiga, ditentukan dari kelengkapan link dan tepat waktu tet markotet sesuai jam ponselnya si Juri. Wkwkwkw.

Jam 7 malam di hari Minggu adalah waktu khusus yang tidak boleh diganggu oleh aktifitas apapun. Haha.

Senangnya ada acara ini, akhirnya bikin saya 'turun gunung' kata teman-teman. Karena saya lama tidak konsisten nulis dan upload foto di Instagram. Dan ssttss ... ikutan ini, ternyata bikin viewer saya pelan-pelan merangkak naik lho! Sambil bersenang-senang kita minum sirup. Begitulah kira-kira kata bijaknya.


Drama Korea Mengalahkan Segalanya


Herannya, bahas apapun di grup Ning Bloger Suroboyo, bisa saja dibelokkan ke bahasan tentang drama Korea. Entah sebuah celetukan ketika ingat ada scene yang mirip sama apa yang sedang kami bicarakan, atau, drama Korea malah jadi ending dari obrolan yang sudah panjang.

Memangnya semua anggota suka drama Korea? Tidak. Hahaha. Maafkan saya dan pasukan pembela drama Korea ya Manteman semua, yang sering rusuh bicarakan drama Korea disela-sela obrolan penting kalian.


Latihan untuk Tidak Baper


Eh benar lho kalau yang ini. Awal-awal grup ini terbentuk, kami dilatih benar untuk tidak mudah baper karena celetukan-celetukan khas Suroboyo yang menurut banyak orang suka njeplak seenak udel.

Tapi Alhamdulillah, anggota yang sekarang, sudah saling memahami pola berbicaranya masing-masing itu seperti apa. Semisal saya tersinggung dengan cara penyampaiannya mbak A atau B, saya ulik lagi apa yang perlu saya evaluasi, dan ulik lagi cara berbicaranya mbak A dan B. Pada akhirnya, secara tidak sadar, kami saling memahami cara penyampaian masing-masing anggota.


Les untuk Anggota


Les? Bayar? Oh tidak, kami tim gratisan. Hahaha. Les di sini sama artinya dengan ngobrol ringan seputar hal-hal yang sudah kami ketahui, tapi kami masih butuh dijelaskan oleh yang lebih menguasai ilmunya. Dibilang sharing, ya bisa juga. Dibilang workshop kecil-kecilan, juga bisa.

Serunya, les ini tidak melulu dilangsungkan di grup chat. Tapi juga di berbagai media dan tempat. Di rumah mbak Tika, seringnya les tentang foto. Di instagram live juga pernah ketika bicara tentang gangguan dasar psikologi, di grup Whatsapp juga pernah bahas tentang caranya setor tulisan di media cetak. Lagi-lagi, suka-suka anggotanya mau diadakan dimana.


Definisi Bahagia: Guru BK vs Murid

| on
Saturday, September 05, 2020

Pada suatu hari di tahun 2018 lalu, tiba-tiba saya ditanya oleh salah satu siswa bimbingan saya, yang sedang melakukan konseling pribadi di ruang BK. 

“Apa yang buat Ibu bahagia setiap hari?”

“Hm, apa ya? Sepertinya banyak.” Jawab saya ketika itu.


Sambil memandang wajah saya dengan penuh ketegasan, dia berkata, “Aku rasa, aku sudah tidak merasakan kebahagiaan apa-apa sekarang, Bu. Rasanya aku ingin keluar dari masalah ini, tapi aku tidak mungkin meninggalkan ibuku sendiri di kota ini.”

Saya kaget dengan reaksinya, sekaligus merasa bersalah dengan jawaban saya.

Melihat mimik wajah saya yang berubah, dia menimpali, “Kebahagiaan tiap orang beda-beda kan, Bu? Ibu tidak perlu merasa bersalah ke aku.”

Kemudian saya tertawa kecil mendengar kalimatnya. Sebuah rangkaian kata dari gadis manis yang masih berusia 15 tahun. Sebuah kalimat yang menunjukkan dia lebih dewasa ketimbang usianya. Masalah yang bertubi-tubi datangnya di keluarga dia, tidak mengganggu proses belajarnya. Malah membuat dia lebih matang dalam berfikir ketimbang teman-temannya.

