Bismillah. Mari Menyeduh Manfaat dari Secangkir Kata

3 Fakta Di Balik Rilisnya Mini Album Pertama D.O. EXO

| on
Monday, July 26, 2021
D.O. EXO
Wajahnya ajah seadem embun pagi


Hore!!!!
D.O. akhirnya solo debut!!!

Aku sebagai fans beratnya, hanya ingin menangisi momen ini. Huhuhu, akhirnya ya, Dek... Akhirnya kamu debut juga sebagai soloist *cry....

Memilih Transportasi Yang Aman Selama Pandemi

| on
Saturday, July 24, 2021

Sepeninggal Bapak, keluarga kami sempat oleng. Seperti ditinggal oleh nahkoda kapal di tengah lautan luas yang badainya sedang kencang-kencangnya. Bukan perihal perekonomian, karena InsyaAllah Bapak sudah menata semua dengan rapi walau tanpa sepengetahuan kami.

Tapi perihal kemandirian saat bepergian.

Bapak itu, tipikal pria yang berani mengawal kami kemana pun kami pergi. Beliau selalu siap jika diminta tolong untuk mengantar kemana pun anggota keluarga ingin pergi. Bahkan, saat kami tidak butuh bantuan pun, Bapak siap mengambil kunci mobil.

Memberi Permainan Montessori untuk Mengisi Waktu Liburan Anak

| on
Sunday, July 11, 2021

Metode Montessori

Meskipun generasi sekarang ini sangat susah dipisahkan dari gadget, sebagai orang tua ada baiknya kita selalu cari cara untuk memberikan mereka sejenak jeda untuk beraktifitas tanpa screen time. Karena melakukan aktifitas yang memutar otak, menggerakkan badan, dan menggunakan seluruh panca indra, akan memberikan banyak manfaat untuk tumbuh kembang anak kita.

Apakah mudah? Tentu tidak mudah.

Karena memang tampilan game, acara, dan video yang ada di layar televisi maupun ponsel itu sebenarnya menarik sekali untuk dilihat dan selalu membuat penasaran. Bahkan untuk kedua anak saya, Arya dan Fatin. Fatin yang baru berusia lima tahun saja, sudah mulai belajar merayu kalau dia ingin menghabiskan waktu dengan televisi atau ponsel.

Snail Truecica Miracle Repair Serum by Some By Mi Untuk Atasi Kulit Kering Saat Menggunakan Bakuchiol

| on
Thursday, July 01, 2021
Snail Truecica Miracle Repair Serum

Pertama kali check out serum ini karena iming-iming dari para influencer yang bilang kalau serum ini tuh bagus banget buat kulit. Trus, ada salah satu teman blogger yang jual serum ini dengan harga murah, karena dia distributor resmi dan belinya pakai kode. Walhasil, klop gitu lho! Kena racun influencer, ada promo pula.

Langsung ajah saya review produknya. Baca sampai tuntas ya, karena saya pakai serum ini saat kondisi kulit sedang sehat dan saat kondisi kulit sedang kering sekali setelah pakai bakuchiol. Dua-duanya punya reaksi yang berbeda.

Go go go, Girls and Boys!!

Pengalaman Mendapatkan Vaksin Covid-19 untuk Guru dan Tenaga Pendidik

| on
Thursday, June 24, 2021
Vaksin Covid-19

Entah sampai kapan pandemi ini akan berakhir.

Tapi sebagai manusia, tidak bisa hanya berpangku tangan dan berdoa. Supaya terhindar dari virus yang sudah mewabah selama setahun lebih ini, kita perlu melakukan hal lain yang bisa membantu kita supaya kesehatan kita lebih terjaga.

Selain tetap melaksanakan 5M dengan disiplin (eh, sekarang kabarnya sudah menjadi 6M, ditambah hindari makan-makan bersama di luar), melaksanakan vaksinasi perlu juga dilakukan.

Alhamdulillah, saya sudah mendapatkan vaksin covid-19 lengkap. Dan di blogpost kali ini, saya ceritakan proses pemberian vaksin covid-19 pertama dan kedua jenis Sinovac, serta mau kasih tahu ke kalian bagaimana reaksi tubuh saya setelah mendapatkan vaksin pertama dan kedua.

Here we go!!!

EXO Comeback bersama EXO-L Dengan Special Album Berjudul Don’t Fight The Feeling

| on
Saturday, June 12, 2021
Don't Fight The Feeling

Menjadi seorang fans Korean Pop alias KPop, yang paling ditunggu-tunggu adalah kabar dari idolnya. Karena saya dan teman-teman KPop-er lainnya memahami betul, bahwa berani nyemplung di dunia KPop, berarti siap untuk enggak dapat banyak kabar dari artisnya.

Karena, kami ngerti sekali, kehidupan idol di Korea tuh susah sekali buat diulik dan dikepoin. Berbeda dengan penyanyi di Indonesia yang setiap detik ada saja kabar terbaru. Itulah kenapa, saat EXO ada slentingan kabar bakal comeback group, rasanya deg-degan setengah mati. Padahal masih slentingan kabar lho, belum announce langsung dari agensinya, SM Intertaiment.

DAN.. ENG ING!!!! EXO BENERAN COMEBACK DONGG!!!

Dengan judul lagu yang sama dengan nama albumnya, DON’T FIGHT THE FEELING.

Ada rasa yang enggak bisa diungkapkan saat EXO comeback dengan lagu yang easy listening, ditambah dengan MV (Movie Video) yang berbeda dengan MV EXO yang lainnya karena banyak menggunakan teknik CGI.

