Mama Arkananta

Bismillah. Mari Menyeduh Manfaat dari Secangkir Kata

EXO Comeback bersama EXO-L Dengan Special Album Berjudul Don’t Fight The Feeling

| on
Saturday, June 12, 2021
Don't Fight The Feeling

Menjadi seorang fans Korean Pop alias KPop, yang paling ditunggu-tunggu adalah kabar dari idolnya. Karena saya dan teman-teman KPop-er lainnya memahami betul, bahwa berani nyemplung di dunia KPop, berarti siap untuk enggak dapat banyak kabar dari artisnya.

Karena, kami ngerti sekali, kehidupan idol di Korea tuh susah sekali buat diulik dan dikepoin. Berbeda dengan penyanyi di Indonesia yang setiap detik ada saja kabar terbaru. Itulah kenapa, saat EXO ada slentingan kabar bakal comeback group, rasanya deg-degan setengah mati. Padahal masih slentingan kabar lho, belum announce langsung dari agensinya, SM Intertaiment.

DAN.. ENG ING!!!! EXO BENERAN COMEBACK DONGG!!!

Dengan judul lagu yang sama dengan nama albumnya, DON’T FIGHT THE FEELING.

Ada rasa yang enggak bisa diungkapkan saat EXO comeback dengan lagu yang easy listening, ditambah dengan MV (Movie Video) yang berbeda dengan MV EXO yang lainnya karena banyak menggunakan teknik CGI.

The Box. Beranikah Kamu Menghancurkan Pembatas Yang Menghalangi Jalanmu?

| on
Sunday, May 30, 2021
Film Korea The Box

Ada sebagian dari kita yang bisa memotivasi diri sendiri supaya kelebihan kita ini bisa dilihat bahkan diapresiasi oleh orang lain. Tapi ada juga sebagian dari kita yang ‘menunggu’ orang lain untuk menemukan (baik sengaja atau tidak sengaja) kelebihan yang kita punya.

Sebagian yang pertama, kebanyakan terjadi pada mereka yang mampu membentuk rasa percaya diri secara mandiri, mampu menyusun rencana step by step, dan siap untuk jatuh bangun atau terseok dalam perjalanannya.

Sedangkan yang kedua, kebanyakan memang terjadi pada orang-orang yang rasa percaya dirinya rendah. Sehingga dia butuh bantuan untuk keluar dari zona nyaman dan berani melakukan langkah pertama untuk merasakan apresiasi orang lain.

Kalian ada di sebagian yang pertama, atau sebagian yang kedua?


The Box. Beranikah Kamu Menghancurkan Pembatas Yang Menghalangi Jalanmu?


Film Korea 2021 berjudul The Box ini berkisah tentang seorang produser musik bernama Kim Min Soo (Jo Dal Hwan). Setelah dia berhasil membuat salah satu idol perempuan bernama Rothy naik daun dan mendapat tanggapan positif dari para penikmat musik, pergaulan Kim Min Soo semakin luas dan membuatnya terlena sehingga menjadi mudah percaya dengan orang lain. Kemudian dia ditipu, bangkrut, dan hutang semakin banyak.


Film The Box

Setahun dari kasus penipuan yang terjadi padanya, dia bertemu dengan Ji Hoon (Park Chanyeol), yang memiliki kemampuan bermain gitar yang luar biasa. Sebagai produser yang memiliki telinga yang bagus dalam mendengarkan dan mengakomodasi sebuah musik, Kim Min Soo akhirnya mengajak Ji Hoon untuk mengembangkan kemampuan bermusiknya.

Keuntungan yang Kim Min Soo tawarkan adalah, Ji Hoon bisa menunjukkan ke orang lain kemampuan bermusiknya yang luar biasa ke orang lain, sedangkan Kim Min Soo bisa kembali menjadi produser musik meskipun memulai lagi dari nol.

Tapi ada satu kendala, Ji Hoon memiliki kekurangan, yaitu tidak bisa tampil di depan orang lain. Jika dipaksakan, maka keringat dingin akan mengucur deras di badannya dan dia bisa pingsan. Kim Min Soo tidak habis akal. Dia membawa sebuah kardus bekas wadah kulkas dua pintu di hadapan Ji Hoon dan mempersilakan Ji Hoon bermain di dalamnya. Dengan begitu, Ji Hoon tetap bisa bermusik di depan orang lain tanpa perlu merasa takut.

Ji Hoon setuju, dan berjalanlah kontrak dengan Kim Min Soo untuk bermain musik sebanyak sepuluh kali di lokasi-lokasi yang sudah Kim Min Soo tentukan.