Dia juga tersenyum, kemudian tertawa.

Saya bertanya, “Kenapa kamu tertawa? Bukankah baru saja kamu bilang kalau kamu tidak merasa bahagia?”

Dengan membetulkan posisi duduknya dia menjawab, “Karena setidaknya ada Ibu yang mau menyimpan masalah terbesarku.”

Nyesss ...

Hati ini sepeti disiram es batu di siang hari yang panas. Sebuah kebahagiaan bagi saya sebagai guru Bimbingan Konseling, ketika ada siswa yang mengatakan dia nyaman berbagi dengan saya.

.
.


Sepenggal cerita yang buat saya kangen untuk berangkat ke sekolah dan bertemu siswa-siswa saya, seperti sebelum masa pandemi. Karena momen seperti ini, tidak bisa didapat oleh guru Bimbingan Konseling ketika melakukan pembelajaran dari rumah (PJJ dan BDR).

Salah satu kebahagiaan yang setiap hari saya rasakan ketika saya berangkat kerja. Meskipun membantu siswa-siswa yang memiliki masalah itu sedikit melelahkan, tapi ada sisi di mana saya merasa bahagia karena merasa berguna dan bermanfaat untuk orang lain.

Demikian. Hanya berharap semoga pandemi ini segera berlalu dan saya bisa bertemu dengan mereka kembali dalam kondisi sama-sama sehat.



Cara Mudah Mengatur Keuangan Sebelum Berinvestasi

| on
Sunday, August 30, 2020


Mengatur keuangan, bagi saya adalah langkah awal dalam berinvestasi. Menurut pengertiannya, investasi adalah menempatkan dana dalam satu periode untuk mendapatkan keuntungan di masa depan. Sebelum benar-benar meletakkan uang yang saya punya pada produk investasi yang bermacam-macam itu, saya berusaha dahulu untuk mengolah keuangan yang saya pegang sebaik mungkin. Baik keuangan pribadi maupun keuangan keluarga.

Dalam mengatur keuangan, baru benar-benar saya lakukan selepas kuliah. Saya termasuk perempuan yang terlalu malas keluar dari zona nyaman ketika itu. Kondisi ini, malah membuat saya boros dan minim aktifitas menabung. 

Resep Sayap Ayam Saos Teriyaki Hanya Dengan 6 Bahan

| on
Saturday, August 29, 2020

Assalamu’alaikum. 
Masak apa hari ini? 

Ini adalah pertanyaan yang buat saya bingung. Karena, saya bukan tipe perempuan yang pintar memasak dan tidak banyak kemampuan saya dalam memasak. Yang saya masak ya itu-itu saja. Semoga saja suami dan anak-anak tidak bosan >_< 

Lalu suami ajak saya nonton acara televisi yang judulnya Jamie Quick And Easy Food. Memasak hanya dengan 5 bahan saja. Kesannya mudah kan? Memang iya. Buat saya yang tidak banyak memiliki kemampuan memasak, acara televisi ini seperti sebuah pencerahan dari surga. Hahaha. 

Lokasi Wisata Impian Untuk Solo Trip

| on
Sunday, August 23, 2020

Kalau saya ditanya ingin kemana saja? Saya akan jawab, banyak! Ya karena tidak terhitung jumlah tempat yang ingin saya datangi. Tapi kalau ditanya ulang dengan pertanyaan, “Kalau solo trip, kamu ingin kemana?” 

Selama ini, saya tidak pernah melakukan solo trip dalam jangka waktu lama untuk bersenang-senang. Maklum, sejak kecil saya ada batasan untuk keluar dari zona nyaman dan ada pengawasan orang tua. Kemana-mana ya perlu dikawal. Baru benar-benar boleh main-main ke rumah teman yang beda kota sendirian, ketika sudah masuk SMA. Itupun setelah melewati bujuk rayu dan meninggalkan nomer telepon rumah teman yang saya kunjungi. 