The Box. Beranikah Kamu Menghancurkan Pembatas Yang Menghalangi Jalanmu?

| on
Sunday, May 30, 2021
Film Korea The Box

Ada sebagian dari kita yang bisa memotivasi diri sendiri supaya kelebihan kita ini bisa dilihat bahkan diapresiasi oleh orang lain. Tapi ada juga sebagian dari kita yang ‘menunggu’ orang lain untuk menemukan (baik sengaja atau tidak sengaja) kelebihan yang kita punya.

Sebagian yang pertama, kebanyakan terjadi pada mereka yang mampu membentuk rasa percaya diri secara mandiri, mampu menyusun rencana step by step, dan siap untuk jatuh bangun atau terseok dalam perjalanannya.

Sedangkan yang kedua, kebanyakan memang terjadi pada orang-orang yang rasa percaya dirinya rendah. Sehingga dia butuh bantuan untuk keluar dari zona nyaman dan berani melakukan langkah pertama untuk merasakan apresiasi orang lain.

Kalian ada di sebagian yang pertama, atau sebagian yang kedua?


The Box. Beranikah Kamu Menghancurkan Pembatas Yang Menghalangi Jalanmu?


Film Korea 2021 berjudul The Box ini berkisah tentang seorang produser musik bernama Kim Min Soo (Jo Dal Hwan). Setelah dia berhasil membuat salah satu idol perempuan bernama Rothy naik daun dan mendapat tanggapan positif dari para penikmat musik, pergaulan Kim Min Soo semakin luas dan membuatnya terlena sehingga menjadi mudah percaya dengan orang lain. Kemudian dia ditipu, bangkrut, dan hutang semakin banyak.


Film The Box

Setahun dari kasus penipuan yang terjadi padanya, dia bertemu dengan Ji Hoon (Park Chanyeol), yang memiliki kemampuan bermain gitar yang luar biasa. Sebagai produser yang memiliki telinga yang bagus dalam mendengarkan dan mengakomodasi sebuah musik, Kim Min Soo akhirnya mengajak Ji Hoon untuk mengembangkan kemampuan bermusiknya.

Keuntungan yang Kim Min Soo tawarkan adalah, Ji Hoon bisa menunjukkan ke orang lain kemampuan bermusiknya yang luar biasa ke orang lain, sedangkan Kim Min Soo bisa kembali menjadi produser musik meskipun memulai lagi dari nol.

Tapi ada satu kendala, Ji Hoon memiliki kekurangan, yaitu tidak bisa tampil di depan orang lain. Jika dipaksakan, maka keringat dingin akan mengucur deras di badannya dan dia bisa pingsan. Kim Min Soo tidak habis akal. Dia membawa sebuah kardus bekas wadah kulkas dua pintu di hadapan Ji Hoon dan mempersilakan Ji Hoon bermain di dalamnya. Dengan begitu, Ji Hoon tetap bisa bermusik di depan orang lain tanpa perlu merasa takut.

Ji Hoon setuju, dan berjalanlah kontrak dengan Kim Min Soo untuk bermain musik sebanyak sepuluh kali di lokasi-lokasi yang sudah Kim Min Soo tentukan.

Apakah yang membuat Ji Hoon tidak bisa bermusik di depan orang banyak? Apakah Ji Hoon berhasil memainkan gitarnya di hadapan para penonton? Apakah Kim Min Soo berhasil kembali meraih kesuksesan?


Baca juga :


The Box. Sebuah Talenta Itu Perlu Ditunjukkan Ke Orang Lain


Setelah mengasah kemampuan yang kita miliki dengan melakukan latihan setiap hari, kita juga perlu menunjukan ke orang lain kemampuan kita ini. Bukan bermaksud untuk pamer, tapi supaya kebutuhan kita atas penghargaan dari orang lain bisa terpenuhi.


Pemeran Film The Box

Ji Hoon memiliki kepribadian yang tidak terlalu banyak menarik perhatian orang, tapi dia juga manusia yang memiliki kebutuhan untuk dihargai oleh orang lain. Jika merujuk pada teori kebutuhan Maslow, Ji Hoon juga membutuhkan pengakuan dan apresiasi dari kemampuan yang dia punya.

Sepertinya, hal ini akhirnya disadari oleh Ji Hoon setelah bertemu dengan Kim Min Soo. Awalnya, dia hanya dianggap sebagai seorang penjaga parkir biasa yang selalu bersembunyi di dalam kantor yang sempit dan sepi. Setelah tampil di beberapa lokasi sesuai perjanjian, dia akhirnya dikenal pelan-pelan sebagai pemusik dengan ciri khas yang berbeda.

Setelah bermain gitar di hadapan orang lain, dia menyukai tepuk tangan riuh serta pujian dari penonton, meskipun dia masih belum merasa nyaman untuk bermain gitar tanpa kardus kulkasnya. Dengan mata berbinar-binar, dia menikmati akhir yang menyenangkan setelah bermusik sambil membanggakan hal ini di depan Kim Min Soo.


The Box. Break Your Box!


Tidak mudah untuk mendapatkan apresiasi dari orang lain atas kemampuan dan bakat yang kita miliki. Sebelum mendapatkan perhatian dan pengakuan, kita perlu mendobrak ‘penghalang’ yang menjadi tembok besar di depan kita.


Film Korea The Box


Ada sebuah percakapan Ji Hoon dengan Kim Min Soo yang membuat saya menyadari maksud dari film ini dibuat, dan mengapa mengajak salah satu member EXO dengan bakat yang luar biasa sekelas Park Chanyeol.



Saat di dalam mobil dan menyadari bahwa Kim Min Soo memiliki banyak hutang yang belum dia bayar, Ji Hon berkata pada Kim Min Soo yang saat itu sedang berada di depan kemudi, “Ingat yang Nana katakan padaku?”

Kim Min Soo melihat Ji Hoon sekilas, kemudian kembali berkonsentrasi pada jalanan yang ada di depannya. “Saat aku menutup mataku, aku melihat dunia yang lebih besar,” ucap Ji Hoon menirukan kalimat Nana, si pemilik suara indah yang juga sebagai pemilik bar di mana Ji Hoon kemarin bermain di sana.

