Bismillah. Mari Menyeduh Manfaat dari Secangkir Kata

Menyimpan Buku Ingatan Tentang Hani

| on
Saturday, March 28, 2020
Tulisan ini, khusus saya persembahkan untuk mengenang almarhum Imtihani. Seorang teman yang baik hati dan selalu menghumorkan kisah-kisah hidupnya yang tidak mudah.
.
.
Beberapa saat yang lalu, saya menamatkan 4 episode salah satu drama korea berjudul Find Me In Your Memory. Sekarang saya tidak ingin mengulas tentang drama ini, hanya ingin menceritakan satu dialog pemeran pemeran utama laki-lakinya. 

Waktu hanya berjalan maju, dan kalian tidak bisa mengulangnya. Tapi masa lalu bisa diulang, yaitu melalui ingatan.

Ingatan akan menyimpan kenangan dan tragedi. Konon, kisah masa lalu yang menyenangkan, dinamakan kenangan. Sedangkan kisah masa lalu yang menyedihkan dan tidak mau diingat, kita sebut tragedi. 

Seberapa banyak dari kita menyimpan kenangan dan tragedi? 

Saya bahkan bersyukur, ada beberapa kenangan dan tragedi yang saya lupa detail-detailnya. Bukan saya melupakan, tapi kapasitas otak saya yang memaksa saya untuk melupakan. Ah ... Atau memang saya sengaja tidak ingin mengingat-ingat detailnya? 


Saya memang tidak seperti tokoh utama dalam drama Find Me In Your Memory yang memiliki hyperthymesia syndrome, yang tidak pernah bisa melupakan semua detail kejadian yang ada diingatannya. Tapi, saya selalu ingat potongan-potongan cerita dan kejadian di masa lalu. Beberapa saya simpan di otak, beberapa saya simpan di tulisan.
.
.
Termasuk kenangan bersama Imtihani. Saya panggil dia, Hani.

Kami dekat karena kami diterima di tempat kerja yang sekarang di tahun yang sama. Status dia sebagai CPNS yang berdomisili di Malang, sedangkan saya masih sebagai GTT. Kami dekat karena kami memiliki banyak cerita tentang kota Malang. Bermula dari cerita tentang dunia kampus, pergaulan di Malang yang menyenangkan, sampai kehidupan di Gresik yang ya begitulah adanya. 


Tidak hanya bercerita remeh-temeh khas girl talking, semakin lama saya jadi tahu bagaimana kisah keluarganya, cerita penyakitnya, cerita cintanya, passion-nya, dan apa saja bucket list-nya. 

Kalau kalian mengira kami adalah sahabat, tidak. Kami tidak sedekat itu. Dia memiliki seorang sahabat yang mendukung dia tanpa henti, dan saya tidak mau mengganti posisi sahabatnya. Dan Hani memahami itu. 

Tapi kenapa Hani menjadi istimewa? Meskipun dia sudah memiliki circle pertemanan lain yang saya tidak masuk didalamnya, ternyata banyak dialog-dialog yang masih kami lakukan sampai sebelum dia meninggal. Sekadar say hallo atau bahkan sedikit lebih berat dari say hallo. Kadang saya ingatkan kembali beberapa dialog kami, dia lupa. Kata dia, “Maklum Ri, otakku sudah kena obat. Aku sekarang pikun.”

Dan kami tertawa. Semudah itu dia menghumorkan kondisi sakitnya.

Saking banyaknya dialog dan kejadian antara kami, tanpa sadar saya simpan di ‘buku harian’ tersendiri, yang sekarang saya buka dan saya baca ulang


Seperti cerita ini.

Pernah Hani akan pulang ke Malang, naik motor sendirian. Kebetulan, saya juga akan ke Malang untuk mengurus beberapa berkas kuliah yang saya pakai untuk keperluan pekerjaan. Dia tanya,”Mau naik motor sama aku? Tapi, bakal lama di jalan. Berangkat pagi, sampai Malang bisa sore. Banyak berhentinya.”