Review Serum Somethinc Hyaluronic B5 Untuk Kulit Normal

| on
Sunday, August 23, 2020

Membeli serum Somethinc ini, karena diracun sama salah satu teman yang suka bahas skincare. Lagi-lagi bertepatan dengan diskon. Dia bilang, serum ini dapat banyak testimoni bagus, padahal dia produk lokal. Sebelum beli, saya searching dulu, karena Somethinc ini ternyata punya beberapa produk serum.


Serum Somethinc Hyaluronic B5


Ada sebuah review yang bilang, untuk yang belum pernah pakai serum Somethinc, boleh dicoba dulu yang Hyaluronic B5. Kebetulan juga, saya cocok pakai produk dengan kandungan hyaluronic. Jadi sebelum coba rangkaian serum lain dari Somethinc ini, saya coba pakai yang Hyaluronic B5 dulu sebagai permulaan.


Kandungan Somethinc Hyaluronic B5


Aqua, Allantoin, Disodium Edta, Butylene Glycol, Glycerin, Hydroxyethylellulose, Hyaluronic Acid, Panthenol, Glutathione, Vitis Vinifera Seed Extract, Phenoxyethanol, Fregrance.

Silakan klik untuk memperbesar gambar

Baca juga :

Klaim Somethinc Hyaluronic B5

  • Memberikan kelembaban pada kulit
  • Mencerahkan kulit yang kusam
  • Membuat wajah tampak cerah 
  • Membuat kulit menjadi kenyal
  • Membuat kulit tampak lebih sehat
  • Mencegah produksi sebum/minyak berlebih
  • Mengecilkan pori-pori


Kemasan Serum Somethinc Hyaluronic B5


Dikemas dalam botol kaca berwarna biru, dengan isi sebanyak 20 ml. Pipetnya pendek, dengan bantalan pipet berwarna putih bersih. Di bagian dalam botol, ada bagian penahan yang tersambung dengan penahan di bagian leher botol.

Penahan di leher botol berfungsi supaya tutup botol tidak goyang dan serum tidak mudah tumpah meskipun botol dibolak-balik. Sedangkan penahan di bagian dalam, masih kurang jelas fungsinya apa. Mungkin untuk menahan pipet supaya tetap stay di posisinya saat posisi ditutup? Atau untuk mengurangi serum yang juga ikut terangkat di luat bagian pipet saat kita mengambilnya?

Bentuk penahan pipet yang ada di dalam botol yang saya belum tahu fungsinya apa :)))


Sayangnya, serum Somethinc tidak dilengkapi dengan kardus. Jadi, saya hanya menerima botol yang tertutup rapat oleh plastik. Dari sisi estetika, ya kurang menarik sih jadinya. Tapi kalau dipikir ulang, toh nantinya juga kardusnya saya buang. Apalagi, pada badan serum, sudah tertulis lengkap kandungan, fungsi, reaksi produk, cara pakai, dan expired date.


Cara Pakai Serum Somethinc Hyaluronic B5


Sesuai dengan petunjuk yang ada di botolnya, digunakan sebanyak 5-10 tetes di wajah. Balurkan sampai merata ke seluruh wajah, kemudian tepuk-tepuk pelan supaya cepat meresap.

Serum ini bisa dipakai pagi atau malam hari. Klaimnya, kalau dipakai pagi hari, kulit akan lebih siap saat ditempa make up karena kelemban kulit lebih terjaga. Kalau digunakan di malam hari, klaimnya mempersiapkan kulit untuk siap menerima produk skincare lain seperti cream malam.




Tekstur dan Aroma Serum Somethinc Hyaluronic B5


Karena bahan utamanya adalah aqua, maka jelas sekali kalau teksturnya adalah cair. Mudah sekali untuk apply di wajah dan tidak meninggalkan bekas berminyak di jari ataupun wajah. Sedangkan untuk aroma, serum ini tidak menimbulkan aroma yang menyengat. Masih bisa ditoleransi aromanya. Dan aroma serum ini, pelan-pelan memudar setelah serum benar-benar terserap kulit.