Ji Hoon kembali berucap, “Mungkin aku takut meninggalkan kardusnya. Itulah kenapa aku (selalu) melarikan diri.”


Percakapan yang sederhana, namun bagi saya, percakapan ini adalah inti mengapa film The Box di buat. Orang-orang di balik pembuatan film ini ingin menunjukkan kepada para penonton, bahwa di luar sana, ada dunia dengan orang-orang yang mau menerima kemampuan yang kita miliki. Tetapi untuk menarik perhatian orang-orang ini, kita perlu terlebih dahulu memberanikan diri untuk menghancurkan penghalang yang ada di dalam diri kita, supaya kita siap menunjukkan ke orang lain bahwa kita memiliki kemampuan yang layak untuk diakui.


Park Chanyeol

Penghalang ini banyak rupanya. Contohnya saja rasa tidak percaya diri (minder), takut diejek, trauma masa lalu, dan kegagalan di masa lalu. 

Memang tidak mudah untuk menghancurkan penghalang ini. Kim Min Soo dan Ji Hoon memberikan gambaran ini pada kita. Ada banyak rencana gagal, ada banyak air mata, ada banyak kekecewaan yang harus mereka berdua hadapi. Tapi, dengan tekad yang kuat, dibarengi dengan hati yang siap, akhirnya mereka berhasil menarik perhatian orang lain.

5 Serial TV Terbaik Versi Mama Arkananta

| on
Sunday, April 18, 2021
Saya rindu nonton serial TV. Yang nontonnya benar-benar di TV ya, bukan di layar ponsel.

Kenapa gitu?

Karena saya dan suami sudah kalah sama anak-anak yang lebih sering menyalakan televisi untuk nonton serial atau program anak-anak. Ya enggak masalah juga sebenarnya, karena serial yang mereka lihat pun juga masih sesuai umur dan bukan serial yang ‘membahayakan’. Sekarang, hiburan saya untuk melihat serial, beralih melalui ponsel. Yang bisa dilihat sambil rebahan setelah beraktifitas atau saat benar-benar mager enggak mau melakukan apa-apa.

Sebelum mengenal drama Korea, saya masih rajin mengikuti beberapa serial TV western. Tema serial TV western yang saya suka sebenarnya yang berhubungan dengan misteri yang memberikan sedikit jump scream. Bagi saya, western ini masih jagonya bikin cerita-cerita seperti ini tanpa banyak hole plot.

Langsung saja ya, saya beri bocoran lima serial TV terbaik versi Mama Arkananta. Ini random ya, enggak dari western saja.

Katanya, Tak Tahu 7 Hal Ini, Maka Tak Sayang Sama Pemilik Blog Mama Arkananta

| on
Saturday, April 17, 2021
Ria Rochma

Saya memang sudah lebih dari lima tahun menulis di blog. Tapi itu bukan hal yang perlu dibanggakan, karena blog saya ini rasanya hanya jalan di tempat. Kalau pun maju, majunya juga enggak sampai yang berlari cepat.

Meskipun menulis merupakan salah satu passion saya, tapi jujur saya akui, saya enggak sepenuhnya menaruh perhatian saya di sini. Perhatian saya terbagi dengan kehidupan dan pekerjaan di real life. Jadi saya paham sekali kenapa blog ini seolah jalannya lambat dan tidak banyak di kenal orang.

Kata orang, tak kenal maka tak sayang. Jadi bolehlah saya menceritakan ulang sedikit tentang saya, pemilik blog Mama Arkananta. Kalau kalian sudah kenal sama saya, bolehlah dibaca ulang. Kalau baru kenal, silakan baca sampai akhir, lalu tinggalkan komentar supaya kita bisa saling kenal.

Live Sitcom (On Air): Secret Contract - Hallo Actor Kang Seungsik!

| on
Friday, April 16, 2021


Live Sitcom (On Air): Secret Contract

Apa sih yang membahagiakan dan membanggakan menjadi seorang penggemar?

Layaknya menjadi orang tua, menjadi seorang fans ada kalanya berada pada posisi itu. Melihat skill orang yang kita gemari tumbuh, kita merasa seperti orang tua yang sedang melihat anaknya berkembang.

Ini yang sekarang saya rasakan sebagai Alice, sebutan fans grup idol Korea, Victon.

Saya menjadi Alice baru bulan Oktober 2020 kemarin. Berawal dari setengah hiatusnya EXO karena beberapa member-nya yang sedang wajib militer (wamil). Salah satu alasan kenapa saya jadi fans dadakan Victon adalah karena tiap member memiliki pesona karena ‘kemampuan lain’ yang mereka punya.

Definisi Bahagia: Blogger Pendengar K-Pop

| on
Sunday, March 21, 2021
Mama Arkananta

Menyukai sesuatu itu, memang paling nyaman ketika ada yang temannya. Karena kita bisa sharing kebahagiaan kita saat menikmati atau melakukan apa yang kita suka itu tadi.

Beberapa teman online saya, sudah tahu kalau saya ini penyuka drama Korea yang nikung jadi suka k-pop. Korean Pop. Lagu-lagu Korea. Saya tidak menamakan diri saya sebagai k-pop-er, tapi memang menikmati k-pop bisa menggeser lagu-lagu Indonesia dan Western ke urutan kedua.

Mengenal k-pop sebenarnya sudah lama. Saya tahu Super Junior sejak saya kuliah. Saya dan almarhum bapak suka mendengarkan lagu-lagunya BoA. Dulu, saat lagu JTL yang judulnya My Lecon ramai jadi soundtrack film Step Up 2 dan dijadikan backsound street dance yang keren abis, saya dengerin dan nonton sama suami. Bahkan saat EXO masih 12 member dan mereka debut pun, saya tahu.