Awalnya saya ragu. Lebih cepat sampai, lebih baik. Tapi sekarang saya bersyukur karena saat itu saya meng-iyakan ajakan dia. Slide-slide ingatan saat kami di jalan sambil menertawakan banyak hal, ternyata menjadi hal yang istimewa sekarang.

Atau cerita ini.

Ketika dia main ke rumah saya hanya untuk mengambil televisi yang dikirim oleh kakak perempuannya dari Malang. Dia bilang ke almarhum Bapak saya ketika itu, “Pak, maaf nggih. Mungkin saya akan sering-sering kesini ambil titipan barang.” 

Bapak saya tertawa, ibu saya tertawa, dan kami berdua tertawa paling keras. Saya bersyukur Bapak Ibu mengijinkan perkara titip kiriman ini. Keluarga kami jadi tahu bagaimana menyenangkannya Hani ini, dan bagaimana Hani selalu menitipkan banyak salam untuk almarhum Bapak dan Ibu. 


Oh iya, ada cerita yang lain.

Hani selalu menggoda Arya saat balita dulu karena Arya selalu tidak pernah mau diajak salim atau dicium. Hani selalu bilang, “Tante Hani enggak suka sama Arya. Enggak pernah mau dicium, enggak pernah mau diajak salim. Tante Hani ngambek sama Arya.”

Tapi bukan Hani namanya kalau dia tidak baik hatinya. Setiap ada mainan atau makanan yang sekiranya Arya suka, selalu diberikan ke dia. Saya sering menolak, karena dititipkan ke saya. Tapi bukan Hani namanya kalau tidak berhasil melancarkan rayuan gombalnya supaya saya mau membawa titipannya.

Arya, selalu suka barang dan makanan pemberian Hani. Coklat, permen, gantungan kunci. Bahkan gantungan kunci berbentuk snack rumput laut, masih tergantung di tas sekolahnya meskipun sudah tidak tampak lagi gambarnya. 

Dan saat saya menyampaikan berita bahwa Hani sudah meninggal, Arya tanya, “Tante Hani temannya Mama yang lucu dan yang suka sama aku, Ma?”
.
.
Selamat jalan, Hani. Semoga Allah menempatkanmu di sisi-Nya bersama orang-orang sholeh. 

Dan biarlah ‘buku harian’ tentangmu tetap tersimpan sebagai ingatan masa lalu yang indah, yang nanti bisa saya baca sewaktu-waktu.

Cara Praktis Memesan Bunga Papan yang Cantik dan Murah Dimana Pun Kalian Berada

| on
Monday, March 23, 2020
Apa yang kalian semua butuhkan saat kalian mendapatkan berita bahagia atau berita menyedihkan?

Perhatian.

Betul tidak?

Kita sebagai makhluk sosial, selalu membutuhkan perhatian. Saat menerima kabar menyenangkan, kita juga butuh perhatian, kita butuh menjadi pusat perhatian. Apalagi di saat kita sedang sedih, perhatian dari orang lain sangat kita butuhkan. Minimal ada yang menepuk pundak kita untuk membantu kembali kuat.

Salah satu perhatian yang bisa kita berikan kepada keluarga, sahabat atau rekan kerja adalah dengan mengirimkan bunga papan. Sebuah perhatian sederhana. Karena kita mengetahui sejak dulu, bahwa bunga menjadi hadiah paling efektif untuk memberikan perhatian kepada orang lain.

Treats By Traveloka Eats Memberikan Penawaran dan Pengalaman Makan yang Seru Bersama Keluarga

| on
Tuesday, March 10, 2020

Akhir tahun 2018, saya dan keluarga main-main ke Jakarta. Mendadak. Rencana ke Jakarta tidak lebih dari 2 minggu. Karena suami lihat ada pemberitahuan bakal ada sirkus di Jakarta. Kami semangat, karena jarang sekali ada sirkus di daerah kami. Apalagi sirkus ini sudah keliling dunia dan tidak menggunakan hewan dalam pertunjukannya.

