Mama Arkananta

Bismillah. Mari Menyeduh Manfaat dari Secangkir Kata

Mesin EDC GoPay Bantu Pembeli yang Enggan Bawa Uang Cash

| on
Friday, January 10, 2020

Kemajuan teknologi didasarkan bagaimana membuatnya cocok sehingga Anda tidak menyadarinya, hingga menjadi bagian keseharian dalam hidup – Bill Gates


Iya betul, kalau kita mengatakan sekarang jamannya semua serba menggunakan teknologi. Sesuai dengan kalimat yang disampaikan oleh Bill Gates, hampir dari kita semua, sudah menjadikan teknologi sebagai bagian dalam kehidupan kita. 

Bahkan beberapa dari kita sudah candu menggunakan teknologi. Tanpa memandang usia.

Saya sebagai guru bimbingan dan konseling, sering menjadikan games online sebagai contoh candu dalam penggunaan teknologi. Padahal, saya sendiri sebagai seorang konsumen juga selalu mencari cara memesan tiket bioskop secara online dan tergoyahkan dengan mesin EDC Gopay saat makan di luar rumah. Ibu saya, sekarang suka mendengarkan ceramah agama lewat Youtube, terutama saat menjelang tidur malam. Kedua anak saya pun sama, juga suka menggunakan Youtube Kids kalau sudah bosan beraktifitas fisik.

Teknologi bukan lagi ‘seolah menjadi bagian dalam kehidupan kita’. Tapi teknologi ‘sudah menjadi bagian dalam kehidupan kita’. 

Bagi saya, teknologi itu punya dua fungsi. (1) menjadi sarana untuk menyenangkan diri, dan (2) menjadi alat untuk memudahkan hidup.

Main games online dan menonton Youtube adalah contoh dari teknologi sebagai sarana untuk menyenangkan diri. Sedangkan membayar melalui mesin EDC Gopay, adalah contoh teknologi sebagai alat untuk memudahkan hidup.



Saat liburan sekolah di akhir Desember 2019 lalu, saya ada jadwal piket di sekolah. Karena jam piket lebih pendek ketimbang jam mengajar, artinya saya punya beberapa jam sebelum saya menjemput anak saya di rumah ibu. Main dulu ke Icon Mall (salah satu mall di Gresik) buat cari beberapa skincare yang sudah hampir habis. 

Cari skincare selesai dan bahagia karena dapat banyak diskon akhir tahun, saya memutuskan untuk keliling dulu cari cemilan karena lapar. Ternyata, sekadar berburu diskon akhir tahun saja, membuat perut mudah kroncongan karena otak harus diajak berfikir apakah diskonannya worth it atau nggak *abaikan cerita yang ini*.

Di lantai dasar mall, banyak tenant makanan yang bisa jadi pilihan. Jalan pelan-pelan untuk melihat apa yang menarik. Sempat berhenti di salah satu toko roti favorit anak-anak, tapi ngga jadi beli karena uang cash saya habis setelah beli skincare tadi. Meskipun di ponsel saya ada saldo Gopay dan ada kartu ATM, saya ingat kalau toko roti ini nggak menerima transaksi moneyless. Ya sudah, beralih ke tenant yang lain.

Saat berkeliling, tiba-tiba saya berhenti di salah satu tenant roti yang ternyata penjaganya itu murid saya dulu. Yang membuat saya tertarik adalah, dia kerja setelah lulus SMA. Padahal, dia dulu sering datang ke ruang BK untuk konsultasi tentang pilihan untuk melanjutkan ke jenjang kuliah. 

Mesin EDC SPOTS yang praktis sekali

Saya lihat ada mesin EDC di atas meja. Yes, saya bisa pesan tanpa keluarkan uang cash! Setelah memesan dua menu karena, saya ajak dia ngobrol karena kebetulan belum ada pembeli yang lain. Ternyata dia memang sengaja menunda dulu masuk kuliah karena masalah biaya. Dia kerja dulu untuk mengumpulkan biaya masuk kuliah di tahun ini. Setelah pesanan saya selesai, saya keluarkan ponsel dan dompet untuk membayar.