First Impression Serum Somethinc Hyaluronic B5


FYI, saya menggunakan serum ini pagi dan malam hari. Setelah menggunakan serum, saya tidak menggunakan skincare tambahan, karena saya ingin melihat reaksi dari serum ini. Ketika pagi, setelah menggunakan serum, saya hanya menimpanya dengan sun screen. Sedangkan kalau malam, saya tidak menimpa skincare tambahan.

Dengan 5-10 tetes, tentunya wajah terasa penuh dengan air. Tapi it’s okey, karena serum ini mudah sekali menyerap di kulit. Dengan penggunaan yang banyak ini, ternyata tidak membekas sama sekali di jari atau wajah. Tidak terasa oily, benar-benar terserap semua di kulit.



Untuk pertama kali pemakaian, kulit akan terasa sangat kencang. Seperti ditarik ke belakang. Tidak nyaman sama sekali. Tapi lanjut saja, karena apalah arti produk skincare kalau hanya dicoba beberapa kali saja. Ternyata betul, lama-lama kulit akan terbiasa dengan hasil akhir dari penyerapan serum. Saya sudah tidak merasakan tarikan apa-apa di wajah setelah beberapa hari pemakaian.

Setelah penggunaan 3 hari, keluar jerawat di bawah hidung dan di area kening. Kulit saya ini jenisnya kulit normal. Jadi kalau sampai jerawatan, berarti ada masalah dengan penggunaan skincare yang saya pakai. Maybe, jerawat ini adalah breakout karena pengenalan kulit dengan kandungan dalam serum Somethinc Hyaluronic B5. Ternyata betul, memasuki hari ketujuh, jerawat hilang dan wajah saya tidak keluar jerawat sama sekali sampai hari ini.




Setelah penggunaan serum selama 3 minggu, kulit saya terlihat lebih sehat, cerah dan lembab. Kelembaban ini terlihat saat bangun tidur. Kulit sama sekali tidak kering, padahal semalaman saya pakai AC. Dengan harga Rp. 125.000,00 di salah satu market place, worth it lah dengan hasil seperti ini.

Sayangnya, untuk klaim produk yang bisa mengecilkan pori-pori, belum tampak sama sekali. Pori-pori di wajah saya sedikit besar. Saya pikir, bisalah mengecil karena produk ini. Ternyata tidak bisa.



Repurchase? Belum tahu. Saya ingin lihat dulu hasilnya kalau serumnya sudah habis. Apakah masih menarik untuk terus dicoba atau tidak. Eh tapi, saya ingin pakai serum Somethinc yang lain, yang ada kandungan Niacinamide-nya.

Nilai: 4/5 

5 Manfaat Bermain Board Game Untuk Anak

| on
Thursday, August 20, 2020

Tidak sedikit wali murid mengeluhkan anak-anaknya banyak menghabiskan waktu di depan gadget. Yang banyak dikeluhkan adalah berkurangnya waktu belajar dan interaksi dengan keluarga jadi tidak lagi seinten ketika mereka masih belum mengenal gadget.

Sebagai guru Bimbingan dan Konseling, saya mengerti betul kekhawatiran para wali murid. Karena saya pun juga berada pada fase ini. Siswa saya adalah generasi Z, sedangkan anak saya adalah generasi Alpha. Dan dua generasi ini sangat akrab dengan gadget sejak kecil. 

Tapi saya dan suami tidak mau menjadi orang tua yang mengeluhkan aktifitas bermain gadget anak kami kepada orang lain. Itulah kenapa, kami mengatur waktu bermain gadget mereka. Salah satunya adalah mengenalkan board game sejak dini. 

Review Drama Korea: Was It Love? (2020)

| on
Sunday, August 16, 2020

Bagaimana rasanya dalam satu waktu, kalian diberi perhatian oleh empat pria sekaligus? Ge-er atau malah risih? Kondisi inilah yang sedang dialami oleh Noh Ae-Joong. Sebagai ibu tunggal satu anak, ternyata mendapat perhatian dari empat pria dalam satu waktu, malah menimbulkan masalah yang datang bergantian. Bagaimana kisahnya?