Lalu kenapa baru menggandrungi k-pop sekarang? Entah. Hanya itu jawabannya.

Lha, postingan ini selesai dong? Nggaklah.

Kembali ke perkara kesukaan dan teman yang membersamai (ecie bahasanya, semoga tidak dihujat para parenting lover). Jujur saja, di lingkup tempat saya kerja, yang konsisten dengan kekoreaan hanya saya. Dari dramanya sampai lagu-lagunya. Seolah seperti saya yang paling tahu all about Korea. Padahal nggak.

Kondisi ini karena saya tidak punya teman hahahihi untuk bicarakan all about Korea itu tadi, terutama bicarakan k-pop. Saya malah menemukan teman hore-hore ini di dunia virtual. Thanks to Twitter and Whatsapp story yang bikin saya ngerti kesukaan teman dan follower saya.

Dari dua platform ini, saya jadi punya banyak teman k-pop-er yang jangkauannya semakin meluas sehingga informasi dari dunia k-pop gampang banget didapatnya. Kalau ditanya berapa grup k-pop yang saya gabung di Whatsapp, jangan ditanya. Banyak. Tapi, saya hanya konsentrasi ke dua idol kesayangan, EXO dan Victon.


EXO
EXO ^____^


Dari grup-grup besar ini, lahir juga grup-grup kecil yang isinya mereka-meraka yang memiliki concern yang sama di dunia k-pop. Grup ini membuat saya makin nyaman, karena makin ke sini, bukan hanya k-pop saja yang dibicarakan. Ya elah, penyuka k-pop tuh nggak melulu kekoreaan yang dibahas kok. Malah lebih sering bicara hal-hal personal kalau sudah masuk grup-grup kecil begini.

Bahkan saya jadi admin di grup kecil yang isinya ibu-ibu 25+ penyuka dedek-dedek gemes EXO ^_____^


Victon
VICTON ^_____^


DARI BLOG MENUJU K-POP


Kalau bahas dunia k-pop yang kompleks dan gampang bikin emosi naik turun, saya konsisten ngobrolnya sama Indah Nurma, pemilik www.dindahnurma.com. Gadis single cantik asli Surabaya ini, punya pola pikir yang kompleks dan sering out of the box.

Awal kenal, tentunya dari beberapa kali kami satu event. Lalu gabung di grup WA Ning Blogger Surabaya. Saya ingat betul, saya chat pribadi dengan Indah saat saya lihat Whatsapp story dia yang menampilkan foto behind the scene sebuah produk skincare. Dari situlah saya tahu kalau kami suka dengarkan k-pop. Dia sebagai Melody (fans dari BTOB) dan saya sebagai EXOL (fans dari EXO). Meskipun ujung-ujungnya saya nikung ke Victon, dan kami oleng bersama ke Lee Jin Hyuk dan Kim Wooseok.


Indah Nurma


Kalau di scroll ke atas, chat kami isinya bukan hanya gemesin dedek-dedek, tapi juga bicarakan gosip-gosip terhangat yang selalu rame di linimasa Twitter. Bahasan kami semakin melebar kemana-mana, mulai dari film, politik, pendidikan, agama, dan banyak bahasan berat lainnya.

Beberapa kali terakhir kami ketemuan, bahasannya malah bukan k-pop lagi, tapi topik lain yang tidak kalah seru.

Kata Indah, bahas k-popnya di chat saja. Kita ketemuan buat rumpiin lainnya ^_____^


Lee Jin Hyuk


BUKAN BAHAS BEAUTY, MALAH BAHAS K-POP


Selain dengan Indah, akhir-akhir ini saya intens ngobrol k-pop sama Gadis, pemilik www.gadzotica.com. Gadis adalah salah satu blogger Surabaya yang punya niche beauty untuk blognya. Kami pernah ketemu di beberapa event yang bertema beauty di Surabaya.


Devi, Gadis, saya 


Dari Twitter saya tahu kalau kami sama-sama ngefans Victon. Seolah gayung bersambut karena saya Alice (nama fans Victon) yang masih baby, bertemu dengan Alice yang lebih senior. Dari Twitter kami berpindah ke DM Instagram. Bicarakan Victon seharian nggak ada bosannya. Dari pagi, sampai tengah malam. Nggak hanya saling share informasi terbaru, tapi juga saling menertawakan kekonyolan member Victon.

Kocaknya, saya sama dia nggak ngerti nomer WA kami masing-masing karena kami lebih nyaman chat via DM. Wkwkwk.. ntar ya Dis, aku tanyain nomer telponmu berapa wkwkw.


Victon


Hingga akhirnya, saya sama Gadis (ditambah Devi pemilik www.depruttt.com) janjian untuk unboxing album Victon yang terbaru, The Future Is Now, akhir Februari kemarin. Jangan ditanya hebohnya bagaimana saat itu. Untung saja, teriakan kami teredam oleh acara fashion show anak-anak di sebelah coffee shop tempat kami unboxing.

Bahkan dari kemarin saja kami masih nangis-nangisan heboh karena salah satu member Victon, Kang Seungsik, debut sebagai actor melalui drama musikal. Dan kami berkesempatan nonton dari awal sampai akhir, sebanyak 7 episode.


Victon



A Love So Beautiful: Alasan Kalian Harus Nonton Drama Korea Yang Seru Ini

| on
Tuesday, March 16, 2021
A Love So Beautiful

Ternyata sudah lama sekali ya saya tidak membuat review tentang drama atau film. Ternyata, kangen juga nulis tema ini. Beberapa waktu ini, saya memang sedikit membatasi menonton drama atau film dengan genre apapun. Karena memang harus fokus dengan real life yang tidak bisa ditunda.