‘“Pakai Gopay bisa nggak?” tanya saya setelah saya tahu kalau ternyata mesin EDC itu adalah mesin SPOTS yang nggak ada tombolnya sama sekali. Kalau mesin EDC SPOTS seperti ini, pembayarannya pasti dengan cara scan kode QR

“Bisa, Bu.” jawab dia sambil mengambil mesin SPOTS yang ada di atas meja. 


Mesin EDC Gopay SPOTS yang Memudahkan Transaksi Moneyless


Banyak dari kita yang memilih moneyless tanpa perlu membawa banyak uang cash yang mempertebal dompet. Tinggal tap tap gesek atau scan, transaksi beres. Record rapi pula, karena laporan transaksi sudah tercantum rinci di ibanking atau di aplikasi moneyless. Contohnya saja, kemudahan saya saat memesan GoJek untuk menjemput anak pulang sekolah. 

Sejauh ini ada dua cara yang bisa kita lakukan saat melakukan pembayaran dengan scan kode QR melalui aplikasi GoJek. Yang pertama yaitu melakukan scan kode QR yang sudah dicetak di kertas oleh pemilik usaha. Cara kedua adalah dengan melakukan scan kode QR di mesin SPOTS. 

Mesin SPOTS sendiri ini sifatnya multifungsi, karena bisa dipakai untuk melakukan banyak hal. Apa saja sih yang bisa kalian lakukan kalau kalian memiliki mesin SPOTS ini?


Mesin EDC SPOTS Menerima Pembayaran Go-Food 


Saat saya habiskan pesanan saya di tenant sambil membalas beberapa pesan dari teman, ada beberapa driver GoJek yang datang memesan Go-Food. Saya perhatikan, mereka tinggal bilang pesanan siapa dan memesan apa. Sedangkan pesanannya sudah hampir siap. Ternyata murid saya sedari tadi berkutik dengan bahan makanan, untuk menyiapkan pesanan para driver yang tertera di mesin EDC GoPay. 

Driver Gojek bertransaksi dengan menggunakan mesin EDC SPOTS

Artinya begini, kalau kalian punya mesin SPOTS, mesin ini akan memberikan laporan kalau ada pesanan melalui Go-Food. Sambil menunggu driver datang, kalian bisa siapkan pesanannya. Jadi saat driver sudah datang, pesanan kalian sudah siap atau tinggal finishing saja. Hm, kalau seperti ini, bakal memberikan nilai bagus buat usaha kalian karena kecepatan penyelesaian pesanan.


Mesin SPOTS Bisa Untuk Pembayaran dengan Menggunakan GoPay


Seperti transaksi saya di meja kasir, mesin SPOTS ini sendiri bisa dipakai untuk membantu pembayaran dengan menggunakan GoPay. Kalian tinggal memberikan kode QR yang nanti akan dimunculkan di mesin SPOTS kepada pelanggan, dan viola! Dana kalian sudah masuk ke akun GoJek kalian, setelah pelanggan melakukan scan kode QR.

Scan kode QR yang muncul di mesin EDC SPOTS

Muncul total transaksi dan lokasi kita bertransaksi

Oh iya, saya dengar info nih, kalau mesin SPOTS ini ternyata juga mesin EDC dengan kartu debit. Tenant atau toko yang menggunakan mesin SPOTS, akan menerima pembayaran dengan menggunakan kartu debiit. Wah ... pelanggan bakal makin nyaman dengan pilihan pembayaran ya! Berfaedah sekali untuk kalian yang memiliki pelanggan yang ingin membayar secara moneyless dan nggak bawa uang cash dan sedang tidak memiliki atau membawa aplikasi GoJek.


Mesin EDC SPOTS Bisa Langsung Cetak Resi


Mesin SPOTS sendiri sudah dilengkapi dengan mesin untuk mencetak resi di dalamnya. Jadi saat transaksi selesai, resi akan langsung tercetak. Nggak butuh mesin tambahan lagi untuk mencetak resi. Lebih praktis!