Apakah yang membuat Ji Hoon tidak bisa bermusik di depan orang banyak? Apakah Ji Hoon berhasil memainkan gitarnya di hadapan para penonton? Apakah Kim Min Soo berhasil kembali meraih kesuksesan?


Baca juga :


The Box. Sebuah Talenta Itu Perlu Ditunjukkan Ke Orang Lain


Setelah mengasah kemampuan yang kita miliki dengan melakukan latihan setiap hari, kita juga perlu menunjukan ke orang lain kemampuan kita ini. Bukan bermaksud untuk pamer, tapi supaya kebutuhan kita atas penghargaan dari orang lain bisa terpenuhi.


Pemeran Film The Box

Ji Hoon memiliki kepribadian yang tidak terlalu banyak menarik perhatian orang, tapi dia juga manusia yang memiliki kebutuhan untuk dihargai oleh orang lain. Jika merujuk pada teori kebutuhan Maslow, Ji Hoon juga membutuhkan pengakuan dan apresiasi dari kemampuan yang dia punya.

Sepertinya, hal ini akhirnya disadari oleh Ji Hoon setelah bertemu dengan Kim Min Soo. Awalnya, dia hanya dianggap sebagai seorang penjaga parkir biasa yang selalu bersembunyi di dalam kantor yang sempit dan sepi. Setelah tampil di beberapa lokasi sesuai perjanjian, dia akhirnya dikenal pelan-pelan sebagai pemusik dengan ciri khas yang berbeda.

Setelah bermain gitar di hadapan orang lain, dia menyukai tepuk tangan riuh serta pujian dari penonton, meskipun dia masih belum merasa nyaman untuk bermain gitar tanpa kardus kulkasnya. Dengan mata berbinar-binar, dia menikmati akhir yang menyenangkan setelah bermusik sambil membanggakan hal ini di depan Kim Min Soo.


The Box. Break Your Box!


Tidak mudah untuk mendapatkan apresiasi dari orang lain atas kemampuan dan bakat yang kita miliki. Sebelum mendapatkan perhatian dan pengakuan, kita perlu mendobrak ‘penghalang’ yang menjadi tembok besar di depan kita.


Film Korea The Box


Ada sebuah percakapan Ji Hoon dengan Kim Min Soo yang membuat saya menyadari maksud dari film ini dibuat, dan mengapa mengajak salah satu member EXO dengan bakat yang luar biasa sekelas Park Chanyeol (member EXO).



Saat di dalam mobil dan menyadari bahwa Kim Min Soo memiliki banyak hutang yang belum dia bayar, Ji Hon berkata pada Kim Min Soo yang saat itu sedang berada di depan kemudi, “Ingat yang Nana katakan padaku?”

Kim Min Soo melihat Ji Hoon sekilas, kemudian kembali berkonsentrasi pada jalanan yang ada di depannya. “Saat aku menutup mataku, aku melihat dunia yang lebih besar,” ucap Ji Hoon menirukan kalimat Nana, si pemilik suara indah yang juga sebagai pemilik bar di mana Ji Hoon kemarin bermain di sana.

Ji Hoon kembali berucap, “Mungkin aku takut meninggalkan kardusnya. Itulah kenapa aku (selalu) melarikan diri.”


Percakapan yang sederhana, namun bagi saya, percakapan ini adalah inti mengapa film The Box di buat. Orang-orang di balik pembuatan film ini ingin menunjukkan kepada para penonton, bahwa di luar sana, ada dunia dengan orang-orang yang mau menerima kemampuan yang kita miliki. Tetapi untuk menarik perhatian orang-orang ini, kita perlu terlebih dahulu memberanikan diri untuk menghancurkan penghalang yang ada di dalam diri kita, supaya kita siap menunjukkan ke orang lain bahwa kita memiliki kemampuan yang layak untuk diakui.


Park Chanyeol

Penghalang ini banyak rupanya. Contohnya saja rasa tidak percaya diri (minder), takut diejek, trauma masa lalu, dan kegagalan di masa lalu. 

Memang tidak mudah untuk menghancurkan penghalang ini. Kim Min Soo dan Ji Hoon memberikan gambaran ini pada kita. Ada banyak rencana gagal, ada banyak air mata, ada banyak kekecewaan yang harus mereka berdua hadapi. Tapi, dengan tekad yang kuat, dibarengi dengan hati yang siap, akhirnya mereka berhasil menarik perhatian orang lain.

5 Serial TV Terbaik Versi Mama Arkananta

| on
Sunday, April 18, 2021
Saya rindu nonton serial TV. Yang nontonnya benar-benar di TV ya, bukan di layar ponsel.

Kenapa gitu?