Dan setelah dua bulan ‘tidak rajin’ on going, saya memulai lagi aktifitas ini, meskipun beberapa judul tidak sampai tamat karena malas melanjutkan atau karena masih sibuk dengan aktifitas lainnya. Di tengah-tengah kemalasan melanjutkan drama dan film yang sudah ada di list, ada kabar kalau drama Korea yang bertema sekolah yang dibintangi oleh Kim Yohan sudah mulai tayang. Judulnya A Love So Beautiful.

Tips Menjaga Kesehatan Kulit Wajah ala Sari Widiarti

| on
Sunday, March 07, 2021
Tips Menjaga Kesehatan Kulit Wajah

Sekarang ini, tampaknya perempuan-perempuan Indonesia sudah mulai melek skincare alias sudah menyadari pentingnya peduli pada kesehatan kulit, terutama kulit wajah. Tapi apakah menjaga kesehatan kulit wajah itu saklek hanya untuk perempuan?

Jawabannya adalah tidak. Laki-laki juga perlu menjaga kesehatan kulitnya, karena masalah kesehatan kulit itu tidak hanya menyerang perempuan saja. Logikanya sih, sama-sama punya kulit di wajah. Jadi ya, baik perempuan atau laki-laki, punya keharusan untuk menjaga kesehatan tubuhnya, salah satunya ya kesehatan kulit wajah. Benar tidak sih?

Saya sendiri, secara pribadi, terbilang sedikit terlambat untuk menyadari pentingnya menjaga kesehatan kulit wajah. Meskipun penggunaan basic skincare sudah saya lakukan sejak saya remaja, tapi untuk penggunaan produk perawatan wajah yang sesuai dengan masalah kulit, baru beberapa tahun ini rutin saya lakukan.

Minum Teh Rosella Dengan Cengkeh, di Atas Ayunan Bersamaku

| on
Sunday, January 24, 2021


24 Januari 2021.

Untuk Ria,
yang sekarang sedang menatap ponsel,
karena sedang membaca surat ini.

Januari sudah hampir berakhir.
Apa kamu sudah bikin spread sheet untuk Februari di buku jurnal? Ah, aku ingat, buku jurnal kotak-kotak hitam dan putih yang kamu pesan secara custom melalui Shopee. Ternyata, jurnal itu awet juga isinya. Padahal dibilang tebal, nggak banyak juga jumlah lembarannya. Tapi melihat isi jurnal itu sudah terpakai rapi, aku ikutan senang. Hari-harimu tampak sudah mulai lebih teratur sekarang.

Ria,
Waktu berlalu begitu cepat ya? Tahu-tahu, Januari 2021 sudah hampir habis, dan Februari sudah siap untuk menyambut. Apa kamu sudah siap menyambut Februari, Ri?

Oh jangan ... jangan ... jangan malah jadi over thinking dong, Ri.
Karena tahun baru, saatnya kamu membuka lembaran baru dengan hati yang lebih tenang.
Meskipun aku tahu, kamu belum bisa melepaskan apa-apa yang menjadi penyesalanmu di tahun 2020 kemarin.

Lha? Kok malah nangis sih?
Puk, puk, sini aku peluk dulu. Kamu memang nangisan kalau udah overthinking gini deh.
Itulah kenapa, aku nggak berani lepasin kamu sendiri kalau sudah mulai masuk di jam overthinking-mu. Bakal nggak kelar-kelar nangisnya.

Okey, kepalang tanggung, ayo kita bicara soal ini.
Mungkin sedikit menyakitkan, tapi bicarakan apa yang menjadi bahan over thinking-mu, mungkin akan membantumu menemukan titik balik dari semua yang belum kamu selesaikan di tahun 2020 kemarin.

Ada satu penyesalan terbesarmu.
Kurang memperhatikan detail.
Kamu pernah bercerita tentang ini, dua atau tiga bulan sebelum tahun 2020 berakhir.
Dulu aku pikir, kenapa kurang memperhatikan detail saja, membuatmu uring-uringan.
Sekarang aku paham, kenapa kamu menyesal kurang memperhatikan detail-detail yang ada di tahun 2020 kemarin.

Kamu jadi merasa kehilangan banyak momen.
Momen-momen penting dari hubunganmu dengan suamimu, dengan Arya dan Fatin, dengan keluargamu, bahkan dengan teman-temanmu. Ah, aku lupa menyebutkan satu lagi, dengan murid-muridmu.

Karena kurang memperhatikan detail, kamu jadi merasa bersalah ke suami dan dirimu sendiri.
Rasa bersalah yang muncul karena sering kali kamu merasa egois.
Kamu yang terlalu memperhatikan dirimu sendiri dan sibuk dengan aktifitasmu sendiri.
Untungnya kalian menyadari ada yang sedang ‘tidak baik-baik saja’. Untungnya lagi, kalian mau berusaha sekuat tenaga mengembalikan semuanya seperti sedia kala.

Kalian berdua jungkir balik mengembalikan segala kondisi menjadi normal kembali. Membetulkan apa-apa yang kurang, memperbaiki apa-apa yang salah, dan membicarakan apa-apa yang menjadi ganjalan di hati. Meskipun semua butuh waktu untuk menjadi lebih baik, tapi aku bangga, karena kalian berdua sudah lebih tenang sekarang.

Mari kita tinggalkan sejenak cerita rumah tanggamu. Mari bicarakan tentang Arya dan Fatin.

Masih ingat malam itu kamu menangisi perbincangan dengan ibumu tentang caramu mendidik Arya dan Fatin? Tahu siapa yang menjadi obyek pembicaan Beliau? Bukan anak-anakmu, tapi malah dirimu sendiri obyeknya. Iya, dirimu Ri.



Dan kamu membenarkan jugdement beliau.
Kemudian kamu menangis semalaman sampai besoknya matamu bengkak, lalu bingung bagaimana mengempeskan mata yang bengkak karena kamu ada piket untuk datang ke sekolah. Hahaha, kalau ingat itu aku ingin ketawa.