Mesin EDC SPOTS Mengirim Laporan Transaksi Harian 


Kalau kalian menggunakan mesin EDC GoPay, kalian sudah nggak perlu lagi mencatat laporan penghasilan usaha kalian secara manual. Karena SPOTS akan mengirim secara rinci semua transaksi melalui email setiap hari. Nggak hanya itu saja, kalian juga bisa memantau perkembangan omzet kalian melalui aplikasi. Hm, mudah sekali bukan?

.
.

Saya pikir, apa yang dikatakan Bill Gates itu benar. Bahwa teknologi itu dibuat cocok untuk kehidupan kita, sampai-sampai kita sendiri nggak sadar kalau ternyata teknologi itu sudah membantu melakukan banyak hal dalam aktifitas kita. Termasuk cara menggunakan mesin EDC SPOTS yang mudah, merupakan teknologi yang dibuat untuk membantu usaha kalian.

Melek Finansial Dengan Cara Mengatur Keuangan Pribadi Setiap Bulan

| on
Tuesday, December 17, 2019

cara mengatur keuangan

Siapakah diantara para pembaca blog Mama Arkananta, yang masih kesulitan mengelola keuangan setiap bulan? Kalau ada, ayo angkat tangan tinggi-tinggi bersama saya. Nggak perlu malu, karena saya pun juga masih terus belajar bagaimana mengatur keuangan.

Saya termasuk pribadi yang pelupa, terutama pada detail-detail berupa angka. Itulah mengapa, saya mempermudah hidup dengan melakukan pencatatan. Apapun. Dan salah satu yang sekarang rutin saya lakukan setiap hari adalah mencatat keluar masuk uang di dompet dan tabungan, sebagai salah satu cara mengatur keuangan pribadi dan keluarga.

Menyediakan Kue Kering Coklat Chip Untuk Cemilan Anak

| on
Tuesday, December 10, 2019
kue kering coklat chip

“Mama punya jajan apa?”

Adakah diantara kalian yang menerima pertanyaan yang sama dengan saya?

Itu adalah pertanyaan yang sering saya terima dari Arya dan Fatin. "Jajan" di pertanyaan itu, it's mean cemilan. Dan dua anak ini punya kesukaan cemilan yang berbeda. Arya suka cemilan yang gurih, sedangkan Fatin suka yang manis. Kalau ada jajanan pasar, Arya yang paling cepat menghabiskan. Kalau ada agar-agar atau kue kering coklat chip, Fatin yang cepat tanggap dan habis duluan.

Dua karakter anak ini, kadang kala membuat saya dan suami harus bisa berdamai dengan kebingungan dengan cemilan anak yang kami berikan. Apalagi kalau memikirkan praktis, kami kadang beri satu macam rasa saja. Ujung-ujungnya, cemilan anak tadi berakhir dengan sisa, dan satu anak akan tetap mengajukan pertanyaan yang sama terus-menerus karena keinginan makan cemilan belum sepenuhnya terpenuhi.

kue kering coklat chip
anak-anak penyuka kue kering coklat chip


Cemilan Kesukaan Anak-Anak : Kue Kering Coklat Chip


Arya dan Fatin adalah anak-anak yang lincah dan aktif, juga anak-anak yang selalu melakukan proses belajar, apapun kegiatan yang mereka lakukan. Sedangkan untuk membantu proses belajar supaya berjalan dengan baik, anak selalu membutuhkan asupan  energi.

Asupan energi, nggak hanya didapat dari makanan utama yang sehat saja. Apalagi kalau kegiatan mereka sudah menghabiskan banyak energi, mereka pasti meminta cemilan untuk ‘mengganjal perut’ sambil menunggu jam makan selanjutnya. Padahal ya makannya tadi sudah sepiring penuh.

kue kering coklat chip


Saya dan suami, sedikit selektif dengan cemilan yang anak-anak makan. Kami selalu berupaya membuatkan atau membelikan cemilan sehat untuk anak, karena pentingnya kesehatan untuk masa tumbuh kembang mereka. Apalagi Arya, yang kalau kebanyakan makan jajanan tidak sehat, dia jadi mudah terserang radang tenggorokan. Wah, kalau sudah begini, kami harus memberikan Fatin vitamin booster, daripada dia tertular kakaknya.