Tapi jauh-jauh ke Jakarta hanya untuk nonton sirkus, rasanya bakal tidak puas. Udah jauh-jauh dari Gresik, masa hanya nonton sirkus terus pulang? Akhirnya kami susun ulang itinerary dan memasukkan lokasi wisata yang lainnya. Salah satu tujuan itinerary lainnya adalah Taman Impian Jaya Ancol.

Main-Main ke Kebun Binatang Gembira Loka, Salah Satu Wisata Anak di Yogyakarta

| on
Tuesday, February 25, 2020


Sepulang dari Yogjakarta beberapa waktu yang lalu, Arya dan Fatin heboh sekali bercerita ke saudara-saudaranya mereka kemana saja saat di sana. Kemudian saat menyebut pergi ke kebun binatang Gembira Loka, salah satu saudaranya nyeletuk, "Ngapain sih jauh-jauh ke Yogjakarta cuma untuk ke kebun binatang?".

Eits, tunggu dulu.

Gembira Loka nggak bisa diremehkan lho, sebagai destinasi wisata anak di Yogjakarta. Lokasi wisata ini benar-benar memberikan kesan yang menarik bagi kami berempat.

Lalu apa saja sih yang membuat Kebun Binatang Gembira Loka di Yogyakarta ini menarik untuk dikunjungi?

Drama Korea Chocolate: Perpaduan Manis Antara Medis, Makanan dan Cinta

| on
Friday, January 31, 2020

Bagi saya, drama korea 2019 berjudul Chocolate ini merupakan penutup tahun 2019 dan pembuka tahun 2020 yang manis sekali. Sebuah drama tentang dunia medis, makanan dan percintaan, yang diolah dengan sangat rapi di setiap episodenya.

Medis dan makanan?

Sepertinya nggak nyambung ya. Dua tema yang sangat berbeda, tapi ditayangkan dengan sungguh apik lho di drama ini. Makanan di sini bukan hanya dihadirkan sebagai pelengkap, tapi makanan sebagai penghubung segala cerita dari masing-masing tokoh. Bukan hanya tokoh utama saja, tapi juga tokoh-tokoh pendukungnya.


Details Drama Korea Chocolate

Genre: Drama, romance, makanan, medis
Episode: 16
Broadcast network: JTBC
Periode tayang: 29 November 2019 sampai 18 Januari 2020

Production Company: JYP Pictures
Director: Lee Hyung Min
Screenwriter: Lee Kyung Hee

Daftar Pemain Utama Drama Chocolate:
Ha Ji Won sebagai Moon Cha Young
Yoon Kye Sang sebagai Lee Kang
Jang Seung Jo sebagai Lee Joon (sepupu Lee Kang)
Yoo Tae Oh sebagai Kwon Min Sung (kekasih Moon Cha Young)
Min Jin Woong sebagai Moon Tae Hyun (saudara Moon Cha Young)

Mesin EDC GoPay Bantu Pembeli yang Enggan Bawa Uang Cash

| on
Friday, January 10, 2020

Kemajuan teknologi didasarkan bagaimana membuatnya cocok sehingga Anda tidak menyadarinya, hingga menjadi bagian keseharian dalam hidup – Bill Gates


Iya betul, kalau kita mengatakan sekarang jamannya semua serba menggunakan teknologi. Sesuai dengan kalimat yang disampaikan oleh Bill Gates, hampir dari kita semua, sudah menjadikan teknologi sebagai bagian dalam kehidupan kita. 

Bahkan beberapa dari kita sudah candu menggunakan teknologi. Tanpa memandang usia.

Saya sebagai guru bimbingan dan konseling, sering menjadikan games online sebagai contoh candu dalam penggunaan teknologi. Padahal, saya sendiri sebagai seorang konsumen juga selalu mencari cara memesan tiket bioskop secara online dan tergoyahkan dengan mesin EDC Gopay saat makan di luar rumah. Ibu saya, sekarang suka mendengarkan ceramah agama lewat Youtube, terutama saat menjelang tidur malam. Kedua anak saya pun sama, juga suka menggunakan Youtube Kids kalau sudah bosan beraktifitas fisik.

