Bismillah. Mari Menyeduh Manfaat dari Secangkir Kata

Bersyukur; Minggu Pertama Desember 2020

| on
Sunday, December 13, 2020


Saat itu sore hari, sedikit mendung dengan hawa yang sedikit dengin untuk ukuran kota Gresik yang selalu gerah dan panas. Saya, suami, dan adik saya sedang duduk di ruang keluarga. Di depan kami ada Arya dan Fatin, yang kala itu Fatin masih bayi. Sekitar tiga tahun yang lalu.

Ketika itu Bapak masih segar waras, datang dari arah dapur. Diam sejenak sambil berdiri bersandar di tembok. Sambil melihat kami bercengkerama, beliau tiba-tiba berucap begini :

Waktu itu terasa berlalu begitu cepat kan? Itulah pertanda kalau kita itu menerima banyak rezeki dari Allah. Karena hati senang terus, tidak pernah mengeluh karena kekurangan rejeki.

Setelah Bapak meninggal, saya terus mengingat-ingat perkataan beliau ini. Karena kita sering kali memang luput untuk bersyukur dan mengingat-ingat apa saja yang membuat kita bersyukur.

Kemudian ketika ditanya tentang apa saja yang membuat saya bersyukur minggu ini, saya berusaha menceritakan ke kalian apa saja daftarnya. 


Baca juga:




Selesainya Rangkaian PAS Arya


Salah satu trigger stress ibu-ibu adalah ketika masa ujian sekolah anaknya datang. Saya salah satu yang masuk di lingkup ibu-ibu itu. Karena pendidikan di Indonesia masih mengutamakan perihal pencapaian nilai baik untuk kenaikan kelas atau kelulusan sekolah, alasan ini menjadi salah satu alasan ibu-ibu (termasuk saya) 'menekan dirinya sendiri' , dengan alasan ingin mendampingi anaknya belajar supaya bisa mengikuti ujian dengan baik dan hasil yang memuaskan. 

Biasanya, sebelum masa ujian datang, saya sudah stres. Over thinking, memikirkan apa saja yang akan saya lakukan supaya masa ujian ini berlangsung dengan baik. Over thinking ini berlanjut sampai masa ujian berlangsung. Kalau masa ujian belum selesai, seolah tidur tidak bisa tenang. Berlebihan ya sepertinya, tapi memang itu yang terjadi pada diri saya sendiri. Dan ini berlangsung sejak Arya masuk SD. 

Tapi berbeda dengan PAS semester ganjil kali ini. Setelah melewati 'sesi konseling' dengan Ibu, saya mencoba untuk banyak-banyak bersabar dan tidak over thinking dalam hal mendampingi Arya belajar untuk ujian PAS. 

Hasilnya, kali ini saya lebih santai. Saya mencoba untuk menerima bahwa PAS adalah cara Arya untuk melatih kemandirian dia dalam belajar, dan saya sebagai orang tuanya hanya sebagai pendamping dan pemberi semangat

Setiap pagi, saya hanya berdoa semoga saya diberi banyak kesabaran untuk hari itu. Doa ini saya ulang sebelum mendampingi Arya belajar. Selain itu, saya banyak memeluk dan mengatakan bahwa Arya sudah melakukan yang terbaik hari ini. Hasilnya, dia banyak memeluk saya, dan terlihat kalau dia lebih nyaman belajarnya. 




Bertemu Another Alice


Salah satu fansgirling goal idol Korea adalah bertemu teman yang juga suka nge-fansgirling. Hohoho, dan saya bersyukur bertemu dengan Gadis Sidiq, pemilik blog www.gadzotica.com, yang domisilinya di Surabaya. Dan kami beberapa kali bertemu di beberapa event yang mengundang blogger di sekitar wilayah Surabaya. 

Karena EXO sedang tidak banyak aktifitas grup, saya jadi oleng ke grup lain dong. Salah satunya, Victon. Grup besutan Play M Entertainment yang debut tanggal 9 November 2016 ini, ternyata menarik perhatian saya sekali. Membernya terdiri dari Han Seung Woo, Kang Seung Sik, Cho Byung Chan, Lim Sejun, Heo Chan, Do Hanse dan Jung Subin. Mereka benar-benar menarik perhatian saya sekali, mengalahkan olengnya saya ke Pentagon. Wkwkw. Vibe-nya seperti saat saya kenal EXO untuk pertama kalinya dulu. 



Yang saya ingat, saya ikut reply twit Gadis dengan Depik, blogger Surabaya lainnya. Sejak itu, saya dan Gadis banyak ngobrolin Victon. Sebagai baby Alice (Alice adalah nama untuk penggemar Victon), saya banyak dapat info dari Gadis tentang masing-masing member. Kehaluan sebagai fans sudah memenuhi direct messenge kami di Instagram. Link-link dari Gadis banyak masuk note untuk disimpan, termasuk link variety show atau video hidden gems dari Victon. Screen shot wajah tampan atau aib member pun jadi bahan obrolan yang tiada henti. 