Lalu di malam selanjutnya kamu banyak intropeksi diri.
Aku bangga, meskipun aku ikut sedih karena kamu banyak menyalahkan dirimu sendiri karena kurang sabar ke kedua malaikat kecilmu. Lagi-lagi, kamu menyadari karena kamu sendiri luput memperhatikan detail-detail tumbuh kembang mereka. Kamu tidak bisa mengimbangi informasi yang mereka berikan karena kamu terlalu acuh.

Ah, sudah, sudah.
Matamu sudah mulai berair lagi kan?
Kali ini jangan banyak menangis. Cukup teteskan air mata satu atau dua tetes saja, karena kamu sudah banyak menangis kemarin.

Ria,
Ayo semangati dirimu sendiri, ayo menguatkan dirimu sendiri.
Karena sumber kekuatan untuk menjalani momen perbaikan diri ini, berasal dari dirimu sendiri.
Kamu tahu betul soal ini.



Berhari-hari kamu berkutat dengan itu.
Aku percaya bahwa kamu akan melakukan itu semua. Bukan hanya kamu simpan dalam jurnal kotak-kotak hitam putihmu itu.

Ria,
Jangan sering-sering over thinking ya. Aku tahu, banyak sekali yang kamu pikirkan selain dua hal yang kita bahas di sini. Sesekali istirahatkan otakmu, istirahatkan hatimu. Kalau sudah sangat suntuk, ayo kita bicara di ayunan sambil minum teh bunga rosella yang biasa kamu campur dengan cengkeh.

Membuat Target di Tahun 2021

| on
Sunday, January 17, 2021

Saat pergantian tahun tiba, tidak sedikit dari kita yang membuat resolusi untuk satu tahun ke depan sebagai bentuk keinginan untuk mengubah diri menjadi lebih baik. 

Saya pribadi, sudah berhenti membuat resolusi sejak ... dua tahun yang lalu. Bukan karena saya tidak ingin menjadi lebih baik, tapi lebih karena saya ingin menyelesaikan apa-apa yang belum saya selesaikan di tahun sebelumnya. 

Dua tahun yang lalu, di tahun 2019, saya menyelesaikan beberapa target yang tidak selesai di tahun 2018. Karena tahun 2018 saya sedikit agak goyah karena ada beberapa masalah yang harus saya hadapi, dan itu ternyata mempengaruhi resolusi yang saya buat di awal tahun. Lalu di tahun 2020, saya tidak membuat resolusi lagi. Karena saya merasa butuh membongkar dan memperbaiki banyak hal di tahun itu, salah satunya adalah masalah keuangan pribadi dan keluarga. 

Untuk tahun 2021 ini, saya sebenarnya tidak membuat resolusi lagi. Tapi, karena Ning Blogger Surabaya membuat challange mingguan dan temanya minggu ini adalah tentang resolusi, saya mencoba untuk menuliskan beberapa daftar yang ingin saya penuhi selama satu tahun ke depan. 


Perbaiki Kebiasaan Beribadah 

Berbicara tentang kebiasaan beribadah, diri ini masih banyak kekurangannya. Perkara sholat yang wajib saja, masih terbilang sulit mendisiplinkan. Apalagi perkara ibadah lain yang mengiringi kesempurnaan sebagai umat Islam. Malulah hamba ini, ya Allah. 

Bismillah, ayo lebih giat lagi beribadah, Ria. Tidak usah banyak berbicara di sini, tapi ayo banyak praktek supaya hatimu lebih tenang. 


Lebih Berhemat Lagi 

Setiap orang memiliki barang kesukaan untuk menghabiskan uang yang dimiliki. Ada beberapa dari kita yang suka belanja baju untuk dirinya sendiri atau untuk anak-anaknya, properti foto, perabotan rumah, tanaman-tanaman cantik di pot, dan beberapa barang lainnya yang tak jarang barang itu juga menjadi pelengkap hobi. 

Sedangkan saya, suka belanja stationery dan hal-hal yang berbau kertas. Mata saya selalu berbinar-binar saat melihat barang-barang lucu dan penuh warna yang dipajang di toko stationery atau di e-commerce. Keinginan untuk membeli notebook, washi tape, brush pen, atau paper scrap itu, sulit sekali untuk dibendung. 

Di pertengahan 2020, saya merapikan dan membuang barang-barang yang saya rasa tidak saya perlukan. Termasuk merapikan barang-barang stationery saya. Saat melihat tumpukan kertas dan printilan ini, dalam hati saya berkata, ternyata saya sudah membuang banyak uang untuk hal-hal yang tidak saya habiskan. Apa saya mau membuat lebih banyak gunungan stationery lagi? 

Selain stationery, saya ingin menahan keinginan untuk membeli printilan k-pop. Sumpah ya, printilan k-pop itu menggoda sekali, Sodara! 

Ada satu kalimat sederhana dari para K-Pop-er: 
K-Pop memang bisa memecahkan segala permasalahan kita. Tapi tidak bisa memecahkan permasalahan keuangan kita. 

Apalagi saya sekarang ngefans parah di dua grup idol, EXO dan Victon. Godaan ini akan lebih besar serangannya saat mereka comeback karena album yang bervariasi, photocard dan postcard saat ada event dari agensi, akhir tahun saat mereka mengeluarkan seri Season Greating, bahkan saat akun-akun base mengeluarkan project dengan barang-barang yang lucu-lucu. 