Kami jarang lho memberikan cemilan kekinian untuk anak-anak. Karena kami nggak tahu, bahan apa saja yang tercampur di dalam cemilan itu. Dan juga penjual kan nggak mencantumkan bahan-bahan yang mereka pakai apa saja.

kue kering coklat chip


Salah satu cemilan yang kami berikan ke anak-anak adalah kue kering coklat chip yang udah dikenal banget sebagai home baking style cookie, Good Time Cookie. Kenapa? Karena ada choco chip-nya! Mereka berdua suka choco chip!

Sepertinya itu alasan yang sepele, tapi hal-hal yang berbau coklat (bahkan kue kering coklat sekalipun) nggak bakalan bisa mereka tolak. Misalkan saja cookies dari Good Time yang sudah menjadi #1cookies sejak lama. Siapa yang bisa menolak cookies renyah dengan taburan coklat yang melimpah? Saya saja nggak menolak, apalagi anak-anak.

kue kering coklat chip

Saling Berbagi Kue Kering Coklat Chip Dengan Saudara


Selain selektif memilih cemilan anak, saya juga menerapkan aturan tidak tertulis, yaitu makan cemilannya bersama-sama. Sebenarnya nggak kaku-kaku amat harus selalu ngemil bersama-sama everytime everywhere. Tapi, saya seringnya bilang ke anak-anak untuk makan cemilannya barengan saja supaya bisa saling sharing cemilan yang mereka makan.

Sharing cemilan ini, biasanya kalau mereka mendapatkan cemilan dengan jenis yang berbeda. Saling berbagi dengan saudara menjadi pelajaran penting untuk mereka. Misalkan saja Arya maunya makan Good Time Double Choc Chocochip Cookies, sedangkan Fatin maunya nyemil Good Time Rainbow Chocochip Cookies karena dia lebih suka taburan choco chip warna-warni. Sering kali, kue kering masing-masing belum habis, sudah lirik-lirik punya yang lain. Kalau sudah begini, sharing Good Time Cookies jadi jalan keluar terbaik, daripada harus membeli kemasan baru.

kue kering coklat chip

Bahkan, sharing cemilan ini bisa mereka jadikan momen untuk memberi orang lain. Sharing ke saya misalnya. Aktifitas ini sekalian buat mengetes mereka, rela nggak sih mereka memberi Good Time cookies kesayangan ke orang lain. Good time story banget kan untuk keluarga kami?

Saya jadi ingat Artikel Sari Devi sebagai brand ambassador-nya Good Time Indonesia, yang pada tanggal 27 November 2019 kemarin meluncurkan program baru, yaitu #BedaKeluargaBedaCerita. Beliau mengatakan, bahwa setiap cookies yang ada di kemasan Good Time itu berbeda, meskipun memiliki kelezatan yang sama. Kenapa?


Karena bentuknya yang tidak sama persis. Inilah yang membuat Good Time Cookies menjadi istimewa, sehingga menjadikan Good Time sebagai homemade cookies yang cocok untuk snacking time.
Sama halnya dengan cookies dari Good Time. Setiap anak memiliki keistimewaan yang sama di mata ayah ibunya. Begitu pula dengan Arya dan Fatin di mata saya dan suami. Mereka memiliki kemampuan yang berbeda-beda saat melakukan proses belajar. Itulah mengapa, sharing Good Time Cookies sebagai cemilan sehat untuk anak, jadi wadah yang pas bagi mereka untuk saling membantu mengembangkan kemampuannya.

Konsumsi Kue Kering Coklat Chip, Mengajari Anak untuk Memahami Informasi Suatu Produk


Proses belajar anak, bisa dari mana saja dan dengan siapa saja. Dengan saya, sering kali saya suruh praktek langsung daripada hanya teori-teori yang kadang kala mereka lupa kalau tidak diingat.

Salah satunya adalah anak belajar bagaimana memahami informasi suatu produk. Poin ini, juga saya ajarkan juga saat kami beli cookies kesukaan mereka.