Karena saya dan suami sudah kalah sama anak-anak yang lebih sering menyalakan televisi untuk nonton serial atau program anak-anak. Ya enggak masalah juga sebenarnya, karena serial yang mereka lihat pun juga masih sesuai umur dan bukan serial yang ‘membahayakan’. Sekarang, hiburan saya untuk melihat serial, beralih melalui ponsel. Yang bisa dilihat sambil rebahan setelah beraktifitas atau saat benar-benar mager enggak mau melakukan apa-apa.

Sebelum mengenal drama Korea, saya masih rajin mengikuti beberapa serial TV western. Tema serial TV western yang saya suka sebenarnya yang berhubungan dengan misteri yang memberikan sedikit jump scream. Bagi saya, western ini masih jagonya bikin cerita-cerita seperti ini tanpa banyak hole plot.

Langsung saja ya, saya beri bocoran lima serial TV terbaik versi Mama Arkananta. Ini random ya, enggak dari western saja.

Katanya, Tak Tahu 7 Hal Ini, Maka Tak Sayang Sama Pemilik Blog Mama Arkananta

| on
Saturday, April 17, 2021
Ria Rochma

Saya memang sudah lebih dari lima tahun menulis di blog. Tapi itu bukan hal yang perlu dibanggakan, karena blog saya ini rasanya hanya jalan di tempat. Kalau pun maju, majunya juga enggak sampai yang berlari cepat.

Meskipun menulis merupakan salah satu passion saya, tapi jujur saya akui, saya enggak sepenuhnya menaruh perhatian saya di sini. Perhatian saya terbagi dengan kehidupan dan pekerjaan di real life. Jadi saya paham sekali kenapa blog ini seolah jalannya lambat dan tidak banyak di kenal orang.

Kata orang, tak kenal maka tak sayang. Jadi bolehlah saya menceritakan ulang sedikit tentang saya, pemilik blog Mama Arkananta. Kalau kalian sudah kenal sama saya, bolehlah dibaca ulang. Kalau baru kenal, silakan baca sampai akhir, lalu tinggalkan komentar supaya kita bisa saling kenal.

Live Sitcom (On Air): Secret Contract - Hallo Actor Kang Seungsik!

| on
Friday, April 16, 2021


Live Sitcom (On Air): Secret Contract

Apa sih yang membahagiakan dan membanggakan menjadi seorang penggemar?

Layaknya menjadi orang tua, menjadi seorang fans ada kalanya berada pada posisi itu. Melihat skill orang yang kita gemari tumbuh, kita merasa seperti orang tua yang sedang melihat anaknya berkembang.

Ini yang sekarang saya rasakan sebagai Alice, sebutan fans grup idol Korea, Victon.

Saya menjadi Alice baru bulan Oktober 2020 kemarin. Berawal dari setengah hiatusnya EXO karena beberapa member-nya yang sedang wajib militer (wamil). Salah satu alasan kenapa saya jadi fans dadakan Victon adalah karena tiap member memiliki pesona karena ‘kemampuan lain’ yang mereka punya.

Definisi Bahagia: Blogger Pendengar K-Pop

| on
Sunday, March 21, 2021
Mama Arkananta

Menyukai sesuatu itu, memang paling nyaman ketika ada yang temannya. Karena kita bisa sharing kebahagiaan kita saat menikmati atau melakukan apa yang kita suka itu tadi.

Beberapa teman online saya, sudah tahu kalau saya ini penyuka drama Korea yang nikung jadi suka k-pop. Korean Pop. Lagu-lagu Korea. Saya tidak menamakan diri saya sebagai k-pop-er, tapi memang menikmati k-pop bisa menggeser lagu-lagu Indonesia dan Western ke urutan kedua.

Mengenal k-pop sebenarnya sudah lama. Saya tahu Super Junior sejak saya kuliah. Saya dan almarhum bapak suka mendengarkan lagu-lagunya BoA. Dulu, saat lagu JTL yang judulnya My Lecon ramai jadi soundtrack film Step Up 2 dan dijadikan backsound street dance yang keren abis, saya dengerin dan nonton sama suami. Bahkan saat EXO masih 12 member dan mereka debut pun, saya tahu.

Lalu kenapa baru menggandrungi k-pop sekarang? Entah. Hanya itu jawabannya.

Lha, postingan ini selesai dong? Nggaklah.

Kembali ke perkara kesukaan dan teman yang membersamai (ecie bahasanya, semoga tidak dihujat para parenting lover). Jujur saja, di lingkup tempat saya kerja, yang konsisten dengan kekoreaan hanya saya. Dari dramanya sampai lagu-lagunya. Seolah seperti saya yang paling tahu all about Korea. Padahal nggak.