Sebenarnya, semua itu bisa diakali sih belinya. Bisa saja beli album only dengan harga lebih murah dan barangnya sudah ready di Indonesia. Tapi jadi tidak seru karena tidak bisa ikutan nge-hype bareng teman-teman yang lain. Atau, beli printilan Season Greating, bisa diakali dengan beli secara sharing. Jadi, tinggal memilih dan membeli printilan yang saya suka saja. Kalau Season Greating, lagi-lagi, saya selalu mengincar diary atau notebook


Mulai Serius Berinvestasi 

Setelah bongkar dan perbaiki masalah keuangan di tahun 2020 kemarin, akhirnya tahun ini saya memutuskan untuk berinvestasi dengan lebih serius lagi. Memang sedikit terlambat, tapi itu lebih baik daripada saya tidak mencoba sama sekali. 

Sebenarnya, keinginan ini berawal dari obrolan saya dengan salah satu murid saya yang sudah lulus dan dia sudah memiliki usaha sendiri, padahal dia masih kelas XI. Awalnya dia bertanya tentang mengatur keuangan untuk remaja. Obrolan kami berlanjut sampai ke masalah investasi. 

Dari situ saya menggumam dalam hati, ah, lebih tepatnya merutuki diri. Siswa saya saja sudah mulai belajar tentang keuangan yang sehat dan ingin mengenal investasi. Lalu apa saya hanya berhenti di sini saja memandangi buku tabungan dengan miris? 


Gali Kemampuan Diri 

Setelah mencoba beberapa hal baru di dua tahun belakangan ini, akhirya saya memutuskan untuk lebih giat lagi menggali kemampuan dalam hal memotret, hand lattering, dan menulis

Menjadi blogger dan memiliki akun Instagram, ternyata membuat saya menjadi lebih giat lagi untuk seriusi potret-memotret. Beberapa teman blogger, seringkali beralih menjadi teman sharing teknik foto dan apapun yang berbau potret-memotret. Senangnya, seringkali dari mereka malah saya dapat input yang mungkin bisa saya dapatkan dengan cara ikut workshop

Untuk handlattering, saya sempatkan membeli buku-buku dasar teknik handlattering. Memang saya sudah pernah belajar menulis indah ini, tapi karena saya merasa kurang dalam hal teknik, sepertinya saya perlu belajar lagi. 

Kalau perkara menggali menulis, lebih karena saya ingin mengurangi kesulitan-kesulitan saya saat menulis di blog dengan mencari cara-cara yang lebih efektif lagi. Karena seperti yang pernah saya tulis dulu, disiplin itu kuncinya. 


Membaca Lebih Banyak Buku 

Membaca adalah jendela ilmu. Betul sekali. Tapi dengan beribu alasan, membaca buku jadi bukan lagi sebuah prioritas. Padahal saya sendiri paham, dari sebuah buku saya bisa mendapatkan banyak pelajaran hidup, kosakata baru, rangkaian diksi yang bisa saya pelajari, ide-ide baru untuk menulis di blog atau bahkan materi baru untuk saya sampaikan ke siswa-siswa saya di kelas. 

Itulah mengapa, mari meneguhkan diri untuk lebih banyak membaca buku di tahun 2021 ini, Ria! Tidak udah memasang target, Ri. Tapi tulis saja di dahimu, bahwa kamu butuh buku untuk menambah wawasan dan membantumu berkembang menjadi lebih baik


Istirahat Yang Cukup 

Ketika seseorang diberi waktu 24 jam dan diberi banyak target atau kegiatan yang dia suka, pasti orang itu akan berkata waktunya kurang. Bahkan ketika Tuhan memberi dia waktu 50 jam pun, dia akan tetap berkata kurang. 

Bahkan saya pun pernah mengeluhkan seperti ini. Padahal manusia bukan robot, badan manusia butuh istirahat. Sesibuk-sibuknya manusia dengan aktifitas yang dia miliki dan dia sukai, manusia tetap butuh istirahat. Bahkan ketika Tuhan memberi waktu 24 atau 50 jam sehari, manusia tetap harus memikirkan berapa waktu yang akan dia luangkan untuk istirahat

Melihat ke belakang, saya sendiri menyadari kalau saya butuh sekali istirahat yang cukup. Apalagi ketika melihat lingkar hitam di mata saat di depan kaca yang semakin tampak jelas. Mengeluhkan waktu yang kurang, bukan lagi sebuah jalan keluar. Sekarang yang harus saya lakukan adalah membagi waktu dengan efektif supaya tubuh ini bisa istirahat dengan baik, sehingga aktifitas keesok harinya tidak terganggu. 


Lebih Memperhatikan Detail 

Mungkin beberapa dari kalian berfikir, mengapa ‘lebih memperhatikan detail’ saya masukkan ke daftar keinginan saya di tahun ini. 

Jujur saja, tahun 2020 kemarin, saya melewatkan banyak hal untuk saya ingat detailnya. Entah karena kesibukan saya, entah karena saya yang kurang memperhatikan, entah saya kurang rajin mencatat apa saja yang terjadi selama satu tahun, atau entah karena apa. 

Lalu di akhir tahun 2020, saya menyesali beberapa hal yang berhubungan dengan detail ini. Dan ini membuat saya menjadi overthinking dan menangis beberapa kali. 

Di tahun ini, saya ingin lebih memperhatikan detail-detail yang berhubungan dengan saya dan orang-orang di sekitar saya. Karena saya yakin, detail-detail ini nantinya akan bermanfaat ke depannya bagi saya untuk menentukan langkah apa saja yang akan saya tempuh supaya saya tidak terjebak dalam situasi yang sulit

Apa perlu dicatat? Ya, sepertinya perlu!

Kesulitan-Kesulitan Saat Menulis di Blog

| on
Sunday, January 10, 2021

Menjadi blogger memang sebuah pilihan yang ternyata menyenangkan. Sering saya sampaikan begitu ke teman dan siswa saya. Beberapa teman sudah paham, bahwa saya memulai menulis di blog itu sebagai healing atas masalah besar yang saya alami dulu. Setelah melewati masalah itu, menulis di blog ternyata memang semenarik itu. Karena saya (dan blogger lainnya) dipersilakan untuk memilih dan menulis apa saja yang ada di otak kami. 