Teknologi bukan lagi ‘seolah menjadi bagian dalam kehidupan kita’. Tapi teknologi ‘sudah menjadi bagian dalam kehidupan kita’. 

Bagi saya, teknologi itu punya dua fungsi. (1) menjadi sarana untuk menyenangkan diri, dan (2) menjadi alat untuk memudahkan hidup.

Main games online dan menonton Youtube adalah contoh dari teknologi sebagai sarana untuk menyenangkan diri. Sedangkan membayar melalui mesin EDC Gopay, adalah contoh teknologi sebagai alat untuk memudahkan hidup.



Saat liburan sekolah di akhir Desember 2019 lalu, saya ada jadwal piket di sekolah. Karena jam piket lebih pendek ketimbang jam mengajar, artinya saya punya beberapa jam sebelum saya menjemput anak saya di rumah ibu. Main dulu ke Icon Mall (salah satu mall di Gresik) buat cari beberapa skincare yang sudah hampir habis. 

Cari skincare selesai dan bahagia karena dapat banyak diskon akhir tahun, saya memutuskan untuk keliling dulu cari cemilan karena lapar. Ternyata, sekadar berburu diskon akhir tahun saja, membuat perut mudah kroncongan karena otak harus diajak berfikir apakah diskonannya worth it atau nggak *abaikan cerita yang ini*.

Di lantai dasar mall, banyak tenant makanan yang bisa jadi pilihan. Jalan pelan-pelan untuk melihat apa yang menarik. Sempat berhenti di salah satu toko roti favorit anak-anak, tapi ngga jadi beli karena uang cash saya habis setelah beli skincare tadi. Meskipun di ponsel saya ada saldo Gopay dan ada kartu ATM, saya ingat kalau toko roti ini nggak menerima transaksi moneyless. Ya sudah, beralih ke tenant yang lain.

Saat berkeliling, tiba-tiba saya berhenti di salah satu tenant roti yang ternyata penjaganya itu murid saya dulu. Yang membuat saya tertarik adalah, dia kerja setelah lulus SMA. Padahal, dia dulu sering datang ke ruang BK untuk konsultasi tentang pilihan untuk melanjutkan ke jenjang kuliah. 

Mesin EDC SPOTS yang praktis sekali

Saya lihat ada mesin EDC di atas meja. Yes, saya bisa pesan tanpa keluarkan uang cash! Setelah memesan dua menu karena, saya ajak dia ngobrol karena kebetulan belum ada pembeli yang lain. Ternyata dia memang sengaja menunda dulu masuk kuliah karena masalah biaya. Dia kerja dulu untuk mengumpulkan biaya masuk kuliah di tahun ini. Setelah pesanan saya selesai, saya keluarkan ponsel dan dompet untuk membayar.

‘“Pakai Gopay bisa nggak?” tanya saya setelah saya tahu kalau ternyata mesin EDC itu adalah mesin SPOTS yang nggak ada tombolnya sama sekali. Kalau mesin EDC SPOTS seperti ini, pembayarannya pasti dengan cara scan kode QR

“Bisa, Bu.” jawab dia sambil mengambil mesin SPOTS yang ada di atas meja. 


Mesin EDC Gopay SPOTS yang Memudahkan Transaksi Moneyless


Banyak dari kita yang memilih moneyless tanpa perlu membawa banyak uang cash yang mempertebal dompet. Tinggal tap tap gesek atau scan, transaksi beres. Record rapi pula, karena laporan transaksi sudah tercantum rinci di ibanking atau di aplikasi moneyless. Contohnya saja, kemudahan saya saat memesan GoJek untuk menjemput anak pulang sekolah. 