Kata Gadis, "beneran deh Mbak, aku nggak nyangka kalau kamu ternyata suka k-pop. Besok kita unboxing album bareng-bareng sama Depik ya!" 

Okeyyy!!! Siap-siap PO album ya, Dis!! 




Bincang Rame dengan Lendy Tentang EXO


Kenal sama Lendy ini sekitar tiga atau empat tahun yang lalu, saat ada acara Kumpulan Emak Blogger di Surabaya. Dia perempuan manis asal Surabaya yang sekarang stay di Bandung sama keluarga kecilnya. 

Blog dia dengan alamat www.lendyagasshi.com, isinya banyak mengulas tentang Korea, terutama drama. Dan ternyata, dia ini ELF, penggemarnya Super Junior. Ya elah, lagi-lagi ketemu sama teman yang kesukaannya tidak jauh-jauh dari EXO. FYI, Super Junior ini 'kakaknya' EXO karena lebih dulu debut dan satu agensi dengan EXO, SM Entertainment. 

Sekarang, dia sedang oleng ke NCT, 'adiknya' EXO. Katanya, dia merasa muda. Karena merasa butuh teman ngobrol dan sebagai bahan isi konten podcastnya, kapan lalu kami ngobrolin NCT di akun podcast dia. Seru sekali, hahaha, secara aku juga dapat insight baru soal NCT dari seorang ELF. 


Eh, kok ya, tiba-tiba Lendy ajakin saya ngobrolin EXO. Lagi-lagi, untuk bahan konten podcast-nya. Saya sih, senang-senang saja. Secara saya suka bincang-bincang seru model gini tentang EXO. Senangnya, meskipun Lendy seorang ELF, tapi dia asyik-asyik saja rumpiin EXO. Obrolan kami tidak jauh-jauh dari soal member, lagu-lagu EXO yang terkenal, sampai EXO ke depannya bakal bagaimana. Rasanya, empat puluh menit tidak cukup. Karena masalah teknis saja, akhirnya sesi rumpinya harus kita akhiri dulu. 

Pan kapan, kita ngerumpiin yang lain ya, Lend! Tentang drama Moon Lover Scarlet Heart Ryeo juga okeh lho! 




Selesaikan Jadwal Video Call Siswa 


Salah satu kendala kegiatan belajar masa pandemi adalah kesulitan guru Bimbingan Konseling mengadakan sesi bimbingan kelompok dan konseling pribadi. Banyak keterbatasan untuk guru BK jika memang kami dipaksa untuk mengadakan sesi ini. Karena sesi ini, sebenarnya memang lebih luwes diadakan secara tatap muka, karena selain hasil wawancara siswa, gestur dan mimik wajah juga jadi acuan membantu masalah siswa. 

Tapi, bagaimana pun juga, namanya program sekolah tetap harus dilakukan, apapun caranya. Termasuk kegiatan bimbingan kelompok dan konseling individu. Salah satu cara yang saya pakai untuk bimbingan kelompok adalah video call per kelompok dengan jumlah siswa tidak lebih dari delapan orang. Media yang saya pakai adalah video call melalui aplikasi Whatsapp. 

Alhamdulillah, siswa-siswa saya antusias. Meskipun sistem penyampaian materinya saya gunakan sistem presentasi per siswa untuk tiap kelompok. Mereka tidak malu, mereka mau mendengarkan presentasi temannya dengan hikmat, dan mau menerima masukan-masukan dari saya dengan baik, juga bertanya jika ada yang tidak mereka mengerti atau ketika mereka bimbang dengan pilihannya. 

Beberapa kali saya dapat chat melalui jalur pribadi, meminta diadakan video call lagi. Rupanya banyak dari mereka yang ketagihan. Mungkin karena mereka sudah kangen dengan sekolah, kangen bertemu teman-temannya, kangen beraktifitas di luar. 

Dan jujur saja, mengadakan sesi video call seperti ini dengan siswa-siswa saya dalam kelompok-kelompok kecil, ternyata memberi saya semangat baru. Rupanya, saya juga rindu bertemu mereka secara offline dan rindu mengadakan sesi bimbingan konseling di ruang BK.

.
.

Sebenarnya masih banyak hal yang saya syukuri di minggu ini. Tapi kalau saya jabarkan lagi, blogpost ini tidak akan selesai dengan cepat dan malah membuat kalian bosan membacanya. Kapan-kapan lagi ya saya cerita tentang rasa syukur. Asyik juga ternyata kalau dibuat blogpost begini. Ternyata dibalik rasa syukur, ada hikmah dan kebahagiaan di sana.
Be First to Post Comment !
Post a Comment

Jangan lupa kasih komen setelah baca. Tapi dimoderasi dulu yak karena banyak spam ^____^

Custom Post Signature

Custom Post  Signature