Dengan mengajak mereka beli Good Time dan memberi kebebasan mereka untuk memilih varian rasanya, mereka jadi belajar apa saja yang harus mereka perhatikan saat memilih cemilan homemade. Nggak asal ambil begitu saja dari rak.

kue kering coklat chip

Terutama Arya. Selain mengetahui varian dari Good Time cookie, dia juga sudah bisa membaca tanggal kadaluarsa. Meskipun beberapa kali masih keliru karena dia tidak melihat tahun di kemasan kue kering coklat chip, tapi ketika dia bereaksi penuh semangat setelah membaca tanggal kadaluarsa, itu sudah poin plus buat dia.
.
.

kue kering coklat chip

Begitulah cerita snacking time dari keluarga saya. Yang mana, urusan makan cemilan sehat untuk anak saja, saya juga ikut campur di dalamnya. Tapi #BedaKeluargaBedaCerita bukan? Bagaimana cerita snacking time kalian? Share yuk di kolom komentar, supaya saya bisa belajar dari cerita kalian juga.

Cara Menyempurnakan Hasil Bermake Up dengan Cushion Terbaik

| on
Monday, December 09, 2019
Para peserta yang mengulang kembali materi cara bermake up, base make up


Tidak ada yang salah dalam bermake up – Yonna Kairupan (@yonnakairupan)

Dalam perjalanan pulang setelah mengikuti beauty class yang diadakan oleh Indonesia Female Blogger (IFB) yang bekerja sama dengan Lakme Indonesia di Surabaya, saya berfikir tentang kalimat yang disampaikan oleh madam Yonna. Step by step cara bermake up yang disampaikan oleh mbak Palupi (@upaymunandar) selaku MUA dari Lakme Indonesia, lalu melihat cara bermake up teman-teman yang ikut acara ini, sampai hasil akhirnya mereka, saya membenarkan kalimat madam Yonna.

Madam Yonna yang suka banget belajar tentang cara bermake up dan suka ngasih tips make up. Saya seneng banget ketemu beliau!

Saya, bukan perempuan yang suka memakai make up yang tebal. Tiap berangkat kerja, yang penting adalah sun screen, bedak, pensil alis dan lipstik. Eye liner kadang pakai, kadang nggak. Tapi kenapa banyak yang bilang make up saya hasilnya bagus? *yaelah, mulai sombongnya keluar – maaf ya*

Workshop Menggambar dengan Crayon

| on
Sunday, December 01, 2019
Hasil workshop menggambar dengan crayon

Saat ada share e-flayer acara Soft Pastel Art Workshop oleh Faber Castell di Whatsapp group Ning Bloger Suroboyo, saya semangat daftar. Apalagi, acara ini diperbolehkan membawa anak karena temanya memang menggambar. Hanya dengan pancingan kalimat “Mama hari Minggu besok mau ada acara menggambar. Siapa mau ikut?”, Arya dan Fatin sudah berebut untuk ikut.

Awalnya galau mau bawa satu atau dua anak karena takut nggak diperbolehkan panitia, tapi ternyata panitia workshop menggambar dengan crayon baik semua. Kedua anak saya diijinkan masuk ke area pameran dan workshop. Bahkan saat acara berlangsung, mereka berdua dibebaskan sebebas mungkin untuk berkreasi dengan produk baru dari Faber Castell.

Cara Menyamarkan Bekas Luka dengan Bio Oil

| on
Thursday, November 14, 2019
Cara Menyamarkan Bekas Luka - Bulan Juli lalu, tiga hari sebelum hari pertama sekolah di semester pertama, kening Arya secara nggak sengaja terbentur kunci yang menggantung di pintu masjid, karena didorong dari belakang oleh salah satu temannya. Saya kaget, tapi berusaha tetap tenang meskipun darah mengucur hebat dari keningnya, bahkan sampai mengenai baju dan celana.

Saat itu sholat Isya sudah selesai. Ketika melewati masjid yang sehari-hari Arya sholat berjamaah di sana, saya diberhentikan paksa oleh tetangga yang bergerombol di depan rumah. Ketika itu, saya dari rumah ibu dan hendak pulang ke rumah. Saat akan sampai di rumah, di depan pagar rumah tetangga, ada ibu yang sedang memegang kening Arya dengan menggunakan kapas, dan kapasnya sudah penuh dengan darah.

Custom Post Signature

Custom Post  Signature