Sejauh ini ada dua cara yang bisa kita lakukan saat melakukan pembayaran dengan scan kode QR melalui aplikasi GoJek. Yang pertama yaitu melakukan scan kode QR yang sudah dicetak di kertas oleh pemilik usaha. Cara kedua adalah dengan melakukan scan kode QR di mesin SPOTS. 

Mesin SPOTS sendiri ini sifatnya multifungsi, karena bisa dipakai untuk melakukan banyak hal. Apa saja sih yang bisa kalian lakukan kalau kalian memiliki mesin SPOTS ini?


Mesin EDC SPOTS Menerima Pembayaran Go-Food 


Saat saya habiskan pesanan saya di tenant sambil membalas beberapa pesan dari teman, ada beberapa driver GoJek yang datang memesan Go-Food. Saya perhatikan, mereka tinggal bilang pesanan siapa dan memesan apa. Sedangkan pesanannya sudah hampir siap. Ternyata murid saya sedari tadi berkutik dengan bahan makanan, untuk menyiapkan pesanan para driver yang tertera di mesin EDC GoPay. 

Driver Gojek bertransaksi dengan menggunakan mesin EDC SPOTS

Artinya begini, kalau kalian punya mesin SPOTS, mesin ini akan memberikan laporan kalau ada pesanan melalui Go-Food. Sambil menunggu driver datang, kalian bisa siapkan pesanannya. Jadi saat driver sudah datang, pesanan kalian sudah siap atau tinggal finishing saja. Hm, kalau seperti ini, bakal memberikan nilai bagus buat usaha kalian karena kecepatan penyelesaian pesanan.


Mesin SPOTS Bisa Untuk Pembayaran dengan Menggunakan GoPay


Seperti transaksi saya di meja kasir, mesin SPOTS ini sendiri bisa dipakai untuk membantu pembayaran dengan menggunakan GoPay. Kalian tinggal memberikan kode QR yang nanti akan dimunculkan di mesin SPOTS kepada pelanggan, dan viola! Dana kalian sudah masuk ke akun GoJek kalian, setelah pelanggan melakukan scan kode QR.

Scan kode QR yang muncul di mesin EDC SPOTS

Muncul total transaksi dan lokasi kita bertransaksi

Oh iya, saya dengar info nih, kalau mesin SPOTS ini ternyata juga mesin EDC dengan kartu debit. Tenant atau toko yang menggunakan mesin SPOTS, akan menerima pembayaran dengan menggunakan kartu debiit. Wah ... pelanggan bakal makin nyaman dengan pilihan pembayaran ya! Berfaedah sekali untuk kalian yang memiliki pelanggan yang ingin membayar secara moneyless dan nggak bawa uang cash dan sedang tidak memiliki atau membawa aplikasi GoJek.


Mesin EDC SPOTS Bisa Langsung Cetak Resi


Mesin SPOTS sendiri sudah dilengkapi dengan mesin untuk mencetak resi di dalamnya. Jadi saat transaksi selesai, resi akan langsung tercetak. Nggak butuh mesin tambahan lagi untuk mencetak resi. Lebih praktis!


Mesin EDC SPOTS Mengirim Laporan Transaksi Harian 


Kalau kalian menggunakan mesin EDC GoPay, kalian sudah nggak perlu lagi mencatat laporan penghasilan usaha kalian secara manual. Karena SPOTS akan mengirim secara rinci semua transaksi melalui email setiap hari. Nggak hanya itu saja, kalian juga bisa memantau perkembangan omzet kalian melalui aplikasi. Hm, mudah sekali bukan?

.
.

Saya pikir, apa yang dikatakan Bill Gates itu benar. Bahwa teknologi itu dibuat cocok untuk kehidupan kita, sampai-sampai kita sendiri nggak sadar kalau ternyata teknologi itu sudah membantu melakukan banyak hal dalam aktifitas kita. Termasuk cara menggunakan mesin EDC SPOTS yang mudah, merupakan teknologi yang dibuat untuk membantu usaha kalian.

Custom Post Signature

Custom Post  Signature