Tapi justru itu adalah tantangan, yang kalau tidak kami hadapi, hal yang paling parah terjadi adalah kami berhenti menulis. Iya, berhenti menulis! 

Meskipun kami dipersilakan memilih dan menulis apa saja ide yang ada di otak, sebenarnya menulis blog tidak semudah membalikkan lembaran buku. Karena ada proses kreatif saat menulis artikel yang kami lalui dan ada beberapa kesulitan yang harus saya atasi secara pribadi. 

Secara pribadi, ada beberapa kesulitan saat menulis di blog. Mungkin beberapa dari kalian kesulitannya sama, nanti silakan share di kolom komentar ya! 


TIDAK KONSISTEN MENULIS


Sebenarnya kesulitan terbesar dalam melakukan kebaikan adalah disiplin, yang dalam kata lainnya adalah konsisten. Padahal, sejak tiga tahun yang lalu, saya menanam niat dalam diri bahwa saya menulis di blog untuk menyampaikan kebaikan, meskipun hanya sedikit. 

Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain 
(HR. Ahmad, Ath-Thabrani ad-Daruqutni) 

Hadits ini menggema sekali setiap saya memikirkan ide-ide yang berkeliaran di kepala. Karena selain harta, saya ingin bermanfaat kepada orang lain melalui dua hal, yaitu saat saya mengajar dan saat saya menulis

Tapi sungguhlah, konsisten itu sulit. Bahkan setelah menulis target untuk menuliskan beberapa ide dalam satu bulan di buku jurnal, tetap konsisten itu sulit. 



Konsisten menulis di blog bagi saya ada dua, yang pertama konsisten untuk terus menulis, kapan pun dan dimana pun. Dan yang kedua konsisten untuk terus mengetik saat sudah di depan laptop. 

Kalau yang pertama, yang selalu menjadi alasan kegagalan adalah kekurangmampuan saya untuk mengatur jadwal sehari-hari. Saya harus membagi waktu antara mengajar, menulis, suami dan anak, serta kegiatan domestik di rumah. Tapi Alhamdulillah, sekarang mulai terbantu dengan bullet journal. Spread sheet di bullet journal benar-benar bisa membantu saat saya mulai oleng untuk menulis. Kapan-kapan ya, saya cerita tentang bullet journal

Kesulitan konsisten yang kedua, itu karena saya punya perhatian pendek alias perhatian saya mudah teralihkan. Entah teralihkan karena ramainya situasi di sekitar saya atau teralihkan karena ponsel yang selalu memberi notifikasi. Biasanya, saya atasi dengan menulis malam hari sebelum tidur atau dini hari, di saat benar-benar sepi dari keramaian dan notifikasi media sosial


KESULITAN MENULIS DENGAN JUMLAH KATA KURANG DARI 500 


Beberapa teman yang dekat dengan saya, mereka pasti memahami betul kalau saya ini cerewet. Saya suka bercerita apapun yang saya tahu, bahkan bisa dengan suara yang lantang. Dan itu ternyata menular saat saya menulis di blog. Saya suka menulis dengan jumlah kata yang banyak

Kata seorang teman, saya ini tipe pemilik napas panjang. Iyap, sekalinya menulis, banyak yang ingin saya sampaikan. Bukan karena idenya yang banyak, tapi percabangan idenya yang banyak. Apa-apa ingin saya masukkan dalam tulisan saya, karena saya merasa selalu ada yang kurang jika harus terpotong di tengah-tengah. 

Kalau dapat job menulis dengan kata yang tidak terlalu banyak bagaimana? 

Alhamdulillah sih, sejauh ini belum pernah mendapatkan job menulis dengan jumlah yang dibatasi. Paling mentok, ada pembatasan minimal kata. Yang paling sering, brief yang saya terima tidak boleh menulis kurang dari 300 atau 500 kata. 

Tapi ya tetap, hasilnya bakalan panjang. Hahaha... 

Kadang kala saya merasa memang butuh direm kemampuan seperti ini, karena takutnya pembaca merasa bosan dengan tulisan saya. Ada dua cara yang biasanya saya lakukan. 

Yang pertama, menuliskan percabangan ide yang saya rasa benar-benar penting saja. Sedangkan percabangan ide lain yang tidak saya gunakan, saya keep dan saya tulis di jurnal. Siapa tahu bisa jadi kepala ide untuk tulisan baru. 



Cara yang kedua, menulis semua percabangan ide dalam satu tulisan tapi saya bagi menjadi dua artikel atau dua link. Cara seperti ini memang lebih mudah, karena saya sudah memiliki tulisan yang sangat panjang. Tinggal membagi dua dan memberi opening di masing-masing artikel supaya orang tahu kalau dua artikel ini saling bertautan. 

Tapi, sepertinya menulis dengan jumlah kata yang sangat banyak juga sering saya lakukan sih. Apalagi saat menulis dengan tema traveling. Tapi supaya pembaca tidak bosan, saya selingi dengan gambar dan penulisan kalimat yang menarik, seperti penulisan kalimat dengan huruf besar kecil dan penggunaan text highlight color
.

Sebenarnya ada beberapa lagi kesulitan saya dalam menulis di blog. Tapi karena kali ini saya sedang latihan menulis tidak lebih dari 1000 kata, jadi dua kesulitan ini dulu ya yang saya bahas. 

Kalau kalian, kesulitan menulis di blog apa saja? Share yuk di kolom komentar. Kalau bisa, sekalian cara mengatasinya ya. Siapa tahu, saya bisa belajar dari apa yang sudah kalian sampaikan. Salam. 

Custom Post Signature

Custom Post  Signature