Judul resmi: 우리, 사랑했을까 / Uri, Saranghaesseulkka
Judul lain: Did We Love? / We, Were in Love
Genre: Drama, romance
Episode: 16 

Daftar Pemain Drama Was It Love? 
Pemain utama 
Song Ji Hyo sebagai Noh Ae-Joong
Son Ho Joon sebagai Oh Dae-Oh
Song Jong Ho sebagai Ryoo Jin
Koo Ja Sung sebagai Oh Yun-Woo
Kim Min Joon sebagai Koo Pa-Do 

Keluarga Noh Ae-Joong 
Kim Mi Kyung sebagai Choi Hyang Ja (Ibu Ae-Joong)
Uhm Chae Young sebagai Noh Ha Ni (anak perempuan Ae-Joong) 


Baca juga : Lakukan 5 Hal Ini Saat Nonton Hospital Playlist


Sinopsi Drama Korea Was Is Love?


Was is love? bercerita tentang seorang produser di sebuah studio film bernama Noh Ae-Joong. Selama 14 tahun, dia hidup sebagai ibu tunggal dari seorang anak perempuan bernama Noh Ha-Ni. Mereka berdua tinggal satu atap dengan si nenek, Choi Hyang-Ja. 

Konflik hidup Noh Ae-Jong sudah dimulai sejak dia mengetahui dirinya hamil ketika masih kuliah, dan mengambil keputusan sepihak untuk mengasuh anaknya tanpa pasangan. 14 tahun berlalu dengan baik-baik saja. 
Noh Ae-Jong

Hingga kemudian muncul masalah di tempat kerja Noh Ae-Jong. Pemilik studio film, Mr. Wang, memiliki hutang kepada perusahaan peminjaman uang bernama Nine Capital yang dipimpin oleh Koo Pa-Do. Mr. Wang kabur tanpa memberi kabar, dan diam-diam mengalihkan tanggung jawab pelunasan hutangnya kepada Noh Ae-Jong. 

Ditengah kemarahan Noh Ae-Jong dengan kelakuan Mr. Wang, Koo Pa-Do memberi keringanan untuk pelunasan hutang Mr. Wang dengan dua syarat. Syarat pertama, dia harus membuat film dari novel debut seorang penulis terkenal yang tidak pernah menampakkan wajahnya bernama Cheo Ok-Nam. Syarat kedua, aktor yang membintangi filmnya haruslah Ryoo-Jin, aktor ternama yang akan debut di Hollywood. Dengan sangat terpaksa, Noh Ae-Jong menerima tawaran ini. 



Berjalannya waktu, Noh Ae-Jong mengetahui bahwa Cheo Ok-Nam adalah mantan kekasihnya semasa kuliah dulu, yang bernama asli Oh Dae-Oh. Mantan kekasih yang ditinggal tanpa kabar, yang memberikan luka dan amarah pada hati Oh Dae-Oh selama 14 tahun. Bagaimana selanjutnya kisah mereka? Apakah Noh Ae-Jong berhasil membujuk Oh Dae-Oh untuk membuat naskah film bersama dia? 

Oh Dae-Oh aka Cheo Ok-Nam

Di sisi lain, muncul masalah yang berbeda. Tanpa sengaja Noh Ha-Ni yang sudah kelas 7, menemukan jurnal kehamilan milik ibunya di antara barang bekas di atap rumah. Yang membuat dia kaget adalah, di cover jurnal itu tertulis nama Oh Yun-Woo sebagai ayah, yang mana dia adalah wali kelas Noh Ha-Ni sekarang. 

Dari sinilah muncul rasa penasaran Noh Ha-Ni siapa ayah kandungnya yang selalu ditutup-tutupi keberadaannya oleh ibunya. Kemudian bersama teman satu kelasnya, Koo Dong-Chan (yang merupakan anak dari Koo Pa-Do), dia mencari tahu siapa ayahnya. Apakah Noh Ha-Ni akhirnya mengetahui siapa ayah kandungnya? Apakah alasan Noh Ae-Jong menutup-nutupi siapa ayah kandung anaknya? 