Kondisi ini karena saya tidak punya teman hahahihi untuk bicarakan all about Korea itu tadi, terutama bicarakan k-pop. Saya malah menemukan teman hore-hore ini di dunia virtual. Thanks to Twitter and Whatsapp story yang bikin saya ngerti kesukaan teman dan follower saya.

Dari dua platform ini, saya jadi punya banyak teman k-pop-er yang jangkauannya semakin meluas sehingga informasi dari dunia k-pop gampang banget didapatnya. Kalau ditanya berapa grup k-pop yang saya gabung di Whatsapp, jangan ditanya. Banyak. Tapi, saya hanya konsentrasi ke dua idol kesayangan, EXO dan Victon.


EXO
EXO ^____^


Dari grup-grup besar ini, lahir juga grup-grup kecil yang isinya mereka-meraka yang memiliki concern yang sama di dunia k-pop. Grup ini membuat saya makin nyaman, karena makin ke sini, bukan hanya k-pop saja yang dibicarakan. Ya elah, penyuka k-pop tuh nggak melulu kekoreaan yang dibahas kok. Malah lebih sering bicara hal-hal personal kalau sudah masuk grup-grup kecil begini.

Bahkan saya jadi admin di grup kecil yang isinya ibu-ibu 25+ penyuka dedek-dedek gemes EXO ^_____^


Victon
VICTON ^_____^


DARI BLOG MENUJU K-POP


Kalau bahas dunia k-pop yang kompleks dan gampang bikin emosi naik turun, saya konsisten ngobrolnya sama Indah Nurma, pemilik www.dindahnurma.com. Gadis single cantik asli Surabaya ini, punya pola pikir yang kompleks dan sering out of the box.

Awal kenal, tentunya dari beberapa kali kami satu event. Lalu gabung di grup WA Ning Blogger Surabaya. Saya ingat betul, saya chat pribadi dengan Indah saat saya lihat Whatsapp story dia yang menampilkan foto behind the scene sebuah produk skincare. Dari situlah saya tahu kalau kami suka dengarkan k-pop. Dia sebagai Melody (fans dari BTOB) dan saya sebagai EXOL (fans dari EXO). Meskipun ujung-ujungnya saya nikung ke Victon, dan kami oleng bersama ke Lee Jin Hyuk dan Kim Wooseok.


Indah Nurma


Kalau di scroll ke atas, chat kami isinya bukan hanya gemesin dedek-dedek, tapi juga bicarakan gosip-gosip terhangat yang selalu rame di linimasa Twitter. Bahasan kami semakin melebar kemana-mana, mulai dari film, politik, pendidikan, agama, dan banyak bahasan berat lainnya.

Beberapa kali terakhir kami ketemuan, bahasannya malah bukan k-pop lagi, tapi topik lain yang tidak kalah seru.

Kata Indah, bahas k-popnya di chat saja. Kita ketemuan buat rumpiin lainnya ^_____^


Lee Jin Hyuk


BUKAN BAHAS BEAUTY, MALAH BAHAS K-POP


Selain dengan Indah, akhir-akhir ini saya intens ngobrol k-pop sama Gadis, pemilik www.gadzotica.com. Gadis adalah salah satu blogger Surabaya yang punya niche beauty untuk blognya. Kami pernah ketemu di beberapa event yang bertema beauty di Surabaya.


Devi, Gadis, saya 


Dari Twitter saya tahu kalau kami sama-sama ngefans Victon. Seolah gayung bersambut karena saya Alice (nama fans Victon) yang masih baby, bertemu dengan Alice yang lebih senior. Dari Twitter kami berpindah ke DM Instagram. Bicarakan Victon seharian nggak ada bosannya. Dari pagi, sampai tengah malam. Nggak hanya saling share informasi terbaru, tapi juga saling menertawakan kekonyolan member Victon.

Kocaknya, saya sama dia nggak ngerti nomer WA kami masing-masing karena kami lebih nyaman chat via DM. Wkwkwk.. ntar ya Dis, aku tanyain nomer telponmu berapa wkwkw.


Victon


Hingga akhirnya, saya sama Gadis (ditambah Devi pemilik www.depruttt.com) janjian untuk unboxing album Victon yang terbaru, The Future Is Now, akhir Februari kemarin. Jangan ditanya hebohnya bagaimana saat itu. Untung saja, teriakan kami teredam oleh acara fashion show anak-anak di sebelah coffee shop tempat kami unboxing.

Bahkan dari kemarin saja kami masih nangis-nangisan heboh karena salah satu member Victon, Kang Seungsik, debut sebagai actor melalui drama musikal. Dan kami berkesempatan nonton dari awal sampai akhir, sebanyak 7 episode.


Victon



Custom Post Signature

Custom Post  Signature