Noh Ha-Ni

Review Drama Korea Was Is Love?


Seperti halnya drama Korea lain yang memuat tema percintaan dan keluarga, drama Was Is Love? ini awalnya memang drama yang penuh keceriaan. Tapi sedikit membosankan di 5 episode pertama. Lha terus kenapa tetap saya lihat drama ini? Tidak lebih karena saya penasaran siapa ayah Noh Ha-Ni dari tiga laki-laki di masa lalu Noh Ae-Jong. Apakah itu Oh Dae-Oh, Ryoo-Jin ataukah Oh Yun-Woo. 

Dari atas kiri ke kanan bawah: Koo Pa-Do, Oh Dae-Oh, Ryoo Jin, Oh Yun-Woo

Setelah melewati episode 5, konflik-konflik kecil akibat kesalahpahaman di masa lalu antara Noh Ae-Jong dan Oh Dae-Oh mulai bermunculan. Ditambah lagi scene-scene menarik yang menceritakan rasa suka Ryoo-Jin, Oh Yun-Woo, serta Koo Pa-Do, pada Noh Ae-Jong. Belum lagi masalah-masalah kecil yang bermunculan karena ketertarikan Noh Ha-Ni tentang siapa ayah kandungnya. 

Complicated? Iya, drama ini paket lengkap konfliknya. Bahkan saya pun tidak bisa membayangkan bagaimana Noh Ae-Jong bisa melewati konflik yang datang bergantian semenjak dia masih kuliah. Untung saja, penulis drama ini menggambarkan karakter Noh Ae-Jong sebagai karakter yang ceria, penuh semangat dan pantang menyerah. 


Salah satu scene saat Noh Ae-Jong memulai membuat film atas permintaa Koo Pa-Do

Tapi ada sisi lain yang saya soroti di drama ini. Bukan tentang kisah cinta dan masa lalu Noh Ae-Jong, tapi saya menyoroti Noh Ha-Ni yang sebenarnya juga memiliki beban hidup yang berat. 


Noh Ha-Ni, Remaja yang Menyedihkan?


Noh Ha-Ni adalah remaja berusia 14 tahun, yang tidak pernah tahu siapa ayahnya. Yang sejak SD sudah 10 kali pindah sekolah karena selalu mendapat bully dari teman-temannya karena tidak tahu siapa ayahnya. Yang tidak pernah mendapatkan cinta dari orang tua yang lengkap sejak lahir. Juga tidak pernah mendengar kalimat, “Semua akan baik-baik saja, karena ada Ayah di sampingmu”. 

Bisa dibayangkan bagaimana selama ini Noh Ha-Ni memendam semuanya sendiri. Perasaan sedih, kecewa, bercampur rasa ingin tahu yang besar, yang tidak berani dia sampaikan ke ibunya. Dengan wajah ceria, dia menyembunyikan segalanya karena dia mengerti bahwa ibunya mengambil keputusan seperti itu demi membuatnya bahagia. 

Ibu dan anak yang saling menguatkan

Remaja yang lebih dewasa ketimbang umurnya. 

Lewat drama ini, banyak juga mengajarkan ke kita cara efektif membantu remaja yang mempunyai masalah. Yang bisa membantu remaja bermasalah, tidak hanya dari keluarga inti. Tidak hanya bantuan dari ibu dan neneknya, tapi juga dari orang-orang yang dekat dengan Noh Ha-Ni. 

Bahkan Oh Dae-Oh pernah bertanya pada Noh Ha-Ni, apa saja yang bisa dilakukan orang dewasa untuk membuat remaja 14 tahun tertawa. Noh Ha-Ni dengan gamblang berkata, “Perlakukan kami dengan jujur. Tertawa dan bersedihlah bersama kami. Dan jangan berlagak menyembunyikan kebenaran untuk melindungiku, seperti yang dilakukan oleh ibuku (tentang ayahku)".







Custom Post Signature

Custom Post  Signature